17 Januari 2026
Beranda blog Halaman 38496

Anggaran Infrastruktur Terbesar ada di APBNP 2015

Jakarta, Aktual.co — Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro mengatakan pemerintah memiliki anggaran untuk belanja infrastruktur sesuai di APBN-Perubahan 2015 sebesar Rp290,3 triliun, atau naik Rp99 triliun dibanding APBN “baseline” 2015 sebelumnya yang hanya mencantumkan Rp191.3 triliun.

“Ini anggaran infrastruktur terbesar dibanding tahun-tahun sebelumnya. Anggaran ini juga jauh dibanding besaran anggaran untuk belanja subsidi BBM yang hanya Rp64,7 triliun,” kata Bambang pada konferensi pers di Jakarta, Selasa (17/6).

Dalam postur APBN-P 2015 anggaran infrastruktur yang dialokasikan di Kementerian/Lembaga (K/L)sebesar Rp209,9 triliun. Kementerian yang paling banyak mendapat alokasi anggaran infrastruktur adalah Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU-Pera) sebesar Rp105 triliun, Kementerian Perhubungan Rp52,5 triliun, serta Kementerian ESDM sebesar Rp5,9 triliun.

Pemerintah juga mengalokasikan anggaran infrastruktur pada belanja non-K/L, di antaranya untuk, Dana Alokasi Khusus Rp29,7 triliun, Otonomi Khusus Infrastruktur Provinsi Papua dan Papua Barat sebesar Rp3,8 triliun, dan Penyertaan Modal Negara (PMN) Rp28,8 triliun.

Bambang optimistis investasi pemerintah melalui belanja infrastruktur ini dapat mendorong pertumbuhan ekonomi mencapai 5,7 persen sesuai target di APBN-P. Dia meyakini belanja infrastruktur ini akan memberikan stimulus untuk melengkapi sumbangan faktor lain untuk pertumbuhan ekonomi, yang masih didominasi konsumsi rumah tangga. Konsumsi rumah tangga, kata dia, masih memberikan sumbangan terhadap pertumbuhan ekonomi hingga 4,8-5 persen.

“Berarti ekstranya itu 0,7 persen harus diupayakan dari ‘extra effort’, melalui investasi baik dari swasta dan investasi pemerintah. Dari belanja yang sifatnya produktif yaitu belanja di barang modal khususnya infrastruktur,” kata dia. Maka dari itu, Bambang meminta K/L segera memulai proses lelang proyek infrastruktur.

Dalam APBN-P 2015, pemerintah juga mereformasi anggaran untuk belanja subsidi. Untuk pertama kalinya, ujarnya, belanja subsidi non-energi, yang termasuk juga pangan sebesar Rp74,3 triliun, lebih tinggi dibanding belanja subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM) sebesar Rp64,7 triliun.

“Itu salah satu cara politik anggaran untuk mencapai target pembangunan. Belanja prioritas itu untuk ketahanan pangan, ketahanan energi, untuk mengembangkan industi manufaktur, dan lainnya,” kata dia.

Di APBN-P 2015, pemerintah juga untuk pertama kalinya mencantumkan indikator kesejahteraan dan target pembangunan.

Target dan indikator itu adalah tingkat kemiskinan 10,3 persen dari total masyarakat Indonesia, tingkat pengangguran 5,6 persen, tingkat ketimpangan ekonomi (gini ratio) 0,4 dan Indeks Pembangunan Manusia 69,4.

Untuk mencapai target pembangunan itu, pemerintah menetapkan sasaran strategis pembangunan pada tiga sektor yaitu pangan, energi, dan maritim.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Kisah Dongeng Islam Anak: Nasihat Sufi Bersama Ahli Maksiat

Jakarta, Aktual.co — Berikut Aktual.co hadirkan kisah dongeng Islami bagi anak-anak sebelum tidur. Setelah, orangtua membacakan cerita Islam ini sebelum tidur, kepada anak-anaknya, semoga mendapatkan hikmah dan manfaat.

 Suatu hari, Ibrahim bin Adham didatangi oleh seseorang yang sudah sekian lama hidup dalam kemaksiatan, sering mencuri, selalu menipu, dan tak pernah bosan berzina. Orang ini mengadu kepada Ibrahim bin Adham, “Wahai tuan guru, aku seorang pendosa yang rasanya tak mungkin bisa keluar dari kubangan maksiat.

Tapi, tolong ajari aku seandainya ada cara untuk menghentikan semua perbuatan tercela ini?” Ibrahim bin Adham menjawab, “Kalau kamu bisa selalu berpegang pada lima hal ini, niscaya kamu akan terjauhkan dari segala perbuatan dosa dan maksiat.

 Pertama, jika kamu masih akan berbuat dosa dan maksiat, maka usahakanlah agar Allah SWT jangan sampai melihat perbuatanmu itu.” Orang itu terperangah, “Bagaimana mungkin, Tuan guru, bukankah Allah SWT selalu melihat apa saja yang diperbuat oleh siapapun? Allah SWT pasti tahu walaupun perbuatan itu dilakukan dalam kesendirian, di kamar yang gelap, bahkan di lubang semut pun.”

 Wahai anak muda, kalau yang melihat perbuatan dosa dan maksiatmu itu adalah tetanggamu, kawan dekatmu, atau orang yang kamu hormati, apakah kamu akan meneruskan perbuatanmu? Lalu mengapa terhadap Allah SWT kamu tidak malu, sementara Dia melihat apa yang kamu perbuat?”.

Orang itu lalu tertunduk dan berkata,”katakanlah yang kedua, Tuan guru!” Kedua, jika kamu masih akan berbuat dosa dan maksiat, maka jangan pernah lagi kamu makan rezeki Allah SWT.”

 Pendosa itu kembali terperangah, “Bagaimana mungkin, Tuan guru, bukankah semua rezeki yang ada di sekeliling manusia adalah dari Allah semata? Bahkan, air liur yang ada di mulut dan tenggorokanku adalah dari Allah jua.”

 Ibrahim bin Adham menjawab, “Wahai anak muda, masih pantaskah kita makan rezeki Allah SWT sementara setiap saat kita melanggar perintah-Nya dan melakukan larangan-Nya? Kalau kamu numpang makan kepada seseorang, sementara setiap saat kamu selalu mengecewakannya dan dia melihat perbuatanmu, masihkah kamu punya muka untuk terus makan darinya?”.

 “Sekali-kali tidak! Katakanlah yang ketiga, Tuan guru.” Ketiga, kalau kamu masih akan berbuat dosa dan maksiat, janganlah kamu tinggal lagi di bumi Allah.” Orang itu tersentak, “Bukankah semua tempat ini adalah milik Allah, Tuan guru? Bahkan, segenap planet, bintang dan langit adalah milikNya juga?”

 Ibrahim bin Adham menjawab,”Kalau kamu bertamu ke rumah seseorang, numpang makan dari semua miliknya, akankah kamu cukup tebal muka untuk melecehkan aturan-aturan tuan rumah itu sementara dia selalu tahu dan melihat apa yang kamu lakukan?”.

 Orang itu kembali terdiam, air mata menetes perlahan dari kelopak matanya lalu berkata, “Katakanlah yang keempat, Tuan guru.” Keempat, jika kamu masih akan berbuat dosa dan maksiat, dan suatu saat malaikat maut datang untuk mencabut nyawamu sebelum kamu bertobat, tolaklah ia dan janganlah mau nyawamu dicabut.” Bagaimana mungkin, Tuan guru? Bukankah tak seorang pun mampu menolak datangnya malaikat maut?”

 Ibrahim bin adham menjawab, “Kalau kamu tahu begitu, mengapa masih jua berbuat dosa dan maksiat? Tidakkah terpikir olehmu, jika suatu saat malaikat maut itu datang justru ketika kamu sedang mencuri, menipu, berzina dan melakukan dosa lainnya?”.

 Air mata menetes semakin deras dari kelopak mata orang tersebut, kemudian ia berkata, “Wahai tuan guru, katakanlah hal yang kelima.”

Kelima, jika kamu masih akan berbuat dosa, dan tiba-tiba malaikat maut mencabut nyawamu justru ketika sedang melakukan dosa, maka janganlah mau kalau nanti malaikat Malik akan memasukkanmu ke dalam neraka.

Mintalah kepadanya kesempatan hidup sekali lagi agar kamu bisa bertobat dan menambal dosa-dosamu itu.” Pemuda itupun berkata, “Bagaimana mungkin seseorang bisa minta kesempatan hidup lagi, Tuan guru? Bukankah hidup hanya sekali? Ibrahim bin Adham pun lalu berkata,

“Oleh karena hidup hanya sekali anak muda, dan kita tak pernah tahu kapan maut akan menjemput kita, sementara semua yang telah diperbuat pasti akan kita pertanggung jawabkan di akhirat kelak, apakah kita masih akan menyia-nyiakan hidup ini hanya untuk menumpuk dosa dan maksiat?”

 Pemuda itu pun langsung pucat, dan dengan surau parau menahan ledakan tangis ia mengiba, “Cukup, Tuan guru, aku tak sanggup lagi mendengarnya.”

 Lalu ia pun beranjak pergi meninggalkan Ibrahim bin Adham. Dan sejak saat itu, orang-orang mengenalnya sebagai seorang ahli ibadah yang jauh dari perbuatan-perbuatan tercela.

 Semoga kisah ini menjadi renungan bagi kita bersama dalam menapaki setiap langkah kita selagi hidup di dunia.

Artikel ini ditulis oleh:

PPP Target Menangkan 51 Pilkada Serentak Pada Desember 2015

Jakarta, Aktual.co — Ketua Umum DPP PPP Muhammad Romahurmuziy (Romi) mengatakan bahwa konsolidasi  merupakan sebuah keniscayaan yang harus dilakukan dalam sebuah organisasi.
Terlebih, kata dia, dalam menyambut pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak yang akan dilakukan pada Desember 2015 nanti.
“Siang tadi DPR RI baru saja mengesahkan revisi UU Pilkada, dimana ada perubahan cukup signifikan, terutama ada yang terkait kepada partai politik secara langsung pada tahun ini,” kata Romi, dalam  pidatonya dalam acara Mukernas I PPP, di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Selasa (17/2).
“Pilkada serentak pada urutan pertama pada desember 2015, maka hanya ada tahapan enam bulan dan menjadikan bulan keenam mendaftarkan ke KPU. Insya Allah Mukernas ini untuk melaksanakan konsolidasi partai,” tambahnya.
Lebih lanjut, dirinya sudah menentukan kriteria bagi kader partai ka’bah yang ingin maju sebagai calon kepala daerah. Setidaknya, kata dia, ada empat kriteria yang harus dipenuhi.
“Pertama, memenuhi aspek integritas bagi seluruh bakal calon PPP tidak dapat ditawar. Kedua, loyalitas terhadap program kesejahteraan rakyat. Ketiga, kapasitas, mau tidak mau kita berhadapan dengan publik yang semakin kritis dan kapasitas menjadi penting,”
“Keempat, elektabilitas, dimana dari 204 Pilkada yang akan digelar pada Desember 2015 nanti, menargetkan 51 Pilkada kita mendapatkan kemenangan,” tandasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Novrizal Sikumbang

Sosialisasi Empat Pilar, Tingkatkan Semangat nasionalisme

Jakarta, Aktual.co — Wakil Ketua MPR RI Mahyudin mengatakan sosialisasi Empat Pilar MPR RI guna meningkatkan pemahaman dan semangat nasionalisme terhadap bangsa Indonesia dari serbuan budaya asing pada era globalisasi saat ini.
“Budaya asing yang masuk ke Indonesia bersamaan dengan era globalisasi dan pasar bebas, jika terus dibiarkan maka budaya lokal secara perlahan akan terkikis demikian juga semangat nasionalisme akan luntur dan tergerus,” kata Mahyudin, di Gedung MPR/DPR RI, Jakarta, Selasa (17/2).
Menurut Mahyudin, sosialisasi Empat Pilar harus dapat mengawal seluruh proses pembangunan termasuk pembangunan ekonomi guna menyejahterakan rakyat.
Jika Negara membiarkan pasar bebas tanpa konsep, maka pelaku pasar berskala kecil akan tergilas oleh yang besar, dan yang miskin akan terinjak-injak oleh yang kaya.
“Pasar bebas tanpa pengaturan yang tegas dari Negara maka akan berlaku hukum rimba dan mendorong setiap orang menjadi individualis,” kata Mahyudin.
Padahal, dalam UUD NKRI 1945 mencantumkan Pancasila sebagai dasar negara dan adanya keharusan peran negara untuk menjembatani warga negara yang miskin dan yang kaya, serta yang besar dan yang kecil.
Dia menambahkan, dalam konteks penduduk kaya dan miskin, maka negara berperan untuk membantu penduduk miskin melalui sejumlah fasilitas seperti kredit untuk rakyat (KUR), pinjaman modal untuk usaha kecil dan menengah (UKM) dan sebagainya.

Artikel ini ditulis oleh:

Karyawan Tewas Terjepit Lift di Bekasi

Jakarta, Aktual.co —Seorang karyawan sebuah perusahaan elektronik di Ruko Galaxy, Kecamatan Bekasi Selatan, tewas akibat terjepit lift, siang tadi sekitar pukul 12.30Wib. Karyawan bernasib nahas bernama Mukhtar Nazir itu mengalami kecelakaan saat sedang menurunkan barang dari dalam gudang.
Dari keterangan saksi bernama Imran (35), korban tewas saat sedang menurunkan barang pendingin ruangan (AC). “AC diturunkan dari lantai tiga. Tiba-tiba korban terjepit lift hingga meninggal dunia,” kata dia, di Bekasi, Selasa (17/2).
Polres Kota Bekasi Kota, Jawa Barat, yang menangani kasus ini sudah memeriksa sejumlah saksi dan menggelar olah TKP.
“Saat ini TKP sudah kita sterilkan. Korban juga sudah kita evakuasi dari lokasi kejadian,” kata Kasubag Humas Polresta Bekasi Kota AKP Siswo.
Tempat kejadian perkara (TKP) beralamat di CV Murtantes Maju Jaya, Ruko Galaxy Blok A, Nomor 89D, Jalan Raya Galaxy, Kecamatan Bekasi Selatan.
Korban diketahui tinggal bersama bibinya di Kelurahan Kranji, Kecamatan Bekasi Barat.
Akibat kejadian nahas yang menimpa adiknya, kakak kandung korban, Saleh (26) meminta pihak perusahaan untuk bertanggung jawab.
“Insiden ini merupakan kecelakaan kerja, jadi pihak perusahaan harus bertanggung jawab atas kejadian yang menimpa adik saya,” kata dia.
Dia mengaku akan membawa kasus ini ke jalur hukum bila perusahaan tidak merespon kasus itu secara serius. “Kalau perlu dipenjara sekalian orang-orang yang bertanggung jawabnya,” ujar dia.

Artikel ini ditulis oleh:

Eksekusi Mati, Indonesia memahami Posisi Pemerintah Australia

Jakarta, Aktual.co — Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi mengatakan Pemerintah Indonesia mengerti posisi Pemerintah Australia yang berupaya membela hak warga negaranya.
Hal ini terkait dua narapidana asal Australia yang akan menjalani hukuman mati dalam kasus penyelundupan narkoba.
“Kami mengerti posisi Pemerintah Australia untuk menunjukkan kehadiran bagi warga negaranya. Walaupun kami mengerti posisi Pemerintah Australia, harus digarisbawahi bahwa (hukuman mati) ini murni masalah penegakan hukum terhadap kejahatan luar biasa,” kata Retno, di Kementerian Luar Negeri di Jakarta, Selasa (17/2).
Retno menjelaskan, mengenai kebijakan hukuman mati yang diterapkan pemerintah Indonesia terhadap para terpidana kasus peredaran dan penyelundupan narkoba skala besar.
“Saya ingin menggarisbawahi bahwa kebijakan hukuman mati merupakan bagian dari penegakan hukum yang positif di Indonesia yang diimplementasikan untuk jenis kejahatan yang sangat keji,”
“Dan putusan hukuman mati itu dibuat oleh sistem peradilan yang independen dan imparsial,” katanya.
Pernyataan tersebut menanggapi desakan dari beberapa pihak kepada pemerintah RI agar mempertimbangkan kembali hukuman mati terhadap beberapa terpidana mati kasus peredaran narkoba skala besar, yang di antaranya warga negara asing.

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain