12 Januari 2026
Beranda blog Halaman 38228

Harga Beras di Jember Naik Rp1200 per Kilogram

Jakarta, Aktual.co — Harga beras di sejumlah pasar tradisional di Kabupaten Jember, Jawa Timur, terus merangkak naik selama sepekan terakhir. “Kenaikan harga beras juga terjadi di Jember, dengan kenaikan berkisar Rp1.000 hingga Rp1.200 per kilogram,” kata pedagang bahan pokok di Pasar Tanjung Jember, Fauzan, Rabu (25/2).

Harga beras kualitas baik naik dari Rp9.800 menjadi Rp11.000 per kilogram, sedangkan beras kualitas medium naik dari Rp8.900 menjadi Rp10.000, dan beras kualitas rendah naik dari Rp8.000 menjadi Rp9.000 per kilogram. “Naiknya harga beras yang terjadi selama sepekan terakhir karena pasokan beras yang terbatas di sejumlah daerah, bahkan distributor mengurangi pengiriman beras ke sejumlah pedagang,” tuturnya.

Menurut dia, banyak petani yang belum memasuki panen raya dan beberapa tanaman petani yang sudah panen diserang hama penyakit, sehingga hasilnya tidak maksimal. “Saya juga mengurangi pembelian beras ke distributor hingga 50 persen. Biasanya saya beli beras sebanyak 4 ton untuk kebutuhan dua hingga tiga hari, namun saat ini hanya 2 ton saja,” paparnya.

Ia menjelaskan banyak konsumen yang mengurangi pembelian akibat kenaikan harga beras yang terus merangkak naik, sehingga banyak pedagang yang mengeluhkan penurunan pendapatan.

Sementara salah seorang warga Jember, Halimah, mengeluhkan kenaikan harga beras yang mencapai Rp1.200 per kilogram untuk beras kualitas super. “Harga beras terus naik, padahal kebutuhan keluarga saya selama sehari sebanyak dua kilogram untuk lima orang,” tuturnya.

Ia berharap pemerintah melakukan operasi pasar untuk menekan harga beras yang terus melambung tinggi di pasaran, sehingga harga beras bisa turun.

Sementara harga gula pasir di Pasar Tanjung Jember masih stabil yakni Rp.9000 per kilogram, harga minyak curah juga stabil di kisaran Rp10.500 per kilogram, dan harga telur ayam justru mengalami penurunan dari Rp19.000 menjadi Rp18.000 per kilogram.

Artikel ini ditulis oleh:

Sriwijaya FC Restrukturisasi Gaji Pemain Akibat Penundaan ISL

Jakarta, Aktual.co — Sriwijaya Football Club, terpaksa merestrukturisasi gaji pemain, sebagai akibat penundaan kompetisi Liga Super Indonesia dari 20 Februari menjadi 4 April 2015.

Direktur Keuangan PT Sriwijaya Optimis Mandiri selaku manajemen Sriwijaya FC, Yuliar, mengatakan dalam waktu dekat rencana tersebut akan disosialisasikan ke pemain agar tidak menimbulkan perbedaan persepsi ketika kompetisi berakhir.

“Rencananya pemain akan dipanggil satu per satu terkait perubahan besaran gaji yang bakal diterima per bulan. Manajemen klub optimistis bakal diterima pemain karena penundaan jadwal LSI ini merupakan sesuatu di luar dugaan. Daripada pemain gigit jari di pengujung kompetisi lebih baik diatur dari sekarang,” ujar dia di Palembang, Rabu (25/2).

Ia menerangkan, manajemen klub terpaksa mensiasati lantaran penundaan jadwal Liga Super Indonesia 2015 membuat kompetisi diperkirakan bakal berakhir pada Februari 2016.

Sementara jika berlandaskan kompetisi dimulai pada 20 Februari maka akan berakhir pada Desember 2015.

“Pada perjanjian kontrak dilampirkan bahwa kontrak pemain itu selama satu musim, artinya baru habis setelah kompetisi berakhir bukan ditulis November atau Desember,” kata dia.

Terkait dengan restrukturisasi seperti apa yang akan dilakukan, ia mengemukakan cukup sederhana yakni hanya mengurangi beberapa persen gaji per bulan untuk dicadangkan pada Januari atau Februari tahun mendatang.

“Penjelasannya begini, saat ini pemain Sriwijaya FC sudah menerima gaji untuk bulan Januari dan Februari ini, artinya masih ada sekitar 11 bulan yang tersisa dengan asumsi kompetisi berakhir pada Februari 2016. Sehingga akumulasi gaji yang tersisa (setelah dikurangi gaji Januari dan Februari) dibagikan ke beberapa bulan yang tersisa ini,” ujar dia.

Kompetisi LSI 2015 ditunda penyelenggaraannya oleh pemerintah karena berdasarkan rekomendasi Badan Olahraga Profesional Indonesia terdapat beberapa peserta yang belum melampirkan dokumen prinsipil.

Dokumen itu diantaranya, bukti pelunasan gaji pemain dan pelatih dan bukti pembayaran pajak.

Artikel ini ditulis oleh:

Raden Priyono: Perusahaan Asing Masuk Indonesia Ketika Pertamina Berkuasa Penuh

Jakarta, Aktual.co — Mantan Kepala BP Migas (saat ini SKK Migas) Raden Priyono membantah informasi yang menyebutkan bahwa BP Migas pro terhadap kepentingan asing.

“Saya tidak ingin mengoreksi lagi soal putusan MK. Tapi saya menanggapi bahwa diinformasikan jika BP Migas itu pro asing padahal suatu jurnal profesional McKenzie mengatakan bahwa pada 2008 BP Migas ini sudah banyak membuat kebijakan yang menyulitkan asing,” kata Priyono dalam diskusi di Kampus Unika Atma Jaya, Jakarta, Rabu (25/2).

Sehingga, lanjutnya, pada tahun 2008 itu juga Indonesia berada di posisi nomor 24 dunia sebagai negara yang diuntungkan oleh industri migasnya. Lalu pada tahun 2012, Indonesia menjadi nomor lima negara yang diuntungkan dari industri migasnya.

“Ironisnya, pada saat itu juga BP migas ditumbangkan, disaat dunia internasional mengatakan indonesia ini sangat nasionalis,” ujarnya.

Selain itu, Priyono juga menuding bahwa di era Pertamina-lah banyak perusahaan asing yang masuk ke Tanah Air, bukan dalam era BP Migas. Termasuk dalam perpanjangan kontraknya.

“Dikatakan bahwa, pada era migas inilah asing masuk. Nah ini merupakan suatu pergelinciran fakta. Semua perusahaan migas asing itu masuknya jaman Pertamina, dan waktu perpanjangan kontraknya juga itu jaman Pertamina. Para praktisi juga malah mempertanyakan mengapa pada saat perpanjangan blok-blok minyak asing ini Pertamina tidak mengambil sebagian kok diteruskan lagi. Nah kita dapat warisan seperti itu dari pertamina. Menyedihkan kan ini,” jelasnya.

Selain itu, Pri juga menyebut bahwa hal yang lebih menyedihkan adalah ketika BP Migas mendapatkan penurunan produksi yang luar biasa besarnya, yaitu dari 1,6 juta barel per hari, turun terus sebanyak 22 persen.

“Lalu BP migas yang berusaha menahan. Tahun 2008, itu bisa ditahan Mulai dari 4 persen, 3 persen, hingga 2 persen penurunannya. Sebenarnya pada tahun 2012 itu sudah bisa menembus 1 juta barel per hari tapi sayangnya tahun itu terjadi ‘petik’ sehingga turun menjadi 65 ribu barel satu hari padahal sedang dalam proses naik waktu itu. Ada yang kabel dibakar, ada yang fasilitas operasional mendadak rusak, dan itu seperti satu kebetulan. Karena tidak bisa menembus 1 juta disitulah mulai turun lagi, itu latar belakangnya politik juga,” terang dia.

“Nah inilah yang seakan-akan sepenuhnya salah BP Migas. Tapi itulah politik,” sebutnya.

Menurutnya, dalam dunia industri Minyak Migas, selain berkaitan dengan masalah teknis, juga tidak terlepas dari permasalahan politik.

“Kalau bicara migas itu tidak lepas dari persoalan politik, masalah ekonomi dan teknis geologi itu sendiri. Tapi tidak apa-apa, ini pembelajaran. Tapi saya senang, saya sudah abdikan diri saya pada negara tapi rupanya tidak diapresiasi, namun dunia internasional yang mengapresiasi,” tandas dia.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Inisial ‘AW’ dan ‘RMSS’ Disebut Jauhkan Jokowi dari PDIP

Jakarta, Aktual.co — Anggota DPR Fraksi PDIP Masinton Pasaribu menyebut dua inisial nama yang dinilai menjauhkan Presiden Joko Widodo dari partai pengusungnya. 
Namun demikian, dirinya mengaku tidak mendorong dilakukan reshuffle kabinet.
“dua orang itu menjauhkan Jokowi dari partai, inisialnya AW dan RMSS, ukuran menteri nggak paham itu, nggak paham nafasnya Nawacita, kalau nahkodanya nggak ngerti ya sudah,” ujar Masinton, di Jakarta, Rabu (25/2).
Masinton mengatakan PDIP tidak mendorong reshuffle, karena merupakan hak prerogatif presiden dengan melihat dinamika dilapangan. PDIP juga tidak mendukung interpelasi karena merupakan bagian hak konstitusional.
“kita harus hormati prerogatif presiden, suara masyarakat yang menghendaki reshuffle, PDIP nggak mau menantang prinsip membangun negara dengan gotong royong. Posisi PDIP tidak mendukung interpelasi dan nggak bisa cegah karena itu hak konstitusional,” katanya.
Sementara itu, Masinton menuding menteri berinisial ‘RMS’, hanya bekerja untuk membangun dan memprkuat relasi bisnisnya menggunakan negara, contohnya dengan adanya Penyertaan Modal Negara (PMN) yang membelot dari nawacita.
Menurutnya, dalam 100 hari kerja kabinet tidak memunculkan semangat gotong royong dan banyak mengingkari nawacita itu sendiri. “kita harus membangun kembali sikap gotong royong, bagaimana peran negara hadir dalam masyarakat, begitupun sisi ekonomi dan diplomasi sisi politik kita. Dalam seratus hari ini, nggak ada geloranya.”
Diperlukan adanya penopang kekuatan yang sama. Nawacita jangan sampai bertransformasi  dan terkubur. 

Artikel ini ditulis oleh:

Pengguna Narkoba Bisa Terganggu Jiwanya dan Kesehatan Mental

Jakarta, Aktual.co — Psikiater dari Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Kalawa Atei Palangka Raya, Kalimanan Tengah, Mardiana mengatakan penyalahgunaan narkoba dapat berakibat terganggu jiwanya, terutama pada pengguna tingkat lanjut.

“Yang akan dialami pengguna khususnya yang menyalah gunakan bisa berdampak pada kesehatan mental dan gangguan jiwa,” kata Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa itu, di Palangka Raya, Rabu (25/2).

Penyalahgunaan narkoba juga dapat menyebabkan gangguan kepribadian yang berpengaruh terhadap kegiatan pendidikan baik remaja usia sekolah ataupun mahasiswa. Pengaruh yang akan terlihat jelas ialah terjadi penurunan prestasi akademik yang bersangkutan.

“Maka prestasi mereka akan anjlok karena tidak fokus pada pelajaran. Pengguna yang kecanduan cenderung memikirkan cara memperoleh narkoba,” katanya.

Mardiana menambahkan, di bidang sosial pengguna akan dijauhi oleh orang-orang yang tidak setuju dengan pengguna narkoba, sehingga mereka akan disudutkan akibatnya pengguna akan merasa serba salah dan menjadi agresif.

“Mereka nanti jadi serba salah sehingga menjadi agresif dan inklusif karena tidak diterima lingkungan sosialnya,” katanya.

Selain itu, lanjutnya, dampak pada lingkungan keluarga adalah pada tidak harmonisnya hubungan antar anggota keluarga tak terkecuali antara orang tua dan anak.

“Apalagi akhir-akhir ini ada satu keluarga yang menggunakan napza, akhirnya keluarga itu hancur. Dampak di bidang agama, mereka akan jauh dari tuhannya dan bisa dikatakan jadi ahli bohong karena tidak ada yang ditakuti lagi,” katanya.

Dari data yang keluarkan Badan Narkotika Nasional (BNN) memperkirakan jumlah pengguna narkoba di Indonesia tahun 2015 angka “pravalensi” atau kelaziman pengguna narkoba mencapai 5,1 juta orang, sedangkan jumlah pengguna narkoba tercatat saat ini hampir 4 juta jiwa.

Angka kematian akibat penyalahgunaan narkoba diperkirakan mencapai 104.000 orang yang berumur 15 tahun dan 263.000 orang yang berumur 64 tahun.

Untuk itu ia mengimbau kepada para pengguna untuk segera dan tidak ragu untuk melaporkan diri ke Institusi Wajib Lapor (IPWL) sehingga yang bersangkutan dapat segera direbahilitasi.

“Diharapkan tidak segan mengikuti program wajib lapor baik itu mahasiswa, pelajar, orang tua yang anaknya menggunakan narkoba ataupun tetangga. Di Palangka Raya ada beberapa instansi yaitu BPKJ Kalawa Atei, RS Bhayangkara dan Polikinik Biddokes Polda Kalteng,” kata Mardiana.

Artikel ini ditulis oleh:

Kapolda Sulsel: Pemeriksaan Lanjutan Tunggu Kesehatan Samad

Jakarta, Aktual.co — Kepala Polisi Daerah Sulawesi Selatan dan Barat Inspektur Jenderal Polisi Anton Setiadji mengatakan pemeriksaan lanjutan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) non aktif Abraham Samad diserahkan ke penyidik.
“Pemeriksaan lanjutan diserahkan sepenuhnya ke penyidik, saya tidak tahu persis pastinya kapan,” kata Anton saat ditanya ihwal kelanjutan pemeriksaan Abraham di Makassar, Rabu.
Menurutnya, melihat dari perkembangan kondisi kesehatan Abraham Samad sampai saat ini belum memberikan informasi tentang kesehatannya maka belum bisa dipastikan kapan pemeriksaan lanjutan digelar.
“Masih ditunggu perkembangan kesehatan beliau, kan waktu diperiksa kemarin mengalami ganguan kesehatan,” ujarnya.
Direktorat Reskrim Umum Polda Sulselbar sebelumnya menunda pemeriksaan mantan Direktur LSM Anti Corupption Committee ini karena mengalami gangguan kesehatan pada Selasa 24 Februari 2015.
Abraham mengalami gangguan kesehatan pada lambungnya atau sakit maag dan terlihat letih saat menjalani pemeriksaan di kantor polisi setempat.
“Abraham mengalami ganguan kesehatan dan terlihat masih lemah sehingga pemeriksaan dihentikan sementara dan akan dilanjutkan dalam waktu tidak terlalu lama,” kata Kabid Humas Polda Sulselbar Komisaris Besar Polisi Endi Sutendi.
Ia menyebutkan dalam pemeriksaan itu Abraham dicecar 15 pertanyaan oleh penyidik seputar apakah ada peran yang dilakoni untuk membantu tersangka Feriyani Lim yang kini berstatus tersangka dalam dugaan pemalsuan dokumen kependudukan tersebut.
“Ada 15 pertanyaan namun karena beliau kurang sehat makanya ditunda, tidak ada alasan lain memang keluhan kesehatan. Pemeriksaan dilakukan satu setengah jam,” kata Endi kepada wartawan.
Saat ditanyai apa pertanyaan yang diajukan kepada Abraham, kata dia, hanya seputar kasus yang disangkakan kepadanya mengenai pemalsuan dokumen kependudukan tidak lebih dari itu.
Sebelumnya, Abraham ditetapkan sebagai tersangka terkait dugaan pemalsuan dokumen kependudukan untuk pembuatan paspor atas nama Feriyani Liem 2007 lalu yang menyeret dirinya.

Artikel ini ditulis oleh:

Nebby

Berita Lain