14 April 2026
Beranda blog Halaman 38293

Pengacara Pertanyakan Pemanggilan Istri Samad

Jakarta, Aktual.co — Penyidik Bareskrim Polri hari ini menjadwalkan pemeriksaan terhadap istri Abraham Samad, Indriyana Kartika. Dia akan diperiksa sebagai saksi untuk kasus pemalsuan dokumen dengan pelapor Feriyani Lim yang melibatkan sang suami.
“Memang ada panggilan itu pernah dipanggil dulu tidak hadir pada panggilan pertama dan ini panggilan kedua istri AS dalam kaitan laporan Feriyani Lim, dan terlapornya saudara AS,” kata Kabagpenum Div Humas Polri, Kombes Rikwanto di Mabes Polri, Jakarta, Jumat (6/3).
Sementara itu, kuasa hukum Indriyana, Johanes Gea mempertanyakan surat pemanggilan kedua yang dilayangkan penyidik untuk kliennya itu.
Penyidik, lanjut Johanes telah mengirimkan surat pemanggilan pertama kepada kliennnya. Namun, Johanes membantah keterangan penyidik itu.
“Surat pertama kordinasi penyidik dari mereka sudah menyampaikan ke kami namun faktanya klien kami baru sekali terima panggilan dan langsung panggilan kedua, faktanya baru sekali pemanggilan,” jelas Johanes di Bareskrim Polri.
Dikatakan Johanes, salah satu yang menjadi alasan Indriyana tidak menghadiri pemanggilan hari ini karena kliennya itu berhak menolak atau mengundurkan diri sebagai saksi dalam pemeriksaan. Menurutnya, hal itu telah diatur dalam pasal 168 8 C KUHAP.
“Dalam 168 c KUHAP diatur seorang istri tersangka boleh mengundurkan diri sebagai saksi, dua alasan itu merupakan alasan klien kami tidak hadir,” tuturnya.
Menurut Johanes, kasus ini sama dengan kasus yang sedang diusut Polda Sulawesi Selatan Barat dimana Abraham Samad telah ditetapkan menjadi tersangka. Menurut Johanes, kemungkinan penyidik melihat adanya kesamaan kasus sehingga akan sama-sama mengadakan gelar perkara.

Artikel ini ditulis oleh:

Nebby

Ical Kumpulkan DPD I dan II Malam Ini

Jakarta, Aktual.co — Ketua Fraksi Partai Golkar, Ade Komaruddin, menyatakan bahwa Ketua Umum Partai Golkar, Aburizal Bakrie (ARB), akan mengumpulkan DPD I dan II se-Indonesia di Hotel Sultan pada Jumat (6/3), malam ini.
“Malam ini akan ada pertemuyan DPD I dan  se-Indonesia dan mereka akan mendapatkan penjelasan serta informasi tentang masalah Golkar,” kata Ade, di Gedung DPR RI, Jakarta, Jumat (6/3).
Ade enggan berkomentar terkait apakah kedatangan DPD I dan II itu untuk menggalang kekuatan untuk menyampaikan mosi tidak percaya kepada Agung Laksono cs.
“Tidak menjadi hal utama. Tapi lebih menyangkut konsolidiasi partai dan informasi,” kata dia.
Sekretaris Fraksi Golkar, Bambang Soesatyo menyebutkan kedatangan DPD I dan II itu adalah bentuk loyalitas kepada ARB.
“Jelas dan nyata, DPD I dan II sudah nyatakan bulat hitam diatas putih. Saya tantang kubu Ancol apakah bisa buktikan dukungan DPD I dan II seperti dukungan mereka kepada kubu ARB,” ujar Bambang. 

Artikel ini ditulis oleh:

Video Mediasi Kisruh Beredar, Taufik Curiga Modus

Jakarta, Aktual.co —Wakil Ketua DPRD M Taufik heran mendengar beredarnya video rapat mediasi antara Pemprov-DPRD DKI yang berakhir ricuh di Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Kamis (5/3) kemarin.
Dia menduga video dokumentasi pertemuan mediasi dilakukan dengan tujuan tertentu. Mengingat rapat yang beragendakan mencari titik temu soal APBD 2015 itu sebenarnya digelar tertutup.
“Ya sekarang ngapain disebar? Orang semua udah pada tahu,” ujar politisi Gerindra itu, di  DPRD DKI, Jumat (6/3).
Dia mengaku sudah hafal modus-modus seperti itu, dilakukan untuk menggiring opini publik.”Saya udah paham cara-cara itu. Dia (Ahok) merasa tertekan juga. Nyebar video itu kan disuruh kaisarnya (red-Ahok). Mau nunjukin seolah-olah dia yang benar,” tuding dia. 
Padahal dengan menyebarkan video tersebut, ucap dia, publik justru bisa melihat siapa yang memulai kericuhan di ruang mediasi. “Dia (Ahok) yang marah duluan. Bukan DPRD loh.” 

Artikel ini ditulis oleh:

Foto Kapolres Bersama Duo ‘Bali Nine’, Dubes Indonesia Tak Dipanggil Kemenlu Australia

Jakarta, Aktual.co — Menlu RI Retno LP Marsudi mengatakan bahwa tidak ada pemanggilan Duta Besar Indonesia untuk Australia oleh Kementerian Luar Negeri Australia, terkait foto Kapolres Denpasar bersama terpidana mati “Bali Nine” Andrew Chan dan Myuran Sukumaran.
“Mengenai berita bahwa duta besar kita dipanggil oleh Kementerian Luar Negeri Australia, saya berkomunikasi dengan Pak Dubes (Indonesia untuk Australia) dan sampai saat ini tidak ada panggilan dari Kementerian Luar Negeri Australia,” kata Retno, di Jakarta, Jumat (6/3).
Menurut retno, pihak Kemenlu RI terus melakukan komunikasi dengan Duta Besar Indonesia untuk Australia Najib Riphat Kesoema, untuk mengetahui perkembangan komunikasi dengan pemerintah Australia.
“Karena kita sampai saat ini berkomunikasi terus dengan Pak Dubes, dan sampai saat ini tidak ada panggilan dari Kementerian Luar Negeri Australia,” ujar dia.
Berdasarkan informasi yang dikumpulkan media Australia ABC terkait foto tersebut, Menteri Luar Negeri dan Perdagangan Australia dikabarkan akan memanggil Duta Besar Indonesia untuk Australia Najib Riphat Kesoema pada Jumat ini.
Sekretaris Kementerian Luar Negeri Australia Peter Varghese mengatakan akan melayangkan nota protes publikasi foto-foto pemindahan kedua terpidana mati Bali Nine dan tidak proporsionalnya penggunaan pasukan keamanan yang berlebihan dalam pemindahan kedua terpidana mati tersebut.
Sementara, Menteri Luar Negeri Australia Julie Bishop mengaku terkejut dengan penggunaan pasukan keamanan khusus dalam proses pemindahan Andrew Chan dan Myuran Sukumaran ke Pulau Nusakambangan.

Artikel ini ditulis oleh:

Perlakukan SKPD Seperti Budak, Taufik: Emang Ahok Kaisar?

Jakarta, Aktual.co —Sikap arogan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dalam rapat mediasi di Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) kemarin, masih menuai kecaman pimpinan dewan hingga hari ini.
Wakil Ketua DPRD M Taufik menyayangkan sikap Ahok yang menunjuk-nunjuk dan membentak Walikota Jakarta Barat dalam pertemuan kemarin. 
“Pantas nggak? Mestinya anda tanya kepantasannya dulu. Orang bereaksi atas ketidakpantasan. SKPD diperlakukan dia (Ahok) udah kaya budak. Wali Kota loh dia, tapi dianggap budak. Memang dia (Ahok) kaya kaisar, dari duduk sampai berdiri,” kata Taufik, di DPRD DKI, Jumat (6/3).
Sikap keras yang dipertunjukkan anggota dewan, kata Taufik, lantaran mereka tak bisa tinggal diam melihat sikap Ahok memarahi bawahan. “Dari situ temen-temen bereaksi ngingetin dia. Gubernur jangan lu bereaksi kaya begitu. Ini nih seolah-olah Ahok suci,” ujar dia.
Taufik pun tak setuju jika dewan dituding sebagai penyebab ricuhnya rapat mediasi kemarin. 

Artikel ini ditulis oleh:

Kerabat Terpidana Mati Silvester Yakin Eksekusi Bakal Ditunda

Jakarta, Aktual.co — Kerabat terpidana mati kasus narkoba Silvester Obiekwe Nwaolise alias Mustofa meyakini pelaksanaan eksekusi bakal ditunda.
“Kelihatannya eksekusi hari Sabtu ditunda,” kata salah seorang kerabat Silvester, Novarita usai mendampingi istri Silvester membesuk terpidana mati berkewarganegaraan Nigeria itu di Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Batu, Pulau Nusakambangan, Jumat (6/3).
Dia mengaku mendapat informasi penundaan eksekusi terpidana mati kasus narkoba tersebut dari orang dalam. “Dari orang dalam. Belum ditentukan waktunya, mungkin bisa seminggu atau sebulan, kan masih banyak yang PK (mengajukan peninjauan kembali,” katanya.
Menurut dia, saat ini Silvester berada di Lapas Batu dan tidak ditempatkan di ruang isolasi. Bahkan, kata dia, Silvester berstatus sebagai warga binaan pemasyarakatan.
“Dia baik-baik saja, dia sebatas sama istrinya saja, dia sangat tegar. Pokoknya, dia baik-baik, dia berharap ada mujizat, dia selalu berdoa.”
Saat ditanya mengenai identitas istri Silvester, dia menolak untuk menyebutkannya. “Nama istrinya? jangan, dia warga asing, orang luar. Lihat saja hidunya mancung kayak orang India, dia sering kemari, lusa kemari juga,” ujar dia.
Disinggung mengenai rencana eksekusi terhadap Silvester, dia mengatakan bahwa hal itu sudah disampaikan kepada terpidana mati tersebut. “Sekarang kita lagi melakukan (gugatan di) PTUN untuk penolakan grasi karena grasinya ada yang salah, PTUN-nya di Jakarta.”
Silvester Obiekwe Nwaolise merupakan salah seorang terpidana mati yang akan dieksekusi oleh Kejaksaan Agung dalam waktu dekat. Warga negara Nigeria itu ditangkap pada 2003 oleh Direktorat Narkoba Mabes Polri karena menyelundupkan heroin sebanyak 1,2 kilogram ke Indonesia dan selanjutnya divonis hukuman mati oleh Pengadilan Negeri Tangerang. Grasinya ditolak melalui Keppres 1/G 2015.
Berdasarkan catatan, Silvester telah dua kali diciduk oleh Badan Narkotika Nasional (BNN) karena mengendalikan peredaran narkoba dari dalam penjara, yakni pada tanggal 27 November 2012 saat menghuni Lapas Batu, Nusakambangan, dan tanggal 29 Januari 2015 saat menghuni Lapas Pasir Putih, Nusakambangan.
Menjelang pelaksanaan eksekusi, Silvester dikembalikan ke Nusakambangan oleh BNSS pada tanggal 26 Februari 2015 dan ditempatkan di Lapas Batu.

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu

Berita Lain