13 Januari 2026
Beranda blog Halaman 38484

Penculik Warga Aceh Minta Tebusan Rp500 Juta

Banda Aceh, Aktual.co — Pelaku penculikan warga Aceh, meminta tebusan sebesar Rp500 juta dari keluarga korban. Pelaku menghubungi keluarga korban dan meminta agar Maulidin alias Makwo (24) warga Desa Geulumpang Sulu Barat, Kecamatan Dewantara, Aceh Utara membayar tebusan. Namun, hingga Selasa (17/2) keluarga korban belum melakukan tindakan hukum apa pun.

“Penculik meminta tebusan Rp500 juta. Penculik menghubungi keluarga korban setelah kejadian. Namun, sampai saat ini belum ditampung permintaan dari penculik itu,” sebut sumber Aktual.co, Selasa (17/2).

Sementara itu, Polres Lhokseumawe terus memburu pelaku perampokan tersebut. Kapolres Lhokseumawe AKBP Cahyu Hutomo menyebutkan pihaknya telah mengumpulkan informasi terkait penculikan tersebut. Di lokasi kejadian, sambung Kapolres, pihaknya menemukan dua selongsong senjata api.  

Ketua Pemuda Desa Geulumpang Sulu Barat, Muliadi menyebutkan selama ini korban dikenal ramah dan mudah bergaul. Korban sehari-hari sambung Muliadi bekerja sebagai agen mobil dan sepeda motor. “Di sela-sela menjadi agen, dia memiliki tambak ikan. Setahu kami, dia tidak pernah memiliki masalah dengan pihak lain di desa ini,” pungkas Muliadi.

Seperti diberitakan sebelumnya, Maulidin diculik oleh sekelompok pria bersenjata api. Bahkan, mereka sempat melepaskan tembakan ke udara untuk menakuti warga. Hingga kini, polisi belum berhasil menangkap pelaku penculikan tersebut.

Artikel ini ditulis oleh:

Pertemuan BOPI dan Klub ISL Alami Kebuntuan

Jakarta, Aktual.co — Pertemuan antara Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI) dengan klub peserta kompetisi Indonesia Super League (ISL) di Lantai III Kantor Kemenpora, Jakarta, Selasa (17/2), mengalami kebuntuan.

Akibat kondisi tersebut, perwakilan 18 klub langsung meninggalkan lokasi pertemuan yang diharapkan mampu mendapatkan keputusan terkait dengan kelangsungan kick off kompetisi tertinggi di Tanah Air itu.

“Kami ingin ada ketegasan. Yes atau No. Tapi mereka (BOPI) menjelaskan dengan berputar-putar. Makanya kami sepakat keluar ruangan,” kata Manajer Arema Indonesia, Rudi Widodo di Lobi Kantor Kemenpora Jakarta.

Menurut dia, yang dibutuhkan oleh klub adalah kepastian kick off ISL. Apalagi PT Liga Indonesia selaku operator telah memastikan kompetisi akan digulirkan pada Jumat (20/2) yang ditandai dengan pertandingan Persib Bandung melawan Persipura Jayapura.

“Kami tunggu sampai besok (Rabu, 18/2) keputusannya. Yang jelas kami sudah siap menggelar pertandingan sesuai dengan jadwal,” katanya dengan tegas.

Tidak hanya perwakilan Arema Indonesia. Perwakilan Persipura juga tetap pada pendiriannya. Mereka akan tetap mengikuti jadwal yang telah ditetapkan oleh PT Liga Indonesia. Bahkan tim saat ini sudah bersiap diri di Jakarta.

Meski perwakilan klub keluar dari tempat pertemuan, CEO PT Liga Indonesia Joko Driyono, anggota Komite Eksekutif PSSI Erwin Dwi Budiawan dan Ketua Komisi Disiplin PSSI Hinca Panjaitan masih tetap melanjutkan pertemuan dengan BOPI dan perwakilan Kemenpora.

“Bola panas dimulai tidaknya kompetisi ISL di tangan BOPI. Makanya kita akan terus menunggu. Kami ingin semuanya sesuai dengan jadwal,” kata Rudi Widodo menambahkan.

Pelaksanaan kompetisi ISL 2015 saat ini masih tersandung masalah rekomendasi dari BOPI. Jika tidak keluar kemungkinan besar kompetisi tidak akan digulirkan sesuai dengan jadwal. Hal ini terjadi karena BOPI meminta persyaratan yang cukup ketat.

Selain masalah legal, BOPI juga meminta dokumen kontrak pemain serta bukti pembayaran pajak. Kondisi ini belum bisa dilengkapi oleh klub peserta ISL karena salah satu alasannya proses kontrak pemain masih berjalan. Kondisi berbeda terjadi pada Persipura dan Persib. Kedua tim ini sudah lengkap karena turun di kejuaraan level Asia.

Artikel ini ditulis oleh:

BI Klaim Tidak Ada Tekanan Politik Turunkan BI Rate

Jakarta, Aktual.co — Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus Martowardojo menyatakan tidak ada tekanan politik terkait kebijakan penurunan suku bunga acuan (BI rate) yang baru saja dilakukan oleh Bank Indonesia.

“Tidak ada tekanan politik. Ini (penurunan BI rate) adalah hasil dari kajian Bank Indonesia,” ujar Agus saat jumpa pers di Jakarta, Selasa (17/2).

Sebelumnya, Wakil Presiden RI Jusuf Kalla sempat menyebutkan tingkat suku bunga acuan (BI rate) saat ini relatif tinggi.

Jusuf Kalla mengharapkan BI rate dapat turun sehingga suku bunga perbankan dapat lebih rendah sehingga mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Deputi Gubernur Senior BI Mirza Adityaswara menuturkan, pihaknya melihat ekspektasi inflasi ke depan bisa berada di level bawah dari sasaran BI yakni 3-5 persen.

Selain itu, perubahan kebijakan energi yang dilakukan pemerintah juga menjadi pertimbangan Bank Indonesia dalam menurunkan suku bunga acuan.

“Ketika November ada kenaikan harga BBM tapo tidak dikaitkan dengan kebijakan fixed subsidy. Selain itu, sekarang kan tiap bulan pemerintah lakukan adjustment (terhadap harga BBM). Harga minyak juga turun signifikan kan,” kata Mirza.

Mirza menilai, penurunan suku bunga acuan yang dilakukan saat ini masih sejalan dengan kehati-hatian Bank Indonesia untuk tetap menjaga defisit neraca transaksi berjalan dalam tingkat yang sehat.

Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia baru saja memutuskan untuk menurunkan BI Rate sebesar 25 bps, dari sebelumnya 8 persen menjadi 7,5 persen.

Bank Indonesia juga memutuskan suku bunga Deposit Facility turun 25 bps menjadi 5,5 persen dan Lending Facility tetap pada level 8 persen, berlaku efektif sejak 18 Februari 2015.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Eks Wamenkumham dan Pakar Hukum Bahas Dua Pimpinan KPK Tersangka

Jakarta, Aktual.co — Mantan Wakil Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Denny Indrayana kembali menyambangi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Selasa (17/2).
Denny mengaku kedatangannya selain untuk berdiskusi bersama Bambang Widjojanto dan beberapa pakar hukum lainnya juga menyikapi situasi terakhir yang terjadi di KPK.
“Kalau sikap, kita banyak, termasuk konsul soal pimpinan KPK,” kata Deny saat hendak memasuki gedung KPK, Selasa (17/2).
Tak hanya itu, Denny juga mengaku pertemuan dengan pakar hukum lainnya sekaligus akan membahas soal putusan praperadilan yang memenangkan Komjen Pol Budi Gunawan.
“Selain itu akan mencari solusi terbaik yang diberikan untuk keselamatan negara serta mengupdate dua pimpinan KPK yang sudah jadi tersangka.”
Sebelumnya Refli Harun sudah datang lebih dulu ke gedung antirasuah ini, namun Refli tidak berkomentar apapun terkait kedatangannya ke KPK demikian juga Zainal Arif Mochtar, yang beberapa saat lalu memasuki gedung antirasuah ini.
Namun demikian saat dikonfirmasi siapa saja yang hadir, Denny mengaku tidak mengetahui.
“Tadi saya udah nanya siapa yang datang, Zainal bilang, ada Refli Harun, Saldi Isra, saya, Zainal dan BW saya gak tahu siapa lagi,” ujarnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu

PT LI: Syarat BOPI Sama Dengan “Club Licensing”

Jakarta, Aktual.co — CEO PT Liga Indonesia (PT LI), Joko Driyono, mengungkapkan syarat yang diberikan Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI), sama dengan syarat club licensing.

“Beberapa persyaratan yang diminta BOPI, sebetulnya hampir sama dengan syarat club licensing,” kata pria yang juga menjabat sebagai Sekjen PSSI ketika mendatangi kantor BOPI di komplek Kemenpora, Senayan, Jakarta, Selasa (17/2).

Dijelaskan pria yang akrab disapa Jokdri itu, untuk memenuhi persyaratan yang diberikan oleh BOPI, tak semudah membalikkan telapan tangan.

“Menjalani club licensing klub tidak dalam periode minggu atau hari,” katanya.

Dengan demikian, Jokdri mengakui jika persyaratan yang diberikan BOPI itu, belum bisa terpenuhi.

Seperti diketahui, BOPI memberikan lima persyaratan kepada PT LI selaku operator kompetisi di Tanah Air untuk bisa menggelar ISL pada jadwal yang telah ditentukan yakni pada 20 Februari mendatang. Salah satu persyaratan itu adalah, klub diwajibkan melunasi gaji pemain dan pelatih serta melampirkan NPWP.

“Kami masih memberikan kelonggaran kontrak pemain masih bisa dilakukan hingga tujuh hari setelah kick off,” tegasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Wujudkan Efisiensi, Pertamina Batalkan Bangun Energy Tower

Jakarta, Aktual.co — Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Dwi Soetjipto mengatakan bahwa pihaknya akan menunda pembangunan gedung energy tower. Hal ini agar fokus investasi perusahaan minyak nasional ini lebih pada sektor hulu.

Seperti diketahui, Pertamina tahun ini akan fokus pada sektor hulu dengan merevitalisasi dan membangun kilang minyak. Hal ini agar produksi minyak Pertamina dapat memenuhi kebutuhan minyak nasional yang selama ini selalu defisit.

“Kita memang menunda investasi agar dapat meningkatkan efisiensi dan berfokus di hulu. Investasi yang kita tunda tersebut seperti pembangunan tower (gedung energy tower),” kata Dwi dalam konferensi persnya di Kantor Pusat Pertamina, Jakarta, Selasa (17/2).

Sementara itu, Direktur Keuangan Pertamina Arief Budiman mengakui penundaan investasi dalam pembangunan energy tower tersebut. Pertamina juga saat ini telah memotong belanja modal (capital expenditure/capex) perusahaan sebanyak USD7 miliar.

“Jadi capex (Pertamina) di posisi terakhir itu berada di USD4,4 miliar. Investasi yang belum rasional dan tidak terlalu penting seperti pembangunan tower akan kita potong terlebih dahulu,” tukasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Berita Lain