12 April 2026
Beranda blog Halaman 38417

Pengamat: Melonjaknya Harga Beras Justru Rugikan Petani dan Konsumen

Jakarta, Aktual.co —  Para petani tidak mendapat keuntungan sedikit pun terkait dengan kenaikan harga beras saat ini, kata pengamat pertanian Khudori di Jakarta, Selasa (3/3). Menurut dia, pihak yang paling diuntungkan ialah mereka yang ada di level tengah, pedagang besar atau pemilik penggilingan.

“Justru yang paling dirugikan adalah petani dan konsumen,” kata Khudori.

Karena ketidakseimbangan dalam harga jual di tingkat petani dengan pedagang, lanjut dia, terdapat celah harga yang relatif sangat besar.

Harga pembelian pemerintah (HPP) pada beras lebih rendah daripada harga jual di pasar, yakni HPP-nya sebesar Rp6.800,00 per kilogram, sedangkan konsumen membeli beras dengan harga Rp7.400,00/kg. “Jika skema pembelian seperti itu, memang akan menguntungkan petani. Akan tetapi, dengan situasi sekarang, jawabannya ya atau tidak,” kata Khudori.

Kenaikan harga beras yang mencapai 30 persen di beberapa daerah, menurut dia, akibat adanya perbedaan transmisi harga antara gabah dan beras, atau sebaliknya. Akan tetapi, kata dia, kondisi harga beras yang tengah terjadi saat ini tidak bisa disangkutpautkan dengan tindakan kartel atau spekulan beras yang bersekongkol untuk menaikkan harga.

Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) menyatakan bahwa kenaikan harga beras yang terjadi beberapa bulan belakangan ini tidak ada kaitannya dengan kartel atau mafia beras. “Pedagang besar dan pengusaha penggilingan memang berpotensi menjadi spekulan. Namun, tidak bisa dikatakan kartel karena tidak ada sifat-sifat yang seperti itu,” kata Komisioner KPPU Syarkawi Rauf, Senin (2/3).

Sifat-sifat yang dia maksud ialah adanya koordinasi atau persekongkolan untuk menentukan jumlah produksi, harga, dan pembagian wilayah penjualan beras. Namun, hal tersebut belum bisa dibuktikan karena dalam kondisi saat ini kenaikan harga beras di tiap wilayah berbeda dan dinilai hanya sebuah respons pedagang lokal terhadap situasi pasar.

Artikel ini ditulis oleh:

Pegawai Demo, Ruki Antara Terharu dan Senang

Jakarta, Aktual.co — Para pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi yang mengatasnamakan diri Wadah Pegawai KPK melakukan unjuk rasa di depan kantor lembaga tersebut, Selasa (3/3).
Aksi unjuk rasa itupun disaksikan langsung oleh Pelaksana Tugas (Plt) Ketua KPK, Taufiqurrahman Ruki dan pimpinan lainnya.
Atas aksi yang dilakukan para pegawai itu, Ruki mengaku merasa terharu sekaligus senang karena pegawainya mempunyai sikap kritis terhadap putusan yang telah diambil pimpinan, KPK yang melimpahkan kasus Komjen Budi Gunawan ke Kejaksaan Agung.
“Saya senang, saya terharu. Karena mereka jadi begini adalah bentukan kami jilid I. Saya adalah bagian dari mereka. Karena itu, dengan senang hati saya dengarkan, saya simak dan tandatangani,” ujar Ruki.
Meski begitu Ruki berpandangan jika memang para pegawai merasa kepemimpinannya dianggap malah menjadikan lembaga antirasuah itu melemah, maka dia siap untuk turun dari jabatannya.
“Saya harus katakan, yang mengangkat saya pak Presiden. Saya kembalikan ke Presiden. Kalau Presiden kemudian menilai bahwa saya tidak firm, oh dengan senang hati (dicopot jabatannya Plt Ketua KPK). Toh saya juga tidak cari kerja,” tegasnya.
Seperti diwartakan sebelumnya, puluhan pegawai yang tergabung ke dalam Wadah Pegawai KPK hari ini menggelar aksi sebagai bentuk pernyataan sikap menolak beberapa keputusan komisioner KPK terkait kasus Komisaris Jenderal Polisi (Komjen Pol) Budi Gunawan (BG).
Mereka menolak putusan pimpinan KPK yang melimpahlan kasus tersebut ke Kejaksaan Agung. WP KPK juga meminta komisioner KPK mengajukan upaya hukum luar biasa yakni Peninjauan Kembali (PK) atas putusan praperadilan BG.

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu

Sekda DKI Siap Dipanggil Pansus Hak Angket DPRD

Jakarta, Aktual.co —Sekretaris Daerah DKI Jakarta Saefullah mengaku siap jika dipanggil Panitia Khusus Hak Angket DPRD DKI untuk dimintai keterangan seputar APBD 2015. 
Mantan Wali Kota Jakarta Pusat itu juga mengaku tak takut jika jadi orang pertama yang dipanggil dewan. “Ya pasti dipanggil saya datanglah. Eksekutif sama legislatif kan mitra jadi pasti datang,” ujar dia, di Balai Kota, Senin (2/3) kemarin.
Berpendapat eksekutif dan legislatif adalah mitra kerja, Saefullah yakin kisruh saat ini soal APBD 2015, tidak akan merubah hubungan kedua lembaga tersebut dalam menjalankan pemerintahan.
“Kan teman-teman semua juga (DPRD),” ujar dia.
Sebelumnya, usai gelar rapat perdana, panitia khusus hak angket mengatakan segera melayangkan surat panggilan ke eksekutif dalam rangka penyelidikan pelanggaran di APBD DKI 2015.
“Besok kita sudah mulai jalan dari Depdagri. Lusa, kita mulai pemanggilan. Jadi semua yang terkait SKPD, Gubernur (Ahok) juga akan kita panggil,” kata Ketua Pansus Hak Angket M Ongen Sangaji, Senin (2/3) kemarin.

Artikel ini ditulis oleh:

Soetrisno Bachir: Tidak ada Matahari Kembar

Denpasar, Aktual.co — Saat ini, keberadaan partai politik di Indonesia semakin berjarak dengan masyarakat, bahkan masyarakat melihat secara sketpis keberadaan parpol tersebut. Di sisi lain, banyak generasi muda yang menafikan mengenai partai politik. Untuk itu, MPP berupaya untuk memberikan saran konstruktif dan terobosan positif yang bisa dilakukan dan dijalankan oleh  DPP PAN lima tahun kedepan.
“MPP berupaya memberikan pertimbangan terbaik bagi DPP untuk dijalankan. Sehingga tidak ada anggapan yang menilai bahwa ada dualisme. Matahari itu hanya satu, tidak ada matahari kembar,”
Berkaitan dengan koalisi apakah tetap berada di Koalisi Merah Putih atau bergeser masuk dalam pusaran Koalisi Indonesia Hebat, Sutrisno mengatakan, MPP akan membangun dialog untuk mengkaji sebelum mengambil keputusan strategis. Pasalnya politik itu dinamis, untuk itu akan mengikuti perkembangan politik yang ada dalam panggung politik nasional.
“Yang perlu saya tegaskan sesuai dengan pidato Ketua Umum dalam pembukaan Kongres bahwa PAN akan berada dalam posisi yang terhormat dan senantiasa akan mengkritisi kebijakan pemerintah yang kontradiktif dengan masyarakat. Namun, bilamana ada program yang pro rakyat PAN akan mendukung,”paparnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Prasetio Heran Ahok Ngaku Bikin ‘Jebakan Batman’ Anggaran

Jakarta, Aktual.co —Pernyataan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) kembali menuai kritik. Kali ini, terkait pernyataan dia yang mengaku sengaja menjebak DPRD DKI dalam penyusunan APBD 2015.
Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetio Edi Marsudi mengaku heran, kalau benar Ahok memang ingin ‘menjerat’ oknum pemain anggaran siluman di APBD DKI kenapa harus lewat cara menjebak. “Kenapa tidak bawa ke polisi atau Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)?” kata politisi PDI-P itu, saat dihubungi, Senin (2/3) malam.
Keheranan Pras tak cuma di situ. Pengakuan Ahok yang menunggu dewan memutuskan dulu pemberlakuan hak angket sebelum dia melapor adanya anggaran siluman, juga membuatnya geleng kepala. Menurutnya itu menunjukkan ketidakkonsistenan Ahok dalam membongkar persoalan anggaran siluman di APBD.
“Selama ini masyarakat dipaksa untuk lapor polisi kalau ada oknum yang jual rusun (rumah susun). Sementara Gubernurnya sendiri (Ahok) setelah ada tekanan hak angket baru lapor. Mestinya langsung lapor dong kalau ada kecurigaan,” ucap dia.
Sebelumnya, Senin (2/3) kemarin, di Balai Kota, pernyataan bangga dilontarkan Ahok yang mengklaim telah berhasil menjerat ‘permainan’ anggota dewan dalam penyusunan APBD DKI 2015.
“Kalau tanpa e-budgeting DPRD selalu ngeles “Bukan kami yang ngetik. Yang ngetik kan anda (eksekutif)” Mereka (DPRD) merasa SKPD yang main. Makanya saya tungguin, begitu e-budgeting 2015 mereka pikir seperti itu. Ini namanya jebakan ‘batman’ versi Ahok,” kata Ahok kemarin. 

Artikel ini ditulis oleh:

Berikut Rekomendasi Kongres PAN

Denpasar, Aktual.co — Dalam Kongres PAN tersebut dilahirkan beberapa rekomendasi penting, salah satunya yakni mengembalikan sumber daya alam untuk kepentingan seluruh rakyat Indonesia. 
“Tidak ada lagi ekspor hasil-hasil SDA untuk bahan baku, harus diproses dalam Negeri. Selain itu, rekomendasi penting lainnya berkaitan dengan penyelesaian pelanggaran HAM berat,” jelas Zulkifli.
Penutupan Kongres IV PAN tidak semeriah pada pembukaan Kongres. Selain tidak dihadiri oleh Mantan Ketua Umum Hatta Rajasa, nampak juga kader pendukung Hatta Rajasa terlihat sepi di arena Kongres. Dalam kesempatan tersebut, hadir Ketua Dewan Kehormatan terpilih Amien Rais.
Dalam sambutan Ketua Majelis Pertimbangan Partai (MPP) PAN terpilih Sutrisno Bachir, dirinya menyapa Amien Rais dengan sapaan Imam. 
Pasalnya, dirinya menilai, sosok Amien lebih dari ketua Dewan Kehormatan. “Amien tidak sekedar memberi contoh kepada kita tetap kepada Indonesia dan kepada Parpol yang terbius dengan jabatan,” bebernya.
Sutrisno juga menilai bahwa reformasi dianggap gagal dan menjadi polemik bangsa ini. Reformasi akan berhasil bilamana PAN yang menjadi partai pelopor reformasi mampu memainkan perannya sesuai dengan apa yang diharapakan. 
“PAN belum menjadi partai yang besar sehingga perjuangan yang diperjuangkan oleh Amin belum terjawab. Kongres ini menjadi momentum bagi kita untuk menyusun agenda reformasi sesuai dengan apa yang diperjuangkan oleh Pak Amin,” jelasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain