18 Januari 2026
Beranda blog Halaman 38481

Konflik APBD, DPRD Anggap Pemprov DKI Keliru Tafsirkan Putusan MK

Jakarta, Aktual.co —DPRD DKI menilai Pemprov DKI telah salah menerjemahkan putusan Mahkamah Konstitusi No.35 tentang hak legislatif dalam proses penganggaran. Yang menyebut dewan tidak berhak masuk dalam pembahasan satuan tiga atau proses detail anggaran atau yang dikenal rapat kerja komisi.
“Sepengetahuan kita putusan itu hanya berlaku di DPR pusat tidak di DPRD,” kata Sekretaris Komisi A DPRD DKI, M Syarif, di Kebun Sirih, Jakarta Pusat, Selasa (17/2).
Dengan begitu, dia berpendapat Pemprov DKI sudah melanggar aturan karena menyerahkan draf APBD 2015 ke Kementerian Dalam Negeri, tanpa lebih dulu meminta persetujuan DPRD DKI. 
Padahal, ujar dia, sebelumnya Pemprov DKI melalui Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) sudah membahas anggaran sampai tingkat satuan tiga.
Dicontohkan Syarif, dalam rapat kerja lalu ada beberapa anggota dewan di komisi yang menyinggung soal program renovasi kantor-kantor kecamatan. Saat itu DPRD menolak. Alasannya, renovasi dianggap tidak tepat sasaran karena kantor kecamatan yang akan direnovasi kondisinya masih bagus.
“Itu pernah dibahas sampai detail atau satuan tiga. Nah itu yang nggak disampaikan. Jadi buka aja rekaman-rekamannya rapat di komisi-komisi, kan ada,” kata dia.
Selain itu, pembahasan dalam satuan tiga juga mampu menelusuri apabila ada duplikasi anggaran atau program. Misal, seperti kasus Dinas Tata Air yang mengajukan sebuah program di Komisi D bidang pembangunan. Tapi ternyata ada pengajuan juga di Komisi C.
Atas dasar itulah, ujar Syarif, mengapa DPRD heran jika draf hasil pembahasan tersebut tidak ikut dimasukan Pemprov DKI ke draf APBD yang diserahkan ke Kemendagri. 
“Nah itu dia, di satuan tiga kan ketauan. Kita kan dipilih rakyat, Ahok kan bilangnya ‘emang duit nenek lo, itu duit rakyat’. Tapi kita (dewan) kan dipilih rakyat, jadi apa dong fungsinya DPRD?” ujar Syarif.
Seperti diberitakan, meski masih jadi perdebatan, tapi Pemprov DKI ternyata tetap mengirim ulang draf APBD ke Kemendagri hari Senin (16/2) lalu. 
“Hari ini dikirim,” kata Sekretaris Daerah DKI Saefullah usai menghadiri Rapat Pimpinan (Rapim) di Balai Kota, Senin (16/2).
Dia mengklaim persoalan di dalam draf APBD sudah selesai. Beberapa persyaratan yang diminta Kemendagri, seperti ringkasan APBD serta lampiran 1A struktur terkait pendapatan belanja dan pembiayaan, juga sudah dilampirkan dalam draf yang dikirim hari ini.
“Seperti nomer rekening yang kurang lengkap, sudah kita lengkapi. Lalu lampiran KUA (Kebijakan Umum APBD) – PPAS (Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara). Juga rekomendasi hibah sudah kita sampaikan. Jadi hari ini kita sudah lengkap,” ujar dia.
Mantan Wali Kota Jakarta Pusat itu berharap, dengan sudah dilengkapinya persyaratan yang diminta Kemendagri, APBD 2015 bisa segera disahkan. “Harapan kami dalam tujuh hari sudah disahkan,” kata dia.
Terkait sikap DPRD DKI yang masih mempermasalahkan draf APBD versi Pemprov DKI karena tidak ada tanda tangan Ketua dan Wakil Ketua DPRD, ini jawaban Saefullah.
Yakni dengan menunjukkan surat edaran Kemendagri tentang putusan Mahkamah Konstitusi (MK) perihal kewenangan DPR dan DPRD terkait anggaran.
Berdasarkan Surat Sekretaris Kabinet tanggal 11 Juni 2014, perihal pembahasan APBN berdasarkan putusan MK No.35 dan penghematan serta pemotongan anggaran belanja dalam rangka pelaksanaan APBN 2014.
“Yang membatalkan kewenangan DPR dalam melakukan pembahasan secara rinci, hingga tingkat kegiatan dan belanja atau satuan ketiga. Ini ngga boleh lagi, ini aja pedoman kita,” ujar dia.

Artikel ini ditulis oleh:

Timbul Kabut Besar ‘Misterius’ di Planet Mars, Ada Kehidupan?

Jakarta, Aktual.co — Sebuah kabut besar terlihat di Planet Mars. Kabut ‘Misterius’ tersebut tidak dapat dijelaskan oleh para ilmuwan di Eropa sebab dikhawatirkan akan mengubah pemahaman tentang suasana di Planet Merah itu.

Demikian dilansir dari laman Independent,  cahaya raksasa itu telah terlihat dari ketinggian selama dua kali di tahun 2012, tapi kemudian menghilang kembali.

Para ilmuwan telah menganalisis, untuk mengetahui apa yang menyebabkan timbulnya kabut yang lebih besar dari sebelumnya. Namun, tak satu pun peneliti yang bisa menjelaskan fenomena alam ini.

“Ini menimbulkan banyak pertanyaan ketimbang jawaban,” terang Antonio Garcia Munoz, salah satu ilmuwan yang bekerja di European Space Agency, sebagai ilmuwan Planet.

Penjelasan yang paling masuk akal dikatakan ilmuwan yakni, awan itu dibentuk oleh potongan-potongan karbondioksida beku atau uap air. Tapi, itu berarti, bahwa Mars jauh lebih dingin daripada yang diperkirakan sebelumnya.

Untuk diketahui, kabut tersebut pertama kali ditemukan oleh Astronom amatir pada Maret 2012 lalu. Hal itu terlihat oleh setidaknya 18 kali dari pengamatan di Mars.

Para ilmuwan berharap, bahwa penyelidikan di sekitar Mars akhirnya akan melihat kepulan asap dalam kesempatan berikutnya bagi Astronom amatir di tahun 2016.

Pada bulan April 2014, para Astronom tidak melihat salah satu awan. Hal itu akan terlihat lagi di bulan April tahun itu. Penelitian menemukan, bahwa kejadian serupa telah terlihat di database antara 2001 dan 2014, ditemukan sekitar 3.500 foto yang menggambarkan kabut.

Para ilmuwan yang mempelajari gambar-gambar itu,menjelaskan bahwa kepulasn asap bisa mencapai ketinggian 225 kilometer.

Artikel ini ditulis oleh:

Presiden Jokowi Disarankan Mulai Bentuk Pansel Capim KPK

Jakarta, Aktual.co — Presiden Joko Widodo (Jokowi) disarankan agar segera membentuk panitia seleksi calon pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), menyusul status tersangka yang disandang Ketua KPK Abraham Samad dan wakilnya Bambang Widjojanto.
“Hemat kami institusi KPK perlu diselamatkan. Bulan Desember 2015, pimpinan KPK akan berakhir masa tugasnya. Oleh karenanya Presiden Jokowi sudah semestinya membentuk pansel calon pimpinan KPK,” kata Konsulat Nasional Gerakan Rakyat Antikorupsi Indonesia, Harlans Fachra di Jakarta, Rabu (18/2).
Dia berpendapat, dengan adanya penetapan tersangka dua pimpinan, KPK dikhawatirkan akan semakin tumpul. Harlans juga mengingatkan Jokowi agar tidak asal-asalan dalam membentuk pansel KPK, karena pansel KPK idealnya terdiri dari figur-figur berintegritas yang mengutamakan kepentingan bangsa di atas interes pribadi maupun kelompok.
Harlans lebih jauh mengatakan, hal penting yang perlu dilakukan pansel KPK nanti adalah kemampuan untuk bekerja sendiri tanpa harus meminta bantuan lembaga swadaya masyarakat (LSM), terutama saat menelusuri rekam jejak para calon komisioner di komisi antikorupsi itu.
“Jangan sampai pansel KPK men-sub-kan penelusuran rekam jejak calon ke LSM, karena itu berpotensi mementingkan kelompok tertentu,” tuturnya.
Dia menambahkan, pansel KPK merupakan  pintu pertama untuk menyeleksi para calon pimpinan KPK
“Sudah waktunya kepercayaan diberikan kepada penegak hukum untuk membuktikan dirinya layak dipercaya setelah kita menjalani reformasi selama 17 tahun. KPK di masa mendatang harus memperbaiki penegak hukum lainya dengan cara-cara membangun,” kata dia.

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu

Hotel Garuda Yogyakarta Diteror Diduga Bom

Jakarta, Aktual.co — Hotel Inna Garuda Yogyakarta diteror benda yang diduga bom. Benda tersebut ditemukan tukang parkir, Lerep Saptata pada pukul 09.00 WIB saat melakukan pengecekan di parkiran utara Hotel Inna Garuda.
“Saat pengecekan di pintu belakang sebelah timur saya melihat sebuah tas warna abu-abu yang mencurigakan tergeletak di dalam dekat pintu,” kata Lerep di lokasi kejadian, Rabu (18/2).
Mengetahui hal itu, dia langsung melapor ke pihak keamanan hotel dan kemudian ke Pos Polisi Teteg yang kemudian diteruskan ke Polresta Yogyakarta.
Hingga saat Tim Gegana Polda DIY masih melakukan proses peledakan benda yang diduga bom itu.

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu

Bongkar Lapak Pedagang di Stasiun Gondangdia

Ratusan Anggota Satpol PP melakukan penggusuran puluhan bangunan liar yang berada di bawah jembatan kereta di Gondangdia, Jakarta Pusat, Rabu (18/2/2015). Para pedagang hanya bisa pasrah melihat warungnya diratakan dengan tanah. Sementara, sebagian pedagang mencoba mengumpulkan barang-barang yang bisa dipergunakan kembali. AKTUAL/MUNZIR

Pertemuan PT LI-BOPI-Kemenpora Hasilkan Tiga Keputusan

Jakarta, Aktual.co — Pertemuan antara PT Liga Indonesia (PT LI), Kemenpora dan Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI), menghasilkan tiga keputusan.

Ketua BOPI Noor Aman mengungkapkan, tiga keputusan tersebut yaitu, kepastian pembayaran tunggakan gaji pemain, dokumen kontrak pemain hingga bukti pembayaran pajak.

“Tiga hal itu harus diserahkan secepatnya oleh PT LI ke BOPI,” kata Noor Aman usai pertemuan di Gedung Kemenpora, Senayan, Jakarta, Selasa (17/2).

Keputusan tersebut dihasilkan sebagai syarat dilangsungkannya kick off kompetisi Indonesia Super League (ISL) yang telah dijadwalkan dimulai pada 20 Februari mendatang.

“60 persen data yang masuk ke kami dan sudah dipilih mana yang urgent dan mana yang tidak urgent. Yang paling urgent adalah masalah pembayaran gaji pemain dan pelatih,” papar Noor Aman.

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain