18 Januari 2026
Beranda blog Halaman 38310

DPR: Tunda ISL, Menpora Langgar Kesepakatan

Jakarta, Aktual.co — Menpora dan Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI) jangan mencari alasan untuk menunda kompetisi Indonesia Super League (ISL) 2015. Demikian disampaikan Ketua Komisi X DPR RI Teuku Riefky Harsya, Senin (23/2).
Politisi Demokrat ini juga mengingatkan agar verifikasi dokumen pengelolaan klub sepak bola nasional tidak dijadikan alasan untuk menunda.
“Seperti dokumen tunggakan pemain silakan saja (diverifikasi) tapi jangan dijadikan alat atau syarat agar ISL tidak bisa dilakukan,” ungkapnya. 
Riekfy mengatakan keputusan pemerintah menunda ISL hingga dua pekan mendatang sejak 18 Februari 2015 telah menyalahi kesepakatan yang pernah diputuskan saat rapat kerja bersama Komisi X DPR RI.
Selain itu, kata Rifky, Menpora telah menyalahi kesepakatan yang pernah diputuskan saat rapat kerja bersama Komisi X DPR RI untuk tidak menunda kompetisi ISL ini.
“Timbul kesepakatan yang meminta baik Kemenpora maupun PSSI mengambil kebijakan yang tidak akan membawa mundur persepakbolaan Indonesia,” demikian Riefky.

Artikel ini ditulis oleh:

KPK Janji Selesaikan Kasus yang Masih Mangkrak

Jakarta, Aktual.co — Pelaksana Tugas (Plt) pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Johan Budi mengatakan akan menyelesaikan kasus yang saat ini masih mangkrak di lembaganya sesuai skala prioritas.
“Kasus mangkrak tentu saja akan dibereskan. Sesuai skala prioritas. Kami tetap utamakan yang sudah naik ke tahap penyidikan dulu,” kata Johan di Fakultas Kesehatan Universitas Indonesia, Selasa (24/2).
Dia mengaku, selama ini memang ada beberapa kasus yang belum selesai ditangani oleh KPK. “Karena ada beberapa (kasus) yang belum selesai. Bahkan ada yang dua tahun dan lebih,” ujar Johan.
Beberapa kasus memang terhambat penanganannya di KPK lantaran gaduh konflik yang mendera lembaga antrasuah itu. Mulai dari korupsi dana haji, perkara yang menjeraat bekas Kepala Badan Pemeriksa Keuangan Hadi Peornomo, dan kasus lainnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu

Antisipasi Harga Anjlok, Pemerintah Harus Intensifkan SRG

Jakarta, Aktual.co — Jakarta, Aktual.co —  Pengamat Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado Dr Magdalena Wulur mengatakan pemerintah harus mengintensifkan sistem resi gudang (SRG) guna mengantisipasi harga komoditas unggulan Sulawesi Utara (Sulut) anjlok saat panen raya.

“Saat ini, petani cengkih Sulut sedang dan sementara panen di beberapa kabupaten dan harga di tangan pedagang mulai turun, karena itu SRG jadi alternatif terbaik,” kata Magdalena, di Manado, Selasa (24/2).

Magdalena mengatakan pemerintah harus mengintensifkan SRG tersebut, agar saat panen raya cengkih jika terjadi penurunan harga yang signifikan, petani dapat meresigudangkan komoditas tersebut. “Jika cengkih masuk dalam SRG, maka pedagang tidak akan mempermainkan harga. Dan petani bisa mendapatkan pinjaman dari bank dengan menjaminkan sertifikat resi,” jelasnya.

Jika SRG berjalan dengan baik di Sulut, maka petani tidak akan mengeluh saat komoditas unggulannya mengalami penurunan harga yang cukup drastis akibat stok melimpah.”Pemerintah harus mengatasi dengan membeli dengan subsidi sekitar satu sampai dua tahun,” jelasnya.

Dan, katanya, jangka menengah mengembangkan diversivikasi pasar, jangan hanya berpatokan pada pasar pabrik rokok. Untuk jangka panjang, katanya, bisa alih profesi yakni mencoba bisnis lain atau tetap di bisnis cengkih namun bermain di sisi hilir.

Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sulut Hanny Wajong mengungkapkan jika harga cengkih terus menurun, pihaknya akan meminta pabrik rokok untuk mengakomodir pembelian cengkih petani. “Selain itu, kami juga mengimbau agar jangan sampai ada permainan harga oleh pedagang,” ungkapnya.

Untuk komodtas cengkih belum masuk dalam komoditas yang bisa disimpan dalam SRG karena harganya yang berfluktuasi tidak menentu.

Artikel ini ditulis oleh:

Gantung Turunan UU PA, Masyarakat Aceh Nilai Jokowi Sama dengan SBY

Banda Aceh, Aktual.co — Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Aceh Utara meminta agar Presiden Joko Widodo (Jokowi) jangan meniru langkah Mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoeyono (SBY) terkait turunan UU Pemerintah Aceh (UUPA). Jokowi dinilai belum menunjukkan sikap sebagai negarawan untuk menyelesaikan janji politik pemerintah pusat untuk Aceh. Padahal, penyelesaian konflik Aceh butuh waktu sekitar 35 tahun lebih.
“Pusat jangan hanya mengumbar pernyataan politis menyatakan bahwa turunan UUPA sudah diteken presiden. Harus ada bukti nyata, kirim salinan PP dan Perpres turunan UUPA ke Aceh,” terang Ketua PDM Aceh Utara, Fauzi Abubakar kepada Aktual.co, Selasa (24/2).
Disebutkan, jangan sampai berakhir masa jabatan Presiden Jokowi namun persoalan turunan UUPA belum ditandatangani. Selain itu, presiden jangan sibuk dengan persoalan di pusat, namun juga harus fokus menyelesaikan masalah di tingkat daerah seperti Aceh dan Papua.
“Untuk pemerintah Aceh, jangan terlena dengan janji-janji pemerintah pusat. Aceh harus lebih serius menagih janji pusat, kapan realisasi turunan UUPA itu,” terang Fauzi.
Ditambahkan, Fauzi mengimbau agar seluruh elit di Aceh, baik itu legislatif dan eksekutif bekerjasama untuk menagih janji pusat. “Gunakan jaringan tokoh-tokoh Aceh di Jakarta untuk menekan Jokowi agar segera mengeluarkan turunan UUPA itu. Perlu diingat, turunan UUPA itu amanah UUPA, bukan janji politik,” pungkasnya.
Sekadar diketahui turunan UUPA mangkrak di pemerintah pusat sejak tahun 2008. Seharusnya, seluruh turunan UUPA tuntas diberikan ke Aceh pada periode pertama pemerintahan Presiden SBY. Namun, sampai saat ini turunan UUPA itu belum diberikan pemerintah pusat ke Aceh.

Artikel ini ditulis oleh:

Di OKU, Harga Elpiji Bersubsidi Capai Rp21.000 per Tabung

Jakarta, Aktual.co — Harga elpiji isi tiga kilogram di Baturaja ibu kota Kabupaten Ogan Komering Ulu Sumatera Selatan kisaran Rp18 ribu hingga Rp20 ribu per tabung, dan di Kecamatan Semidang Aji mencapai Rp21 ribu/tabung. Kondisi ini tentu saja dikeluhkan masyarakat, karena selain harganya tidak stabil, komoditas dari BUMN tersebut kini juga sulit didapat, kata Ny Sari (45) warga Semidang Aji di Baturaja, Selasa (24/2).

Menurut dia, warga sangat terbebani oleh kondisi harga elpiji yang mahal dan langka di pasaran, karena merupakan kebutuhan masyarakat untuk memasak. Memang, kata dia, menghadapi situasi demikian untuk sementara terpaksa kembali menggunakan bahan bakar dari kayu yang tergolong sulit didapat harus mencari ke hutan, atau jika membeli di pasaran harganya mahal sekitar Rp5.000 per ikat cukup untuk memasak sehari saja.

Ia berharap, pihak berwenang memerhatikan nasib warga agar pasokan elpiji tiga kilogram lancar dan banyak di pasaran. Memang diakuinya, khusus elpiji 12 kg di pasaran cukup banyak, tetapi harganya tidak terjangkau dan terlalu mahal.

Sementara, menurut Yuli warga Baturaja, harga elpiji mulai mengalami kenaikan sekitar satu minggu belakangan, karena sebelumnya masih membeli Rp18 ribu/tabung isi 3 kg. “Kalau sekarang sudah mahal mencapai sekitar Rp20 ribu per tabung. Diharapkan ke depan harga elpiji isi 3 kilogram bisa kembali stabil sekitar Rp17 ribu per tabung,” katanya.

Menurut penjual gas di Baturaja, Medi, kenaikan harga elpiji 3 kg terjadi sejak dua pekan lalu akibat bertambahnya biaya tebus di tingkat agen. “Naik turun itu biasa, namun perubahan harga terjadi saat stok elpiji sulit, misalnya sekarang ini harga gas mahal mencapai Rp20 ribu per tabung akibat stok di agen terbatas,” katanya.

Artikel ini ditulis oleh:

Pertemuan Presiden dan Bawaslu

Presiden Joko Widodo dan Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Muhammad (kanan), berbincang saat menghadiri pertemuan di Istana Negara, Komplek Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (24/2). Jajaran pimpinan Bawaslu se-Indonesia menemui Presiden Joko Widodo antara lain untuk membicarakan sejumlah permasalahan operasional Bawaslu baik di tingkat pusat maupun daerah menjelang berlangsungnya pemilihan kepala daerah serentak pada tahun ini. ANTARA FOTO/Ismar Patrizki

Berita Lain