16 Januari 2026
Beranda blog Halaman 38277

Iran: Pembicaraan Nuklir “Dead Lock”

Jakarta, Aktual.co —Pembicaraan mengenai program nuklir Teheran dikabarkan tak ada kemajuan dan tanpa kesepakatan akhir. Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif mengatakan kepada media Iran pada Senin (23/2, sepert yang dikutip Al Jazeera. “Beberapa kemajuan telah dibuat pada hal-hal tertentu namun masih ada jalan panjang di depan untuk mencapai kesepakatan akhir,” media Iran mengutip Zarif setelah pembicaraan di Jenewa dengan Menlu AS John Kerry.

“Kesenjangan masih ada, ada perbedaan, dan semua pihak yang bernegosiasi dengan keseriusan dan tekad, tapi kami belum menemukan solusi untuk pertanyaan kunci,” kata Wakil Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi. Javad Zarif  mengatakan pembicaraan telah “serius, berguna dan konstruktif dengan negara P5 + 1 (Inggris, China, Prancis, Rusia, Amerika Serikat dan Jerman), terutama dengan sisi Amerika.”

Seorang pejabat senior pemerintah Iran di Jenewa mengatakan putaran baru pembicaraan antara Iran dan P5 + 1 akan dilanjutkan Senin depan (2/3) di Swiss. Namun pertemuan pertemuan mendatang akan diadakan di tingkat direktur politik. Iran terus melakukan pembicaraan dengan negara-negara adi kuasa tentang nuklir. Namun hingga hari ini pembicaraan tersebut selalu mentah.

Kehadiran Perwakilan AFC Untuk Nilai Langsung Lisensi Tiga Klub

Jakarta, Aktual.co — Sekretaris PT Liga Indonesia (PT LI), Tigorshalom Boboy mengatakan, kehadiran perwakilan konfederasi sepakbola Asia (AFC) ke Indonesia, untuk menilai langsung benar atau tidak lisensi tiga klub ISL, sesuai dengan regulasi yang ada.

Diungkapkan Tigor, PSSI telah mengirimkan daftar lisensi tiga klub yakni Persipura Jayapura, Arema Indonesia dan Persib Bandung pada 2014 lalu.

“Bila dalam verifikasi tersebut terdapat kekurangan, bukan tak mungkin lisensi Persib, Arema, dan Persipura dicabut oleh AFC.  Dan bila dicabut, musim depan wakil Indonesia bisa saja tidak bisa ikut kompetisi antarklub Asia,” ungkap Tigor usai pertemuan di kantor PSSI, Senayan, Jakarta, Selasa (24/2).

Tigor mengaku AFC akan langsung juga memberikan hasil memverifikasi tiga klub ini nanti setelah dari Bandung, setelah perwakilan AFC itu hadir ke Jayapura (markas Persipura) dan Malang (markas Arema).

“Perwakilan AFC akan langsung rapat dengan PSSI usai dari Bandung. Di situ penilaian tentang klub diputuskan,” paparnya.

Sementara itu Mahajan Vasuden Nair selakui Head of Licensing & Commersial Legal mengatakan semua klub di Indonesia tidak hanya di ISL tetapi Divisi Utama harus  bekerja keras untuk memenuhi aspek licensing yang diterapkan AFC.

“Kami mendapatkan info ada 27 klub ikut serta dalam proses licensing ini. Ini hal yang bagus buat Indonesia, kita juga berharap standar tinggi yang ditetapkan AFC mampu diikuti semua klub,” kata Mahajan.

Artikel ini ditulis oleh:

Hikmahanto Juwana: Jangan Kirim Dubes, Sampai Brasil Minta Maaf

Jakarta, Aktual.co —Hubungan Indonesia dan Brasil memasuki babak terpanas setelah drama penolakan duta besar terjadi, menyusul eksekusi mati warga asal Negeri Samba itu. Menurut Guru Besar Hubungan Internasional Universitas Indonesia Hikmahanto Juwana penolakan credential duta besar Indonesia Toto Riyanto adalah sebuah pelecehan diplomatik.

Penyelesaian masalah ini, kata Hikmahanto, kini ada di tangan Presiden Brasil Dilma Roussef yang menolak credential tersebut. “Sekarang yang terpenting adalah kita tidak akan mengembalikan duta besar ke Brasil sebelum ada permintaan maaf. Bola kini ada di Presiden Dilma, jangan kita kembalikan begitu saja,” kata Hikmahanto kepada CNN Indonesia, Selasa (23/2).

Warga Brasil bernama Marco Archer Cardoso Moreira dieksekusi mati bulan lalu karena kasus narkotika. Saat ini masih ada warga Brasil lainnya, Rodrigo Gularte, yang akan segera dieksekusi karena menyelundupkan kokain ke Indonesia. Selain Brasil, Australia juga kini tengah gencar mencegah eksekusi mati terhadap dua warganya Andrew Chan dan Myuran Sukumaran. Eksekusi kedua ditunda karena alasan teknis. Menurut Hikmahanto, sebaiknya eksekusi harus segera dilakukan dan jangan ditunda lagi. Karena jika eksekusi terus molor, akan ada drama lainnya dari Brasil dan Australia.

“Agar tidak membebani Indonesia dan pemerintahan Jokowi, ada baiknya Kejaksaan Agung mempercepat pelaksanaan hukuman mati, daripada menundanya. Semakin lama Kejaksaan menunda semakin banyak tekanan dari luar negeri yang akan dihadapi Indonesia,” ujar Hikmahanto. “Bila pelaksanaan hukuman mati dipercepat harapannya adalah tidak ada lagi manuver-manuver yang akan dilakukan oleh negara asing,” lanjut dia lagi.

Padang Naikkan Tarif PBB Hingga 80 Persen

Jakarta, Aktual.co — Pemerintah Kota Padang, Sumatera Barat mulai tahun 2015 menaikan tarif Pajak Bumi dan Bangunan yang dipastikan tidak akan memberatkan warga daerah itu.

Kepala Bidang Pendapatan Dinas Pendapatan dan Pengelolaan Keuangan dan Aset (DPPKA) Kota Padang, Alfiadi di Padang, Selasa (24/2) mengatakan kenaikan tarif PBB sekitar 40-80 persen tersebut bahkan akan menguntungkan warga.

Dia menjelaskan tarif PBB yang berlaku menjelang tahun 2015 sebelum disahkan UU No 28 tahun 2009.

“Adapun penilaian untuk menetapkan tarif PBB tersebut melihat lokasi, bangunan meliputi lantai, dinding, dan atap,” katanya.

Dia mencontohkan, kenaikan tarif PBB itu secara lansung akan menaikkan harga tanah dan bangunan yang dimiliki masyarakat. Sebelumnnya Pemkot Padang menaikkan tarif PBB, dimana hal tersebut merujuk kepada UU No. 28 tahun 2009. Dalam pasal 79 UU tersebut mengharuskan pemerintah daerah harus mengevaluasi tarif PPB satu kali dalam tiga tahun, katanya.

Pemkot Padang hanya menaikkan PBB berkisar 40-80 persen, sementaranya idealnya tarif pajak tanah naik 238 persen sementara untuk bangunan naik 197 persen, katanya.

“Jika dinaikkan sebagaimana mestinya akan memberatkan masyarakat,” katanya.

Pemkot Padang menargetkan pendapatan dari PBB tahun 2015 sebesar Rp55 miliar, jumlah ini jauh meningkat dari tahun sebelumnya. “Tahun 2014 target pendapatan dari PBB hanya Rp23,5 miliar,” katanya.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Mulai 1 April, KA dari Surabaya Berubah Jadwal

Jakarta, Aktual.co — Jadwal keberangkatan dan kedatangan sejumlah kereta api dari stasiun di Daerah operasional (Daop) 8 Surabaya berubah mulai 1 April 2015, karena adanya evaluasi perjalanan kereta untuk peningkatan pelayanan.

“KAI meminta agar calon penumpang yang telah memiliki tiket KA untuk keberangkatan per 1 April 2015 supaya memperhatikan kembali jadwal keberangkatan yang tercetak di tiket,” ujar Manajer Humas PT KAI Daop 8 Surabaya, Sumarsono, Selasa, (24/2) di Surabaya

Ia menjelaskan, setiap tahun PT Kereta Api Indonesia (PT KAI) melakukan evaluasi terhadap perjalanan KA untuk meningkatkan pelayanan.

Tujuannya, untuk menyesuaikan dengan perkembangan yang terjadi dan meningkatkan pelayanan kepada pengguna jasa.

“Tahun ini, PT KAI selaku operator kereta api telah melakukan beberapa perubahan perjalanan kereta api yang tertuang dalam Grafik Perjalanan Kereta Api (Gapeka) 2015,” katanya.

Dikatakannya, perubahan jadwal dibuat lebih realistis dan fokus pada keselamatan dan ketepatan waktu, sebab dua faktor itu sangat diutamakan.

“Pada Gapeka 2015 ini diharapkan dapat menjawab kebutuhan masyarakat akan moda transportasi massal yang bebas macet, aman, dan nyaman,” katanya.

Selain itu, dari sisi angkutan barang, perubahan jadwal yang tertuang dalam Gapeka 2015 diharapkan dapat menarik minat para pengusaha untuk beralih dari transportasi truk ke KA, sehingga dapat mengurangi beban jalan raya dan polusi udara.

Untuk lebih lengkapnya, masyarakat bisa melihat jadwal perjalanan KA di web tiket.kereta-api.co.id, contact center 121 atau aplikasi smartphone KAI Acces serta di Stasiun.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Papua Siapkan Lahan Smelter Freeport di Paumako

Jakarta, Aktual.co —   Pemerintah Kabupaten Mimika, Papua menyiapkan lahan seluas 2.880 ha di kawasan Paumako, Distrik Mimika Timur sebagai lokasi pabrik pemurnian atau “smelter” PT Freeport Indonesia.

“Kawasan Paumako strategis sebagai lokasi smelter karena berdekatan dengan pelabuhan dan sudah tersedia akses jalan raya,” ujar Bupati Mimika Eltinus Omaleng di Timika, Selasa (24/2).

Ia mengatakan, jika tak ada kendala, maka “smelter” sudah harus dibangun mulai 2015, sehingga rampung pada 2017.

Dalam rangka itu, Bupati Omaleng akan mendampingi Gubernur Papua Lukas Enembe melakukan lawatan ke luar negeri terutama ke Tiongkok guna menjalin kerja sama investasi dengan sejumlah pengusaha di negeri tirai bambu itu.

“Kalau soal lokasi ini sudah rampung, maka kami akan berangkat untuk menemui para investor,” jelasnya.

Pemerintah dan Freeport Indonesia sudah menyepakati rencana pembangunan “smelter” di Papua.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Berita Lain