16 Januari 2026
Beranda blog Halaman 38278

Wujudkan Poros Maritim Dunia, Jokowi Diimbau Perkuat AL dan AU

Jakarta, Aktual.co — Gagasan Presiden Jokowi untuk menjadikan Indonesia sebagai poros maritim dunia dinilai harus diikuti dengan pertahanan kedaulatan maritim yang kuat di dalam negeri.
Pengamat Pertahanan, Connie Rahakundini Bakrie mengaku sepakat bila bicara pertahanan kemaritiman maka pemerintah harus memperkuat baik dari matra Angkatan Laut maupun Angkatan Udara, sehingga dibutuhkan alutsista yang memadai.
“Hari ini kalau pak Jokowi menetapkan kita sebagai poros maritim dunia otomatis angkatan laut dan udara akan lebih besar dari darat,” ucap Connie, di Jakarta Pusat, Selasa (24/2).
Dia tidak menampik bila masyarakat selama ini berfikir jika pemerintah lebih memperkuat angakatan darat dibandingkan dengan dua matra angakatan TNI lainnya. Pun demikian, Connie menjelaskan, kenapa angkatan darat yang diperkuat, musti diingat untuk sejarah negara dengan tentara yang terbatas dari anggarannya dan teknologinya, sehingga kekuatan manusiannya yang harus diperkuat.
“Kalau angkatan darat adalah orang yang dipersenjatai, sedangkan angkatan udara ataupun laut adalah alutsista yang diawaki. Sehingga kita butuh kapal perang, induk, punya pesawat tempurnya, drone-nya, lalu kita mengisi orang untuk masuk ke situ (alutsista),” pungkasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Novrizal Sikumbang

Kuli Bangunan Tewas, Polisi Periksa Beberapa Saksi

Jakarta, Aktual.co — Kapolsek Penjaringan, AKBP Kus Subiantoro, mengatakan bahwa korban Sutarto tewas karena mengalami luka cukup serius dibagian kepala.
“Akibat kejadian ini korban meninggal di tempat,” katanya kepada wartawan, Selasa (24/2).
Dikatakan Subiantoro saat ini pihaknya masih melakukan penyelidikan terkait tewasnya Sutarto.
“Memeriksa para saksi termasuk pemilik toko,” tambahnya.
Seperti diberitakan sebelumnya Sutarto (44) yang bekerja sebagai kuli bangunan di Toko Phonix Jalan Jelambar Aladin, Penjaringan, Jakarta Utara, tewas seketika setelah tertimpa 26 lembar papan ponelis.
“Sutarto meninggal di lokasi akibat luka dibagian kepalanya,” ujar Parmin, rekan korban kepada wartawan, Selasa (24/2).
Dikatakan Parmin korban tertimpa papan tersebut yang berat masing-masing per lembarnya sekitar 50 kilogram.
Parmin menambahkan peristiwa yang merenggut nyawa rekannya bermula saat dirinya hendak menurunkan papan tersebut dari mobil. 
“Tiba-tiba papan itu jatuh dan menimpa,” tambahnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

AFC Kroscek Lisensi Tiga Klub ISL

Jakarta, Aktual.co — Konfederasi sepakbola Asia (AFC), mendatangi kantor PSSI di Senayan, Jakarta, Selasa (24/2). Kedatangan mereka ini, untuk melakukan kroscek lisensi yang telah diberikan oleh PSSI pada 2014, terhadap tiga klub ISL.

Diungkapkan Azwan Karim, tiga klub yang akan dilakukan kroscek lisensi itu adalah, Persipura Jayapura, Arema Indonesia dan Persib Bandung.

”Mengapa hanya ke tiga klub ini, karena mereka mendapatkan nilai terbaik dari proses lisensi yang diberikan oleh PSSI saat verifikasi lalu,” kata Direktur hubungan Luar Negeri PSSI, Azwan Karim usai pertemuan.

Dijelaskan Azwan, malam ini perwakilan dari AFC itu langsung bergerak. Tujuan pertama, kata Azwan Karim adalah markas Persipura di Jayapura, Papua “lalu ke Malang (Arema) dan berakhir di Bandung (Persib),” jelasnya.

Perwakilan AFC ini, akan bertugas melakukan kroscek lisensi itu, hingga akhir Februari, yakni Sabtu (28/2).

“Yang jelas kita ingin  membantu AFC dalam pelaksanaan kroscek verifikasi yang sudah dijalankan PSSI. Ini menjadi komitmen PSSI untuk terus meminta klub menjalankan semua aspek licensing yang diinginkan sesuai standart yang ditetapkan AFC,” beber Azwan.

Perwakilan AFC yang hadir ke Indonesia adalah, Mahajan Vasuden Nair (Head of Licensing & Commersial Legal), Kevin Ong (Finance & Lightning), Jose Marcelino (Technical).

Mereka disambut oleh Azwan Karim dari PSSI, dan beberapa orang dari PT Liga Indonesia, yang diketui oleh Sekretaris PT LI, Tigorshalom Boboy.

Artikel ini ditulis oleh:

Warga Melawi Temukan Mortir Berdaya Ledak Tinggi

Jakarta, Aktual.co —  Roni Albar warga Desa Tanjung Lay, Kabupaten Melawi kembali menemukan sebuah mortir aktif yang berdaya ledak tinggi, kata Komandan Kompi A, Lettu (Inf) Suyadi.
“Mortir tersebut ditemukan Roni Albar bersama rekannya Nanda di Sungai Pinoh daerah Tanjung Lai saat sedang mencari batu kerikil Minggu (22/2),” kata Suyadi saat dihubungi di Melawi, Selasa (24/2).
Ia menyambut baik penyerahan mortir jenis 81 Tampela buatan Finlandia oleh warga.
“Apalagi mortir jenis itu mempunyai daya ledak yang cukup tinggi, dan jarak jangkaunya sekitar 6.500 meter hingga 8.000 meter sehingga langkah masyarakat menyerahkan mortor itu sudah tepat,” ungkapnya.
Suyadi menambahkan mortir tersebut akan dibawa ke markas Batalyon 642 Kapuas yang terletak di Sintang.
“Saya juga sudah melaporkan dan berkoordinasi dengan Pasi Intel Yonif 642 Kapuas serta berkoordinasi dengan Denpal yang ada di Sintang untuk tindakan selanjutnya,” katanya.
Ia juga berharap adanya jalinan silaturahim dan komunikasi yang baik antara masyarakat dengan anggota TNI, sehingga masyarakat merasa terpanggil dan terbuka dalam membantu melaporkan bila terdapat perkembangan sesuatu di desa atau di kampungnya.
“Apalagi ini juga pertama kalinya masyarakat berani melaporkan soal temuan mortir ini ke kompi. Berarti sudah ada kedekatan antara TNI dengan masyarakat,” kata Suyadi.
Sementara itu, Roni menyatakan penemuan mortir itu secara tidak sengaja, ketika sedang mencari batu di Sungai Pinoh. Ia melihat sebuah benda aneh berupa besi moncong dan sangat mencurigakan, pada saat dilakukan pengecekan bersama warga lainya ternyata sebuah mortir aktif dan masih lengkap dengan isiannya.
“Setelah itu, saya disarankan oleh warga lainnya agar menyerahkan mortir itu ke TNI agar lebih aman,” katanya.

Artikel ini ditulis oleh:

Nebby

Newmont Ogah Bangun Smelter, Bupati Sumbawa Meradang

Jakarta, Aktual.co —  Bupati Sumbawa Barat KH Zulkifli Muhadli mengancam akan menutup seluruh pengapalan produk PT Newmont Nusa Tenggara (NTT) jika perusahaan tambang asal Amerika Serikat itu tidak membangun smelter di kabupaten yang dipimpinnya .

“Saya akan perintahkan untuk pasang palang supaya tidak ada kapal yang keluar masuk kalau smelter itu tidak di bangun di Sumbawa Barat. Ucapan saya ini serius dan tidak dibuat-buat,” tegas Zulkifli Muhadli di Mataram, Selasa (24/2).

Menurut dia, selama ini PT Newmont Nusa Tenggara (NNT) menghasilkan keuntungan hingga Rp20 triliun/tahun dari hasil mengambil kekayaan Kabupaten Sumbawa Barat, Sementara, masyarakat daerah itu memperoleh royalti Rp70 miliar/tahun.

“Itu artinya rakya membutuhkan waktu 300 tahun lagi baru bisa mendapatkan Rp20 triliun seperti yang diperoleh Newmont dalam setahun. Coba dibayangkan saja, kita ini daerah penghasil tetapi yang diperoleh hanya sedikit,” katanya.

Kata dia, pemerintah dan masyarakat Sumbawa Barat tidak melarang Newmont beraktivitas di daerah itu, tetapi semestinya perushaan itu harus tahu diri bahwa pembangunan smelter di Sumbawa Barat juga sama pentingnya.

Sebab, jika smelter berada di lokasi tambang maka kesempatan bekerja di daerah semakin besar dengan kehadiran pabrik pengolahan konsentrat tersebut.

“Adanya smelter akan memberikan nilai tambah bagi masyarakat sekitar dan pemerintah daerah, bukan justru kita memberikan nilai tambah bagi daerah lain,” ujarnya.

Meski demikian, pihaknya tidak menampik jika sudah berkomunikasi dengan PT NNT terkait persoalan tersebut, namun Newmont beralasan sudah menjalin kerjasama dengan PT Freeport untuk membangun smelter di Gresik Jawa Timur.

“Kita tahu Freeport sudah membatalkan membangun smelter di daerah lain melainkan akan membangun di Papua. Kalau sudah begitu semestinya Newmont juga membangun smelter di KSB,” timpalnya.

Sebagai perusahaan besar dan sudah lama melakukan aktivitas pertambangan serta memiliki keuntungan yang tidak sedikit, semestinya kata Zulkifli, perusahaan asal Amerika Serikat ini tidak ada alasan untuk tidak bisa membangun smelter smelter di KSB.

“Kenapa mesti harus membangun ditempat lain, bukannya di lokasi tambang di Sumbawa Barat. ‘Masa’k Freeport saja bisa membangun smelter di Papua,” katanya.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Aparat Amankan Pasutri Simpan 30 Gram Sabu

Jakarta, Aktual.co —  Polres Bangkalan, Madura, Jawa Timur, berhasil menangkap pasangan suami-istri yang menyimpan narkoba jenis sabu-sabu seberat 30 gram berikut 29 butir pil ekstasi.
“Pasangan suami-istri yang kami tangkap itu bernama Ismail (56) dan istrinya Sulimah (39) warga Desa Merandung, Kecamatan Klampis,” kata Kapolres Bangkalan AKBP Soelistijono di Bangkalan, Selasa (24/2).
Saat penangkapan, Sulimah berupaya menelan narkoba jenis sabu-sabu sebesar 5 gram miliknya itu, namun keburu diketahui petugas.
Upaya menelan narkoba itu diketahui, saat Sulimah pamit hendak buang air kecil di kamar mandi rumahnya, namun setelah keluar dari kamar mandi, gerak-geriknya terlihat mencurigakan.
“Setelah kita periksa, ternyata narkoba sebanyak 5 gram yang semua dipegang tersangka ini sudah tidak ada,” tuturnya.
Selain menangkap pasangan suami-istri itu, pihaknya juga menangkap warga bernama Madeni (51) yang merupakan bandar penyuplai sabu.
Ia tertangkap polisi karena yang bersangkutan datang ke rumah pasutri itu, dan hendak menyuplai barang haram tersebut kepada yang bersangkutan.
“Kebetulan, Madeni datang bertamu, dan setelah diperiksa kita temukan sabu dan 2 poket pil ekstasi,” ungkap kapolres.
Dari penangkapan tersebut, polisi berhasil mengamankan 30 gram sabu dan 29 butir ekstasi, berikut 5 buah telepon seluler, serta alat isap sabu atau bong.
Sedangkan barang bukti yang tertelan, pihaknya sudah membawa Sulimah ke rumah sakit Bangkalan, namun hasilnya nihil.
“Setelah kami melakukan pemeriksaan kembali, Sulimah itu mengaku, barang bukti narkoba itu sudah keluar saat yang bersangkutan buang air besar di Mapolres Bangkalan,” terang kapolres.
Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya itu, polisi menjerat ketiga tersangka dengan Pasal 114 ayat 2 Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Menjual dan Mengedarkan Narkotika Golongan I dengan ancaman hukuman penjara minimal 6 tahun dan maksimal 20 tahun.
“Tersangka kami tahan di Mapolres Bangkalan berikut barang bukti berupa narkoba jenis sabu-sabu dan pil ekstasi itu,” kata Kapolres Bangkalan AKBP Soelistijono.

Artikel ini ditulis oleh:

Nebby

Berita Lain