6 April 2026
Beranda blog Halaman 38351

Pakar: Australia Harus Jamin Keamanan Diplomat RI

Jakarta, Aktual.co — Guru Besar Hukum Internasional UI Hikmahanto Juwana menegaskan Australia harus menjamin keamanan diplomat RI di negaranya, menjelang pelaksanaan hukuman mati terhadap dua anggota “Bali Nine”.
“Pemerintah Indonesia perlu meminta Pemerintah Australia dan kepolisiannya untuk memberi jaminan keamanan bagi semua kantor perwakilan Indonesia di Australia menjelang pelaksanaan hukuman mati,” katanya di Jakarta, Rabu (4/3).
Dia mengatakan dalam hubungan diplomasi antarnegara, negara penerima perwakilan suatu negara wajib menjamin keamanan dari perwakilan suatu negara, tidak saja para diplomatnya, tetapi juga wilayah kantor perwakilan.
Indonesia, menurut dia, telah melakukan kewajiban ini dengan menempatkan sejumlah anggota Polri baik di kedutaan perwakilan negara sahabat maupun kediaman kepala perwakilan.
“Hal yang sama perlu dilakukan oleh otoritas Australia menjelang pelaksanaan hukuman mati,” ujar dia.
Dia menegaskan pemerintah Australia akan dipersalahkan dan bertanggung jawab secara hukum internasional bila gagal menjamin keselamatan para diplomat Indonesia dan keamanan di kantor perwakilan.

Artikel ini ditulis oleh:

Jaksa Agung: Keluarga Duo Bali Nine Masih Bisa Besuk

Jakarta, Aktual.co — Pagi tadi terpidana mati kasus narkoba Myuran Sukumaran dan Andrew Chan dipindahkan ke Lapasan Nusakambangan. Sebelumnya kedunya menghuni Lapas Kerobokan, Bali.
Namun demikian, Jaksa Agung HM Prasetyo tak akan mempersulit bagi keluarga duo Bali Nine itu untuk membesuk keduanya di Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah.
“Selama belum diisolasi, keluarga masih boleh menjenguk. Biasanya isolasi itu beberapa jam sebelum eksekusi,” kata Prasetyo di Istana Negara Jakarta, Rabu (4/3).
Mantan Politikus asal Partai Nasdem itu pun mengatakan, kedua terpidana mati tersebut masih bisa meminta apapun, sebelum eksekusi dilaksanakan. “Termasuk akan kita tanyakan apa permintaan terakhir mereka.”
Kejagung masih terus melakukan evaluasi meski persiapan eksekusi sudah mencapai 95 persen. Masing-masing terpidana mati akan berhadapan dengan 13 orang penembak. “Kita evaluasi lagi mengenai jumlahnya karena ini menyangkut nyawa orang,” kata Prasetyo.

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu

INAPlas: Usulan Penurunan BM Impor Harus Majukan Industri

Jakarta, Aktual.co — Sekjen Indonesian Olefin & Plastic Industry Association (INAPlas) Fajar Budiyono mengatakan Inaplas mendukung kebijakan Menteri Perindustrian yang akan membahas usulan penurunan bea masuk impor bahan baku plastik dengan semua pihak yang terkait sepanjang mendorong kemajuan industri hulu dan hilir petrokimia nasional.

“Penurunan bea masuk impor bahan baku plastik dari 10 persen menjadi lima persen tanpa pembahasan yang komprehensif dan melibatkan semua pihak, dapat mengganggu keberadaan industri plastik hulu nasional,” kata Fajar saat dihubungi, Rabu (4/3).

Terkait usulan penurunan bea masuk impor bahan baku plastik seperti yang diajukan produsen plastik hilir, Fajar menjelaskan bahwa saat ini bea masuk impor bahan baku plastik dari negara anggota ASEAN sebenarnya sudah tidak ada alias nol persen. Sehingga, produsen plastik hilir bisa mendapatkan bahan baku impor dengan harga yang tidak jauh berbeda dengan produsen bahan baku plastik domestik. Thailand dan sejumlah negara anggota ASEAN lainnya mengalami surplus produksi polypropyelene (PP) dan polyethylene (PE) karena ada penurunan permintaan dari Tiongkok. Bahan baku tersebut dapat diimpor dengan bea masuk nol persen. Seharusnya sudah dapat memenuhi kebutuhan dalam negeri, ujar Fajar.

Fajar menambahkan, impor bahan baku plastik seperti PP dan PE saat ini mencapai 600 ribu ton dari total kebutuhan nasional yang mencapai 1,4 juta ton per tahun. Tingginya impor bahan baku plastik tersebut lantaran kapasitas produsen bahan baku plastik domestik masih di bawah kebutuhan nasional, sebesar 800 ribu ton per tahun.

Mengenai pengenaan bea masuk 10 persen yang ditetapkan pemerintah, kebijakan itu terutama ditujukan kepada negara produsen PP dan PE di luar ASEAN, terutama berasal dari Timur Tengah. Hal itu karena, harga bahan baku plastik dari kawasan tersebut jauh lebih murah dibanding negara-negara ASEAN termasuk Indonesia. Namun, jika permintaan penurunan bea masuk tersebut dikabulkan, tentunya akan mengganggu industri hulu domestik yang saat ini telah berinvestasi sangat besar dalam meningkatkan kapasitas produksinya.

Fajar mengatakan bahwa saat ini Pemerintah telah memberikan banyak kemudahan untuk industri hilir petrokimia dalam negeri seperti fasilitas tax allowance, tax holiday dan bea masuk ditanggung pemerintah (BMDTP). Inaplas mendukung rencana Menteri Perindustrian untuk mengkaji bersama dalam mengatasi masalah pasokan bahan baku plastik dengan industri hulu dan hilir, sebelum membahas penurunan bea masuk. “Apabila ada jenis bahan baku yang belum tersedia atau belum mencukupi, bisa diusahakan melalui BMDTP sepanjang digunakan untuk produksi dan tidak disalah gunakan,” ujar Fajar.

Fajar menegaskan, sebenarnya yang perlu dikhawatirkan saat ini justru membanjirnya impor produk plastik dalam bentuk jadi ke pasar Indonesia. Sehingga tidak hanya mengancam industri hilir tetapi juga industri hulu. Pemerintah sudah memberlakukan perlindungan dengan memberikan SNI, tetapi banyak beredar produk plastik terutama melamine yang tidak memiliki SNI. Bahkan, kendati pemerintah telah mengeluarkan safeguard dengan bea masuk anti dumping, tetapi produk-produk plastik impor tersebut sampai saat ini masih membanjiri pasar Indonesia.

Sebelumnya, Ketua Asosiasi Industri Plastik Hilir Indonesia (Aphindo) Cokro Gunawan meminta pemerintah menurunkan bea masuk impor bahan baku plastik dari sepuluh persen menjadi lima persen. Penurunan bea masuk impor tersebut diharapkan mampu meningkatkan daya saing industri hilir plastik karena pasokan di dalam negeri masih kurang. Menurut Cokro, bea masuk impor 5 persen, dapat membuat industri hilir bertahan ditengah gempuran impor produk plastik luar negeri.

Menanggapi usulan penurunan bea masuk tersebut, Menteri Perindustrian Saleh Husin menyatakan akan membahas hal tersebut dengan seluruh pemangku kepentingan, terutama industri plastik hulu. Sebab, pemerintah menginginkan industri hulu dan hilir dapat tumbuh bersama. “Saya tidak dapat langsung memutuskan menurunkan bea masuk impor bahan baku plastik menjadi lima persen. Kita perlu duduk bersama untuk membicarakannya. Karena, kami ingin industri hulu dan hilir sama-sama baik dan berkembang,” kata Menperin Saleh Husin belum lama ini.

Artikel ini ditulis oleh:

Polisi Masih Kumpulkan Data TKI Korban Pembiusan

Jakarta, Aktual.co — Polres Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, masih mendata jumlah TKI yang menjadi korban pembiusan dan perampokan.
Kasatreskrim Polres Bandara Soekarno-Hatta, Aszhari Kurniawan mengatakan, saat ini baru satu korban yang telah melaporkan kasus pembiusan kepada kepolisian. Korban tersebut yakni Alfian Toni yang baru tiba dari Abu Dhabi dan akan pulang ke Bekasi.
“Dari kasus tersebut, korban melapor dan kepolisian mengembangkan hingga akhirnya berhasil menangkap empat dari total enam tersangka. Tiga diantara pelaku terpaksa ditembak kakinya karena melawan. Sedangkan pelaku lainnya masih DPO dan terus dilakukan pengejaran,” kata dia di Tangerang, Rabu (4/3).
Sementara itu, TKI yang menjadi korban dan belum melapor atas kejadian tersebut yakni Teguh Supriyanto yang dibuang pelaku di Padalarang pada 25 Februari 2015. Samsuri dan Raga Bayu yang baru pulang dari Timur Tengah pada 7 Januari 2015 dan dibuang pelaku di Purwakarta. Dari kedua korban, pelaku berhasil mengambil uang sebanyak Rp60 juta.
Salah satu pelaku berinisial IF alias Klen ternyata pernah ditangkap di Jawa Tengah dengan kasus yang sama dan telah menjalani hukuman selama enam bulan di Semarang.
Keempat pelaku yang telah ditangkap, yakni RS alias Bolton, BD, JA dan IF alias Klen. Setiap tersangka memiliki peran seperti peracik obat bius, sopir mobil, berpura-pura sebagai TKI dan perencana.
Dia mengatakan, modus operandi yang digunakan pelaku, yakni mengaku sebagai TKI dari luar negeri dan menawarkan mobil tumpangan. Saat di pertengahan jalan, pelaku memberi minuman korban yang sudah dicampur obat bius.
“Ketika korban tak sadarkan diri, pelaku mengambil barang korban yang baru saja dibawa dari luar negeri. Pelaku membuang korban di hutan atau di jalan.”
Dari hasil keterangan yang diperoleh, pelaku telah melakukan 10 kali pembiusan dan perampokan barang milik para TKI yang baru tiba di tanah air dari luar negeri.
Barang bukti yang berhasil disita dari pelaku yakni buku tabungan korban, telepon genggam, pakaian dan barang bawaan lainnya hingga mobil yang kerap dipakai pelaku untuk mengantar korban pulang.
Adapun bandara yang kerap menjadi target operasi pelaku seperti Bandara Soekarno-Hatta, Bandara Adisucipto, Bandara Husen Sastranegara Bandung dan beberapa lainnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu

Rupiah Menguat Tipis ke Posisi Rp12.961

Jakarta, Aktual.co — Nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta, Rabu pagi, bergerak menguat tipis sebesar satu poin menjadi Rp12.961 dibandingkan sebelumnya di posisi Rp12.962 per dolar AS.

Ekonom Samuel Sekuritas Rangga Cipta di Jakarta, mengatakan bahwa dolar AS cenderung mengalami tekanan di kawasan Asia sehingga mencegah pelemahan lanjutan pada rupiah terhadap dolar AS meski tipis.

“Nilai tukar rupiah berpeluang melanjutkan penguatannya hari ini meski dalam kisaran terbatas terhadap dolar AS,” katanya.

Menurut dia, pelemahan dolar AS itu menyusul data penjualan mobil di Amerika Serikat yang diumumkan lebih rendah rendah dari harapan investor. Sementara data ekonomi dari Eropa seperti penjualan ritel Jerman membaik sehingga menambah tekanan terhadap dolar AS.

“Namun, secara umum dolar AS masih berada dalam tren penguatan terhadap mayoritas mata uang dunia, termasuk rupiah,” katanya.

Kepala Riset NH Korindo Securities Indonesia Reza Priyambada menilai bahwa data belanja konstruksi dan manufaktur Amerika Serikat yang mengalami penurunan menjadi salah satu pendorong mata uang dolar AS mengalami tekanan.

“Menurunnya data AS itu, tampaknya dimanfaatkan oleh sebagian pelaku pasar uang untuk mengambil posisi ambil untung setelah dalam beberapa hari terakhir ini mata uang Paman Sam itu mengalami penguatan,” katanya.

Kendati demikian, menurut dia, penguatan mata uang berlambang Garuda itu diproyeksikan hanya bersifat jangka pendek. Namun, diharapkan muncul sentimen positif dari dalam negeri yang dapat menopang penguatan lebih lanjut bagi mata uang rupiah.

“Ekspektasi perbaikan kinerja neraca perdagangan Indonesia diharapkan masih kuat sehingga akan menopang rupiah ke depannya,” katanya.

Artikel ini ditulis oleh:

Bekas Istana Saddam di Irak Kini Terlantar

Jakarta, Aktual.co — Bekas istana Saddam Hussein, mantan Presiden Irak yang digulingkan dan dihukum mati pasca invasi pasukan Amerika Serikat ke Irak tahun 2003, kini terlantar, terbengkalai, dan terlihat tidak terawat. Saddam ketika berkuasa punya beberapa istana. Bekas istana Saddam ini adalah yang terletak di wilyah Babylon, sekitar 90 km selatan Baghdad, ibukota Irak.
Demikian dilaporkan Redaktur Senior Aktual.co, Satrio Arismunandar dari Baghdad, Rabu (4/3). Satrio melakukan perjalanan ke beberapa kota di selatan Irak, termasuk ke kota suci Muslim Syiah di Karbala. Satrio direncanakan berziarah ke makam Ali bin Abi Thalib, sahabat Nabi Muhammad SAW, dan Imam pertama yang sangat dihormati dalam tradisi Muslim Syiah.
Ketika invasi pasukan AS mau masuk ke kota Baghdad pada 2003, pasukan AS menggunakan istana Saddam ini sebagai basis dan akomodasi untuk pasukan . Istana itu kini terlihat seperti gedung megah di atas bukit, tetapi isinya kosong melompong.
Temboknya penuh coretan dan kumuh. Tidak ada satu pun perabot yang tersisa, dan tampaknya isi istana sudah habis dijarah pada 2003. Meskipun istana ini bertingkat, pengunjung tidak bisa naik ke lantai atas, karena tangga untuk naik ditutup dengan kawat berduri.
Kini bekas istana Saddam ini hanya menjadi obyek wisata, tapi juga terkesan tidak dikelola serius. Ketika Aktual.co berkunjung ke sana, hanya sedikit wisatawan lain yang berkunjung dan mereka semuanya juga warga Irak. Tidak terlihat satu pun wisatawan asing.

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain