16 Januari 2026
Beranda blog Halaman 38445

Jaringan Gas Kalija I Beroperasi Agustus 2015

Jakarta, Aktual.co — Direktur Gas Badan Pengatur Hilir (BPH) Migas Djoko Siswanto mengungkapkan bahwa jaringan gas Kalimantan-Jawa I (Kalija I) diyakini mampu memenuhi target beroperasi pada Agustus 2015.

“Saya yakin bisa ‘on schedule’ (sesuai jadwal), tinggal nanti mengurus izin kapal oleh Ditjen Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan,” kata Djoko saat mengunjungi lokasi pelapisan (coating) pipa gas di Batam, Rabu (18/2).

Djoko menilai kualitas dan proses pelapisan pipa berjalan dengan baik sehingga ia optimistis proyek pipanisasi berjalan lancar.

“Kalau tidak selesai, Pak Menteri ESDM turun. Tapi saya rasa, masalahnya cuma di izin perhubungan laut. Senin (23/2) diurus,” katanya.

Direktur Utama Bakrie Pipe Industries Mas Wigrantoro Roes Setiyadi, dalam kesempatan yang sama, mengatakan proses pelapisan terhadap 22.200 batang pipa yang masing-masing berukuran panjang 12 meter dan diameter 14 inchi itu telah selesai.

“‘Coating’ sudah selesai sejak November. Kami mengerjakannya dari September,” katanya.

Wigrantoro menjelaskan pipa baja yang bahan baku lembarannya berasal dari Krakatau Steel dan impor itu, dilapis beton sebagai pemberat agar pipa tak bergeser di dasar laut. Selain itu, pipa gas juga dilapis lapisan antikorosi sehingga total beratnya mencapai sekitar 3 ton per batang. Ada pun nilai kontrak pelapisan mencapai sekitar 88 juta dolar AS.

“Tugas kami menyediakan pipa sampai ‘coating’ sudah selesai. Pipanya sendiri dibuat di pabrik Bekasi dan dilapisi di sini (Batam). Ini tinggal diambil PT Kalimantan Jawa Gas (KJG) untuk dibawa ke tengah laut dan dipasang,” katanya.

Proses pelapisan pipa memang dilakukan di dua lokasi, yakni Bredero Shaw Indonesia di Batam (sekitar 80 persen) dan Indal Gresik (20 persen). Sementara itu, Direktur Utama PT KJG Ismet Pane mengatakan progres proyek pipanisasi gas bumi Kalija I sudah mencapai 42,47 persen.

“Target operasi Agustus tahun ini, dan semua dilakukan percepatan,” katanya.

Pipa transmisi Kalija dilaksanakan dalam dua tahap (Tahap I dan Tahap II).

Pipa transmisi Kalija Tahap I, dengan panjang 207 kilometer dengan pipa 14 inch, menghubungkan sumber gas Lapangan Kepodang ke PLTGU Tambak Lorok, Semarang. Aliran gasnya sebesar 116 juta kaki kubik per hari.

Aliran gas ke PLTGU Tambak Lorok diharapkan mampu menutup inefisiensi yang dialami pembangkit listrik sebesar Rp2,1 triliun per tahun itu selama ini. Sementara pipa transmisi Kalija Tahap II, panjang 1.200 kilometer dengan pipa 36 inch, menghubungkan sumber gas di Kalimantan Timur ke Jawa Tengah. Selama delapan tahun proyek ini mangkrak karena pemenang lelang pembangunan Kalija yaitu PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) tidak melaksanakan pembangunan.

Selanjutnya Berdasar SK Menteri ESDM Nomor 2700 K/11/MEN/2012, pemerintah memutuskan untuk membangun jaringan pipa Kalija secara bertahap dengan mempertimbangkan pasokan gas bumi dari sumbernya, yaitu Kalija I dan Kalija II. Untuk mempercepat pembangunan pipa Kalija I, pemerintah dalam hal ini Kementerian ESDM mengirim surat kepada PT Perusahaan Gas Negara, Tbk (PGN) dan BNBR pada 7 Februari 2014.

Kedua perusahaan kemudian membentuk perusahaan yang dimiliki bersama, yaitu PT Kalimantan Jawa Gas (PT KJG), di mana PGN memiliki 80 persen saham dan BNBR 20 persen.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Menko Indroyono: Bank Dunia Lirik “Blue Economy” Lombok Selatan

Jakarta, Aktual.co — Menteri Koordinator (Menko) Bidang Kemaritiman Indroyono Soesilo mengatakan Bank Dunia bersedia membiayai aktivitas “blue economy” (ekonomi biru) di Indonesia, sekaligus untuk meningkatkan kesejahteraan kawasan pesisir.

“Bank Dunia bersedia masuk ke Lombok selatan,” kata Indroyono di Jakarta, Rabu (18/2) malam.

Menurut dia, di Indonesia kegiatan program yang masuk dalam aktivitas ekonomi biru antara lain terdapat di Lombok selatan, yang juga masih banyak masyarakat miskinnya.

Menko Maritim mengemukakan pada APBN 2015 di setiap Direktorat Jenderal KKP ada program di Lombok Selatan untuk penerapan ekonomi biru.

Apalagi, Indonesia adalah yang pertama kali mengangkat isu ekonomi biru di tingkat global, yaitu tepatnya di FAO.

Pembangunan sektor kemaritiman di Indonesia perlu melibatkan nelayan tradisional dalam posisi strategis sehingga tidak hanya didominasi para pengusaha perikanan berskala daerah yang ada di berbagai daerah.

“Selama ini, pengelolaan sumber daya alam dan strategis posisi ALKI (Alur Laut Kepulauan Indonesia) kepada swasta dan asing, sudah saatnya nelayan tradisional didorong partisipasinya untuk terlibat dalam pelaksanaan dan pengelolaan agenda kerja Poros Maritim Dunia,” kata Sekretaris Jenderal Koalisi Rakyat untuk Keadilan Perikanan (Kiara) Abdul Halim kepada Antara di Jakarta, Senin (16/2).

Menurut Abdul Halim, sejauh ini nelayan tradisional kerap tidak mendapatkan manfaat atas strategisnya posisi geografis laut Indonesia.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

PM India akan Lindungi Minoritas

Jakarta, Aktual.co —Perdana Menteri India Narendra Modi, berjanji melindungi kelompok minoritas. Pernyataan ini disampaikan setelah terjadi serangkaian serangan terhadap lembaga Kristen di New Delhi, seperti yang dikutip BBC.
“Saya mengutuk setiap kekerasan terhadap kelompok keagamaan kecil, sebab tidak ada agama setuju terhadap kekerasan. Pemerintah akan menjamin kebebasan dalam menjalankan kepercayaan,” kata Modi dalam acara yang diadakan oleh masyarakat Kristen di India, Selasa (17/02).

Kritikus menyatakan pemerintahan Modi, yang dipimpin Partai Nasionalis Hindu Bharatiya Janata (BJP), gagal melindungi kelompok agama kecil dan tidak bisa mengendalikan kelompok keras Hindu. Kelompok radikal Hindu dianggap semakin berani sejak kemenangan Modi pada pemilihan umum tahun lalu. Pada awal Februari, pendeta, biarawati dan umat Kristen bentrok dengan polisi ketika berunjukrasa di New Delhi. Kelompok Kristen melakukan unjuk rasa setelah terjadi kekerasan dan pembakaran di gereja-gereja mereka.

Kelompok Hindu garis keras yang suaranya memberi sumbangan besar atas kemenangan BJP dan Narendra Modi mengatakan Hinduisme di India saat ini berada dalam ancaman. Kelompok militan ini juga mulai menjalankan kampanye untuk meyakinkan pemeluk Kristen dan Islam berganti kepercayaan. Desakan untuk mengganti agama itu bisa menjadi masalah politik yang berpeluang memecah belah India. Dari 1,27 miliar penduduk India, 1/5 darinya adalah pemeluk agama lain selain Hindu.

Terkait Teror Global, AS Gelar KTT Anti-Ekstremisme

Jakarta, Aktual.co —Para perwakilan negara dari seluruh dunia menghadiri konferensi tingkat tinggi untuk melawan kekerasan ekstrimisme yang dibuka di Amerika Serikat. Pertemuan yang diadakan selama tiga hari itu digelar menyusul terjadinya sejumlah insiden penembakan di Denmark, Perancis dan Australia.

Wakil Presiden AS, Joe Biden mengatakan pentingnya berinteraksi dengan para imigran yang mungkin teradikalisasi karena merasa disingkirkan. “Masyarakat harus memberikan pilihan afirmatif untuk komunitas imigran,” katanya. Biden mengatakan negara-negara di dunia harus memberikan “rasa memiliki yang mendiskreditkan upaya teroris untuk menimbulkan rasa ketakutan, isolasi, kebencian dan penolakan.”

Gedung Putih yakin Eropa sangat rentan terhadap serangan teror karena para imigran kurang terintegrasi dengan baik dengan masyarakat. Namun sejumlah wartawan mengatakan Gedung Putih juga ingin menekankan bahwa ancaman terorisme dari dalam negeri harus diwaspadai, radikalisasi serta perekrutan orang-orang Amerika, khususnya anak-anak muda yang merasa tidak puas.

Rabu (18/2), Presiden Barack Obama akan berpidato dalam konferensi di Gedung Putih sebelum berbicara pada pertemuan di Departemen Luar Negeri hari Kamis (1/2), yang akan dihadiri oleh perwakilan dari sekitar 60 negara, di antaranya Yordania, Mesir, Uni Emirat Arab, Kuwait dan Perancis. Menteri Dalam Negeri Theresa May hadir mewakili Inggris.

Selain membahas insiden teror yang terjadi di Kanada Oktober lalu, di Australia pada bulan Desember, di Perancis pada bulan Januari dan di Denmark bulan ini, konferensi ini juga akan membicarakan keprihatinan internasional atas munculnya Negara Islam (IS) di Timur Tengah.

Jumlah Mualaf di Perancis Meningkat

Jakarta, Aktual.co —Jumlah mualaf di Perancis meningkat secara signifikan pasca-serangan Charlie Hebdo. “Itu (serangan Charlie Hebdo) membuat saya ingin memeluk Islam dan menunjukkan kepada semua orang bahwa (serangan itu) bukan cerminan Islam,” kata seorang muallaf seperti dikutip RTL Radio minggu lalu, seperti yang dikutip BBCNews.

Menurut stasiun radio tersebut, Masjid Agung Paris mengeluarkan 40 sertifikat perpindahan agama kepada Islam. Pada periode yang sama tahun lalu, hanya ada 22 orang yang mengucap syahadat di Masjid Agung Paris, 50 persen lebih sedikit dari jumlah mualaf tahun ini. Persentase muallaf Islam di Strasbourg dan Aubervilliers juga mengalami kenaikan sekitar 30 persen.

Lyon juga mengikuti tren yang sama dengan peningkatan 20 persen. Para imam mengatakan mereka awalnya terkejut oleh peningkatan jumlah mualaf. Apalagi mereka menjadi mualaf merupakan para figur termasuk doktor, kepala sekolah, dan anggota kepolisian.

Beberapa hari setelah serangan Charlie Hebdo, sutradara Perancis Isabelle Matic juga mengumumkan keislamannya di akun Facebook-nya. Ia membuat pengumuman tak terduga itu hanya beberapa hari setelah serangan Paris.

Tiga Matahari Sinari Rusia

Jakarta, Aktual.co —Tiga buah matahari yang menyinari langit Rusia mengejutkan warga di kota Chelyabinsk. Menurut ahli meteorologi setempat, hal tersebut terjadi akibat efek “halo” yang disebabkan oleh kristal es di udara yang membiaskan sinar matahari.

Kristal-kristal es yang tak dapat dilihat dengan mata telanjang itu merupakan produk dari cuaca di pagi hari yang sangat dingin, yang mencapai sekitar minus 25 derajat Celsius, kata Galina Sheporenko, kepala badan pengawas cuaca di Sverdlovsk.

Akhir-akhir ini memang sering terjadi peristiwa tak biasa di Chelyabinsk. Pada tahun 2013, kota itu mendadak terkenal ketika meteor sebera 570 kilogram terlihat di langit kota, melukai lebih dari 900 orang sebelum mendarat di sebuah danau di dekatnya.

Berita Lain