1 Januari 2026
Beranda blog Halaman 38195

Antisipasi Praperadilan, Alasan KPK Percepat Berbagai Kasus

Jakarta, Aktual.co — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) masih menyisakan banyak kasus korupsi yang belum terselesaikan, seperti kasus Innospec, BCA dan BLBI. Untuk mempercepat penyelesaian kasus tersebut, lembaga anti rasuah itu mengaku tengah melakukan koordinasi dengan tim penyelidik, penyidik.
“Hari ini kami juga meminta lagi penyidik, penyelidik, satgasnya untuk menjelaskan mengenai kasus-kasus yang tertunda,” ungkap Pelaksana Tugas (Plt) pimpinan KPK, Taufiqurrahman Ruki saat jumpa pers, di gedung KPK, Rabu (25/2).
Menurut Taufiqurrahman, percepatan penyidikan kasus itu bukan hanya sebagai kewajiban KPK. Tetapi juga untuk mengantisipasi adanya pengajuan gugatan praperadilan dari tersangka yang sudah ditetapkan.
Seperti diketahui, pada Senin (23/2) salah satu tersangka KPK, Suryadharma Ali (SDA) telah mengajukan permohonan praperadilan ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel).
“Karena kami mengantisipasi kemungkinan adanya praperadilan dan kedua mempercepat penanganan kasus,” jelasnya.
Selain itu, demi mendukung percepatan penyelesaian beberapa kasus korupsi yang masih mangkrak, KPK juga telah melakukan sejumlah pertemuan dengan pihak Kejaksaan Agung dan Kepolisian. Hal itu dilakukan untuk membicarakan terkait wacana penambahan personil penyidik.
“Permintaan bantuan sumber daya manusia, misalnya di Kejakasaan Agung. Pak Jaksa Agung bilang, berapa pun penyidik, akan disediakan. Begitu juga dengan apa yang disampaikan Wakapolri,” papar Plt pimpinan KPK lainnya, Johan Budi SP.

Artikel ini ditulis oleh:

Nebby

Tren Batu Akik ‘Bacan Doko’ Meluas Hingga ke Semarang

Semarang, Aktual.co — Demam batu akik kini tidak hanya melanda di kalangan ekonomi menengah ke atas, melainkan merambah ke konsumen masyarakat ekonomi menengah ke bawah. Pameran batu mulia dari berbagai jenis nama batu akik di Mall Sri Ratu, jalan Pemuda Semarang sejak hari ini diserbu pecinta batu.

Kalangan pecinta batu kelas menengah ke bawah dominan menggemari batu aki jenis bacan doko. Warna batu kehijauan muda menjadi trend penjualan tertinggi dibandingkan jenis batu akik lainnya.

Andika, penjual batu mulia menawarkan, batu akik jenis bacan doko dengan harga relatif yang bergantung pada warna, kapur dan kristal. Harga terendah bacan doko dijual mencapai Rp3 juta. Bahkan, ada juga yang mencapai Rp600 juta per batu akik yang sudah berbentuk cincin.

“Harga batu akik relatif warna, batu kapur dan barangnya. Untuk ukuran besar kecil batu tidak berpengaruh pada harga,” terang Andika,  kepada Aktual.co, Rabu (25/2).

Ia mengungkapkan, bahwa kelebihan warna hijau bacan doko terkadang berubah warna menjadi gelap dan lebih bercahaya, jika terkena pantulan cahaya lampu.

Selain bacan doko, jenis bacan king robu dan bacan Garut masih menjadi tren penjualan. Pameran batu akik dari berbagai pecinta Nusantara itu dihelat sejak 25 Februari-1 Maret 2014.

Berbagai macam batu akik yang dipamerkan, baik cincin, liontin, batu asli, hingga aksesoris lain yang berbahan baku batu mulia.

Di kesempatan yang sama, Markaban (61), Sekretaris Komunitas Semarang Gems Lover yang merupakan panitia Festival mengatakan, even pamrean batu akik di Semarang memang baru pertama kali diadakan. Sehingga, animo warga yang kini sedang mengalami demam batu akik sangatlah tinggi.

“Kalau di Yogyakarta dan Jakarta dan udah event tahunan. Tapi, kebetulan moment-nya pas dengan euforia batu akik saat ini. Jadi timing-nya pas dengan tingginya minat batu lokal,” pungkas dia.

Artikel ini ditulis oleh:

LPEM UI: Harga Beras Bakal Picu Kenaikan Inflasi

Jakarta, Aktual.co —  Pemerintah menargetkan tahun 2015 pertumbuhan ekonomi sebesar 5,7 persen, Rupiah Rp12.500 per Dolar AS, dan inflasi di level 5 persen. Untuk mencapai target tersebut, tentunya diperlukan adanya upaya-upaya yang lebih realistis, selain dari penerimaan pajak.

Kepala Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat (LPEM) UI, I Kadek Dian Sutrisna mengatakan asumsi makro ekonomi di tahun 2015 tersebut dapat diterima. Namun, melihat situasi global saat ini, kata dia, perlu extra effort dari pemerintah.

“Depresiasi Rupiah terhadap Dolar AS memberikan kontribusi terhadap inflasi melalui kenaikan harga barang-barang impor,” ujar Kadek yang dihubungi Aktual.co, Rabu (25/2).

Lebih lanjut dikatakan dia, untuk menjaga inflasi di level 5 persen dirasa berat. Pasalnya, tahun 2014 inflasi Indonesia mencapai 6,96 persen, namun dirinya tetap optimis akan target tersebut.

“Januari kita deflasi 0,24 persen itu karena penurunan harga BBM. Februari nanti, akan bertolak dengan Januari, apalagi kenaikan harga beras yang saat ini mencapai 30 persen, tentu akan mempengaruhi inflasi umum,” pungkasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Plt Kapolri: Saya Yang Teken Skep Viktor Sebagai Penyidik

Jakarta, Aktual.co —  Wakapolri Komjen Pol Badrodin Haiti mengatakan, Kombes Pol Viktor Simanjuntak yang ikut dalam penangkapan Wakil Ketua KPK nonaktif Bambang Widjojanto pada 23 Januari 2015 adalah penyidik Polri.
“Kombes Viktor itu penyidik. Ada skep (surat keputusan) penyidiknya. Saya yang tanda tangan,” katanya di Jakarta, Rabu (25/2).
Hal itu diungkapkan Badrodin menjawab hasil temuan Ombudsman Republik Indonesia (ORI) yang menyatakan ada pelanggaran peraturan perundang-undangan, pengabaian kewajiban hukum, dan melampaui kewenangan oleh Kombes Pol Viktor yang melakukan penangkapan terhadap Bambang Widjojanto (BW) karena tanpa dilengkapi dengan surat perintah penangkapan.
Menurut Wakapolri, dirinya sudah meminta Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) Mabes Polri untuk menyelidiki apakah betul ada penyimpangan dalam penangkapan BW seperti yang disebutkan oleh Ombudsman.
Pada Selasa (24/2 ), lembaga negara pengawas pelayanan publik ORI menyatakan terdapat dua maladministrasi dalam proses penangkapan dan pemeriksaan BW oleh Badan Reserse dan Kriminal (Bareskrim) Mabes Polri.

Artikel ini ditulis oleh:

Nebby

Beras Naik Akibat Ulah Tengkulak dan Distributor

Jakarta, Aktual.co — Lonjakan harga beras yang terjadi saat ini tidak mempengaruhi keuntungan petani. Pasalnya, petani menjual hasil panen pada tengkulak dengan harga normal.

Dosen IPB yang juga menekuni bidang pangan, Sugianta mengatakan para tengkulak tersebut memanfaatkan situasi, yaitu membeli beras petani dengan harga normal atau bahkan lebih murah. Setelah itu, mereka menjual beras langsung ke distributor dengan harga yang lebih mahal.

“Atau biasanya tengkulak tahan dulu berasnya, nanti dia jual ke distributor lebih mahal. Dari distributor satu ke distributor lainnya ada kenaikan harga juga, dan akhirnya sampai di masyarakat dengan harga seperti sekarang,” ujar Sugianta saat dihubungi Aktual.co, Rabu (25/2).

Sugianta menjelaskan, jika dilihat dari aspek hulu, kenaikan harga beras bisa disebabkan oleh naiknya harga pupuk, benih, dan pestisida. Pasalnya, kata dia, pasca kenaikan harga BBM pada November lalu dan penurunan pada Januari, harga-harga pertanian belum sepenuhnya turun.

“Karena kemarin kita sempat musim hujan terus-menerus, banjir dibeberapa wilayah juga mempengaruhi, akibatnya banyak serangan hama dan produksi panen berkurang,” ujar Sugianta saat dihubungi Aktual.co, Rabu (25/2).

Namun, lanjut Sugianta, mahalnya harga-harga pertanian juga tidak mempengaruhi penentuan harga beras di petani. Penentuan harga beras, kata dia, biasanya dilakukan sekali dalam satu musim.

“Biasanya dihitung satu musim panen, tergantung petani itu menanam jenis padi apa, bisa tiga sampai enam bulan panennya,” pungkasnya.

Untuk diketahui, harga beras di pasaran terus melonjak naik. Di Pasar Induk Kramat Jati Jakarta, harga beras kualitas menengah mencapai Rp12.000/kg dari sebelumnya Rp9.000/kg, sedangkan harga beras kualitas premium mencapai Rp15.000/kg dari sebelumnya Rp12.000/kg.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Pengagas KPK: Tukang Becak Pun Bisa Ajukan Praperadilan

Jakarta, Aktual.co — Pembelaan-pembelaan yang dilakukan oleh kubu Bambang Widjojanto terus dilayangkan. Kubu BW tak ada habis-habisnya menebar opini ketimbang mengajukan praperadilan.
Praperadilan sama sekali tak menjadi pertimbangan BW untuk mencari keadilan, dalam penetapannya sebagai tersangka di kasus mengarahkan saksi dalam sidangan sengketa Pilkada Kotawaringin Barat di Mahkamah Konstitusi.
Menanggapi hal tersebut pakar hukum pidana Prof Romli Asmasasmita mengatakan, setiap warga negara sekalipun ‘tukang becak’ berhak mengajukan praperadilan jika merasa disakiti penyidik dan penuntut umum.
“Tukang becak juga bisa ajukan praperadilan kalau dizolimi penyidik dan penuntut,” kata Prof Romli ketika berbincang dengan Aktual.co, Rabu (25/2).
Sebelumnya pengacara Bambang Widjojanto menyebut, para tersangka yang mengajukan gugutan praperadilan adalah orang-orang yang mempunyai kekuasaan dan uang.
“Kalaupun ada terobosan hukum (praperadilan) hanya untuk orang-orang yang punya kekuasaan atau duit,” ujar Asfinawati usai jumpa pers di gedung KPK, Selasa (24/2).
Di sisi lain, anggota tim kuasa hukum BW lainnya, Rasamala Aritonang mengatakan bahwa ada kemungkinan jika kliennya juga akan mengajukan praperadilan.
“Praperadilan memang kalau faktanya terbuka untuk melakukan itu (praperadilan). Tapi hasil diskusi kami dengan beliau, beliau masih dalam persepsi bahwa putusan itu di luar hukum. Tapi sekali lagi peluang (ajukan praperadilan) masih terbuka,” jelas Rasamala.
Bukan hanya itu, tim pengacara BW juga melemparkan wacana praperadilan itu ke Mahkamah Agung (MA). Mereka mengatakan bahwa sah atau tidaknya pengajuan gugatan status tersangka seseorang baik oleh KPK ataupun Polisi berada di tangan MA.
“Bola ada di MA. Mereka harus bertanggung jawab. MA bukan hanya berfungsi menyidik perkara ditingkat terakhir. Tapi mereka harus melihat unifikasi hukum, melakukan koreksi,” tutur Asfinawati.
Laporan: Wisnu Jusep

Artikel ini ditulis oleh:

Nebby

Berita Lain