16 Januari 2026
Beranda blog Halaman 38443

Sedia Payung di Perayaan Imlek Karena Jakarta Bakal Diguyur Hujan

Jakarta, Aktual.co — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi wilayah Jakarta dan sekitarnya pada Kamis (19/2) akan diguyur hujan lebat saat perayaan Tahun Baru Imlek 2015.
Dalam lamannya BMKG memprakirakan kalau wilayah DKI Jakarta akan hujan lebat dari pagi hingga siang hari. 
Tak hanya di Jakarta, kota-kota penyangga seperti Bekasi, Depok, Tangerang dan Tangerang juga akan mengalami hal serupa seperti di Jakarta yakni hujan ringan hingga lebat. Untuk malam harinya wilayah DKI Jakarta akan mengalami cuaca berawan . Namun tidak di Jakarta Utara dan Jakarta Pusat. Kedua wilayah Jakarta tersebut akan diguyur hujan dengan intensitas ringan. 
Untuk suhu sendiri pada hari Kamis (19/2) ini berada di antara 23-31 derajat celsius dengan kelembaban mencapai 95 persen.

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

Kemendagri Siap ‘Tengahi’ Kemelut Gubernur dan DPRD Soal APBD

Jakarta, Aktual.co — Dirjen Keuangan Daerah Kemendagri Reydonnyzar Moenek mengaku sudah mengirim tim dari Kemendagri untuk menjalin komunikasi antara Gubernur DKI dengan DPRD DKI Jakarta. Komunikasi tersebut guna mencari jalan tengah terkait APBD 2015 milik Pemprov DKI Jakarta yang tak kunjung selesai.
“Saya akan membangun dialog dengan Gubernur dan DPRD, kami akan memfasilitasi,” kata Reydonnyzar atau biasa dipanggil Donny usai menghadiri acara diskusi di DPRD DKI Jakarta, Rabu (18/2).
Donny optimis, masalah silang pendapat antara eksekutif dan legislatif soal APBD akan segera berakhir. Sebab menurut draf yang sampai ke mejanya dan telah dievaluasi, tinggal satu masalah yang masih mengganjal.
“Format struktur sudah tidak ada masalah, tinggal sedikit lagi aja. Satu lagi ada substansi RAPBD yang beum ada persamaan persepsi Gubernur dan DPRD,” ungkapnya.
Soal format e-budgeting yang disebut-sebut menjadi batu sandungan, Donny menampik. Kemendagri kata Donny, sudah mencarikan solusi agar sistem e-budgeting tetap masuk tanpa menyalahi aturan.
“Format sudah dicarikan solusi, e-budgeting sudah bisa dicarikan solusi. Format sudah sesuai, itu bentuk asistensi kami, tinggal satu lagi saja,” bebernya.

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

ICW Menilai Keputusan Presiden Jokowi Soal Pembatalan Kapolri Belum Menggembirakan

Jakarta, Aktual.co —  Indonesia Corruption Watch menilai langkah Presiden Joko Widodo membatalkan pencalonan Komjen Polisi Budi Gunawan sebagai kepala Polri dan memberhentikan dua pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi sebagai hal yang melegakan tetapi belum menggembirakan.

“ICW menilai meski lamban, langkah Presiden tersebut merupakan langkah kompromi untuk menjawab polemik yang terjadi. Meskipun melegakan namun belum cukup menggembirakan,” kata Koordinator Badan Pekerja ICW Ade Irawan melalui siaran pers yang diterima di Jakarta, Kamis (19/2).

Ade mengatakan langkah tersebut bisa dianggap sebagai berita yang menggembirakan karena Presiden akhirnya mau menarik pencalonan Komjen Budi Gunawan sebagai Kapolri sesuai dengan aspirasi rakyat.

Setidaknya, langkah tersebut menunjukkan Presiden mau mendengarkan keinginan publik agar institusi Polri tidak dipimpin oleh orang atau figur yang dinilai bermasalah.

“Namun, keputusan Presiden juga belum cukup menggembirakan karena tidak memberikan ketegasan terhadap kelanjutan proses kriminalisasi yang terjadi terhadap pimpinan, penyidik, maupun pegawai KPK,” katanya.

Ade menilai seluruh pimpinan dan juru bicara KPK yang dilaporkan ke kepolisian dengan sejumlah kasus, sebagai hal yang mengada-ada.

Apalagi, katanya, 21 penyidik KPK asal kepolisian juga mulai diancam dikriminalisasi karena dianggap memiliki senjata ilegal.

“Pada sisi lain muncul asumsi keputusan Presiden tentang penunjukan pelaksana tugas pimpinan KPK merupakan bentuk legalisasi terhadap upaya kriminalisasi yang dialami oleh dua pimpinan KPK, yaitu Bambang Widjojanto dan Abraham Samad,” katanya.

Ade mengatakan seharusnya Presiden memerintahkan Polri untuk menghentikan proses kriminalisasi terhadap pimpinan, pegawai, dan penyidik KPK.

Selain itu, Ade mengatakan Presiden dapat membentuk tim independen untuk menilai secara objektif, apakah proses kriminalisasi terhadap pimpinan KPK itu dinilai wajar atau tidak.

“Jika poses hukum yang dilakukan tidak wajar, sebaiknya segera hentikan proses penyidikan. Langkah ini telah dilakukan oleh Presiden SBY dengan membentuk Tim Delapan ketika muncul konflik Cicak vs Buaya jilid I,” katanya.

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

PM Australia: Indonesia tak Punya Tempat untuk Diplomasi

Jakarta, Aktual.co —Kementerian Luar Negeri Indonesia mengatakan pernyataan PM Australia Tony Abbot, yang mengkaitkan bantuan tsunami dengan rencana eksekusi dua warganya, diharapkan tidak mencerminkan “warna asli” Australia. Sebelumnya, ia meminta kepada pemerintah Indonesia agar dua terpidana mati kasus narkoba, Andrew Chan dan Myuran Sukumaran, Tony Abbot hari ini, Rabu (18/02) meminta Indonesia mengingat bantuan Australia untuk Indonesia dalam bencana Tsunami 2004.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Indonesia Armanatha Nasir mengeluarkan tanggapan keras atas pernyataan perdana menteri itu. “Bantuan Tsunami dan masalah sekarang dikaitkan. Saya berharap pernyataan itu tidak mencerminkan warna asli Australia, tetapi yang saya ketahui adalah ancaman bukan bagian dari bahasa diplomasi dan dari apa yang saya ketahui, tak seorang pun memberikan tanggapan baik terhadap ancaman,” tegasnya kepada para wartawan di Jakarta.
‘Mengurangi nilai’.

Sehari sebelumnya, para mantan perdana menteri Australia juga menyerukan agar Indonesia membatalkan hukuman mati bagi Andrew Chan dan Myuran Sukumaran, tetapi Kementerian Luar Negeri Indonesia mengatakan protes apa pun tidak akan mengubah pelaksanaan hukuman mati.

Mantan Duta Besar Indonesia untuk Australia Wiryono Sastrohandoyo mengatakan bahasa yang digunakan oleh PM Tony Abbot dengan mengungkit bantuan Tsunami 10 tahun silam agak berlebihan. “Oleh karena pada waktu bantuan itu diberikan, apa yang mereka katakan tidak begitu. Yang mereka tunjukkan pada waktu itu saya kira ialah bahwa Australia adalah negara yang berperikemanusiaan. Dan kalau ada kecelakaan yang menjadi pertimbangan utama ya rasa keperikemanusiaannya.

“Saya kira orang di Indonesia pun berterima kasih atas bantuan itu. Tapi dengan sekarang mengatakan demikian itu maka dia sebetulnya mengurangi nilai dari ucapannya sendiri,” tuturnya kepada wartawan BBC Indonesia, Rohmatin Bonasir. Menurut Wiryono Sastrohandoyo, pernyataan Tony Abbot akan memperkeruh atmosfir hubungan kedua negara dan berpotensi merugikan Australia sebab negara itu perlu membentuk opini sehat di Indonesia.

Dua warga Australia, Andrew Chan dan Myuran Sukumaran adalah bagian dari beberapa warga asing termasuk dari Prancis, Ghana, dan Brasil yang menghadapi eksekusi. Andrew Chan dan Myuran Sukumaran semula direncanakan akan dipindahkan dari penjara Kerobokan di Bali ke Nusakambangan pekan ini tetapi pemindahan ditunda untuk memberikan lebih banyak waktu kepada keluarga.

Polda Jatim Ungkap 106 Kasus Dalam Operasi Sikat Semeru

Surabaya, Aktual.co — Kepolisian Daerah Jawa Timur mengungkap 106 kasus dengan 134 tersangka dalam “Operasi Sikat Semeru 2015” mulai 12 Februari dan akan berakhir 25 Februari.

“Itu hasil sementara untuk Operasi Sikat hingga 15 Februari,” kata Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Awi Setiyono di Surabaya, Kamis (19/2).

Dalam operasi yang dipimpin langsung Kapolda Jatim Irjen Pol Anas Yusuf itu, Polda Jatim mengerahkan 2.120 personel se-Jatim dan 230 personel Polda Jatim sendiri.

“Polda Jatim sendiri mengerahkan Sabhara, Brimob, Intelkam, Reskrimum, Lantas, Propam, Bidang Informatika dan Telematika,” katanya.

Menurut dia, operasi mengedepankan kegiatan penegakan hukum yang didukung kegiatan intelijen dan penindakan dengan sasaran potensi gangguan, ambang gangguan hingga gangguan nyata.

“Operasi itu bertujuan menanggulangi kejahatan konvensional yang meresahkan masyarakat, di antaranya curas, curat, curanmor, curhewan, dan penyalahgunaan sajam dan senpi,” katanya.

Hasil sementara dari pengungkapan 106 kasus adalah 12 kasus curas (pencurian dengan kekerasan), 40 kasus curat (pencurian dengan pemberatan/penganiayaan), dan 22 kasus curanmor (pencurian kendaraan bermotor).

Selain itu, lima kasus curhewan (pencurian hewan), 14 kasus penyalahgunaan senjata tajam (sajam) dan senjata api (senpi), serta dua kasus pencurian.

“Barang bukti yang dapat disita antara lain 39 sepeda motor, tiga mobil, lima laptop, 20 handphone, 17 sajam, enam tabung LPG, tiga helm, 49,5 gram perhiasan, 81 ekor hewan, dan sebagainya,” katanya.

Ia menambahkan 37 item barang bukti yang telah disita dalam empat hari operasi, padahal operasi direncanakan berlangsung hingga 25 Februari (dua minggu).

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

Menguasai Sumber Daya Strategis di Irak

Jakarta, Aktual.co —Untuk melihat dan mengetahui keadaan Irak yang sebenarnya memang tidak cukup  dengan mengandalkan referensi media massa Barat, yang sering bias dalam memberitakan masalah Irak, seperti yang dilaporkan Wartawan Aktual.co, Satrio Arismunandar, dari Irak. Tetapi kita perlu datang dan melihat langsung situasinya ke Irak. Banyak kepentingan asing yang bermain di sini, dan media massa Barat mainstream adalah juga bagian dari kepentingan tersebut.

Apalagi Irak ada negeri Arab yang menempati posisi strategis. Mayoritas warganya beragama Islam, yang terbagi dalam tiga kelompok etnis dan sektarian besar, yakni warga Syiah, Sunni, dan Kurdi. Dari 36 juta penduduk Irak, dilihat dari aspek agama, penganut Muslim Syiah mencapai sekitar 60-65 persen, dan penganut Sunni 32-37 persen. Sedangkan  dilihat dari aspek etnis, mayoritas 75-80 persen penduduk Irak adalah bangsa Arab.

Kelompok etnis utama lainnya adalah Kurdi (15-20 persen), Asiria, Turkmen Irak, dan lain-lain (5 persen), yang kebanyakan tinggal di utara dan timurlaut negeri itu. Dalam konteks minyak bumi sebagai sumber daya strategis dunia, Irak adalah negara yang kaya minyak dan menguasai cadangan minyak terbukti yang sangat besar. Cadangan minyak Irak hanya kalah dari Arab Saudi. Daerah minyak Irak banyak berlokasi di wilayah etnis Kurdi di bagian utara. Konflik politik internal dan eksternal Irak, yang menyangkut penguasaan wilayah, dengan demikian juga tidak bisa dipisahkan dari motivasi menguasai sumber-sumber minyak tersebut.

Dengan latar belakang seperti itu, tak heran jika Irak menjadi obyek pertarungan kepentingan kekuatan-kekuatan besar, perusahaan perminyakan raksasa, industri pertahanan, dan banyak lagi. Saat ini mayoritas alat utama sistem persenjataan militer Irak didominasi pasokannya oleh industri pertahanan AS. Maklum, sebagai kekuatan penakluk utama, pasukan AS masih bercokol di Irak dan mereka tentu tidak mau rugi, sesudah capek-capek berperang dan mengeluarkan ongkos besar untuk sampai di sini. Posisi pemasok kedua dikuasai Rusia, yang merupakan pemasok senjata tradisional Irak sejak zaman Saddam.

Berita Lain