13 April 2026
Beranda blog Halaman 38430

PDIP: Penegak Hukum Harus Kembali ke Pedoman Hukum Yang Berlaku

Jakarta, Aktual.co — Langkah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang melimpahkan penanganan kasus dugaan korupsi Komjen Budi Gunawan ke Kejaksaan Agung terus menuai pro kontra.
Anggota Komisi III DPR RI, Ahmad Basarah mengingatkan agar semua institusi penegak hukum untuk tetap berpedoman pada ketentuan hukum yang berlaku.
“Sebab kalau tidak gunakan hukum, saya khawatir bernegara ini semakin bias. Karena tidak akan ada pegangan kami sebagai komisi hukum DPR. Terhadap kekisruhan ini semuanya dikembalikan hukum yang berlaku,” kata Basarah, di Komplek MPR RI, Senayan, Senin (2/3).
Wakil Sekjen PDIP mengatakan akan mempelajari pelimpahan, terkait apakah berdasarkan kesepakatan antara KPK dengan presiden. Alasannya, untuk mengetahui duduk perkara yang sebenarnya.
“Kita pelajari lebih dalam. Saya belum mempelajari pelimpahan kasus ini. Karena dalam perspektif saya Pengadilan Negeri Jakarta Selatan yang memutuskan penetapan tersangka tidak sah maka penyidikan selesai disitu,”
“Kecuali dimulai penyidikan baru. Ya kan bisa saja di kejaksaan atau kepolisian. Legal standingnya gimana. Apakah mau dibuka lagi harus kita cek,” ujarnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Novrizal Sikumbang

Menlu AS Tiba di Swis Untuk Perundingan Iran, Ukraina

Jakarta, Aktual.co — Diplomat puncak Amerika Serikat, John Kerry, Senin (2/3) WIB, tiba di Swiss untuk melakukan pembicaraan sulit dengan Iran dan Ukraina serta mendorong Menteri Luar Negeri Moskow memastikan penyelidikan “mumpuni” atas penembakan pemimpin oposisi Boris Nemtsov.

Kurang dari sepekan setelah menuduh pejabat Rusia berbohong “langsung di hadapan saya” tentang kemelut di Ukraina timur, Kerry pada Senin pagi waktu setempat, siap melakukan pembicaraan tegang dengan Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov.

Ia juga akan meningkatkan laju perundingan nuklir dengan diplomat tinggi Iran Mohammad Javad Zarif melalui serangkaian pertemuan yang direncanakan berlangsung selama tiga hari untuk menyepakati kesepakatan politik dengan batas waktu 31 Maret.

Penembakan Nemtsov, seorang kritikus tajam Presiden Rusia Vladimir Putin, telah memicu kecaman internasional dan seruan untuk penyelidikan independen terhadap pembunuhan itu.

Kerry mengatakan kepada televisi ABC sebelum berangkat ke Jenewa bahwa perlu penyelidikan yang “menyeluruh, transparan dan nyata bukan hanya pada yang benar-benar melepaskan tembakan, tapi siapa, kalau ada mungkin yang telah memerintahkan, atau mendalangi hal ini”.

Amerika Serikat “sangat sedih mendengar pembunuhan itu dan kami berharap pihak berwenang akan bergabung dengan dunia dalam mewujudkan suatu penyelidikan yang kredibel dan transparan yang diperlukan”.

Putin mengatakan ia secara pribadi akan mengawasi penyelidikan itu dan seorang pejabat senior Departemen Luar Negeri yang memberikan pengarahan kepada wartawan yang bepergian dengan Kerry menolak untuk mengatakan apakah Washington percaya bahwa ia adalah orang yang tepat untuk memimpin penyelidikan itu.

Penyelidikan itu “harus bisa diterima oleh baik warga Rusia dan internasional,” tegas seorang pejabat, dikutip AFP.

Upaya menerapkan gencatan senjata yang compang-camping di Ukraina juga akan menjadi agenda pembicaraan Senin pagi antara Kerry dan Lavrov.

Meskipun ada penurunan jumlah pelanggaran gencatan senjata yang dilaksanakan pada 15 Februari antara Rusia, Ukraina dan pemberontak pro-Moskow di bagian timur “terlalu dini untuk mengatakan jika kita berada di jalan keluar,” kata Departemen Luar Negeri.

“Pada titik ini penarikan lebih lanjut senjata beratlah yang diinginkan. Ada pelanggaran lanjutan dari perjanjian yang juga kita catat,” katanya.

Kerry akan menekankan lagi kepada Lavrov bahwa Amerika Serikat dan Uni Eropa sedang mendiskusikan langkah-langkah tambahan untuk menjatuhkan sanksi lebih lanjut jika Moskow menolak mematuhi gencatan senjata.

Artikel ini ditulis oleh:

Satlak Prima Kekurangan Tim Monitor SEA Games 2015

Jakarta, Aktual.co — Satuan Pelaksana Program Indonesia Emas (Satlak Prima), kekurangan tim monitor untuk pelatihan nasional pada 33 cabang olahraga yang bertanding di SEA Games 2015 di Singapura.

“Saya merasa kurang, tim monitor saya hanya delapan orang, padahal yang diawasi ada 33 cabang olahraga,” kata Ketua Satlak Prima, Suwarno di Jakarta, Senin (2/3).

Suwarno berharap di surat keputusan (SK) Prima yang rencananya akan diumumkan dalam waktu dekat, sejumlah pejabat di Satlak Prima dapat ditempatkan pada tim monitor.

“Begitu ada SK, saya akan sebar anggota Prima apa pun jabatannya untuk membantu monitor, sehingga kontrol 33 cabang bisa lebih baik. Kalau delapan, hanya numpang lewat saja, peninjauannya tidak tajam,” kata Suwarno yang juga menjabat Wakil Ketua Umum KONI Pusat.

Saat ini, Prima yang beranggotakan 76 orang dirasa perlu dilakukan strukturisasi, terutama pada tim monitor.

Ia juga menginginkan tambahan pada posisi wakil, karena selama ini ia hanya dibantu satu wakil, namun sudah tidak aktif lagi karena aktivitas bidang politik, hukum dan keamanan.

Namun demikian, Suwarno berharap ia bisa dibantu oleh tiga wakil yang sudah dikantongi nama-namanya, yakni Bosar Napitupulu, Mayjen (Purn) Toni Setyabudi Husodo dan mantan pebulu tangkis profesional Taufik Hidayat.

“Mudah-mudahan Taufik bisa membantu terutama dalam memotivasi atlet, Pak Bosar membantu administrasi dan keuangan, dan Pak Toni berkaitan dengan operasional,” kata Suwarno.

Selain tim monitor, Suwarno juga mengatakan Satlak Prima saat ini hanya memiliki dua personil administrasi yang mengurusi masalah logistik dan peralatan sehingga Prima sedikit kewalahan saat proses pengajuan peralatan dan perlengkapan akhir tahun lalu.

Meski Kementerian Pemuda dan Olahraga berencana mengurangi jumlah personil di Satlak Prima menjadi 36 orang, Suwarno bersikeras jumlah tim monitor pelatnas proporsional agar 33 cabor dapat dikontrol dengan baik.

Artikel ini ditulis oleh:

Mayat Bayi dengan Luka Bakar Ditemukan di Flyover DI Panjaitan

Jakarta, Aktual.co — Sesosok jasad bayi ditemukan terbakar di underpass jalan tol Wiyoto wiyono di Jalan DI Panjaitan, Jatinegara, Jakarta Timur, tepatnya di depan Kampus Empu Tantular, Jakarta, Senin (2/3) malam.

Zidan (14), lelaki yang pertama kali menemukan bayi malang tersebut menuturkan, dirinya bersama seorang temannya sedang bermain di dekat penemuan bayi tersebut, dan mencium bau busuk yang cukup menyengat di tumpukkan sampah.

Penasaran dengan bau tersebut, Zidan dan temannya menelusuri bau menyengat tersebut, dan sempat mengorek-orek tumpukkan sampah.

“Saya nyium bau busuk, begitu dideketin, saya kira boneka, tapi kok boneka berdarah, ternyata bayi,” kata Zidan di tempat kejadian.

Zidan mengungkapkan, ketika pertama kali melihat bayi malang tersebut, kondisinya sudah hangus terbakar.

“Pas tau itu bayi, saya langsung panggil satpam sekitar,” jelas warga Prumpung itu.

Satpam yang bekerja disebuah pabrik itu, kata Zidan, langsung melakukan pengecekan. Disitu terlihat, kondisi bayi dengan bagian bawah tertutup kain yang terbakar dan menyebabkan kain menempel di kulit. “Habis itu baru kami semua melaporkan ke polsek Jatinegara,” katanya lagi.

Polisi yang datang ke tempat kejadian perkara (TKP), langsung melakukan olah tempat kejadian. Namun, petugas mengalami kesulitan untuk merincikan kondisi bayi yang hampir seluruhnya hangus terbakar.

“Kami masih melakukan penyelidikan mendalam. Kami juga belum bisa melihat jenis bayi, karena alat kelamin yang tertutup kain menempel,” kata Kapolsek Jatinegara, Kompol Dasril.

Guna kepentingan penyelidikan, jasad bayi itu pun dikirim ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) untuk diotopsi.

Beberapa saksi pun masih dimintai keterangan seputar penemuan bayi malang tersebut. “Pemeriksaan mendalam pun masih terus kami lakukan,” ungkap kapolsek.

Artikel ini ditulis oleh:

Ini Alasan Peneliti Membuat Musik Khusus Kucing

Jakarta, Aktual.co —“Kucing bukanlah manusia, dan manusia bukanlah kucing. Dan, penting diingat, bahwa kita manusia sebagai penyayang kucing menyadari perbedaan tersebut.”

Itu dikatakan oleh Dr Charles Snowdon, seorang psikolog dari University of Wisconsin-Madison, Amerika Serikat. Dokter Charles berada di sebuah misi khusus dalam membuat musik untuk kucing.

Anda dapat mendengarkan beberapa penjelasannya di sini.
“Kami termotivasi untuk membuat musik untuk kucing karena dua alasan,” katanya kepada The Huffington Post dalam surat elektronik-nya.

“Pertama, banyak pemilik hewan peliharaan mengatakan kepada kami bahwa mereka memainkan musik radio untuk hewan peliharaan mereka. Sementara, mereka berada di tempat kerja dan Anda mungkin bertanya-tanya apakah ini memiliki tujuan?. “

“Kedua, kami telah mengembangkan sebuah teori yang menyatakan bahwa spesies selain manusia dapat menikmati musik tetapi bahwa musik harus sesuai frekuensinya bahwa spesies digunakan untuk berkomunikasi dan dengan tempo yang mereka biasanya akan pakai. “

Agar bisa membuat musik kucing, Snowdon bersama rekan-rekannya mencoba untuk meniru suara kucing alami, dengan menggunakan catatan geser dan pitches nada  tinggi – sebutan nada kucing yang cenderung satu oktaf atau lebih di atas suara manusia. Para peneliti berpedoman terhadap tempo lagu ketika manusia mendengkur atau menyusui

Lalu, para peneliti menguji komposisi lagu kucing tersebut pada 47 kucing domestik jantan dan betina di rumah mereka. Satwa kucing tersebut lalu diperdengarkan ‘Cozmo’s Air’ dan ‘Rusty’s Ballad’ bersama dengan genre musik manusia lainnya untuk perbandingan yaitu, Gabriel Fauré ‘Elegie’ dan Johann Sebastian Bach ‘Air on G String’.

Kemudian, apa yang terjadi?
Ketika musik didengarkan, kucing langsung bermain. Para kucing secara signifikan lebih mungkin untuk menggoyangkan kepala mereka ke arah music itu berasal, berjalan dan menggosokkan tubuhnya ke majikannya.  

“Kami menafsirkan ini sebagai, kucing menunjukkan preferensi,” kata Snowdon dalam email-nya.
Sekarang para peneliti telah menemukan kucing dengan musik tampaknya menyatu, dimana memiliki nilai penting, dalam menenangkan stres kucing saat berada dalam penampungan.

“Kami pikir kucing merupakan hewan bebas meski ditangani oleh pegawai di pet shop. Namun ada beberapa penelitian menunjukkan bahwa kucing mengalami ‘separation anxiety’, yang lebih besar pada kucing peliharaan manusia ketimbang kucing liar,” katanya kepada Discovery News.

Sebuah artikel yang menjelaskan penelitian itu telah dipublikasikan dalam jurnal Applied Animal Behavioral Science.

Artikel ini ditulis oleh:

Tangani Pilkada Serentak, Ini Kata MK..

Jakarta, Aktual.co — Mahkamah Konstitusi (MK) menjamin kasus korupsi yang dilakukan mantan Ketua MK Akil Mochtar tidak terulang lagi.
Hal itu menyusul penanganan sengketa pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak oleh institusi yang memiliki sembilan hakim tersebut.
“Kalau itu (kasus Akil) kan cuma personal-personal, secara kelembagaan tidak masalah,” ucap Ketua MK, Arief Hidayat, di Komplek MPR RI, Senayan, Senin (2/3).
Lebih lanjut, pengalaman 10 tahun yang dimiliki MK selama menangani persolan pilkada, pihaknya tidak ada persiapan khusus dalam menangani sengketa pilkada. Meskipun, beban perkara yang akan ditangani semakin berat, mengingat Pilkada akan dilakukan secara serentak.
“Persiapan di MK sediri tidak ada yang khusus. Kita sudah pernah dan berpengalaman,” sebutnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Novrizal Sikumbang

Berita Lain