12 April 2026
Beranda blog Halaman 38415

Tak Berikan Vaksinasi Polio, Ratusan Orang Tua di Pakistan Ditangkap

Malang, Aktual.co — Ratusan orang tua di wilayah utara bagian barat Pakistan ditangkap serta dipenjara oleh pemerintah setempat karena enggan memberikan vaksinasi polio kepada anak-anak mereka.

The Guardian melaporkan, juru bicara Pemerintah di wilayah Peshawar, menuturkan, sebanyak 471 orang dari berbagai desa dan kota telah dipenjara atas tuduhan membahayakan keamanan publik. Mereka tidak akan ditangkap dan ditahan apabila setuju melakukan vaksinasi terhadap anaknya.

“Ini adalah tindakan yang harus kulakukan, karena Pemerintah sangat bertekad memberantas polio,” kata Shakirullah Khan, Perwira Senior di Peshawar.

Untuk diketahui, Pakistan merupakan salah satu dari tiga negara-Afganistan dan Nigeria-yang diserang oleh endemik penyakit polio. Penyakit ini telah umum menyebar saat Taliban melarang vaksinasi dan beberapa tenaga medis.

Pada bulan Januari lalu, pemerintah menargetkan sekitar 35 juta anak harus mendapatkan vaksinasi dalam kampanye nasional. Pemerintah setempat juga telah terapkan strategi keamanan baru untuk melindungi vaksinator yang diancam dibunuh oleh Taliban.

Artikel ini ditulis oleh:

Beras Banten Naik 30 Persen,Ketidaknormalan Distribusi Picu Ulah Tengkulak

Jakarta, Aktual.co — Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperindag) Provinsi Banten, Mashuri membeberkan penyebab kenaikan harga beras di Provinsi Banten mencapai 30 persen. Dan para tengkulak juga turut serta dalam menaikkan harga menjadi lebih tinggi, Kamis (26/02/2015).

“Karena beras di Banten ini asalnya dari Kabupaten Pandeglang, tapi tidak bisa langsung dijual di sini. Beras dari Banten ini sampai ke tangan tengkulak dengan tawaran harga yang lebih tinggi,” kata Kadisperindag Provinsi di kantornya, di Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B), Kota Serang, Banten.

Seperti beras yang ada di Pasar Induk Rau (PIR), Kota Serang, dengan kualitas rendah dijual dengan harga Rp 7.000 hingga Rp 8.000 dalam satu liternya. Sedangkan beras berkualitas sedang mencapai Rp 8.000 hingga Rp 9.000. Jika dibandingkan dengan harga sebelumnya, beras dengan kualitas rendah dijual dengan herga 6.000 untuk beras kualitas sedang perliternya dihargai Rp 7.000.

Mashuri melihat kelakuan pasar itu juga terjadi lantaran beras hasil dari Kabupaten Pandeglang dikirim terlebih dulu ke wilayah Jawa, lalu di kemas dan dijual kembali ke tanah Banten. “Makanya jangan aneh kalau beli beras asal Banten tapi dari merk dagang asal Jawa Timur dan daerah lainnya. Karena para tengkulak ini. Sampai di Banten harganya sudah tinggi,” tegasnya.

Untuk itu, lanjutnya menerangkan, peran Bulog untuk menstabilkan kembali harga beras di Banten sangat dibutuhkan. Karena Bulog tidak melakukan distribusi beras sehingga para tengkulak dengan leluasanya mempermainkan harga beras.
“Banten terutama bagian selatan, menjadi lumbung penghasil beras,” jelasnya. Secara kuantitas,  “produksi kita tidak ada masalah, ini sudah mencukupi. Tapi, sekali lagi persoalannya bukan di situ, pendistribusiannya tadi. Makanya harga kemudian dimainkan oleh oknum tengkulak,” terangnya.

Terpisah, berbeda dengan yang diutarakan oleh Kepala Sub Divisi Regional (Kasubdivre) Bulog Serang, Guntur Muayaf menjelaskan permasalahan kelangkaaan selain harga beras naik juga terjadi oleh berbagai faktor. Salah satunya, belum memasuki musim panen dan terhambatnya penditribusian raskin (beras miskin) untuk masyarakat.

“Bulog siap operasi pasar. Tidak langka, cuma kenaikan harga (beras). Kenapa naik, karena sekarang ini musim tanam, belum (musim) panen. Jadi stock beras di masyarakat berkurang. Kedua penyaluran raskin belum maksimal. Karena sudah dua bulan, raskin belum tersalurkan,” terang Kasubdivre Bulog Serang,  ditemui di gudang Bulog Serang, Jalan Raya Cilegon, Desa Umbul Tengah, Kecamatan Taktakan, Kabupaten Serang.

Stock raskin sendiri, lanjut Guntur, ada sebanyak 2.355 ton, akan tetapi, terdapat 1.780 ton raskin yang diperuntukkan di wilayah Kabupaten Serang belum turun ketangan masyarakat oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang di bawah pimpinan Ahmad Raufik Nuriman.

“Stock bulog siap. Kalau ini sudah dimaksimalkan penyaluran raskin, harga beras bisa dikendalikan. Untuk enam bulan aman stocknya, jumlah nya 5.300 ton. Solusinya Maksimalkan raskin dan operasi pasar,” tutupnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Pengemudi Becak dan Penumpang Tewas Diseruduk Mobil

Jakarta, Aktual.co —Nahas benar nasib Jaenal (48) dan Nasikin (43). Keduanya jadi korban tabrak lari tadi pagi sekitar pukul 07.00Wib, di Jalan Tubagus Angke, Jembatan Dua, Tambora, Jakarta Barat.
Jaenal yang baru pulang belanja di Pasar Angke membawa belanjaan seperti salak, rambutan, dan manggis menumpang becak milik Nasikin. 
Sampai akhirnya becak tersebut diseruduk si pengemudi yang tak bertanggungjawab. Nasikin yang merupakan warga Sigedong, RT 07, RW 01, Bumi Jaya Tegal dan Jaenal warga Kunciran, Tangerang, Banten pun tewas seketika. “Kedua korban meninggal dunia dilokasi dengan luka parah di kepala, dan becaknya ringsek,” kata Kanit Laka Lantas Polsek Tambora, AKP Hari Siswadi, Selasa (3/3).
Si penabrak langsung melarikan diri, meninggalkan korban terluka parah. “Pengemudi mobil masih kami kejar,” ujar Hari.
Kedua jenazah langsung dibawa ke Rumah Sakit Cipto Mangungkusumo, Jakarta Pusat untuk dilakukan otopsi.

Artikel ini ditulis oleh:

Pekat IB: Langkah KPK Limpahkan Kasus BG Sudah Tepat

Jakarta, Aktual.co — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi melimpahkan perkara dugaan gratifikasi Komjen Pol Budi Gunawan ke Kejaksaan Agung (Kejagung). Pelimpahan itu lantaran KPK tak berhak mengusut kasus yang menjerat Kalemdikpol Polri tersebut.
Menurut Ketua Umum Pembela Kesatuan Tanah Air Indonesia Bersatu (Pekat IB) Markoni Koto, pelimpahan penanganan kasus Komjen Budi Gunawan kepada Kejaksaan Agung sudah tepat.
“Mengingat, salah satu alasan putusan pengadilan menerima praperadilan BG adalah ketiadaan wewenang KPK untuk menangani kasus BG,” kata Koto dalam siaran pers yang diterima Aktual.co, Selasa (3/3).
Jika lembaga superbody itu memaksakan diri untuk menangani kasus tersebut, kata Koto, KPK akan melabrak keputusan pengadilan. “Kalau sudah dianggap tidak berwenang, masak mau dilanjutkan?”
Selain itu, dia menambahkan dengan dilimpahkannya kasus BG ke penegak hukum lainnya, maka putuslah mata rantai masalah yang kini selalu dihubung-hubungkan sebagai penyebab konflik antar dua lembaga tersebut. “Selama ini, isunya kan selalu dibilang saling balas dendam, nah isu akan hilang jika KPK limpahkan kasus ini.”

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu

Semburan Lumpur Mirip Lapindo Terjadi di NTT

Kupang, Aktual.co — Warga Desa Uiasa, Pulau Semau, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) terkejut lantaran munculnya semburan lumpur mirip Lapindo di wilayah mereka. Semburan berupa lumpur dingin ini sudah terjadi sejak dua pekan silam dan semakin meluas.
“Semburannya lumpurnya mencapai 1,5 meter, sekarang telah mengalir hingga radius 800 meter dari titik semburan,” kata Frits, Warga Pulau Semau yang dihubungi Aktual.co , Selasa (3/3).
Menurutnya, walaupun semburan lumpur sudah terjadi dua pekan, namun belum ada penanganan dari pemerintah. Dikuatirkan jika tidak ada tindakan bisa mengancam pemukiman warga yang tidak jauh dari titik semburan.
“Meski tidak ada bau belerang, tapi semburannya terus mengalir sehingga warga resah. Titik semburan hanya dipisahkan oleh jalan dan daerah pertanian dengan rumah warga” tambahnya.
Dia mengakui, tanaman warga berupa semangka, jagung maupun kacang yang terkena aliran lumpur semuanya rusak. “Lumpurnya cukup tebal mencapai satu meter. Untuk itu warga sangat berharap ada tindakan segera daripemerintah sehingga kerusakan tanaman tidak meluas,” ujarnya.
Awalnya, kata Frits, ada tiga titik semburan, namun dua titik sudah berhenti mengeluarkan lumpur dan tinggal satu titik yang aktif. Akibat semburan ini, terjadi retakan tanah sepanjang 500 meter dengan kedalaman satu meter.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) NTT,  Tini Thadeus mengaku belum tahu terjadi semburan lumpur dingin di Pulau Semau.
“Kami akan cek luapan lumpur di Pulau Semau. Namun, hingga hari ini belum ada laporan,” katanya

Artikel ini ditulis oleh:

Sumbar Dapat Bantuan Bangun Pusat Industri Kreatif 10.000 Hektar

Jakarta, Aktual.co — Jakarta, Aktual.co —  Provinsi Sumatera Barat mendapatkan bantuan dari Kementerian Perindustrian untuk membangun pusat industri kreatif seluas 10.000 hektare yang akan diarahkan ke Kabupaten Padang Pariaman.

Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno di Padang, Selasa (3/3) mengatakan, pusat industri kreatif itu akan dibangun di Kabupaten Padang Pariaman dengan anggaran ratusan miliar rupiah yang ditanggung oleh pusat. “Anggaran itu telah masuk dalam APBN P 2015 dan segera bisa dilaksanakan,” kata dia.

Ia mengatakan, karakter orang Sumbar memang lebih suka membuka usaha sendiri dari pada menerima upah, karena itu industri padat karya agak sulit berkembang di daerah tersebut. “Kita telah sampaikan karakter orang Sumbar ini kepada Menperin, dan direspon positif dengan bantuan berupa pusat industri kreatif yang lebih tepat dengan karakter orang Sumbar,” kata dia.

Menurut dia, di kawasan pusat industri kreatif itu nantinya akan berbentuk industri padat informasi dan teknologi (IT). Dia mengatakan, Disperindag Sumbar, Dinas Kehutanan, Prasjaltarkim, Bappeda, Bapedalda, dan Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman telah berkoordinasi untuk mewujudkan rencana tersebut.

“Untuk lokasi, kita sudah minta Bupati Padang Pariaman mempersiapkan tanah, dan tahap pertama telah ada seluas 5.000 hektare di samping stadium utama di jalan pintas Duku – Sicincin,” kata dia.

Menurutnya, total tanah yang dibutuhkan untuk pembangunan pusat industri tersebut direncanakan 10.000 hektare namun untuk tahap pertama dibebaskan 5.000 hektare dengan anggaran ditanggung pusat melalui APBN Perubahan. Dia mengatakan, persiapan untuk pembangunan pusat industri kreatif itu terus dipacu.

“DPRD tengah mempersiapkan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) yang berkaitan dengan tata ruang, Amdal akan diurus oleh Bapedalda, RDTR oleh PU, hutan oleh Dinas Kehutanan, sementara Kabupaten Padang Pariaman kita harapkan bisa menyiapkan Perda pendukung secepatnya,” kata dia.

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain