12 April 2026
Beranda blog Halaman 38416

Semburan Lumpur Mirip Lapindo Terjadi di NTT

Kupang, Aktual.co — Warga Desa Uiasa, Pulau Semau, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) terkejut lantaran munculnya semburan lumpur mirip Lapindo di wilayah mereka. Semburan berupa lumpur dingin ini sudah terjadi sejak dua pekan silam dan semakin meluas.
“Semburannya lumpurnya mencapai 1,5 meter, sekarang telah mengalir hingga radius 800 meter dari titik semburan,” kata Frits, Warga Pulau Semau yang dihubungi Aktual.co , Selasa (3/3).
Menurutnya, walaupun semburan lumpur sudah terjadi dua pekan, namun belum ada penanganan dari pemerintah. Dikuatirkan jika tidak ada tindakan bisa mengancam pemukiman warga yang tidak jauh dari titik semburan.
“Meski tidak ada bau belerang, tapi semburannya terus mengalir sehingga warga resah. Titik semburan hanya dipisahkan oleh jalan dan daerah pertanian dengan rumah warga” tambahnya.
Dia mengakui, tanaman warga berupa semangka, jagung maupun kacang yang terkena aliran lumpur semuanya rusak. “Lumpurnya cukup tebal mencapai satu meter. Untuk itu warga sangat berharap ada tindakan segera daripemerintah sehingga kerusakan tanaman tidak meluas,” ujarnya.
Awalnya, kata Frits, ada tiga titik semburan, namun dua titik sudah berhenti mengeluarkan lumpur dan tinggal satu titik yang aktif. Akibat semburan ini, terjadi retakan tanah sepanjang 500 meter dengan kedalaman satu meter.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) NTT,  Tini Thadeus mengaku belum tahu terjadi semburan lumpur dingin di Pulau Semau.
“Kami akan cek luapan lumpur di Pulau Semau. Namun, hingga hari ini belum ada laporan,” katanya

Artikel ini ditulis oleh:

Sumbar Dapat Bantuan Bangun Pusat Industri Kreatif 10.000 Hektar

Jakarta, Aktual.co — Jakarta, Aktual.co —  Provinsi Sumatera Barat mendapatkan bantuan dari Kementerian Perindustrian untuk membangun pusat industri kreatif seluas 10.000 hektare yang akan diarahkan ke Kabupaten Padang Pariaman.

Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno di Padang, Selasa (3/3) mengatakan, pusat industri kreatif itu akan dibangun di Kabupaten Padang Pariaman dengan anggaran ratusan miliar rupiah yang ditanggung oleh pusat. “Anggaran itu telah masuk dalam APBN P 2015 dan segera bisa dilaksanakan,” kata dia.

Ia mengatakan, karakter orang Sumbar memang lebih suka membuka usaha sendiri dari pada menerima upah, karena itu industri padat karya agak sulit berkembang di daerah tersebut. “Kita telah sampaikan karakter orang Sumbar ini kepada Menperin, dan direspon positif dengan bantuan berupa pusat industri kreatif yang lebih tepat dengan karakter orang Sumbar,” kata dia.

Menurut dia, di kawasan pusat industri kreatif itu nantinya akan berbentuk industri padat informasi dan teknologi (IT). Dia mengatakan, Disperindag Sumbar, Dinas Kehutanan, Prasjaltarkim, Bappeda, Bapedalda, dan Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman telah berkoordinasi untuk mewujudkan rencana tersebut.

“Untuk lokasi, kita sudah minta Bupati Padang Pariaman mempersiapkan tanah, dan tahap pertama telah ada seluas 5.000 hektare di samping stadium utama di jalan pintas Duku – Sicincin,” kata dia.

Menurutnya, total tanah yang dibutuhkan untuk pembangunan pusat industri tersebut direncanakan 10.000 hektare namun untuk tahap pertama dibebaskan 5.000 hektare dengan anggaran ditanggung pusat melalui APBN Perubahan. Dia mengatakan, persiapan untuk pembangunan pusat industri kreatif itu terus dipacu.

“DPRD tengah mempersiapkan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) yang berkaitan dengan tata ruang, Amdal akan diurus oleh Bapedalda, RDTR oleh PU, hutan oleh Dinas Kehutanan, sementara Kabupaten Padang Pariaman kita harapkan bisa menyiapkan Perda pendukung secepatnya,” kata dia.

Artikel ini ditulis oleh:

Ingin Rambut Sehat dan Berkilau? Ini Cara Benar dalam Merawat Rambut

Jakarta, Aktual.co — Anda ingin memiliki rambut sehat, hitam dan berkilau? Selain makanan sehat yang berpengaruh bagi kesehatan rambut, namun juga ada faktor-faktor eksternal seperti mandi yang mempengaruhi rambut kuat dan tidak berketombe. Berikut tips alami, kami hadirkan kepada Anda.

1.Memakai sampo yang benar
Kebanyakan orang pasti memakai sampo langsung mengoleskannya ke rambut. Namun, para ahli mengatakan, bahwa saat keramas, sampo dioleskan pada kulit kepala, akar dan tengkuk. Tiga area itu lebih efektif karena lebih banyak terserang kotoran atau ketombe. Dan jangan terlalu banyak menggunakan sampo, karena menyebabkan rambut kering.

2. Hindari air hangat
Keramas menggunakan air hangat, memiliki efek buruk pada kulit dan rambut Anda. Karena dapat menghilangkan minyak esensial pada rambut, dan juga menyebabkan rambut kusut.

3. Jangan terlalu sering
Salah satu cara menghindari kerusakan rambut yaitu, dengan tidak keramas terlalu sering. Keramaslah sesuai kebutuhan. Sampo berlebihan dapat mengeringkan rambut Anda, maka pemakaian sampo yakni, dua kali dalam seminggu agar rambut Anda tetap sehat.

4. Pengeringan
Setelah keramas, sebaiknya Anda mengeringkan rambut dengan handuk dan gosokkan secara perlahan. Karena jika Anda menggosoknya dengan keras, mampu menimbulkan akar dan ujung rambut tersebut rusak.

Artikel ini ditulis oleh:

DPR: Sanksi Kemenhub Terhadap Lion Air Hanya Basa-basi

Jakarta, Aktual.co — Anggota Komisi V DPR RI Fauzi Amro mengatakan Kemenhub hanya basa-basi berikan sanksi yang diberikan kepada Lion Air.
Alasannya, pihak kemenhub hanya membekukan rute baru Lion Air dan rute yang tidak dipakai oleh maskapai berlogo Singa ini.
“Harusnya kemenhun berikan efek jera, bukan ada kesepakatan di balik sanksi ini,” ucap dia kepada Aktual.co, Selasa (3/3).
Menurutnya, sanksi basa-basi ini sudah menjadi kebudayaan di kemenhub. Hrausnya, dalam kasus Lion Air ini seluruh ijin penerbangan dibekukan sementara selama sebulan untuk dievaluasi secara massif.
“Sebulan itu waktu yang paling cepat dan kemenhub investigasi massif,” demikian Fauzi.
Seperti diberitakan, kesembilan rute Lion Air yang dibekukan memang rute yang tidak dilalui. 
Direktur Operasional Lion Air, Kapten Daniel Putut mengungkapkan bahwa ke depan Lion Air akan mengajukan permohonan kembali bila slot tersebut akan digunakan kembali.

Artikel ini ditulis oleh:

KPK Tak Akan Limpahkan Laporan Dana Siluman Ahok

Jakarta, Aktual.co — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memastikan akan tetap mengusut laporan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) soal dana siluman di APBD DKI senilai lebih dari Rp 12 triliun.
Pelaksana Tugas (Plt) pimpinan KPK Johan Budi SP membantah laporan tersebut pun telah dilimpahkan ke kejaksaan. 
“Tidak ada yang ngomong dilimpahkan ke kejaksaan. Gimana mau melimpahkan, dokumen saja baru ditelaah,” kata Johan Budi saat dikonfirmasi, Selasa (3/3).
Saat ini, sambung Johan, laporan itu masih berada di bagian pengaduan masyarakat dan tengah ditelaah ada tidaknya indikasi tindak pidana korupsi seperti yang dilaporkan oleh Ahok itu.
Johan mengatakan, jika ada indikasi tindak pidana, selanjutnya KPK akan melakukan pengumpulan data. Setelah itu, baru akan dilakukan penyelidikan.
“Kemarin itu yang nemuin Ahok juga banyak, ada lima pimpinan. Pak Ruki, Pak Anto, Pak Pandu dan Deputi PIPM (Pengawasan Internal Pengaduan Masyarakat),” tegas Johan.
Ahok sebelumnya memberikan pernyataan yang mengagetkan bahwa laporannya akan dilimpahkan ke kejaksaan. Namun, tak diketahui Ahok dapat ‘bisikan’ dari mana soal pelimpahan itu. Untuk diketahui, di KPK berkas pelaporan tak bisa dilimpahkan.

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu

Pengamat: Melonjaknya Harga Beras Justru Rugikan Petani dan Konsumen

Jakarta, Aktual.co —  Para petani tidak mendapat keuntungan sedikit pun terkait dengan kenaikan harga beras saat ini, kata pengamat pertanian Khudori di Jakarta, Selasa (3/3). Menurut dia, pihak yang paling diuntungkan ialah mereka yang ada di level tengah, pedagang besar atau pemilik penggilingan.

“Justru yang paling dirugikan adalah petani dan konsumen,” kata Khudori.

Karena ketidakseimbangan dalam harga jual di tingkat petani dengan pedagang, lanjut dia, terdapat celah harga yang relatif sangat besar.

Harga pembelian pemerintah (HPP) pada beras lebih rendah daripada harga jual di pasar, yakni HPP-nya sebesar Rp6.800,00 per kilogram, sedangkan konsumen membeli beras dengan harga Rp7.400,00/kg. “Jika skema pembelian seperti itu, memang akan menguntungkan petani. Akan tetapi, dengan situasi sekarang, jawabannya ya atau tidak,” kata Khudori.

Kenaikan harga beras yang mencapai 30 persen di beberapa daerah, menurut dia, akibat adanya perbedaan transmisi harga antara gabah dan beras, atau sebaliknya. Akan tetapi, kata dia, kondisi harga beras yang tengah terjadi saat ini tidak bisa disangkutpautkan dengan tindakan kartel atau spekulan beras yang bersekongkol untuk menaikkan harga.

Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) menyatakan bahwa kenaikan harga beras yang terjadi beberapa bulan belakangan ini tidak ada kaitannya dengan kartel atau mafia beras. “Pedagang besar dan pengusaha penggilingan memang berpotensi menjadi spekulan. Namun, tidak bisa dikatakan kartel karena tidak ada sifat-sifat yang seperti itu,” kata Komisioner KPPU Syarkawi Rauf, Senin (2/3).

Sifat-sifat yang dia maksud ialah adanya koordinasi atau persekongkolan untuk menentukan jumlah produksi, harga, dan pembagian wilayah penjualan beras. Namun, hal tersebut belum bisa dibuktikan karena dalam kondisi saat ini kenaikan harga beras di tiap wilayah berbeda dan dinilai hanya sebuah respons pedagang lokal terhadap situasi pasar.

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain