9 April 2026
Beranda blog Halaman 38328

Pengamat: Media Hadirkan ‘Hyperreality’ di Pemberitaan Begal

Jakarta, Aktual.co —Pemberitaan masif mengenai aksi begal motor memberi efek positif sekaligus negatif. Positifnya, masyarakat jadi waspada, namun di sisi lain juga menimbulkan keresahan.
Pengamat sosial dan budaya dari Universitas Indonesia (UI) Devie Rahmawati, mengetahui pemberitaan media yang masif sebenarnya tidak benar-benar merepresentasikan fakta. 
“Menurut pihak kepolisian, justru kasus pencurian kendaraan bermotor dengan kekerasan atau begal sebenarnya menurun,” kata Devie, Kamis (5/3).
Kata dia, massifnya pemberitaan mengenai begal mampu membius publik, sehingga membuktikan kebenaran teori klasik komunikasi. Yaitu teori peluru, dengan asumsi publik akan dengan mudah mempercayai pemberitaan media.
Media dinilainya telah menghadirkan ‘hyperreality’ atau realita yang berbeda dengan yang nyata.
Devie juga menilai pemberitaan dan informasi viral (word of mouth) di media sosial, telah memunculkan kecemasan sosial pengguna jalan. Di satu sisi ini positif dalam memunculkan kewaspadaan sekaligus melahirkan kembali budaya kesetiakawanan sosial.
Dikatakannya pemberitaan begal motor di media massa, telah memunculkan kearifan publik untuk bersama-sama menemukan solusi perlindungan diri. Dan media sosial yang bersifat partisipatoris, memang menjadi medium silahturahmi yang produktif.
“Inisiatif warga menjadi sangat baik bila kemudian dikelola sebagai bagian dari jaringan formal aparat keamanan seperti polisi,” katanya.
Ia juga menjelaskan mengingat jumlah SDM kepolisian yang masih belum ideal, jaringan komunikasi dengan pihak kepolisian dapat dihidupkan sehingga membantu aparat untuk melakukan tindakan.
Untuk itu, kata dia, agar tidak menjadi korban begal tentu memerlukan perubahan perilaku yaitu pilihan waktu pulang menjadi tidak terlalu larut malam, dan orang tua tidak mengizinkan anak keluar pada malam hari.

Artikel ini ditulis oleh:

Aksi Begal Kian Marak, Zarry Hendrik: Itu Meresahkan bagi Pengguna Motor

Jakarta, Aktual.co — Pencurian kendaraan bermotor dengan menggunakan kekerasan atau yang dikenal dengan sebutan “begal” semakin membuat resah masyarakat. Tak hanya masyarakat biasa, kaum selebriti pun mengaku resah dengan tindakan criminal di jalan raya ini.

Aktor berbakat Zarry Hendrik mengomentari terkait banyaknya aksi ‘begal’ yang terjadi di wilayah Jabodetabek.

“Menurut saya itu sangat meresahkan sekali ya, apalagi saya pengguna motor,” ungkap Zarry Hendrik, kepada Aktual, di kawasan Setiabudi, Jakarta Selatan.

Zarry mengaku, bahwa rasa aman di Jakarta ini sendiri sudah semakin menipis dan sangat memprihatinkan.

“Saya berharap saja bahwa pemerintah bisa menangkap gembong pelaku tersebut, dan menghukum seberat-beratnya para pelaku begal,” tegas pemeran ‘Sidik’ sebagai kekasih Mita ‘The Virgin’ dalam film terbaru berjudul ‘Kok Putusin Gue’ tersebut.

Artikel ini ditulis oleh:

Jokowi Instruksikan Jalan Tol Trans Sumatera Mulai Dibangun

Presiden Joko Widodo bersiap memimpin jalannya rapat terbatas kabinet di Kantor Presiden, Jakarta, Kamis (5/3). Presiden menginstruksikan proyek jalan tol Trans Sumatera dimulai pembangunannya pada kuartal I/2015. ANTARA FOTO/Andika Wahyu

Produk Hukum Baru, Inpres Pemberantasan Korupsi Segera Diterbitkan

Jakarta, Aktual.co — Sekretaris Kabinet Andi Widjajanto menyebut bahwa saat ini Presiden Jokowi sedang mempersiapkan produk hukum baru berupa inpres dalam hal pemberantasan korupsi.
Inpres ini nantinya untuk mensinergikan unit penegak hukum yang bergerak dalam pemberantasan korupsi.
“Ada KPK, Kepolisian, Kejaksaan Agung. Minggu ini diharapkan selesai inpres 2015 tentang pemberantasan korupsi yang harus dilakukan kementerian dan lembaga,” kata Andi, Rabu (4/3).
Inpres disusun berdasarkan usulan seluruh kementerian dengan bertujuan memberantas korupsi dari sisi pencegahan.
“Benar-benar sistem building yang memungkinkan instansi penegak hukum itu bisa secara cepat mengindetifikasi kemungkinan pelanggaran adminsitrasi, atau kemungkinan intensi sengaja untuk menggunakan keuangan negara secara tidak sah, nah itu yang kemudian bergerak melakukan pencegahan,” ucap Andi.
Berdasarkan hal itu, presiden menempatkan Badan Pengawas Keuangan Pemerintah sebagai bagian yang terintegrasi dengan kantor Staf Kepresidenan.

Artikel ini ditulis oleh:

Seniman Mandra Datangi Bareskrim Polri

Jakarta, Aktual.co — Komedian Mandra Naih alias Mandra mendatangi Badan Reserse Kriminal Mabes Polri, Kamis (5/3). Seniman asal Betawi itu sempat luput dari pengamatan awak media yang ada di Bareskrim Polri.
Mandra tiba di Bareskrim sekira pukul 10.00 WIB. Dia pun menutupi wajahnya dengan tangan saat memasuki lobi Bareskrim Polri. Mandra yang telah ditetapkan sebagai tersangka oleh Kejaksaan Agung dalam kasus korupsi program siap siar di TVRI.
Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Polri Komisaris Besar Rikwanto membenarkan kedatangan Mandra tersebut. Menurut dia, pelawak ini datang untuk memenuhi panggilan pemeriksaan penyidik sebagai saksi untuk kasus pemalsuan surat atau dokumen. 
“Ada kaitannya dengan kasusnya di TVRI,” ujar Rikwanto saat dikonfirmasi di PTIK, Jakarta, Kamis (5/3).
Hingga saat ini Mandra masih berada di Bareskrim Polri. Dia belum memberikan keterangan terkait laporan yang dilayangkannya tersebut. 
“Saudara Mandra datang sebagai saksi pelapor dan diambil keterangannya. Sekarang pemeriksaan masih berlangsung.”
Sebelumnya Jaksa penyidik telah menetapkan Mandra sebagai tersangka bersama dua orang lainnya yaitu Iwan Chermawan selaku Direktur PT Media Art Image, dan Yulkasmir selaku pejabat pembuat komitmen yang juga adalah pejabat di stasiun televisi milik pemerintah itu. Mereka dijerat dengan Pasal 2 ayat 1 dan Pasal 3 UU nomor 31 tahun 1999 juncto UU nomor 20 tahun 2001.

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu

Perbankan Dalam Negeri Jual Dolar AS di Harga Rp 13.100

Jakarta, Aktual.co — Tak hanya terhadap Rupiah, nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan hari ini kian perkasa terhadap banyak mata uang dunia. Penguatan tersebut dipicu dari ekspektasi naiknya suku bunga oleh The Federal Reserve (The Fed), yang menunjukkan adanya perbaikan di ekonomi AS.

Berdasarkan data Reuters, Kamis (5/3) pagi, dolar AS akhirnya menembus level Rp 13.015 atau melemah dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan kemarin (4/3) di level Rp 12.971.

Di dalam negeri sendiri, sejumlah bank nasional sudah menjual dolar AS di harga Rp 13.100. Berdasarkan pantauan Aktual.co di website resmi bank-bank tersebut, pada pukul 11.20 WIB,  PT Bank Central Asia Tbk (BCA) termasuk yang menjual dan membeli dolar dengan harga tinggi. Bank swasta ini mematok kurs jual dolar Rp 13.030, dan kurs beli Rp 13.010.

Di dua bank Badan Usaha Milik Negara (BUMN), seperti PT Bank Mandiri Tbk dan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI), dolar AS juga sudah dijual di atas Rp 13.000.

Bank Mandiri mematok kurs jual dolar di harga Rp 13.082, sedangkan kurs beli dipatok Rp 12.868. Sedangkan di BNI, kurs jual berada di Rp 13.100 dengan kurs beli Rp 12.950.

Ini bukan kali pertama Rupiah menembus level Rp 13.000, pada Juli 1998, rupiah juga tengah ambruk di level Rp 13.000 seiring dengan terjadinya krisis moneter di negeri ini.

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain