Dikeluhkan, Pengguna ‘Trawl’ Masih Marak di Aceh
Banda Aceh, Aktual.co — Boat yang menggunakan pukat trawl (harimau) kembali marak beroperasi di sejumlah perairan di Aceh Utara sejak sebulan terakhir.
Kondisi ini menyebabkan nelayan yang menggunakan boat atau perahu untuk menangkap ikan di laut terganggu. Akibatnya, hasil tangkapakan ikan nelayan tradisional semakin sedikit.
Berdasarkan data Aktual.co, pada 26 Desember 2013, nelayan Kecamatan Seunuddon pernah membakar pukat Trawl di perairan Desa Ulee Rubek Timu kecamatan setempat, karena pihak pengguna pukat Trawl tidak mematuhi perjanjian dengan nelayan di kawasan itu.
Berikutnya pada 2 Juli 2014, nelayan di kawasan itu juga pernah menangkap dua pukat trawl di perairan Desa Bantayan kecamatan setempat.
“Mereka biasanya beroperasi mulai pukul 23.00-04.00 WIB dini hari, mulai dari Perairan Tanah Jambo Aye dan Seunuddon serta ke kawasan lain. Informasi saya terima boat itu berasal dari wilayah Aceh Timur,” ujar Hasbi nelayan asal Desa Rubek Barat kecamatn Seunuddon, kepada Aktual.co, Minggu (1/3).
Ditambahkan, jarak mereka beroperasi 2-3 mil dari pinggir pantai, artinya itu wilayah para nelayan yang menggunakan boat dan perahu untuk menangkap ikan, karena itu kehadiran mereka sangat meresahkan nelayan. Apalagi sebelumnya sudah pernah ada kejadian jaring nelayan rusak akibat pukat tersebut.
“Boat itu sudah pernah berhenti beroperasi setelah ada kejadian pembakaran satu unit boat pukat harimau dan penangkapan dua boat lain. Karena itu kita berharap pihak terkait bisa mengatasi persoalan tersebut, sebab bukan hanya mengganggu nelayan tapi juga bisa menyebabkan bibit ikan langka,” katanya.
Pihaknya berharap agar Polairud Polda Aceh dan TNI AL menangkap nelayan dengan pukat trawl tersebut, sehingga tangkapan nelayan bisa lebih banyak dan ketersediaan ikan terjamin di perairan Aceh.
Artikel ini ditulis oleh:
















