2 Januari 2026
Beranda blog Halaman 38084

Maret, Target Penyelesaian Irigasi di Lebak

Jakarta, Aktual.co — Kodim 0603 Kabupaten Lebak, Banten, menargetkan perbaikan jaringan irigasi di wilayah itu selesai Maret 2015, sehingga bisa digunakan pada musim tanam April hingga Mei.
Komandan Distrik Militer (Kodim) 0603 Lebak Letkol Inf Silitonga Donald mengatakan, pihaknya bekerja keras untuk menyelesaikan perbaikan irigasi pada Maret 2015 sesuai dengan target yang ditentukan pemerintah.
“Perbaikan irigasi seluas 13.200 hektare tersebut untuk menggenjot produksi dan produktivitas pangan. Saat ini, wilayah Kabupaten Lebak menjadi andalan produksi pangan di Provinsi Banten,” katanya, Minggu (1/3).
Karena itu, pihaknya menginstruksikan seluruh anggota bintara pembina desa atau babinsa agar mengawal dan mengawasi kelompok tani guna mewujudkan swasembada pangan.
Pengawalan ini, selain perbaikan jaringan irigasi juga pendistribusian pupuk bersubsidi agar tidak terjadi kelangkaan.
Disamping itu juga mengawasi penyaluran benih varietas unggul karena kerapkali diberikan kepada kelompok tani dengan tidak tepat waktu.
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Lebak Dede Supriatna mengatakan perbaikan infrastruktur sarana irigasi itu dapat mendorong pencapaian swasembada pangan.
Sebab pembangunan infrastruktur irigasi desa di Lebak tahun 2015 bisa mengaliri areal persawahan seluas 13.200 hektare.
Pihaknya bekerja keras menargetkan swasembada pangan nasional melalui berbagai kegiatan antara lain peningkatan sumber daya manusia (SDM) petani.

Artikel ini ditulis oleh:

Hanif Dhakiri Hadiri Sosialisasi K3 untuk Pekerja

Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Hanif Dhakiri berbincang dengan pekerja yang melakukan simulasi bekerja diketinggian saat kampanye Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di Bundaran HI, Jakarta, Minggu (1/3/2015). Kegiatan tersebut untuk meningkatkan kesadaran masyarakat khususnya bagi pekerja dan perusahaan akan pentingnya K3.AKTUAL/MUNZIR

Kartel Beras, Pemerintah Disebut Ikut Andil

Jakarta, Aktual.co — Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) menyatakan bahwa pemerintah memiliki andil dalam masalah kenaikan harga beras yang diduga akibat adanya ulah kartel.
“Pernyataan Menteri Perdagangan terkait dengan adanya kartel beras, lalu agenda penggantian raskin (beras untuk masyarakat miskin) dengan e-money sangat berpengaruh pada tindakan para pelaku usaha,” kata Komisioner KPPU, Syarkawi Rauf di Jakarta, Minggu (1/3).
Diduga, jika memang benar ada sejumlah oknum yang bersekongkol dalam memainkan stok dan harga beras, hal tersebut akibat tindakan pemerintah yang dianggap kurang tepat dalam rencana penghapusan raskin.
Selain itu, jalur suplai beras yang dimiliki Indonesia juga dinilai sebagai salah satu faktor kenaikan harga beras.
“Jalur suplai kita masih oligopolistis. Pada beberapa rantai distribusi, khususnya di penggilingan beras dan pedagang besar, masih dikuasai oleh segelintir orang,” ujar Syarkawi.
Menurut dia, karena kecilnya jumlah pengusahan penggilingan dan pedagang besar, mereka bisa dengan bebas memainkan pasokan dan harga jual beras di pasar.
Akibat lainnya ialah Bulog yang berperan sebagai stabilisator harga beras menjadi tidak berjalan. Peran tersebut justru berpindah ke pemilik penggilingan beras dan para pedagang besar.

Artikel ini ditulis oleh:

Kongres PAN Ricuh, Satu Peserta Terluka Kena Lemparan Kursi

Denpasar, Aktual.co — Pembahasan tata tertib dalam Kongres IV PAN di Hotel Westin, Nusa Dua, Bali, Minggu (1/3), terpaksa harus diskorsing karena adanya kericuhan di ruang sidang.
Akibat kericuhan itu, salah satu peserta yakni M. Rafi Ginting, delegasi Kongres PAN asal Kabanjahe, Sumatera Utara, mengalami luka akibat terkena lemparan kursi di ruang sidang Kongres IV PAN.
Kepala bagian kanan Ginting mengalami luka dan diperban setelah terkenan lemparan kursi yang melayang dari arah belakang tempat duduk Ginting.
“Saat pembahasan, ada peserta yang tidak terima saat mengetahui ada perwakilan yang dicoret sebagai peserta kongres. Dan ada yang merasa berhak lalu masuk maka terjadi perdebatan di dalam ruangan sidang,” Ketua DPP PAN, Bara Hasibuan, Minggu (1/3).
Akibat insiden ini, Ginting akhirnya dibawa keluar ruangan sidang dengan dikawal sejumlah panitia Kongres IV PAN.

Artikel ini ditulis oleh:

Lonjakan Harga Beras, Pengamat : Mafia Ingin Keran Impor Dibuka

Jakarta, Aktual.co — Direktur Centre For Budget Analysis (CBA), Uchok Sky Khadafi berpandangan bahwa lonjakan harga beras yang terjadi saat ini lantaran  target mafia beras ingin Pemerintah Jokowi melakukan  impor beras sebanyak-banyaknya ke Indonesia.
“Untuk itu, langkah pertama yang akan dilakukan Mafia adalah mendorong naiknya harga beras. Agar stok beras dii gudang Bulog terkuras habis untuk operasi pasar dalam rangka stabiliasasi Harga,” kata Uchok dalam keterangan tertulis yang diterima Aktual.co, di Jakarta, Minggu (1/3).
Uchok menjelaskan bahwa yang diamati oleh mafia untuk memuluskan aksinya adalah bila melihat data terdahulu, realisasi pengadaan Gabah/Beras oleh Bulog yang rata-rata hanya sebesar 46 persen dari target.
HPP (Harga Pembelian Pemerintah) lebih rendah dari harga pasar. Saat ini saja, harga pembelian pemerintah dari masyarakat hanya sebesar Rp3.300/Kg, Sedangkan harga pasar bisa mencapai sebesar Rp12.500.
“Artinya, masyarakat lebih baik menjual beras melalui pasar daripada menjual ke Bulog. Padahal, Bulog membeli Beras melalui mitra Bulog, dan mitra yang aktif menjual ke Bulog hanya sebanyak 50,87 persen saja,”
“Jadi, disimpulkan bahwa metode HPP tidak efektif menyerap hasil produksi pada dalam negeri. Seharusnya, Jokowi tidak hanya blusukan ke mana mana, tapi harus punya pikiran bahwa metode ini harus dihapus. Karena, HPP ini lebih berfungsi sebagai batas terendah dari harga pasar, dan juga sebagai indikator perlu impor beras,” tukas dia.

Artikel ini ditulis oleh:

Novrizal Sikumbang

Partai Aceh Desak Pemerintah Pusat Tak Persoalkan Bendera

Banda Aceh, Aktual.co — Partai Aceh mendesak Pemerintah Pusat dan Pemerintah Aceh tak perlu lagi mempersoalkan Qanun Bendera. Pihaknya mendesak agar bendera tersebut dikibarkan pada tahun ini di seluruh provinsi itu.
“Qanun Bendera sudah disahkan oleh DPRA tahun lalu. Itu sudah sah. Jadi tak perlu dipersoalkan lagi. Kita ingin, bendera Aceh bisa berkibar tahun ini,” sebut Juru Bicara Partai Aceh, Suadi Sulaiman Laweung, kepada Aktual.co, Minggu (1/3).
Disebutkan, persoalan bendera itu harus segera berakhir. Pemerintah pusat diminta tak mempersoalkan, karena bendera itu sudah sah dan mengacu pada UU Pemerintah Aceh yang disahkan tahun 2006. 
Ditambahkan, jika dikaitkan bertentangan dengan PP tentang bendera dan lambang daerah dikeluarkan tahun 2007.
“UUPA amanah UUD 45. PP Bendera dan Lambang Daerah itu dikeluarkan tahun 2007. Masak, PP mengalahkan UUD. Bagi Aceh, bendera sudah selesai,” tegas Suadi.
Selain itu, pihaknya mendukung keputusan Wakil Gubernur Aceh, Muzakkir Manaf yang juga Ketua DPP Partai Aceh, untuk meminta agar tidak ada perubahan pada bendera Aceh. “Kita dukung keputusan dukung Mualem Muzakkir Manaf soal bendera. Bagi Aceh, bendera sudah selesai,” ujarnya.
Sebelumnya, Muzakkir Manaf menyatakan agar tidak ada perubahan pada bentuk dan model bendera Aceh. Pria yang akrab disapa Mualem ini meminta agar model, bentuk dan warna bendera Aceh tetap sesuai Qanun Bendera Aceh yang telah disahkan DPR Aceh tahun lalu. 
Sebalinya, pemerintah pusat berkali-kali meminta agar bentuk bendera diubah karena dianggap mirip dengan bendera separatis. 

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain