9 April 2026
Beranda blog Halaman 38327

Perpres No 26 Tahun 2015 Ciptakan Tumpang Tindih Koordinasi

Jakarta, Aktual.co — Penambahan wewenang bagi Kepala Staf Kepresidenan untuk mengendalikan program prioritas nasional berpotensi menimbulkan tumpang tindih wewenang di lingkungan lembaga pembantu presiden.
“Jika mengacu kepada UUD 1945 dan UU 39/2008 tentang Kementerian Negara, pembantu utama presiden adalah menteri-menteri negara,” kata Pakar Hukum Tata Negara Bayu Dwi Anggono, kepada aktual.co, Kamis (5/3).
Kemudian, jika presiden ingin mengendalikan kinerja menteri-menteri, UU kementerian negara sudah mengatur adanya kementerian koordinator yang bertugas membantu presiden mengendalikan program-program yang dilaksanakan oleh kementerian sektoral.
“Jadi, penambahan wewenang melalui Kepala Staf Kepresidenan akan menciptakan tumpang tindih koordinasi yang pada akhirnya justru bukan malah menambah cepatnya akselarasi program pemerintah, tetapi malah menghambat pencapaian tujuan program pemerintah,” tambahnya.
Diketahui, Presiden Jokowi mengeluarkan Peraturan Presiden No 26 Tahun 2015 tentang Kantor Staf Presiden. Dalam perpres ini diatur tentang penambahan kewenangan Kepala Staf Presiden.
Salah satu pasal yang tertera dalam perpres tersebut adalah pasal Pasal 9 ayat (1) Perpres No 26/2015 yang berbunyi “Dalam melaksanakan tugas dan fungsinya, Kepala Staf Kepresidenan dapat membentuk tim khusus dan gugus tugas lintas kementerian dan/atau lembaga terkait untuk penanganan masalah tertentu,”.

Artikel ini ditulis oleh:

Polda Lampung Minta Maaf Atas Penggerebekan Rumah Wartawan Tribun

Jakarta, Aktual.co — Polda Lampung meminta maaf atas tindakan polisi saat melakukan penggerebekan di rumah wartawan Tribun Lampung, Ridwan Hardiansyah. 
“Kami mohon maaf jika dalam proses pemeriksaan itu ada tindakan yang dinilai tidak pas,” kata Kabid Humas Polda Lampung AKBP Sulistyaningsih kepada wartawan di Bandar Lampung, Kamis (5/3). 
Dia mengatakan, penggerebekan itu dilakukan Direktorat Reserse Narkoba Polda Lampung. Kelima personel yang melakukan penggerebekan itu menindaklanjuti informasi dari hasil penyelidikan sebelumnya. 
Namun demikan Propam juga akan memeriksa kelima personel tersebut, untuk dimintai keterangannya untuk mengetahui apa ada prosedur yang dilanggar dalam hal ini. “Lima polisi yang melakukan penggerebekan itu akan diperiksa Bidang Profesi dan Pengamanan (Propam).”
Terkait kejadian ini, kata Sulistyaningsih, pihaknya bersama Direktur Resnarkoba dan Kapolresta Bandar Lampung sudah melakukan pertemuan dengan pihak korban. Permohonan maaf juga sudah disampaikan dalam pertemuan itu. 
Penggerebekan itu terjadi pada Rabu (4/3) siang. Lima orang polisi berpakaian preman tiba-tiba datang ke rumah Ridwan 30 tahun, di Jalan Abdul Mutholib, Tanjung Karang Barat, Bandar Lampung, dalam upaya pengembangan kasus narkoba. 
Narkoba itu tidak ditemukan, tapi tindakan represif polisi saat penggeberekan itu membuat Ridwan trauma. Polisi bertindak kasar. Ridwan didorong ke dinding, diborgol, dan mulutnya dibekap. Dia juga sempat diancam tembak.

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu

Tidur Telanjang Kurangi Lemak dan Cegah Insomnia

Jakarta, Aktual.co — Setelah bangun tidur pastinya, Anda berharap mendapatkan kesegaran dan tenaga ekstra setelah beristirahat dari berbagai rutinitas keseharian. Namun, pada kenyataannya banyak sekali orang yang justru merasakan kemalasan saat bangun tidur, bahkan sakit pada tubuhnya ketika bangun tidur.

Dan, salah satu faktor penyebabnya yaitu, pakaian tidur yang tidak nyaman atau terlalu ketat. Tapi, tahukah Anda bahwa tidur tanpa mengenakan busana itu menyehatkan. Berikut manfaatnya, demikian dilansir dari EliteDaily, Kamis (5/3)

1. Menguragi lemak perut
Angin malam yang dirasakan pada tubuh dapat meningkatkan hormon tubuh sekaligus menurunkan kadar kortisol dimana hal ini bisa membantu Anda mendapatkan pola tidur sehat serta mengurangi lemak di dalam perut. Dan, untuk merasakan angin tersebut, disarankan tidur dengan telanjang alias tanpa busana.

Selain berkhasiat dapat mengurangi kadar lemak dalam perut, tidur telanjang juga dikatakan baik untuk menurunkan kolesterol pada tubuh manusia.

2.  Mencegah insomnia
Untuk mengatasi insomnia atau sejenisnya, sangat disarankan bagi Anda untuk tidur dengan busana yang longgar atau bahkan telanjang. Saat suhu tubuh mengalami penurunan secara alami dengan baik, dipastikan hal ini membantu Anda dapatkan kualitas tidur yang maksimal dan terhindar bahkan sembuh dari insomnia.

3. Mengurangi rasa malas
Tidur memakai busana dengan tidak memakai busana akan terasa bedanya saat bangun di pagi hari. Jika Anda memakai busana, saat bangun Anda akan merasakan hangat yang membuat Anda malas untuk bangun.

Dengan tanpa busana, Anda akan merasa terbiasa dengan dinginnya udara dan merasa segar saat bangun pagi. Perasaan segar inilah yang bisa membantu Anda menjadi pribadi penuh semangat dan jauh dari kata “malas”.

4. Menjaga kesehatan daerah wanita
Ketika seorang wanita melepaskan pakaian dalamnya, hal ini membantu udara serta oksigen dapat dengan mudah menjaga kelembaban area intim kewanitaan Anda.

Melepaskan pakaian membantu daerah kewanitaan tetap kering dan sehat. Telanjang saat tidur juga bisa bantu kulit bernafas dengan baik.

Artikel ini ditulis oleh:

Anton Medan Setuju dengan Hukuman Mati

Jakarta, Aktual.co — Mantan mafia kelas kakap Anton Medan setuju dengan pelaksanaan hukuman mati terhadap terpidana kasus narkoba.
“Saya pribadi, Anton Medan, warga negara Indonesia, melihat korban 40-50 per hari, saya malah sangat setuju hukuman mati,” kata Anton  di Dermaga Wijayapura (tempat penyeberangan menuju Pulau Nusakambangan, red.), Cilacap, Jawa Tengah, Kamis (5/3).
Namun demikian, Anton tak mau menanggapi lebih jauh terkait dengan hukuman mati tersebut. “Tetapi selaku ustaz, saya enggak bisa jawab karena hak prerogatif Allah masalah mati, bukan kita.”
Selaku ustaz, dia mengaku hanya bisa membina, karena manusia memang tempat salah. Dia berharap, agar diberikan kesempatan orang untuk bertobat.
Anton yang juga dikenal dengan nama K.H. Ramdhan Effendi itu mengatakan, para terpidana berharap bertobat dan diberi keterampilan yang berkesinambungan. “Kalau saya datang untuk memotivasi. Bukan datang, bilang ‘hai kalian narapidana kalau enggak tobat, neraka’, enggak boleh. Saya motivasi mereka.”
Dia mengatakan, tidak ada manusia yang ingin menjadi penjahat. Menurut dia, penjahat maupun narapidana mau bertobat apabila masyarakat mau menerima mantan narapidana dengan baik.
Dia mengharapkan seluruh narapidana untuk tidak berputus asa. “Nelson Mandela, 27 tahun dipenjara, setelah keluar (jadi) presiden. Buya Hamka, berapa banyak kitab yang disusun di dalam (penjara),” tuturnya.
Menurut dia, penjara hanya mampu membatasi langkah dan picik manusia, tetapi tidak mampu membatasi akal dan pikiran manusia. Terkait kedatangannya ke Nusakambangan, Anton mengaku hal itu dilakukan karena banyak warga binaan pemasyarakatan di Nusakambangan yang berkirim surat.
Akan tetapi, dia mengaku belum sempat datang dan secara kebetulan diundang oleh salah satu televisi swasta nasional untuk siaran langsung di Cilacap pada hari Kamis (5/3) pagi.
“Jadi sekalian, mau beli batu akik di dalam (Nusakambangan, red.). Bagus-bagus kok batunya, ada 1.400 biji, jenisnya banyak,” ujarnya, sambil tersenyum.
Dia mengaku akan memborong batu-batu akik itu yang selanjutnya dijual kembali. Menurut dia, hal itu merupakan ibadah karena membantu menjualkan batu akik Nusakambangan.
“Saya beli, lalu saya jual lagi, mereka kan kebantu. Kebanyakan anak-anak (warga binaan, red.) yang enggak dibesuk, orang Palembang, Medan, Lampung, dari mana-mana. Hasil karya mereka kalau saya bayarkan, mereka merasa dihargai karena saya bekas warga binaan, tahun 1976 dan 1983, saya di sini, di Permisan dan di Kembang Kuning,” kata dia.

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu

Pertamina Gelar Operasi Pasar Elpiji 3kg Serentak di 21 Kabupaten/Kota

Jakarta, Aktual.co — Guna memastikan elpiji bersubsidi untuk masyarakat tercukupi, PT Pertamina (Persero) secara nasional serentak menggelar operasi pasar Elpiji 3kg.

“Operasi pasar Elpiji 3kg di yang digelar serentak di 74 titik dan tersebar 21 kabupaten dan kota di tiga wilayah pemasaran, yaitu MOR I wilayah Sumatera bagian Utara, MOR III wilayah Jawa bagian Barat, dan MOR V di wilayah Jawa bagian Timur,” ujar VP Corporate Communication Pertamina, Ali Mundakir dalam keterangan pers di Jakarta, Kamis (5/3).

Menurutnya, terdapat 69 agen dan SPBU yang terlibat dalam operasi pasar Elpiji 3kg kali ini.

“Kami akan terus melakukan evaluasi berdasarkan kondisi riil di masyarakat berdasarkan realisasi dari operasi pasar ini. Yang terpenting adalah agar masyarakat pengguna Elpiji 3kg tenang, dan bisa memperoleh Elpiji 3kg bersubsidi itu dengan mudah dan harga normal,” ujarnya.

Dalam Operasi pasar hari ini, Pertamina menggelontorkan sebanyak 37.700 tabung Elpiji 3kg atau setara dengan 113,1 MT. Sebanyak 2.320 tabung disalurkan di Binjai, Sumatera Utara, 8.960 tabung di Jabodetabek, sedangkan 23.520 tabung untuk Kota Bandung, Kabupaten Bandung, Kota Cimahi, Kabupaten Bandung Barat, dan Kabupaten Sumedang, Jawa Barat dan 2.900 tabung di Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur.

“Sebelumnya kami juga telah melakukan beberapa kali operasi pasar di beberapa titik menindaklanjuti informasi atau keluhan masyarakat, akan tetapi realisasi pembelian Elpiji 3kg ternyata sangat rendah, rata-rata hanya sekitar 10% dari tabung yang kita sediakan. Isu-isu kelangkaan adalah aksi para spekulan yang ingin ambil untung dengan menaikkan harga,” jelasnya.
 
Hal ini mengingat bahwa sifat komiditas LPG sangat berbeda dibanding komoditas bahan kebutuhan pokok seperti beras atau minyak goreng. Jika ada operasi pasar minyak goreng atau beras, biasanya tingkat penyerapan masyarakat masih tetap tinggi karena keduanya bisa disimpan, sedangkan LPG, jika belum habis maka masyarakat tidak akan bisa membeli karena tidak ada tabung yang dapat ditukarkan.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Total E&P: Apapun Keputusan Pemerintah, Blok Mahakam Harus Tetap Berproduksi

Jakarta, Aktual.co — Total E&P menyatakan siap dengan apapun keputusan Pemerintah terkait pengelolaan blok Mahakam. Seperti diketahui, kontrak Total untuk mengelola Mahakam sendiri akan berakhir pada 2017 mendatang. Pemerintah pun berencana untuk menyerahkan blok migas tersebut kepada PT Pertamina (Persero).

Presiden Director Total E&P Hardy Pramono mengatakan bahwa pihaknya akan mendukung apapun keputusan pemerintah terkait pengelolaan blok mahakam.

“Memang sepanjang yang kita tahu, yang harus dijadikan patokan adalah mahakam itu milik pemerintah. Bukan milik total. Kami adalah operator di Mahakam jadi tidak ada yang dimiliki total. Memang kontraknya akan segera berakhir, dan kami akan respect dengan apapun keputusan pemerintah terkait blok mahakam,” kata Pramono saat ditemui di kantornya, Jakarta, Kamis (5/3).

Menurutnya, terlepas dari itu apapun keputusan Pemerintah itu, yang terpenting adalah Mahakam akan terus berproduksi. Ia pun menegaskan, siapapun yang menjadi operator nantinya, yang terpenting adalah menjaga agar produksi blok migas tersebut tidak menurun secara drastis.

“Meskipun pasti akan turun produksinya, tapi bagaimana kita menjaga agar penurunannya tidak drastis,” ujarnya.

Selain itu, Pramono juga mengatakan bahwa pihaknya hingga saat ini masih menunggu seperti apa planning kerja dari Pertamina di blok Mahakam dalam beberapa tahun ke depan agar dapat disesuaikan dengan data-data yang dimiliki pihak Total.

“Kita juga menunggu planning kerja dari Pertamina, mau diapakan lapangan ini agar tetap bisa menjaga keberlanjutan blok Mahakam. Agar kami bisa berdiskusi karena yang penting adalah bagaimana potensi yang besar ini dapat bermanfaat untuk tanah air kita tercinta ini. Ini aset besar untuk negara, dan bagaimana kita menjaga aset ini,” tandasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Berita Lain