12 April 2026
Beranda blog Halaman 38414

Redam Pembegalan, Polres Bekasi Gencarkan Razia

Jakarta, Aktual.co — Polresta Bekasi Kota, Jawa Barat, rutin menggelar razia untuk meminimalisir tindak pencurian dan pembegalan kendaraan bermotor.
“Kami terus mengintensifkan razia, kususnya pada malam hari mulai pukul 21.00-24.00 WIB,” kata Kasubag Humas Polresta Bekasi Kota AKP Siswo di Bekasi, Selasa (3/3).
Menurut dia, kegiatan razia itu difokuskan setiap hari di beberapa ruas jalan yang rentan terjadi aksi kejahatan.
Lokasi itu di antaranya Jembatan Layang KH Noer Alie Summarecon di Jalan Ahmad Yani, Bekasi Selatan, Jalan Sultan Agung, Jalan KH Noer Alie Kalimalang, Jalan I Gusti Ngurah Rai, serta lokasi lainnya yang rawan.
Dia mengatakan, fokus razia dilakukan kepada pengendara yang tidak memiliki kelangkapan izin serta perangkat pengaman berkendara.
Kegiatan itu juga dimaksudkan untuk memberikan kenyamanan dan rasa aman pengendara dari segala bentuk ancaman kejahatan di jalan.
Siswo juga mengaku telah berkoordinasi dengan sejumlah kantor kepolisian di wilayah lain untuk menangkap para pelaku pembegalan maupun penadah barang hasil curian.
“Kami terus berkoordinasi dengan jajaran kepolisian di daerah tetangga untuk menjaga kondusivitas wilayah,” katanya.

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu

Lihat Kasus BG, Ahok Khawatir Laporan Dana Siluman Dilimpahkan ke Kejagung

Jakarta, Aktual.co —Baru juga melapor Jum’at (28/2) minggu lalu, Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) sudah ragu laporannya mengenai dana siluman bakal digarap serius Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Dia mengaku pesimis, melihat KPK melimpahkan kasus Komjen Budi Gunawan ke Kejaksaan Agung. Ahok khawatir nasib serupa bakal dialami laporannya soal dana siluman. “BG saja diambil alih Kejagung, saya juga bingung sama pimpinan KPK,” ujar dia, di Balai Kota, Jakarta, Selasa (3/3).
Ahok semakin dibuat ragu, ketika dengar kabar isu dari penyidik yang datang bahwa kasus dana siluman mau diambil alih Kejagung. 
Namun, keraguan Ahok dijawab Pelaksana Tugas (Plt) pimpinan KPK Johan Budi SP. Dia membantah laporan dana siluman Ahok telah dilimpahkan ke kejaksaan. 
“Tidak ada yang ngomong dilimpahkan ke kejaksaan. Gimana mau melimpahkan, dokumen saja baru ditelaah,” kata Johan, saat dikonfirmasi, Selasa (3/3).
Saat ini, laporan masih di bagian pengaduan masyarakat dan tengah ditelaah ada tidaknya indikasi tindak pidana korupsi seperti yang dilaporkan oleh Ahok. Jika ada indikasi tindak pidana, kata Johan, KPK akan melakukan pengumpulan data. Setelah itu, baru akan dilakukan penyelidikan.

Artikel ini ditulis oleh:

Presiden: Terorisme Masih Jadi Tantangan

Jakarta, Aktual.co — Presiden Joko Widodo kembali mengingatkan terorisme masih akan menjadi ancaman tidak hanya di Indonesia tetapi juga negara-negara lain di dunia.
“Saya kira tidak hanya Indonesia tapi juga negara lain, semua menghadapi mazhab yang sama terkait terorisme terutama Islamic State of Iraq and Syria (ISIS),” kata Presiden Jokowi ketika memberi pengarahan kepada peserta Rapimnas TNI-Polri di Auditorium Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK) Jakarta, Selasa (3/3).
Presiden menyebutkan adanya tantangan yang harus dihadapi Indonesia ke depan.
“Kita juga mempunyai program yang menjadi kewajiban kita bersama untuk menyelesaikan dan memperbaikinya,” tutupnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Pegawai KPK yang Ikut Demo Bakal Kena Sanksi

Jakarta, Aktual.co — Para pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan unjuk rasa di depan kantor lembaga tersebut, untuk menolak pelimpahan kasus Komisaris Jenderal Polisi Budi Gunawan ke Kejaksaan Agung.
Menanggapi hal tersebut Menteri Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN-RB) Yuddy Chrisnandi mengecam aksi yang dilakukan para pegawai KPK itu. 
“Tidak boleh tolak menolak. Ikuti prosedur institusi. Semua ada prosedur hukumnya. Semua saling menghormati tugasnya masing masing dan diikuti kesepakatan para pimpinan dan tak boleh pembangkangan,” kata Yuddy usai menghadiri Rapim TNI-Polri di PTIK, Jalan Tirtayasa, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (3/3).
Yuddy pun mengaku tak segan memberikan sanksi terhadap pegawai KPK yang membangkang tersebut. Menurut dia sanksi awal berupa teguran bisa dilakukan. “Ancaman saya berikan peringatan agar bekerja dengan baik,” katanya.
Sebelumnya, pelimpahan kasus rekening gendut Komjen Budi Gunawan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kepada Kejaksaan Agung, menimbulkan gejolak di internal lembaga antirasuah tersebut. Para pegawai yang tergabung dalam Wadah Pegawai KPK melakukan unjuk rasa menolak keputusan pimpinan KPK itu.
Ratusan pegawai KPK melakukan aksi penolakan di depan lobi kantor KPK, Selasa (3/3). Nampak Pelaksana tugas Ketua KPK Taufiqurrahman Ruki termenung di antara massa aksi melihat ketidakpuasan bawahannya.
Aksi pegawai KPK itu dipastikan membuat tugas-tugas pemberantasan korupsi terhambat. Mereka melakukan aksi mulai sekitar pukul 09.30 WIB.

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu

Tak Berikan Vaksinasi Polio, Ratusan Orang Tua di Pakistan Ditangkap

Malang, Aktual.co — Ratusan orang tua di wilayah utara bagian barat Pakistan ditangkap serta dipenjara oleh pemerintah setempat karena enggan memberikan vaksinasi polio kepada anak-anak mereka.

The Guardian melaporkan, juru bicara Pemerintah di wilayah Peshawar, menuturkan, sebanyak 471 orang dari berbagai desa dan kota telah dipenjara atas tuduhan membahayakan keamanan publik. Mereka tidak akan ditangkap dan ditahan apabila setuju melakukan vaksinasi terhadap anaknya.

“Ini adalah tindakan yang harus kulakukan, karena Pemerintah sangat bertekad memberantas polio,” kata Shakirullah Khan, Perwira Senior di Peshawar.

Untuk diketahui, Pakistan merupakan salah satu dari tiga negara-Afganistan dan Nigeria-yang diserang oleh endemik penyakit polio. Penyakit ini telah umum menyebar saat Taliban melarang vaksinasi dan beberapa tenaga medis.

Pada bulan Januari lalu, pemerintah menargetkan sekitar 35 juta anak harus mendapatkan vaksinasi dalam kampanye nasional. Pemerintah setempat juga telah terapkan strategi keamanan baru untuk melindungi vaksinator yang diancam dibunuh oleh Taliban.

Artikel ini ditulis oleh:

Beras Banten Naik 30 Persen,Ketidaknormalan Distribusi Picu Ulah Tengkulak

Jakarta, Aktual.co — Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperindag) Provinsi Banten, Mashuri membeberkan penyebab kenaikan harga beras di Provinsi Banten mencapai 30 persen. Dan para tengkulak juga turut serta dalam menaikkan harga menjadi lebih tinggi, Kamis (26/02/2015).

“Karena beras di Banten ini asalnya dari Kabupaten Pandeglang, tapi tidak bisa langsung dijual di sini. Beras dari Banten ini sampai ke tangan tengkulak dengan tawaran harga yang lebih tinggi,” kata Kadisperindag Provinsi di kantornya, di Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B), Kota Serang, Banten.

Seperti beras yang ada di Pasar Induk Rau (PIR), Kota Serang, dengan kualitas rendah dijual dengan harga Rp 7.000 hingga Rp 8.000 dalam satu liternya. Sedangkan beras berkualitas sedang mencapai Rp 8.000 hingga Rp 9.000. Jika dibandingkan dengan harga sebelumnya, beras dengan kualitas rendah dijual dengan herga 6.000 untuk beras kualitas sedang perliternya dihargai Rp 7.000.

Mashuri melihat kelakuan pasar itu juga terjadi lantaran beras hasil dari Kabupaten Pandeglang dikirim terlebih dulu ke wilayah Jawa, lalu di kemas dan dijual kembali ke tanah Banten. “Makanya jangan aneh kalau beli beras asal Banten tapi dari merk dagang asal Jawa Timur dan daerah lainnya. Karena para tengkulak ini. Sampai di Banten harganya sudah tinggi,” tegasnya.

Untuk itu, lanjutnya menerangkan, peran Bulog untuk menstabilkan kembali harga beras di Banten sangat dibutuhkan. Karena Bulog tidak melakukan distribusi beras sehingga para tengkulak dengan leluasanya mempermainkan harga beras.
“Banten terutama bagian selatan, menjadi lumbung penghasil beras,” jelasnya. Secara kuantitas,  “produksi kita tidak ada masalah, ini sudah mencukupi. Tapi, sekali lagi persoalannya bukan di situ, pendistribusiannya tadi. Makanya harga kemudian dimainkan oleh oknum tengkulak,” terangnya.

Terpisah, berbeda dengan yang diutarakan oleh Kepala Sub Divisi Regional (Kasubdivre) Bulog Serang, Guntur Muayaf menjelaskan permasalahan kelangkaaan selain harga beras naik juga terjadi oleh berbagai faktor. Salah satunya, belum memasuki musim panen dan terhambatnya penditribusian raskin (beras miskin) untuk masyarakat.

“Bulog siap operasi pasar. Tidak langka, cuma kenaikan harga (beras). Kenapa naik, karena sekarang ini musim tanam, belum (musim) panen. Jadi stock beras di masyarakat berkurang. Kedua penyaluran raskin belum maksimal. Karena sudah dua bulan, raskin belum tersalurkan,” terang Kasubdivre Bulog Serang,  ditemui di gudang Bulog Serang, Jalan Raya Cilegon, Desa Umbul Tengah, Kecamatan Taktakan, Kabupaten Serang.

Stock raskin sendiri, lanjut Guntur, ada sebanyak 2.355 ton, akan tetapi, terdapat 1.780 ton raskin yang diperuntukkan di wilayah Kabupaten Serang belum turun ketangan masyarakat oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang di bawah pimpinan Ahmad Raufik Nuriman.

“Stock bulog siap. Kalau ini sudah dimaksimalkan penyaluran raskin, harga beras bisa dikendalikan. Untuk enam bulan aman stocknya, jumlah nya 5.300 ton. Solusinya Maksimalkan raskin dan operasi pasar,” tutupnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain