17 Januari 2026
Beranda blog Halaman 38436

Tiru Langkah Freeport, Newmont Diam-Diam Dekati ESDM

Jakarta, Aktual.co — Pada tanggal 18 Maret 2015, izin ekspor PT Newmont Nusa Tenggara akan habis masa berlakunya. Sementara 6 poin renegosiasi yang sudah disepakati melalui MoU sebelumnya, sesuai UU No.4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara (Minerba), belum dilaksanakan oleh Newmont. Ke-enam poin tersebut adalah perubahan kontrak karya (KK) menjadi IUP, pengurangan luas areal konsesi, pengolahan & pemurnian dalam negeri (smelter), divestasi, royalti, dan penggunaan jasa dan barang dalam negeri.

Direktur Eksekutif Indonesia Mining and Energy Studies (IMES) Erwin Usman menjelaskan, merujuk pada Undang-Undang (UU) Nomor 4 tahun 2009 Pasal 170 yang berbunyi, pemegang kontrak karya sebagaimana dimaksud dalam Pasal 169 yang sudah berproduksi wajib melakukan pemurnian sebagaimana dimaksud dalam Pasal 103 ayat (1) selambat-lambatnya 5 (lima) tahun sejak Undang-Undang ini diundangkan.

“Soal izin ekspor konsentrat ini hanya masalah kecil. Masalah terbesarnya adalah bagaimana Negara bisa menunjukkan kedaulatannya atas sumber daya alam sesuai amanat konstitusi dalam Pasal 33 UUD 1945,” kata Erwin kepada Aktual.co di Jakarta, Kamis (19/2).

Menurutnya, sudah cukup korporasi seperti Newmont dan Freeport, selama hampir setengah abad, merampok kekayaan bangsa Indonesia. Korporasi tersebut terus menikmati serangkaian kemudahaan dan ‘karpet merah’ untuk tetap menjarah kekayaan Sumber Daya Alam (SDA).

“Di tengah kegaduhan aparat penegak hukum kita yang saling menerkam satu sama lain. Alangkah enaknya Newmont dan Freeport yang bisa menabrak konstitusi dan UU Minerba hanya dengan modal Nota Kesepahaman (MoU), yang secara hukum kedudukannya berada di bawah UU. Apalagi MoU sebelumnya juga diingkari Newmont,” terangnya.

Ia melanjutkan, dalam hal ini Presiden Joko Widodo harus diingatkan untuk bersikap tegas dan tanpa keraguan. Mengingat janji kampanye Jokowi, yang  hanya tunduk pada perintah konstitusi.

“Presiden jangan mudah percaya dengan masukan dari Menteri ESDM Sudirman Said dan jajarannya. Presiden mesti cek langsung atau minta pandangan lain (second opinion) dari ahli-ahli hukum pertambangan yang memiliki perspektif nasionalisme yang kuat dan kokoh,” imbuhnya.

“Evaluasi dan pembaruan menyeluruh juga sangat penting dilakukan Presiden di jajaran Ditjen Minerba Kementerian ESDM. Pasalnya, di sinilah think-thank utama kebijakan pertambangan dirumuskan,” tandasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Mantan Penderita Kampanyekan Hari Kanker di Semarang

Semarang, Aktual.co — Mantan penderita penyakit kanker yang tergabung dalam Cancer Buster Community (CBC) Kota Semarang melakukan kegiatan kampanye ‘Gold Ribbon Campaign’ di sepanjang jalan Pahlawan Semarang, Kamis (19/2). 
Aksi simpatik itu menyusul peringatan International Childhood Cancer Day (Hari Kanker Anak Internasional) Survivor kanker yang diperingati setiap tanggal 19 Februari.
Koordinator acara, Ajeng Kurnia Wardani, mengatakan tujuan peringatan hari kanker supaya meningkatkan kepedulian masyarakat dunia terhadap penyakit kanker pada anak.
“CBS adalah suatu komunitas dimana para anggotanya pernah menderita kanker pada masa anak-anak dan saat ini telah selesai menjalani pengobatan. Berbagai kegiatan seperti Gold Ribbon campaign dengan tema Indonesia goes for gold,” kata Ajeng.
Selain itu, untuk memperkenalkan Gold Ribbon, yakni lambang resmi Internasional untuk kanker pada anak dan meningkatkan kesadaran dan kepedulian masyarakat, mengenai kanker pada anak.
Pada kegiatan di acara CFD dilakukan pembagian leaflet yang berisi pengetahuan tentang kanker pada anak. Selain itu, ada pembagian gold ribbon, dan pembagian balon untuk anak-anak.
Selaku Ketua Yayasan Hematologi (Yasmia), pihaknya mengajak masyarakat untuk menyumbangkan darahnya bagi kemanusiaan. 
“Sebagai bagian dari bentuk partisipasi mendukung kampanye HKAI.Herawati menghimbauuntuk memperhatikan kesehatan masyarakat, terutama kepada anak yang mengidap penyakit kanker seperti leukimia.”

Artikel ini ditulis oleh:

Australia Ungkit Sumbangan Tsunami, JK : Eksekusi Tetap Dilakukan

Jakarta, Aktual.co — Wakil Presiden Republik Indonesia Jusuf Kalla (JK) menegaskan eksekusi hukuman mati terhadap dua terpidana warga negara Australia ‘Bali Nine’ tetap dilakukan, meski tekanan dari pihak Australia gencar ditujukan kepada pemerintah.
Hal itu menyusul upaya pemerintah Australia yang meminta agar Indonesia tidak mengeksekusi mati dua terpidana narkoba asal ‘Negeri Kangguru’ tersebut. Terbaru, Perdana Menteri Australia Tony Abbott mengingatkan Presiden Joko Widodo soal jasa Australia yang memberikan bantuan dana ketika bencana Tsunami melanda Indonesia pada 2004 silam.
“Tidak ada. Tentu kita pikirkan banyak hal. Tapi tetap bagian hukum tetap jalan,” kata Jusuf Kalla usai menghadiri acara penutupan Mukernas PPP I, di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Kamis (19/2).
Kendati demikian, sambung pria yang akrab disapa JK itu, terkait eksekusi  hukuman mati akan tetap mempertimbangkan masukan pandangan dari semua pihak.
“Tentu semua pandangan dibanyak pihak, itu semua menjadi bahagian dari perhatian dan kosentrasi kita,” tandasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Novrizal Sikumbang

Regenerasi, JK Puji PPP Kubu Romi

Jakarta, Aktual.co — Wakil Presiden RI Jusuf Kalla (JK) mengatakan Partai Persatuan dan Pembangunan (PPP) yang dipimpin oleh Romahurmudziy (Romi) mencerminkan bahwa partai menjalankan regenerasinya dengan baik.
“Mukernas ini punya tema regenerasi, dimana saya lihat hari ini para pimpinannya muda-muda. Hampir semua muda. Ini yang namanya generasi jalan terus,” kata JK dalam sambutannya di acara penutupan Mukernas I PPP, di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Kamis (19/2).
Dikatakan dia, negara maupun partai politik bila ingin maju tentunya harus mengedepankan sikap demokrasi. Sebab, bila tidak demokratis bagaimana bisa menjalankan roda pemerintahan ataupun keorganisasiannya.
“Apabila kita menjalankan sistem (demokrasi) itu dengan baik, dan partai bisa menjalankannya termasuk PPP, maka bisa mendapat tempat di hati masyarakat,” ucapnya.
Oleh karena itu dirinya berharap meski terjadi dualisme dalam sistem kepartaian, hal tersebut dapat diselesaikan secara baik.
“Sesuai dengan namanya, persatuan, masa gak bisa bersatu, harus bersatu semuanya, begitupun pembangunan.”

Artikel ini ditulis oleh:

Novrizal Sikumbang

Imlek, Warga Tionghoa di Surabaya Ramai-ramai Minta Diramal

Surabaya, Aktual.co — Puluhan warga dari umat Tri Dharma berbondong-bondong menuju klenteng tempat ibadah mereka. Selain melakukan sembahyangan pada saat tahun baru imlek, mereka juga ingin diramal nasibnya pada setahun ke depan.
Hal ini terjadi setiap tahun pada saat bertepatan dengan hari raya Imlek di beberapa klenteng di Surabaya, seperti di Klenteng Sukaloka, Jalan Coklat Surabaya. Usai melakukan sembahyang, mereka tidak langsung pulang, tetapi kembali duduk untuk mengantri diramal nasibnya. 
Juru Kunci Klenteng Sukaloka, Ong King Ngik menyebut permintaan masyarakat Tionghoa untuk diramal nasibnya, terus mengalir  sejak kemarin. Jika hari biasa, paling banyak ada 7 anak-anak muda yang ingin diramal, terkadang tidak ada sama sekali. Tetapi, jika pada imlek seperti ini, tidak hanya anak muda. Orang dewasa pun rela menunggu untuk diramal.
“Kalau yang dewasa, rata-rata ingin diramal soal usahanya sukses atau tidak, terus usaha apa yang cocok. Tetapi kalau masih remaja, paling banyak bertanya soal jodoh.” Ujar Ong kepada Aktual.co (19/2).
Ong, membeberkan jika ramalan ini meminta  petunjuk pada dewi penguasa lautan, Dewi Samudra.  Tidak serta merta Dewi Samudra memberikan petunjuk. Tergantung kekusukan yang diramal ketika menjalani proses ritual.
Dari pantuan aktual.co, memang proses ritual dibutuhkan sekitar 5 menit. Tetapi jika salah ritual, harus diulangi berulang kali sampai benar.
Pertama, mereka yang meminta diramal, harus memberikan penghormatan dengan menggangkat dupa 3 kali di hadapan patung Dewi Samudra sambil menyebutkan nama dan alamat.
Setelah itu menjatuhkan 1 lidi dari puluhan lidi yang berada di dalam tungkuk dengan cara mengopyok. Setelah lidi yang sudah diberi nomor itu jatuh, maka dilanjutkan dengan ritual membuang dua buah kayu yang berbentuk pisang.
Jika jatuhnya kayu itu sama-sama menghadap ke atas, berarti Dewi Samdura sedang tertawa, yang berarti yang diramal tidak begitu percaya dengan hasilnya. Sehingga harus melakukan ritual ulang. 
Tetapi jika kedua kayu tersebut jatuhnya sama-sama telungkup, pertanda Dewi Samudra sedang marah. Itu menandakan yang diramal, dalam hatinya menyepelekan ritual tersebut. Sehingga harus mengulang lagi.
Namun, jika kedua kayu tersebut jatuhnya, satu telungkup dan satu menghadap ke atas, berarti ritual telah sempurna. Dan kemudian si peramal menjelaskan arti jatuhnya kayu yang sudah diberi nomor urut tersebut.
“Jadi tidak serta merta Dewi Samudra ini memberikan jawaban. Terantung tingkat kekususkan saat melakukan ritual.” tutup Ong.

Artikel ini ditulis oleh:

JK Sebut Pertimbangkan Permintaan PPP Tambah Kursi di Pemerintah

Jakarta, Aktual.co — Wakil Presiden Republik Indonesia, Jusuf Kalla mengatakan akan mempertimbangkan permintaanKetua Umum PPP Romahurmudzy untuk mendapatkan kursi di pemerintahan. 
PPP saat ini setidaknya sudah mendapatkan tiga kursi dipemerintahan, yakni Menteri Agama, Wantimpres, dan Dubes Indonesia untuk Lebanon.
“Ya itu kursi kan banyak seperti dikatakan (Romi) tadi. Nantilah itu selanjutnya perkembangan-perkembangan yang ada,” kata Jusuf Kalla, yang akrab disapa JK usai menghadiri acara penutupan Mukernas I PPP, di Aula Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Kamis (19/2).
Tentunya, pemerintah akan mempertimbangkan permintaan tersebut. Namun, belum dapat dipastikan kapan diputus soal pengisian kursi yang ada di pemerintahan.”Tentu juga banyak pertimbangan,” ujarnya.
Sebelumnya, Ketua Umum DPP PPP Romahurmuziy dalam sambutannya sempat menyinggung ikhwal kursi partai Ka’bah yang berada dipemerintahan.
Menurut Romi, sedianya pemerintah dapat memberikan lagi kepercayaan kepada PPP dalam jabatan pemerintahan.
“Tidak mengurangi kami mengawal pemerintahan, dalam pemerintahan membantu presiden, bapak Lukman Hakim, Suharso Monoarfa, Dubes Libanon yang sudah berangkat. Kami meminta kalau bisa lebih banyak lebih baik karena masih banyak tugas pemerintahan yang perlu dikawal oleh kader-kader PPP,” tandasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Novrizal Sikumbang

Berita Lain