13 Januari 2026
Beranda blog Halaman 38491

Petinggi Kadin Jatim Tersangka Korupsi Hibah

Surabaya, Aktual.co — Kejaksaan Tinggi Jawa Timur menetapkan pejabat Kadin Jatim sebagai tersangka terkait dugaan penyalahgunaan dana hibah dari Pemprov Jatim 2012-2013 untuk Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jatim senilai lebih dari Rp 20 miliar. Mereka yang ditetapkan tersangka adalah Wakil Ketua Kadin Jatim, DKP, dan NS.
Asisten Pidana Khusus, Kejati Jatim, Febri Adriansah, mengatakan, saat ini pihaknya melakukan pemeriksaan saksi-saksi dan memeriksa barang bukti berupa Surat Pertanggung Jawaban (SPJ).
“Kita belum melakukan penahanan. Karena kita masih mengembangkan kasusnya apa peran yang mereka lakukan,” ujar Febri Adriansah, Selasa (17/2).
Sebelum menetapkan keduanya sebagai tersangka, kejati Jatim  sempat menjemput paksa salah satu staf Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Jatim pekan lalu di kantornya. 
Tim Kejati Jatim juga sempat melakukan penggeledahan di ruang staf PNS tersebut.
Sementara, data Biro Perekonomian Jatim menyebutkan bahwa Kadin Jatim mendapat dana hibah sebesar Rp 10 miliar pada tahun 2014, dan Rp 15 miliar (tahun 2013), serta Rp 10 miliar (2012) dan ditambah Rp 12 miliar pada tahun 2011.
Namun dalam perjalanannya, Kadin Jatim tidak dapat menunjukkan bukti-bukti pelaksanaan kegiatan, sebagai pelaksana dan penanggung jawab pengguna anggaran.
“Padahal, penggunaan anggaran tersebut dibuat‎ laporan pertanggungjawaban. Namun, kita dapat temuan sebagian pelaksanaan kegiatan ternyata fiktif,” lanjutnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Penundaan Jadwal “Kick Off” ISL Adalah Rekomendasi Tim Sembilan

Jakarta, Aktual.co — Belum dikeluarkannya rekomendasi kompetisi Indonesia Super League (ISL) 2015, oleh Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI), diungkapkan Menpora, Imam Nahrawi, itu karena masukkan dari Tim Sembilan yang dibentuknya.

“Itu kan temuan Tim Sembilan,” kata menpora ketika dihubungi, Selasa (17/2).

BOPI belum mengeluarkan rekomendasi untuk kompetisi ISL akan digelar pada 20 Februari mendatang, karena PT Liga Indonesia (PT LI) selaku operator kompetisi dan beberapa klub peserta ISL, belum memenuhi persyaratan yang diberikan oleh BOPI.

“BOPI harus tegas dan berani (untuk) tidak mengeluarkan rekomendasi sebelum syarat-syaratnya lengkap,” tegas politisi Partai Kebangkitan Bangsa itu.

Sebelumnya, PT LI bersikeras untuk menggelar kompetisi pada 20 Februari. Hal ini diambil setelah terjadi kesepakatan antara PT LI dengan klub-klub peserta ISL dalam rapat darurat yang digelar di Hotel Park Lane, Jakarta, Senin (16/2) malam.

“Sesuai dengan kesepakatan yang diambil pada rapat darurat, diputuskan ISL akan tetap bergulir pada 20 Februari,” ujar CEO PT LI, Joko Driyono usai rapat.

Artikel ini ditulis oleh:

Daniel Purba “Ngeles” Jaga Etika Trading

Jakarta, Aktual.co — PT Pertamina (Persero) melalui Integrated Supply Chain (ISC) mengklaim telah menyelesaikan proses tender pengadaan minyak mentah dan telah menghasilkan dua pemenang yakni Socar dengan minyak mentah Azeri sebesar 2 juta barel dan Vitol dengan minyak mentah Nigeria sebesar 2 juta barel.

Vice Presiden ISC Daniel mengatakan, pada 22 Januari 2015 pihaknya telah menyampaikan undangan tender kepada 62 Supplier atau Daftar Mitra Usaha Terdaftar (DMUT). Kemudian proses tender ditutup pada 27 Januari 2015, lalu awarding date pada 29 Januari 2015.

“Sebanyak 62 mitra usaha yang kita undang, ada 33 penawaran yang masuk. Tapi dari itu ada 10 yang penawarannya lewat batas waktu. Jadi 23, kemudian 11 melakukan penawaran lalu 12 menyatakan regret atau tidak berpartisipasi dalam kesempatan kali ini. Hingga akhirnya terpilih penawaran terbaik yaitu Socar dan Vitol,” kata Daniel dalam jumpa persnya di kantor pusat Pertamina, Jakarta, Selasa (17/1).

Ia menjelaskan, dari 62 mitra usaha yang dimiliki ISC-Pertamina, 20 diantaranya merupakan NOC, 15 mitra usaha MOC atau Producer atau Refiner dan 27 trader.

Sayangnya, Daniel mengaku tidak bisa membeberkan berapakah kisaran harga yang disepakati dalam tender yang dimenangkan oleh Socar dan Vitol tersebut.

“Tidak bisa di disclose, bukannya tidak transparan. Tapi ini berkaitan dengan etika bisnis. Kita juga ingin lebih menjaga iklim internasional trading,” jelas Daniel.

Sementara itu, Direktur Utama Pertamina Dwi Soetjipto menambahkan, meski harga tidak dipublikasikan namun revitalisasi ISC harus memberikan harga yang murah dari apa yang telah dilakukan.

“Kalau harganya tidak murah, Pak Daniel-nya yang diganti,” tukasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Anggota Komisi VII DPR RI Kurtubi menyatakan ketidaksetujuannya jika Pertamina harus membeli minyak dari trader. Pasalnya, hal itu menunjukan tidak adanya upaya efisiensi di tubuh Pertamina dalam pengadaan minyak mentah.

“Sepanjang itu trader saya kurang klop, karena konsep saya sejak awal karena importasi migas itu agar efisien untuk kepentingan negara haruslah pertamina sendiri yang membelinya langsung dari produsennya,” kata Kurtubi.

Menurutnya, meskipun Pertamina telah mengklaim penunjukan itu sudah melewati mekanisme tender yang terbuka dan transparan, pengadaan minyak melalui trader bukanlah hal yang sejalan dengan langkah efisiensi.

“Katakanlah memang transparan, terbuka dan sesuai aturan. Lalu menang si A si B misalnya. Saya berpendapat tetap tidak efisien. Karena kalau yang menang ini trader, bukan produsen, yah pasti trader ini akan memperoleh fee, keuntungan. Padahal dia bukan penghasil minyak. Dia kan membeli minyak yang kita butuhkan dari produsen dan dari penghasil,” terangnya.

Ia menegaskan, seyogyanya Pertamina sebagai badan usaha yang memiliki wewenang bertransaksi dimanapun, dapat membeli minyak langsung kepada produsen baik itu National Oil Company (NOC) ataupun International Oil Company (IOC).

“Kan seyogyanya Pertamina langsung ke produsen karena dia sebagai perusahaan. Bukan lembaga pemerintah, jadi bisa bertransaksi dimanapun,” tugasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Pemerintah Kembangkan CCS Guna Kurangi Emisi Karbon

Jakarta, Aktual.co — Pemerintah melalui Kementerian ESDM mulai mengembangkan teknologi Carbon Capture and Storage untuk mengurangi emisi karbon secara signifikan akibat penggunaan bahan bakar fosil, baik minyak, gas bumi, maupun batu bara.

“Teknologi CCS harus dikaji mendalam karena akan berdampak signifikan terhadap pengolahan energi, ini adalah waktunya kita mengkapitalisasi dan mengorganisasi teknologi CCS,” kata Menteri Energi Sumber Daya Mineral Sudirman Said saat membuka International Carbon Capture and Storage (CCS) Workshop di Jakarta, Selasa (17/2).

Ia menjelaskan teknologi ini merupakan rangkaian kegiatan mulai dari menangkap CO2 (capture) dari sumber CO2 seperti fasilitas pengolahan gas alam dan pembangkit listrik, lalu mentransportasikannya ke lokasi penyimpanan pada formasi geologi yang sesuai (storage). Aplikasi teknologi CCS dalam Enhanced Oil Recovery (EOR), katanya, merupakan strategi yang sesuai dengan karakteristik formasi geologi di Indonesia. “Banyak sumur migas tua yang dapat dimanfaatkan kembali dengan teknologi CO2-EOR,” tuturnya.

Metode ini dinilai berbiaya rendah, dimana sumber dayanya disuplai dari pengolahan gas alam, sementara “depleted reservoir” migas menjadi tempat penyimpanan. Sudirman mengatakan bahwa kesediaan pemerintah mengeluarkan kebijakan insentif bagi operator migas yang mengaktifkan kembali sumur tua akan mendorong operator terlibat aktif mengembangkan teknologi CCS khususnya di subsektor migas.

Sementara itu, Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) ESDM F.X. Sutijastoto mengatakan teknologi CCS ini sudah diaplikasikan di beberapa negara seperti AS dan Inggris. “Di AS, implementasinya dikolaborasikan dengan EOR karena teknologi EOR yang paling bagus ada di sana, sedangkan pemerintah Inggris mengalokasikan dana sebesar satu miliar Euro bagi para operator yang mau mengembangkan CCS,” tuturnya.

Untuk perkiraan “cost” dalam pengembangan CCS di Indonesia, pihaknya merekomendasikan penetapan “carbon tax” sebesar 100 dolar AS per ton karbon yang dihasilkan. “Selama ini kan belum ada ‘carbon tax,”, katanya.

Pelaksanaan workshop internasional bertema “The Role of CCS as Low-Carbon Energy Technology to Achieve Low-Carbon Development Path: Associated Key Issues” itu merupakan hasil kerja sama Balitbang ESDM, Global Carbon Capture and Storage Institute (GCCSI), dan Shell Upstream Indonesia.

Workshop yang diselenggarakan pada 17-18 Februari 2015 tersebut melibatkan para pakar dari perwakilan institusi terkait yaitu Kementerian ESDM, Global CSS Institute, Shell Upstream Indonesia, ASEAN Forum Coal, CSIRO, UK Policy for CCS, dan beberapa perguruan tinggi. Workshop internasional tersebut akan difokuskan pada identifikasi pengembangan tingkat lanjut implementasi “pilot project” CCS di Indonesia yang memungkinkan untuk diterapkan secara luas di negara anggota ASEAN lainnya.

Artikel ini ditulis oleh:

HUT Partai Golkar ke 47

Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie (tengah) bersama Menteri Kesehatan Nila Moeloek (kedua kiri), Ketua Fraksi Golkar Ade Komarudin (kedua kanan), Sekertaris Fraksi Golkar Bambang Soesatyo (kiri) dan Ketua Pelaksana Aditya Anugrah Moha, mengikuti Forum Group Discusion (FGD) Partai Golkar di Jakarta, Selasa (17/2). Kegiatan yang berlangsung dalam rangka memperingati HUT Partai Golkar ke-47 tersebut mengambil tema “mewujudkan Indonesia sehat tanpa sekat”. AKTUAL/JUNAIDI MAHBUB

Kritik Superman is Dead: Australia Boikot Bali Itu Berlebihan!

Denpasar, Aktual.co — Band ‘punk rock’ asal Bali, Superman Is Dead bereaksi atas rencana boikot warga Australia terhadap Bali menyusul rencana eksekusi mati dua warga negaranya, Myuran Sukumaran dan Andrew Chan.

Melalui Fanpage Facebook miliknya, band pemilik singel ‘Sunset di Tanah Anarki’ menganggap rencana boikot warga ‘Aussie’ terhadap Bali terlalu berlebihan.

“Kami tidak rasis terhadap apapun. Sama sekali tidak. Tapi keinginan warga Australia memboikot terkait hukuman mati yang diberikan Indonesia terhadap WN Australia (yang tertangkap menyelundupkan narkotika), kami rasa berlebihan,” tulis SID di akun Facebook-nya.

Dengan nada sedikit keras, band dengan fans fanatik outsider dan lady rose ini sesumbar jika tanpa Australia, pariwisata Bali tetap bergeliat.

“Mereka tidak sadar Bali mulai muak dengan kelakuan sebagian turis ‘Aussie’ yang sering seenaknya memperlakukan warga/budaya lokal. Mereka fikir dirinya raja dan semua bisa dibeli dengan dolar. Dan, Bali tidak perlu turia-turis sampah seperti itu!,” kecam SID.

Hingga hari ini, kiriman yang diposting pada Senin 16 Februari 2015 pukul 13.43 WITA kemarin itu sudah mendapat komentar 1.991 dan disukai (like) 38.636 pengguna akun Facebook.

Menurut SID, selain orang Aussie Bali banyak dikunjungi turis dari, Jepang, China, Rusia, Amerika Serikat, Inggris, Kanada, Selandia Baru dan berbagai negara Asia sekitarnya.

“Bali has very high numbers of tourist from countries other than Australia, including Japan, China, Rusia, USA, UK, Canada, New Zealand and all our Asian neighbours and can infact survive without Australian tourism,” tulis SID di postingan-nya dalam bahasa Inggris.

SID mengimbau agar Australia mematuhi dan menghargai negara lain. Sama halnya ketika warga Indonesia bertamu ke Australia, warga Indonesia mematuhi hukum yang berlaku di Australia.

“Dan, kalian seharusnya melakukan hal yang sama ketika bertamu ke Bali. Bali tidak butuh sampah! Tidak ada negara yang butuh sampah. RESPECT! THAT’S WHAT WE ALL NEED!~SID,” tutup SID dalam postingan-nya.

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain