16 Januari 2026
Beranda blog Halaman 38440

Nasdem Akui Tak Akan Tolak Perppu Plt KPK

Jakarta, Aktual.co — Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah mengeluarkan Peraturan Perudang-undangan (Perppu) untuk mengangkat Pelaksana Tugas (Plt) pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Dikeluarkannya perppu itu, lantaran dua pimpinan KPK saat ini yaitu Abraham Samad dan Bambang Widjojanto ditetapkan sebagai terangka oleh kepolisian.
Menanggapi hal tersebut, Partai Nasdem memastikan fraksinya di DPR bakal menyetujui perppu yang diterbitkan Presiden Jokowi.
“Saya pastikan, Nasdem‎ menerima perppu itu,” kata Sekretaris Jenderal NasDem Patrice Rio Capella ketika dihubungi, Kamis (19/2).
Nasdem, sambung dia, memandang perppu itu memang perlu untuk menyelamatkan KPK. Dia mengatakan, Partai Nasdem memahami, KPK harus jalan terus memberantas korupsi.
“Ketika Pimpinan KPK-nya bermasalah maka bisa diganti, tapi institusi KPK harus jalan terus,” ujar Patrice.
Jokowi juga memutuskan untuk menerbitkan Kepres tentang pemberhentian dua orang pimpinan KPK Abraham Samad dan Bambang Widjojanto. Sedangkan Perppu-nya adalah untuk pengangkatan tiga orang pimpinan KPK yaitu Johan Budi, Taufiequrachman Ruki dan Indrianto Senoadji.‎

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu

LPA Riau Terus Dampingi Anak yang Mengalami Pelecehan Seksual

Jakarta, Aktual.co — Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Riau terus melakukan pendampingan terhadap enam anak salah satu Taman Pendidikan AlQuran (TPA) Kecamatan Rumbai yang diduga mengalami pelecehan seksual oleh oknum pengelola pendidikan.
“Kita akan memberikan tindakan yang membuat anak menjadi nyaman dan aman. Kemudian kita akan dampingi anak dengan psikolog guna memulihkan mental anak seperti sedia kala,” kata Perwakilan LPA Riau, Ester, kepada Antara di Mapolresta Pekanbaru, Kamis (19/2).
Sebelumnya LPA bersama enam anak dan orang tua korban melaporkan kasus dugaan pelecehan seksual yang diduga dilakukan oleh oknum pengelola sekolah ke Mapolresta Pekanbaru para Rabu sekitar jam 21.00 WIB.
Ester mengatakan selanjutnya dia akan membawa anak-anak itu ke Dokter untuk dilakukan visum. Dia juga berharap tidak terjadi hal yang buruk pada anak-anak yang berumur dibawah 10 tahun tersebut.
Lebih lanjut, dia mengatakan kasus dugaan pelecehan enam anak tersebut terungkap saat salah seorang korban mengalami sakit pada bagian alat vital saat buang air kecil.
Kemudian, orang tua korban menanyai anak dan sang anak menceritakan kepada orang tuanya bahwa dia mengalami tindakan asusila dari oknum pengelola sekolah.
“Sesaat setelah mendapat laporan tersebut, orang tua korban langsung menghubungi LPA Riau,” ujarnya.
Tapi setelah adanya laporan dari salah satu orang tua korban, masih ada korban lain yang mengaku turut menjadi korban pelecehan seksual.
Sebelumnya Kepala Kepolisian Resor Kota Pekanbaru, Komisaris Besar Polisi Robert Haryanto, berjanji akan segera mengungkap kasus itu.
Untuk saat ini, Kapolres mengatakan masih terus melakukan pemeriksaan terhadap pelapor dan para korban. 
“Untuk pemeriksaan terhadap para korban, akan dilakukan oleh unit Pelayanan Perempuan dan Anak Polresta Pekanbaru dan didampingi dengan psikolog,” ujar Kombes Pol Robert.

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu

BPH Migas: Percobaan Kereta Gas Segera Dilakukan

Jakarta, Aktual.co — Jakarta, Aktual.co —  Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) menyatakan proyek percontohan (pilot project) pemanfaatan bahan bakar gas untuk moda transportasi kereta api dan kapal laut akan segera dilakukan.

“Saya sudah bilang ke Dirjen Migas Kemen ESDM, PT KAI dan Pelni. Kita mau ada MoU (nota kesepahaman) soal konversi ke BBG, mudah-mudahan bulan ini bisa diteken,” kata Direktur Gas BPH Migas Djoko Siswanto di Batam, Kepulauan Riau, Rabu (18/2).

Proyek percontohan itu, menurut Djoko dilakukan untuk bisa menggenjot penggunaan bahan bakar gas dalam rangka konversi dari bahan bakar minyak.

Ia menuturkan, dalam kerja sama itu nanti, Kementerian ESDM akan menyiapkan konverter kit, PT KAI dan Pelni menyiapkan kereta dan kapal yang bahan bakarnya bisa dikonversi, sedangkan PT PLN, Pertamina Gas dan PGN menyiapkan fasilitas gas. “Sementara Ditjen Perhubungan Laut nanti harus siapkan lahan di pelabuhan untuk SPBG,” ujarnya.

Menurut Djoko, pemanfaatan gas untuk kereta api dan kapal laut memungkinkan untuk dilakukan. Pasalnya, negara lain seperti Kanada dan Norwegia telah menerapkannya dengan sukses. Terlebih lagi, berdasarkan persyaratan internasional, kapal-kapal Indonesia sudah dilarang masuk ke Eropa karena berbahan bakar solar.

“Untuk kapal, peraturan internasional menyatakan kapal kita tidak bisa ke Eropa karena masih pakai solar. Seharusnya 70 persen sudah dicampur gas alam cair (liquefied natural gas/LNG),” katanya.

Djoko juga memaparkan, dalam studi oleh Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), sudah ada 286 lokomotif kereta yang bisa dikonversi agar bisa menggunakan gas sebagai bahan bakarnya. Selain alasan ramah lingkungan, konversi ke gas diklaim bisa menghemat penggunaan bahan bakar minyak untuk kereta api yang per tahun menghabiskan 108.000 kiloliter.

“Kalau pakai gas, cukup 11 MMSCFD saja,” katanya.

Djoko mengatakan target di masa depan akan ada total 50 kapal perintis dan 30 kapal Pelni yang sudah bisa dikonversi menggunakan BBG.

Artikel ini ditulis oleh:

Polres Pekanbaru Selidiki Kekerasan Seksual Terhadap Enam Anak

Jakarta, Aktual.co — Polres Kota Pekanbaru menerima perwakilan Lembaga Perlindungan Anak Provinsi Riau yang melaporkan adanya dugaan pelecehan seksual terhadap enam orang anak salah satu Taman Pendidikan AlQuran (TPA) Kecamatan Rumbai.
“Sementara ini kita masih melakukan pemeriksaan terhadap pelapor (LPA Riau). Selanjutnya dalam menangani kasus ini kita harus berhati hati, karena para korban yang kita tahu masih kecil kecil, dan memiliki keterbatasan fisik dan mental,” kata Kepala Kepolisian Resor Kota Pekanbaru, Komisaris Besar Polisi Robert Haryanto kepada wartawan di Pekanbaru, Kamis (19/2).
Dia mengatakan akan segera meminta kepada Unit Pelayanan Perempuan dan Anak Polresta Pekanbaru bersama dengan psikolog guna memeriksa para korban. Langkah visum juga akan dilakukan guna mengungkap kasus ini.
“Besok (hari ini) kita akan meminta kepada Unit PPA memeriksa kepada Unit PPA dan Polwan untuk memeriksa para korban,” ujarnya.
Lebih lanjut, Kombes Pol Robert juga mengatakan akan berhati hati dalam menetapkan tersangka pada kasus ini.
Sementara itu, Kepala Bidang Organisasi Lembaga Perlindungan Anak Provinsi Riau, Moreno, meminta agar pelaku pelecahan tersebut dihukum maksimal.
“Hukuman berat akan memberikan efek jera kepada pelaku dan agar tidak terjadi hal yang sama karena Provinsi Riau merupakan salah satu provinsi dengan tingkat kekerasan anak yang tinggi.” ujar Moreno.
Sebelumnya diberitakan ebanyak enam anak berumur dibawah 10 tahun di Kota Pekanbaru, Riau, mengalami kekerasan seksual yang diduga dilakukan oleh pihak sekolah tempat mereka belajar di Taman Pendidikan AlQuran (TPA) Kecamatan Rumbai.
Menurut Lembaga Perlindungan Anak Riau yang melakukan pendampingan terhadap enam anak tersebut, Moreno pada Rabu malam di Pekanbaru mengatakan kekerasan seksual yang dialami oleh enam anak tersebut diduga dilakukan lebih dari dua tahun lamanya.
“Anak anak tersebut mengalami kekerasan seksual pada saat jam istirahat sekolah dan dilakukan diruang kelas. Caranya adalah pelaku meminta kepada anak untuk duduk dipangkuan pelaku dan kemudian pelaku meraba alat vital korban,” kata Moreno.
Bahkan, lanjut Moreno, perlakuan tidak senonoh itu dilakukan selama berulang kali oleh pelaku selama dua tahun terakhir.

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu

Express Group Siap Bantu Kepolisian Ungkap Kasus Pembunuhan di Pasar Minggu

Jakarta, Aktual.co — Kasus pembunuhan yang menimpa sopir taksi Express, Tony Zahar (53) yang terjadi di Rawa Bambu, Pasar Minggu, Jakarta Selatan pada Rabu (18/2) kemarin, membuat Express Group turun tangan membantu kepolisian untuk mengungkap kasus tersebut.
“Saat ini tim Express Group melalui tim Laka tengah bekerja sama dengan kepolisian untuk melakukan investigasi mendalam mengenai kasus ini,” ujar General Manager Operational Express Group, Sutiarto dalam siaran pers yang diterima aktual.co, Kamis (19/2).
Dikatakan Sutiarto bahwa pihaknya yang mengetahui kejadian tersebut langsung mengirimkan pihak pool untuk mengarah ke lokasi kejadian untuk menggali informasi.
“Saat ini kami bersama Kepolisian sedang mengumpulkan fakta dan data terkait kasus ini. Kami berharap polisi bisa segera menangkap pelaku penusukan, karena mengancam keselamatan mitra pengemudi lain,” tambahnya.
PT. Express Transindo Utama Tbk selaku pengelola layanan taksi terkemuka, Express Group selalu berusaha untuk menciptakan lingkungan kerja yang positif dan mendorong para pengemudinya untuk mencapai potensi penuh mereka dan menumbuhkan nilai bersama-sama. “Salah satu core value yang selalu dipegang erat adalah perhatian dan peduli terhadap konsumen (Care and concern about our customers),” paparnya.
Sutiarto juga menghimbau kepada konsumen, apabila memiliki informasi khusus, mengalami kejadian serupa atau bentuk ketidaknyamanan lainnya saat menggunakan layanan Express Group dapat segera melaporkan ke Halo Express melalui telepon no. 500122 #tekan angka 3. “Express Group siap membantu dan sangat peduli terhadap keselamatan dan kenyamanan konsumen,” tandasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

Enam Anak di Pekanbaru Alami Kekerasan Seksual oleh Oknum Guru

Jakarta, Aktual.co — Enam anak dibawah umur di Kota Pekanbaru, Riau, diduga mengalami kekerasan seksual oleh pihak sekolah di Taman Pendidikan AlQuran (TPA) Kecamatan Rumbai.
Kepala Bidang Organisasi Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Riau, Moreno mengatakan, kekerasan seksual yang dialami oleh enam anak tersebut diduga dilakukan lebih dari dua tahun lamanya.
“Anak anak tersebut mengalami kekerasan seksual pada saat jam istirahat sekolah dan dilakukan di ruang kelas. Caranya adalah pelaku meminta kepada anak untuk duduk di pangkuan pelaku, kemudian pelaku meraba alat vital korban,” kata Moreno di Pekanbaru, Kamis (19/2).
Bahkan, lanjut Moreno, perlakuan tidak senonoh itu dilakukan selama berulang kali oleh pelaku selama dua tahun terakhir. Terungkapnya kasus ini saat salah seorang korban mengalami sakit pada bagian alat vital saat buang air kecil.
Kemudian, orang tua korban merasa curiga dana menanyai sang anak. Sang orang tua kemudian terkejut mendengar pengakuan sang anak mendapatkan tindakan asusila oleh oknum pengelola sekolah.
Moreno menduga masih ada korban lainnya yang belum melaporkan kejadian tersebut kepada LPA Riau atau Kepolisian. Namun dia berharap tidak ada korban lainnya atas kasus yang sama.
Senada dengan Moreno, perwakilan LPA Riau lainnya Ester juga mengatakan, kasus ini sebenarnya pernah terungkap, lalu dilakukan perdamaian oleh pihak RT dan RW, namun perbuatan tersebut dilakukan kembali oleh pelaku.
Secara terpisah, Kepala Kepolisian Resor Kota Pekanbaru, Komisaris Besar Polisi Robert Haryanto berjanji akan segera mengungkap kasus ini.
Untuk saat ini, Kapolres mengatakan masih terus melakukan pemeriksaan terhadap pelapor dan para korban untuk menelusuri kasus itu.
“Untuk pemeriksaan terhadap para korban, akan dilakukan oleh unit Pelayanan Perempuan dan Anak Polresta Pekanbaru dan didampingi dengan psikolog,” ujar Kombes Pol Robert.

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu

Berita Lain