14 April 2026
Beranda blog Halaman 38294

Pasek: Pindah Kongres ke Surabaya, SBY Paranoid

Denpasar, Aktual.co — Kader Partai Demokrat, Gede Pasek Suardika menegaskan jika Ketua Umum DPP Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tengah dalam situasi ketakutan luar biasa alias paranoid.
Hal itu lantaran pemindahan Kongres III Partai Demokrat dari awalnya di Bali ke Surabaya.
“Kongres dari Bali kini di Surabaya. Di Bali hanya Rakor wilayah timur saja, kongresnya di Surabaya. Ini sepertinya parno (paranoid) pengurus DPP gelar kongres III di Bali,” ujar Pasek di Denpasar, Jumat (6/3).
Kendati begitu, Pasek mengaku tak mempersoalkan lokasi kongres. Yang terpenting baginya adalah sesuai dengan mekanisme dan aturan partai.
“Di mana saja kongresnya tidak masalah, yang penting peserta kongres adalah pemilik suara yang sah. Jangan main plt-plt an (pengurus DPC dan DPD dilengserkan DPP), kemudian orang yang dipilih adalah orang yang pro (SBY). Daripada begitu, mending tidak usah kongres. Kumpul saja di Cikeas, kemudian ditetapkan. Kan bisa hemat. Jika bisa seperti Kongres PAN, ada kompetisi, kan menarik. Ada dinamika yang enak ditonton,” tegas Pasek.
Pasek menyayangkan situasi dan kondisi Partai Demokrat yang menurutnya sangat tidak sehat dalam kehidupan sebuah partai.”Saat ini harus aklamasi, harus muncul satu figur, tidak boleh berbeda, diciptakan ketakutan politik, dan sebagainya. Ini kan tidak sehat bagi sebuah partai politik,” tandas Pasek.

Artikel ini ditulis oleh:

Terdapat Dua Fenomena Pelaku dari Kasus Begal

Jakarta, Aktual.co —  Psikolog forensik Universitas Pancasila Jakarta Reza Indragiri Amriel mengatakan terdapat dua pelaku pidana dalam fenomena begal dan tindakan main hakim sendiri yang dilakukan oleh masyarakat.
“Pertama adalah yang telah membegal dan kedua adalah orang-orang yang bertindak main hakim sendiri kepada para pembegal seperti aksi pembakaran hidup-hidup terhadap pelaku pembegalan di Tangerang Selatan,” kata Reza Indragiri Amriel dihubungi di Jakarta, Jumat (6/3).
Reza mengatakan aksi “pengadilan jalanan” yang dilakukan masyarakat terhadap pelaku pembegalan karena memandang situasi vakum hukum sesungguhnya merupakan bentuk pelanggaran hukum. Hal tersebut disebut sebagai vigilantisme.
Menurut Reza, vigilantisme seharusnya tidak terjadi bila otoritas hukum mampu mengartikulasikan ketakutan dan kemarahan publik terhadap aksi pembegalan yang telah meresahkan masyarakat. Aksi pembakaran tersebut merupakan cermin dari krisis kepercayaan publik terhadap otoritas hukum.
“Seharusnya polisi dapat menangkap pembegal, memprosesnya secara hukum bersama kejaksaan untuk dibawa ke pengadilan dan hakim menjatuhkan hukuman berat sesuai derajat kemarahan korban dan masyarakat,” tuturnya.
Karena situasi dinilai vakum hukum, yang ditandai dengan maraknya aksi pembegalan, maka publik kemudian bertindak main hakim sendiri. Namun, di sisi lain, Reza berpendapat tindakan main hakim sendiri itu memiliki sisi positif yaitu menimbulkan efek jera bagi para pelaku sehingga tindakan serupa menurun, setidaknya untuk sementara.
“Ketika hukum positif mandul dalam menghentikan kejahatan, maka sanksi sosial lebih dapat diandalkan untuk menciptakan efek jera dan efek tangkal,” ujarnya.
Selain itu, aksi main hakim hakim sendiri juga dapat mendorong aparat penegak hukum seperti polisi untuk meningkatkan kewaspadaan agar kejadian serupa tak terulang.
“Pada akhirnya, peluang pelaku untuk melakukan pembegalan akan semakin sempit. Hal itu merupakan keadaan ideal yaitu turunnya risiko masyarakat menjadi korban pembegalan,” katanya

Artikel ini ditulis oleh:

Nebby

Terkendala Tempat, Kejagung Masih Cari Waktu Eksekusi

Jakarta, Aktual.co — Hampir semua terpidana mati sudah berkumpul di Pulau Nusakambangan. Namun, pihak Kejaksaan Agung belum mau terbuka terkait dengan eksekusi tahap dua itu. 
“Nanti pada waktunya Jaksa Agung akan menyampaikan secara resmi kapan waktunya,” kata Kepala Pusat Penerangan dan Hukum Kejagung, Tony Spontana di Kejaksaan Agung, Jakarta, Jumat (6/3).
Dia mengaku, terkait dengan eksekusi mati itu belum bisa disampaikan. “Bisa saya sampaikan bahwa pengumuman pelaksanaan eksekusi mati tahap dua belum bisa disampaikan hari ini,” kata Tony.
Dia mengaku, ada kendala teknis yang membuat belum terlaksananya hukuman mati tahap dua itu. Terlebih menurut dia, fasilitas di Nusakambangan belum siap 100 persen untuk menjadi tempat eksekusi mati tahap dua.
Selain fasilitas, Kejagung juga masih menunggu proses hukum salah satu terpidana mati. Karena ada satu narapidana yang masih menunggu hasil sidang peninjauan kembali.
“Kita memperhatikan dan menghormati proses hukum yang ada,” katanya.

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu

Kota yang Hilang Ditemukan di Hutan Honduras

Semarang, Aktual.co — Di hutan Honduras ditemukan sisa-sisa kota yang dipercaya masih menyimpan peradaban kuno. Penemuan dua kota yang sempat hilang tersebut berhasil dicari oleh Arkeolog, demikian dilansir laman CNN.

Seorang penulis dan fotografer majalah bersama tim ilmuwan ke wilayah Mosquitia Honduras yang mendatangi jejak kota legendaris, yakni Kota Putih (atau Kota Allah Monyet).

Ekspedisi ini diluncurkan setelah terdeteksi ada cahaya udara pemindahan yang dikenal sebagai Lidar. Dari ekspedisi itu  ditemukan ada tampak tanda-tanda yang menjadi struktur buatan manusia di bawah hutan hujan, menurut National Geographic.

Mencari sekaligus mengonfirmasi kebenaran penemuan tersebut, tim dari AS dan arkeolog Honduras beserta seorang insinyur Lidar, Antropolog dan pembuat film dokumenter memasuki wilayah terpencil. Mereka dilindungi oleh pasukan khusus Honduras, kata majalah itu.

Penulis Douglas Preston mengatakan, tim mendatangi pada tanggal 25 Februari lalu, setelah mendokumentasikan reruntuhan ‘budaya menghilang’ tersebut.

“Berbeda dengan Dunia Maya, budaya ini hampir lenyap ini dipelajari dan tetap hampir tidak dikenal. Arkeolog bahkan tidak memiliki nama untuk itu,” tulis Douglas.

“Mulanya, Arkeolog tidak mempercayai adanya ‘White City’,” katanya lagi.

Ekspedisi dalam upaya menemukan struktur tanah, piramida serta koleksi patung batu, diperkirakan berupa korban yang telah dimakamkan.

Arkeolog Oscar Neil Cruz dari Institut Antropologi dan Sejarah Honduras (IHAH) memperkirakan mereka berasal dari 1000-1400 SM, sebut Douglas.

“Ini jelas merupakan hutan hujan yang paling menganggu di Amerika Tengah. Pentingnya tempat ini tidak bisa dikembangkan lebih jauh,” kata Ethnobotanist, Mark Plotkin, kepada National Geographic.

Tim meninggalkan temuan mereka yang unik tersebut dan menjaga lokasi situs rahasia, dalam upaya mencegah penjarahan.

Namun dalam artikelnya, Douglas memperingatkan bahwa kawasan itu tetap di bawah ancaman, dengan pembalakan liar bagi peternakan sapi, yang luasnya belasan kilometer.

Direktur IHAH Virgilio Paredes Trapero kepada National Geographic, mengungkapkan bahwa hutan dan lembah bisa saja hilang dalam delapan tahun kecuali ada tindakan yang bisa segera diambil.

“Pemerintah Honduras berkomitmen untuk melindungi daerah ini, tetapi tidak punya uang. Kami sangat membutuhkan dukungan internasional.”

Artikel ini ditulis oleh:

MenPAN-RB Minta Jangan Ada Pikiran Lengserkan Ahok

Jakarta, Aktual.co —Sambangi Balai Kota DKI sekitar 15 menit saja, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara-Reformasi Birokrasi (MenPAN-RB) Yuddy Chrisnandi, umbar puja-puji buat Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). 
Dia bahkan minta semua pihak, meski tidak sebut DPRD DKI, agar jangan sampai punya pikiran ekstrem untuk melengserkan Ahok.
“Saya minta kepada semua pihak tidak ada pikiran ekstrem untuk memakzulkan Gubernur,” ujar dia di Balai Kota DKI, Jakarta, Jumat (6/3). 
Sambung dia, silakan saja semua pihak saling mengkritik, tapi tetap harus kedepankan etika,”Kita kan budaya Timur menjunjung tinggi etika apalagi di ruang formal diharapkan semua aparatur negara menjaga ucapan dan sikap.” 

Artikel ini ditulis oleh:

Eva Sundari Ditunjuk Jadi Staf Khusus Kepala Bappenas

Jakarta, Aktual.co — Politisi PDIP Eva Sundari ditunjuk menjadi staf khusus Kementerian PPN/Kepala Bappenas bidang perencanaan pembangunan dan ekonomi.
Menteri Perencanaan Pembangunan nasional/Kepala Bappenas, Andrinof Chaniago menyebut bahwa Eva merupakan sosok yang sesuai menempati posisi stafsus.
“Dia kan punya gelar dua master ekonomi, dan satunya studi pembangunan,” kata Andrinof, di Jakarta, Jumat (6/3).
Dia menambahkan, dengan latar belakang tersebut, Eva diharap mampu membantu Kementerian PPN dalam mewujudkan konsep presiden ke dalam rencana pembangunan dan rencana strategis.
Eva Sundari yang merupakan politisi PDIP, juga merupakan tim sukses dari pasangan Jokowi-JK pada pilpres 2014 lalu.

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain