13 April 2026
Beranda blog Halaman 38429

Lindungi Kawasan Karst Karawang, SK Menteri ESDM Ditunggu

Jakarta, Aktual.co —Sekitar 300 hektare kawasan karst (kapur) di Kecamatan Pangkalan di Karawang selatan rusak akibat penambangan ilegal.
Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Pertambangan dan Energi Pemerintah Kabupaten Karawang, Hanafi, mengatakan awalnya kawasan bentang alam karst memiliki luas 3.100 hektare.
Namun setelah Pemkab Karawang melakukan pemetaan kembali, luasnya menyusut tinggal 2.800 hektare. Sebanyak 300 hektare rusak akibat penambangan ilegal.
Diakuinya, penambangan di sekitar Pangkalan cukup marak beberapa tahun terakhir. Ada sekitar 10 perusahaan, yang melakukan penambangan batu kapur secara ilegal.
Untuk mencegah semakin meluasnya kerusakan, kata Hanafi, kawasan karst itu akan disurvei pemerintah pusat melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).
“Sebagai salah satu tahapan menjelang diterbitkannya SK Menteri ESDM tentang Kawasan Bentang Alam Karst Pangkalan,” kata dia, di Karawang, Senin (2/3).
Kata dia, setelah tahapan yang sudah dimulai dalam setahun terakhir, kini pihaknya menunggu terbitnya SK Menteri ESDM. 
Kajian-kajian mengenai Kawasan Bentang Alam Karst di Pangkalan atau sekitar Karawang selatan, juga sudah dilakukan.
Pemprov Jawa Barat juga telah menghentikan kegiatan pertambangan di sekitar Pangkalan.
Kawasan Bentang Alam Karst itu sendiri merupakan kawasan lindung geologi sebagai bagian dari kawasan lindung nasional. Penetapan Kawasan Bentang Alam Karst itu sendiri bertujuan untuk melindungi kawasan karst yang berfungsi sebagai pengatur alami tata air dan lain-lain.
Kawasan karst merupakan bentang alam yang memiliki kondisi hidrologi dan bentuk lahan spesifik yang berkembang di batuan mudah larut (batu gamping, marmer, gipsum, halit) dan memiliki banyak rekahan.

Artikel ini ditulis oleh:

Jaga Mental Bertandinga, Arema Ikuti Bali Islan Cup 2015

Jakarta, Aktual.co — Arema Indonesia terus berupaya menjaga mental juara pemainnya, sebelum melakoni kompetisi resmi Liga Super Indonesia (LSI), dengan mengikuti turnamen Bali Island Cup, 13-17 Maret 2015.

Media Officer Arema, Sudarmaji mengatakan, selain mengikuti Bali Island Cup untuk mengisi kekosongan akibat ditundanya “kick off” LSI, Arema juga diagendakan melakoni sejumlah pertandingan persahabatan dengan beberapa tim lokal, di antaranya dengan salah satu tim asal Blitar.

“Ada beberapa rencana pertandingan pramusim. Untuk keikutsertaan dalam turnamen pramusim, ya yang di Bali, sedangkan agenda laga uji coba dengan Sriwijaya masih menunggu kepastian dari pelatih,” kata Sudarmaji di Malang, Senin (2/3).

Ia mengatakan dalam turnamen di Bali, Arema dijadwalkan menghadapi tiga tim. Ketiga tim itu, Bali United, Persija Jakarta, dan Pelita Bandung Raya (PBR).

Asisten Pelatih Arema, Joko Susilo mengaku tampil dalam suatu turnamen akan menghadirkan keuntungan tersendiri dalam hal menjaga mental juara.

Ia mengharapkan pemain bisa menjaga mental juara mereka, meski gelar juara dalam turnamen bukanlah tujuan utama.

“Alhamdulillah kami bisa memenangkan beberapa turnamen pramusim, tapi kami tidak boleh puas dengan meraih tiga gelar juara sekaligus dalam turnamen pramusim itu. Meski targetnya bukan juaranya, tapi kami tekankan agar pemain selalu mengejar hasil terbaik, sebab mental menang harus tetap terpatri dalam dada setiap pemain,” katanya.

Arema memutuskan tampil di turnamen Bali Island Cup 2015 yang digagas Bali United. Sebanyak empat tim ikut ambil bagian dalam turnamen yang dihelat pada 13-17 Maret 2015. Selain Arema dan Bali United, Persija Jakarta, dan Pelita Bandung Raya juga ikut meramaikan persaingan turnamen itu.

Sebelum melakoni turnamen pramusim di Bali Island Cup tersebut, Arema juga bakal menjajal kekuatan Persija Jakarta di ajang uji coba yang rencananya digelar Sabtu (7/3) di Stadion Kanjuruhan Kepanjen.

Jadwal laga Arema di ajang Bali Island Cup 13-17 Maret 2015 adalah: Jumat, 13 Maret 2015 : 15.00 WITA Bali United Pusam vs Persija Jakarta 20.00 WITA Arema vs Pelita Bandung Raya Minggu, 15 Maret 2015: 15.00 WITA Persija Jakarta vs Pelita Bandung Raya 20.00 WITA Bali United Pusam vs Arema Selasa, 17 Maret 2015: 15.00 WITA Persija Jakarta vs Arema 20.00 WITA Bali United Pusam vs Pelita Bandung Raya

Artikel ini ditulis oleh:

PDI-P Minta Mendagri Mediasi Ahok-DPRD DKI

Jakarta, Aktual.co —Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDI Perjuangan meminta Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo memediasi kisruh antara DPRD DKI Jakarta dengan Gubernur Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) terkait persoalan APBD DKI 2015.
“Apapun masalahnya rakyat tidak boleh dijadikan korban sehingga semua pihak harus duduk bersama dan dengan kepala dingin memulai kembali pembahasan anggaran agar sesuai aspirasi masyarakat DKI Jakarta,” ujar Plt Sekretaris Jenderal PDI P, Hasto Kristiyanto, melalui keterangan tertulis di Jakarta, Senin (2/3).
Hasto mengatakan Mendagri bisa memfasilitasi pertemuan antara Ahok dengan Pimpinan DPRD dan seluruh Pimpinan Fraksi DPRD DKI Jakarta guna menyelesaikan persoalan APBD itu.
Hasto menuturkan sengketa penyusunan APBD itu merugikan seluruh pihak terkait terutama warga DKI Jakarta.
Guna mengatasi persoalan itu, Hasto mengimbau penyusunan APBD harus dilakukan secara transparan melalui politik alokasi dan pendistribusian yang mengutamakan masalah utama di Jakarta.
Masalah utama di Jakarta yang harus lebih fokus seperti kemacetan lalu lintas, perbaikan rumah kumuh, mengatasi banjir dan mendorong pemerintahan daerah yang efektif melayani rakyat.
Menurut Hasto, DPP PDI Perjuangan juga telah menginstruksikan seluruh anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD DKI agar mengedepankan musyawarah untuk segera menyelesaikan pembahasan APBD tersebut. “Terhadap dugaan penyimpangan anggaran, DPP PDIP tidak mentolerir sama sekali atas penyalahgunaan anggaran.”

Artikel ini ditulis oleh:

PDIP: Penegak Hukum Harus Kembali ke Pedoman Hukum Yang Berlaku

Jakarta, Aktual.co — Langkah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang melimpahkan penanganan kasus dugaan korupsi Komjen Budi Gunawan ke Kejaksaan Agung terus menuai pro kontra.
Anggota Komisi III DPR RI, Ahmad Basarah mengingatkan agar semua institusi penegak hukum untuk tetap berpedoman pada ketentuan hukum yang berlaku.
“Sebab kalau tidak gunakan hukum, saya khawatir bernegara ini semakin bias. Karena tidak akan ada pegangan kami sebagai komisi hukum DPR. Terhadap kekisruhan ini semuanya dikembalikan hukum yang berlaku,” kata Basarah, di Komplek MPR RI, Senayan, Senin (2/3).
Wakil Sekjen PDIP mengatakan akan mempelajari pelimpahan, terkait apakah berdasarkan kesepakatan antara KPK dengan presiden. Alasannya, untuk mengetahui duduk perkara yang sebenarnya.
“Kita pelajari lebih dalam. Saya belum mempelajari pelimpahan kasus ini. Karena dalam perspektif saya Pengadilan Negeri Jakarta Selatan yang memutuskan penetapan tersangka tidak sah maka penyidikan selesai disitu,”
“Kecuali dimulai penyidikan baru. Ya kan bisa saja di kejaksaan atau kepolisian. Legal standingnya gimana. Apakah mau dibuka lagi harus kita cek,” ujarnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Novrizal Sikumbang

Menlu AS Tiba di Swis Untuk Perundingan Iran, Ukraina

Jakarta, Aktual.co — Diplomat puncak Amerika Serikat, John Kerry, Senin (2/3) WIB, tiba di Swiss untuk melakukan pembicaraan sulit dengan Iran dan Ukraina serta mendorong Menteri Luar Negeri Moskow memastikan penyelidikan “mumpuni” atas penembakan pemimpin oposisi Boris Nemtsov.

Kurang dari sepekan setelah menuduh pejabat Rusia berbohong “langsung di hadapan saya” tentang kemelut di Ukraina timur, Kerry pada Senin pagi waktu setempat, siap melakukan pembicaraan tegang dengan Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov.

Ia juga akan meningkatkan laju perundingan nuklir dengan diplomat tinggi Iran Mohammad Javad Zarif melalui serangkaian pertemuan yang direncanakan berlangsung selama tiga hari untuk menyepakati kesepakatan politik dengan batas waktu 31 Maret.

Penembakan Nemtsov, seorang kritikus tajam Presiden Rusia Vladimir Putin, telah memicu kecaman internasional dan seruan untuk penyelidikan independen terhadap pembunuhan itu.

Kerry mengatakan kepada televisi ABC sebelum berangkat ke Jenewa bahwa perlu penyelidikan yang “menyeluruh, transparan dan nyata bukan hanya pada yang benar-benar melepaskan tembakan, tapi siapa, kalau ada mungkin yang telah memerintahkan, atau mendalangi hal ini”.

Amerika Serikat “sangat sedih mendengar pembunuhan itu dan kami berharap pihak berwenang akan bergabung dengan dunia dalam mewujudkan suatu penyelidikan yang kredibel dan transparan yang diperlukan”.

Putin mengatakan ia secara pribadi akan mengawasi penyelidikan itu dan seorang pejabat senior Departemen Luar Negeri yang memberikan pengarahan kepada wartawan yang bepergian dengan Kerry menolak untuk mengatakan apakah Washington percaya bahwa ia adalah orang yang tepat untuk memimpin penyelidikan itu.

Penyelidikan itu “harus bisa diterima oleh baik warga Rusia dan internasional,” tegas seorang pejabat, dikutip AFP.

Upaya menerapkan gencatan senjata yang compang-camping di Ukraina juga akan menjadi agenda pembicaraan Senin pagi antara Kerry dan Lavrov.

Meskipun ada penurunan jumlah pelanggaran gencatan senjata yang dilaksanakan pada 15 Februari antara Rusia, Ukraina dan pemberontak pro-Moskow di bagian timur “terlalu dini untuk mengatakan jika kita berada di jalan keluar,” kata Departemen Luar Negeri.

“Pada titik ini penarikan lebih lanjut senjata beratlah yang diinginkan. Ada pelanggaran lanjutan dari perjanjian yang juga kita catat,” katanya.

Kerry akan menekankan lagi kepada Lavrov bahwa Amerika Serikat dan Uni Eropa sedang mendiskusikan langkah-langkah tambahan untuk menjatuhkan sanksi lebih lanjut jika Moskow menolak mematuhi gencatan senjata.

Artikel ini ditulis oleh:

Satlak Prima Kekurangan Tim Monitor SEA Games 2015

Jakarta, Aktual.co — Satuan Pelaksana Program Indonesia Emas (Satlak Prima), kekurangan tim monitor untuk pelatihan nasional pada 33 cabang olahraga yang bertanding di SEA Games 2015 di Singapura.

“Saya merasa kurang, tim monitor saya hanya delapan orang, padahal yang diawasi ada 33 cabang olahraga,” kata Ketua Satlak Prima, Suwarno di Jakarta, Senin (2/3).

Suwarno berharap di surat keputusan (SK) Prima yang rencananya akan diumumkan dalam waktu dekat, sejumlah pejabat di Satlak Prima dapat ditempatkan pada tim monitor.

“Begitu ada SK, saya akan sebar anggota Prima apa pun jabatannya untuk membantu monitor, sehingga kontrol 33 cabang bisa lebih baik. Kalau delapan, hanya numpang lewat saja, peninjauannya tidak tajam,” kata Suwarno yang juga menjabat Wakil Ketua Umum KONI Pusat.

Saat ini, Prima yang beranggotakan 76 orang dirasa perlu dilakukan strukturisasi, terutama pada tim monitor.

Ia juga menginginkan tambahan pada posisi wakil, karena selama ini ia hanya dibantu satu wakil, namun sudah tidak aktif lagi karena aktivitas bidang politik, hukum dan keamanan.

Namun demikian, Suwarno berharap ia bisa dibantu oleh tiga wakil yang sudah dikantongi nama-namanya, yakni Bosar Napitupulu, Mayjen (Purn) Toni Setyabudi Husodo dan mantan pebulu tangkis profesional Taufik Hidayat.

“Mudah-mudahan Taufik bisa membantu terutama dalam memotivasi atlet, Pak Bosar membantu administrasi dan keuangan, dan Pak Toni berkaitan dengan operasional,” kata Suwarno.

Selain tim monitor, Suwarno juga mengatakan Satlak Prima saat ini hanya memiliki dua personil administrasi yang mengurusi masalah logistik dan peralatan sehingga Prima sedikit kewalahan saat proses pengajuan peralatan dan perlengkapan akhir tahun lalu.

Meski Kementerian Pemuda dan Olahraga berencana mengurangi jumlah personil di Satlak Prima menjadi 36 orang, Suwarno bersikeras jumlah tim monitor pelatnas proporsional agar 33 cabor dapat dikontrol dengan baik.

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain