18 April 2026
Beranda blog Halaman 38266

Dalami Anggaran ‘Siluman’, Tim KPK Sudah Minta Data Tambahan ke Ahok

Jakarta, Aktual.co — Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok telah melaporkan anggaran ‘siluman’ APBD DKI 2012-2014 ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Namun demikian, hingga saat ini KPK masih melakukan verifikasi terhadap laporan yang diserahkan bekas Politikus asal Partai Gerindra itu. Mendalami ada tidaknya tindak pidana korupsi anggaran ‘siluman’ itu, KPK telah mengirimkan tim untuk meminta bukti dan berkas tambahan kepada Ahok.
“Beberapa waktu yang lalu sudah ada tim dari Dumas yang mendatangi kantor Pak Ahok untuk meminta tambahan berkas,” kata Plt pimpinan KPK Johan Budi di kantor KPK, Senin (9/3).
Johan mengatakan, berkas yang dibutuhkan oleh tim dumas itu akan berguna untuk menguatkan laporan Ahok soal anggaran ‘siluman’ yang diselipkan di APBD DKI sejak tahun 2012.
“Tentu tim Dumas membutuhkan data-data tambahan untuk melakukan verifikasi apakah memang benar ada indikasi telah terjadi tindak pidana korupsi.”
Berdasarkan informasi berkas laporan pertama yang diserahkan Ahok, sudah sangat kuat adanya indikasi korupsi dalam penggunaan APBD DKI Jakarta. Bahkan, ada dana-dana yang tak jelas peruntukannya tiba-tiba masuk dalam postur APBD yang disetujui DPRD.
Terlebih lagi, yang telah dilaporkan Ahok adalah penggunaan APBD sejak tahun 2012-2014. Sehingga, KPK akan meneliti penggunaan semua anggaran selama kurun waktu tiga tahun itu.
KPK pun telah memberikan jaminan ke Ahok akan menindak lanjuti laporan yang telah dilayangkan. Tim KPK saat ini tengah tancap gas agar bisa segera menetukan laporan dugaan penyelewengan anggaran bernilai puluhan triliun rupiah itu.

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu

NHKSI: Rupiah Diprediksi di Atas Level 13.000

Jakarta, Aktual.co — Laju Rupiah pekan lalu menguat pasca rilis challenger job cut, nonfarm productivity, hingga initial jobless claims AS yang tidak sesuai harapan. Selain itu, Rupiah juga terbantukan dengan dirilisnya angka cadangan devisa bulan Februari 2015 sebesar USD115,5 miliar.

“Selain itu, adanya wacana himbauan Bank Indonesia (BI) untuk melakukan transaksi dalam mata uang Rupiah di Indonesia juga memberikan sentimen positif,” ujar Kepala Riset dari NH Korindo Securities Indonesia (NHKSI), Reza Priyambada.

Pada Senin (9/3) Rupiah diprediksikan Reza berada di atas target level resisten 13.000, yakni Rp12.986-12.975 (kurs tengah BI).

“Kami harapkan sentimen ini dapat masih berlanjut sehingga dapat memberikan sentimen positif pada laju Rupiah,” pungkasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

NHKSI: Laju IHSG Diprediksi Masih Dalam Trend Positif

Jakarta, Aktual.co — Jakarta, Aktual.co —  Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pekan lalu mampu melampaui estimasi dan dapat bergerak di zona hijau. Bahkan mampu kembali menyentuh rekor tertinggi terbarunya.

Kepala Riset dari NH Korindo Securities Indonesia (NHKSI), Reza Priyambada mengatakan meski laju Rupiah masih bergerak variatif,  namun dengan ditutupnya di level bawah Rp13.000 yang juga diiringi peningkatan pada uang beredar (M2) dan cadangan devisa memberikan sentimen positif pada laju IHSG.

“Tidak hanya itu, tampaknya imbas positifnya laju bursa saham AS juga dimanfaatkan pelaku pasar untuk kembali melakukan aksi beli. Kembalinya aksi beli investor asing juga membantu penguatan IHSG,” ujar Reza.

Pada perdagangan Senin (9/3) IHSG diperkirakan Reza berada pada rentang support 5.450-5.485 dan resisten 5.525-5.535. Menurutnya, IHSG tetap berada dalam tren positif, dimana selalu mampu melampaui estimasi dan kekhawatiran akan potensi pembalikan arah.

“Dengan masih adanya potensi kenaikan tersebut maka kami harapkan IHSG dapat melanjutkan kenaikannya meski kami juga tetap mewaspadai potensi pembalikan arah,” pungkasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Eksekusi Mati Narkoba WNA, Dijadwalkan Kemenhukham Bertahap

Jakarta, Aktual.co — Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia akan menjadwalkan eksekusi mati bagi Warga Negara Asing yang tertangkap sebagai pemasok narkoba di Indonesia.

“Akan dilakukan secara bertahap atas eksekusinya,” ujar Menteri Yasonna Hamonangan Laoly saat mengunjungi Lembaga Permasyarakatan Bolangi, Gowa, Sulawesi Selatan, Minggu (8/3).

Saat ditanya tentang keberadaan 55 terpidana kasus narkoba yang menunggu vonis mati, 35 di antaranya WNA dan 20 Warga Negara Indonesia, Yasona membenarkan hal itu.

“Iya totalnya ada 35 WNA yang divonis dan sementara ini ada yang menjalani proses eksekusi,” sebutnya.

Meski Pemerintah Australia melakukan pendekatan guna menunda eksekusi mati atas warga negaranya, duo Bali Nine, Andrew Chan dan Myuran Sukumaran, termasuk pula lobbi buat pertukaran napi narkoba antarnegara, menurut Menkumham, pemerintah tetap konsisten untuk melaksanakan eksekusi itu.

Sebelum itu, Jaksa Agung HM Prasetyo pun belum menyebut kapan eksekusi mati duo Bali Nine akan dilakukan, mengingat persiapan sudah memasuki 80 persen.

Ia menegaskan, pelaksanaan hukuman mati mengikuti prosedur tetap. Ia pun akan konsisten jalan terus meski pemerintah Australia menolak eksekusi atas warga negaranya.

Prasetyo membantah tudingan tertundanya hukuman mati akibat ada intervensi asing. Karena yang terjadi justru ia tengah mematangkan persiapan-persiapan.

“Sudah saya katakan berulang kali, kita masig meunggu kematangan, kesiapan dan persiapan eksekusi, termasuk di lokasi seperti apa nantinya dan koordinasinya bagaimana,” ujarnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Pejabat Setingkat Wali Kota Bakal Tersangka Kasus UPS?

Jakarta, Aktual.co —Penyidik Polda Metro Jaya segera menetapkan tersangka dugaan tindak pidana korupsi pengadaan uninterruptible power supply (UPS) di APBD 2014.
Dari sumber Aktual.co, disebutkan calon tersangka merupakan pejabat setingkat Wali Kota.
Namun, Kepala Subdirektorat Tindak Pidana Korupsi Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya Ajun Komisaris Besar Polisi Aji Indra, Minggu (8/3), mengatakan penetapan salah satu calon tersangka masih tunggu kelengkapan alat buktinya.
Dia menegaskan, penyidik kepolisian akan menuntaskan dugaan kasus penyelewengan tersebut hingga ke level pejabat pemerintah maupun pihak terkait lainnya.
Tak hanya itu, tak tertutup kemungkinan penyidik juga akan memeriksa anggota Komisi E DPRD DKI.
Sejauh ini, penyidik Polda Metro telah memeriksa 12 saksi, terdiri dari 10 orang pihak sekolah penerima UPS. Dua saksi lain yakni mantan pejabat Suku Dinas Pendidikan Jakarta Barat berinisial AU, dan mantan pejabat Suku Dinas Pendidikan Jakarta Pusat berinisial ZS.

Artikel ini ditulis oleh:

Antisipasi Banjir, Pemkot Padang Dongkrak Anggaran Program SDA

Jakarta, Aktual.co —Pemkot Padang, Sumbar menyediakan anggaran Rp8,1 miliar untuk program pengembangan, pengelolaan dan konversi sungai, danau dan sumber daya air lain selama 2015.

Pengembangan dan pengelolaan sumber daya air itu dilaksanakan Dinas Pekerjaan Umum (PU) bersama pihak terkait dengan dana APBD Padang 2015, kata Wali Kota (Wako) Padang, Mahyeldi di Padang, Minggu (8/3).

Mahyeldi menguraikan program ini mencakup delapan kegiatan. Antara lain, rehabilitasi cekdam dan bendungan senilai Rp1,7 miliar, normalisasi saluran sungai Rp2,5 miliar, dan pendampingan kegiatan pemeliharaan irigasi (WISMP-APL 2) seanggaran Rp100 juta.

Lalu, pengadaan bronjong dengan biaya Rp1,7 miliar, perencanaan normalisasi sungai senilai dana Rp314,5 juta dan kegiatan WISMP-APL 2 seanggaran Rp314,5 juta.

Untuk operasional dan pemeliharaan rutin rawa, pantai dan sungai dianggarkan Rp1,2 miliar, dan perencanaan rehabilitasi bendungan/cekdam dengan biaya Rp255 juta.

Menurut dia, total dana untuk program ini meningkat pada 2015 dibanding yang dialokasikan pada APBD Padang 2014 yang saat itu disediakan Rp5,7 juta.

Ditingkatkannya jumlah anggaran program itu, menurut Wakil Ketua DPRD Padang, Asrizal, karena semua program itu memang butuh tambahan dana, mengingat kondisi kota Padang yang rawan bencana banjir.

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain