18 Januari 2026
Beranda blog Halaman 38309

Mabes Polri: Berkas Bambang Widjojanto Hampir Rampung

Jakarta, Aktual.co — Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Mabes Polri, Brigjen Pol Agus Rianto mengatakan pemberkasan kasus Bambang Widjojanto sudah hampir selesai.
“Hampir selesai. Kita sudah lakukan pemeriksaan saksi, itu sudah 47 dan ahli dua mudah-mudahan bisa tuntas jadi kita limpahkan ke penuntut umum,” kata dia di Bareskrim Mabes Polri, Jakarta, Selasa (24/2).
Agus juga mengatakan, pasal yang disangkakan kepada tersangka kasus mengarahkan saksi memberikan keterangan palsu dalam sengketa Pilkada Kotawaringin Barat itu pun bertambah. 
Sebelumnya, Bambang Widjojanto didakwa Pasal 55 tentang penyertaan dalam tindak pidana dan Pasal 242 tentang sumpah palsu dan keterangan palsu Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP).
“Memang pasal itu bisa berkembang sesuai hasil pemeriksaan yang penting permasalahan pokok tidak akan keluar dari pemeriksaan. Hanya 56 saja (pembantu kejahatan), selain pasal kemarin yang 242 kemudian 55 sekarang 56,” kata Agus Rianto.
Lanjut dia, masyarakat harus memahami proses hukum yang berjalan. Polisi tidak dapat serta-merta melakukan Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3) terhadap kasus Bambang Widjojanto dengan alasan desakan berbagai elemen masyarakat.
“Kita berharap masyarakat memahami proses Polri untuk mekanisme penghentian perkara dari proses penyidikan ada aturannya ada hal-hal yang harus dipenuhi. Ada alasan untuk menghentikan tentu kita tidak bisa melakukan itu karena tanggung jawab kita kan pada undang-undang,” kata dia.

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu

Menpora Tak Paham Sepak Bola

Banda Aceh, Aktual.co — Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) dinilai tidak memahami regulasi dan aturan dalam sepak bola. Sehingga,  Indonesia Super League (ISL) tahun ini harus ditunda. Padahal, regulasi sepak bola wajib mengacu pada aturan FIFA.
“Kemenpora tidak bisa mengintervensi sehingga PSSI harus mengubah jadwal. Karena, jadwal liga berjenjang dan sudah diatur, seperti ISL, Piala Asia, dan lain sebagainya itu sudah ada jadwalnya. Jangan merusak jadwal yang ada karena menteri tak memahami sepak bola,” sebut Ketua Pengcab PSSI Aceh Utara, Ismed Nur AJ Hasan kepada Aktual.co Selasa (24/2).
Seharusnya, sambung Ismed, Kemenpora hanya mengontrol agar tidak terjadi Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN) di tubuh PSSI pusat. Sehingga Indonesia bisa tampil pria dalam semua laga internasional dan berhasil mengharumkan nama bangsa.
“Ini penduduk kita 250 juta lebih. Masak untuk mendapatkan 20 pemain sepak bola dalam satu tim saja susah, sehingga kita selalu kalah. Bahkan di level Asia kita kalah dengan Vietnam dan Singapura,” terangnya.
Selain itu, sambung Ismed, negara ini dalam kondisi aman dan tidak ada kerusuhan sehingga harus menunda ISL. Sepakbola, tambahnya adalah olahraga utama yang digemari seluruh rakyat Indonesia.
“Bahkan kaum hawa juga menggemari olahraga ini. Jangan sampai Kemenpora mengobok-ngobok sepak bola hanya karena tidak memahami bagaimana sepakbola kita,” pungkasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Gaji TKD Belum Terealisasi, Pegawai DKI: Real atau Hoax Sih?

Jakarta, Aktual.co —Rencana Pemprov DKI untuk memberlakukan Tunjangan Kinerja Daerah (TKD) yang bisa membuat gaji pegawai negeri sipil (PNS) DKI melonjak fantastis,  hingga kini belum juga terealisasi.
Akibatnya, para pegawai yang sudah mendengar kabar mengenai rencana itu sebelumnya, jadi berharap-harap. 
Salah satunya, seperti yang disampaikan pegawai Sekretariat Dewan DPRD DKI Jakarta, Bosman. Dia heran pemberian gaji sesuai TKD tak kunjung jadi nyata, padahal sudah disebut-sebut akan cair tahun ini.
“TKD sebenarnya ‘real’ (nyata) atau ‘hoax’ (berita bohong) sih? Saya juga bingung,” kata Bosman kepada Aktual.co, di Kebun Sirih, Jakarta Pusat, Selasa (24/2).
Ketidakpastian ini, diakuinya membuat pegawai DKI saling mencari informasi mengenai perkembangan terbaru kabar itu. 
“Nggak tahu , yang pasti serba bingung dan nggak tahu bagaimana kepastiannya. Dan yang pasti rumah tangga PNS udah mulai pada goyang dan belum terima apa-apa sementara harga barang pada naik,” keluhnya.
Diberitakan sebelumnya, Sekretaris Daerah DKI, Saefullah, mengakui kalau harapan para pegawai Pemprov DKI untuk menikmati gaji tinggi dengan pemberlakuan TKD memang belum bisa dilaksanakan dalam waktu dekat. 
Mengingat hingga saat ini pengesahan Anggaran Penerimaan dan Belanja Daerah (APBD) DKI 2015 masih terkatung-katung.
“Kalau TKD apakah dinamis atau statis itu belum bisa dibayar. Karena anggarannya belum disahkan Mendagri (Tjahjo Kumolo). Jadi enggak bisa,” ujar dia, usai rapat pimpinan di Balai Kota, Jakarta, Senin (23/2) kemarin.
Praktis, PNS DKI saat ini hanya mendapat gaji pokok dan tunjangan yang melekat pada gaji saja. Seperti tunjangan istri, anak, serta tunjangan beras. “Itu pakai anggaran pendahuluan. Paling banyak seperduabelas dari anggaran,” ujar dia.
Saefullah pun berharap, draf RAPBD yang hari ini dikirim ulang ke Kemendagri bisa segera selesai evaluasinya. “Sabar lah,” pintanya.
Program TKD dinamis memang membuat para pegawai negeri DKI ‘berbunga-bunga’. Bagaimana tidak, iming-iming gaji besar sudah terbayang hingga Rp33 juta/ bulan. Bahkan untuk ukuran PNS DKI rendahan, dengan TKD dinamis, sebulannya bisa membawa pulang gaji hingga Rp9 juta/ bulan.

Artikel ini ditulis oleh:

Pertama Kali, Perempuan Jadi Wali Kota Baghdad

Jakarta, Aktual.co — Untuk pertama kalinya, seorang perempuan ditunjuk menjadi Wali Kota Baghdad, Irak. Perempuan tersebut adalah Doktor Zekra Alwach, seorang insinyur sipil yang sebelumnya menjabat Direktur Jenderal Kementerian Pendidikan Tinggi Irak.

Ini merupakan jabatan yang menantang dalam birokrasi pemerintahan yang korup dan kondisi kota Baghdad yang sering dilanda kekerasan. Demikian dilaporkan oleh Redaktur Senior Aktual.co, Satrio Arismunandar langsung dari Baghdad, Irak, Selasa (24/2).

Sebagai Wali Kota, yang merupakan jabatan administratif paling penting di ibukota Irak,  Alwach akan berurusan langsung dengan Perdana Menteri Haider al-Abadi, dan memiliki hak prerogatif  seperti seorang Menteri kabinet.

Abadi telah memberhentikan Naim Aboub, Wali Kota Baghdad sebelumnya, dan menunjuk Alwach untuk menggantikan Aboub. Pemberhentian Aboub tidak dirancang sebagai hukuman, walaupun Aboub sering dituding oleh media sosial dan warga Baghdad sebagai pejabat yang tidak kompeten.

Ucapan Aboub pernah menjadi berita utama media pada Maret 2014, ketika dia menggambarkan kota Baghdad –yang sering dilanda kekerasan—sebagai “lebih indah dari New York dan Dubai.”

Ditunjuknya Alwach sebagai Wali Kota merupakan terobosan dalam hal kesetaraan gender di Irak. Laporan PBB tahun 2014 lalu, menyatakan, sedikitnya seperempat dari perempuan Irak yang berusia di atas 12 tahun adalah buta huruf, dan hanya 14 persen yang bisa masuk ke dunia kerja. (Laporan: Satrio Arismunandar)

Artikel ini ditulis oleh:

DPR: Tunda ISL, Menpora Langgar Kesepakatan

Jakarta, Aktual.co — Menpora dan Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI) jangan mencari alasan untuk menunda kompetisi Indonesia Super League (ISL) 2015. Demikian disampaikan Ketua Komisi X DPR RI Teuku Riefky Harsya, Senin (23/2).
Politisi Demokrat ini juga mengingatkan agar verifikasi dokumen pengelolaan klub sepak bola nasional tidak dijadikan alasan untuk menunda.
“Seperti dokumen tunggakan pemain silakan saja (diverifikasi) tapi jangan dijadikan alat atau syarat agar ISL tidak bisa dilakukan,” ungkapnya. 
Riekfy mengatakan keputusan pemerintah menunda ISL hingga dua pekan mendatang sejak 18 Februari 2015 telah menyalahi kesepakatan yang pernah diputuskan saat rapat kerja bersama Komisi X DPR RI.
Selain itu, kata Rifky, Menpora telah menyalahi kesepakatan yang pernah diputuskan saat rapat kerja bersama Komisi X DPR RI untuk tidak menunda kompetisi ISL ini.
“Timbul kesepakatan yang meminta baik Kemenpora maupun PSSI mengambil kebijakan yang tidak akan membawa mundur persepakbolaan Indonesia,” demikian Riefky.

Artikel ini ditulis oleh:

KPK Janji Selesaikan Kasus yang Masih Mangkrak

Jakarta, Aktual.co — Pelaksana Tugas (Plt) pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Johan Budi mengatakan akan menyelesaikan kasus yang saat ini masih mangkrak di lembaganya sesuai skala prioritas.
“Kasus mangkrak tentu saja akan dibereskan. Sesuai skala prioritas. Kami tetap utamakan yang sudah naik ke tahap penyidikan dulu,” kata Johan di Fakultas Kesehatan Universitas Indonesia, Selasa (24/2).
Dia mengaku, selama ini memang ada beberapa kasus yang belum selesai ditangani oleh KPK. “Karena ada beberapa (kasus) yang belum selesai. Bahkan ada yang dua tahun dan lebih,” ujar Johan.
Beberapa kasus memang terhambat penanganannya di KPK lantaran gaduh konflik yang mendera lembaga antrasuah itu. Mulai dari korupsi dana haji, perkara yang menjeraat bekas Kepala Badan Pemeriksa Keuangan Hadi Peornomo, dan kasus lainnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu

Berita Lain