12 Januari 2026
Beranda blog Halaman 38496

Ahok ‘Kecewa’ Batal Diinterpelasi DPRD

Jakarta, Aktual.co — Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) sepertinya sudah malas untuk membahas ‘ancaman’ interpelasi’ hingga pemakzulan yang kemarin gencar dilontarkan DPRD DKI.
Pasca keputusan dewan yang akhirnya malah sepakat menggunakan hak angket, dan bukannya mengajukan hak interpelasi.
Keputusan itu justru diakuinya tidak sesuai harapan. Padahal menurutnya akan lebih bagus apabila DPRD menggunakan hak interpelasi. 
“Supaya bisa lebih jelas. Kalau hak interpelasi kan hak tanya, jadi saya bisa jawab. Kalau dia (DPRD) nggak berani hak interpelasi gimana saya mau jawab,” ujar mantan Bupati Belitung Timur itu di Balai Kota, Selasa (17/2).
Bahkan, seandainya dia punya kewenangan hak Interpelasi, Ahok mengaku bakal memanggil dewan. “Saya yang harus interpelasi mereka dong, tapi saya kan nggak ada UU yang atur,” ujar dia.
Mengenai hak angket, Ahok pun tidak bisa berkomentar banyak. Dia memilih tak menggubris langkah dewan untuk menggunakan  hak dewan melakukan investigasi itu.
“Saya nggak mau pusing, kerja ajalah. Banjir begitu banyak, pusing mikirinnya. Kerja aja,” tandasnya.
Kemarin, salah satu yang mewacanakan akan mendorong dewan agar melakukan hak interpelasi ke Ahok, yakni Wakil Ketua DPRD DKI, M Taufik.
Dalam percakapan via BBM sebelum digelar rapim tertutup kemarin, politisi Gerindra itu mengatakan dewan akan mengajukan hak interpelasi dan hak angket untuk ‘pemakzulan’ (melengserkan) Gubernur Ahok. 
“Siang ini kita akan ada rapat pimpinan (rapim) gabungan. Mungkin akan diputuskan pemakzulan Ahok,” kata Taufik, Senin (16/2).
Kata dia,  pemakzulan dilakukan karena Ahok dianggap sudah melakukan pelanggaran hukum. Yaitu mengirimkan draf APBD DKI Jakarta 2015 yang cacat prosedur lantaran tidak ditandatangani pimpinan dewan. Yang berakibat dikembalikannya dokumen draf APBD versi Ahok itu oleh Kementerian Dalam Negeri.
“Itu kan sudah suatu tindak pelanggaran hukum. Draf yang dikirim bukan draf yang sudah dibahas oleh DPRD. Kita ini ditipu oleh Ahok,” ujar dia.
Dikirimnya draf APBD DKI Jakarta 2015 oleh Gubenur Ahok yang tuding bukan hasil pembahasan dengan dewan. Dikatakan Taufik sebagai sesuatu yang ilegal dan melanggar hukum. “APBD itu hasil keputusan bersama, kok (Ahok) bisa kirim (draf APBD). Padahal hak budgeting-nya ada di kita (DPRD),” ungkap dia.
Kendati demikian, usai rapim, dewan ternyata menyepakati dilakukan hak angket ke Ahok. Bukannya interpelasi. Wacana pemakzulan yang sebelumnya sempat santer, seperti menguap begitu saja usai rapim. Taufik dan pimpinan DPRD lainnya pun memilih ‘ngacir’ saat konfrensi pers. 

Artikel ini ditulis oleh:

Menteri Rini Tunjuk Bos Indosat jadi Direktur Perum Bulog

Jakarta, Aktual.co — Menteri BUMN Rini Soemarno menunjuk Fadzri Sentosa, Director & Chief Wholesale & Enterprise Officer Indosat, menjadi salah satu direktur di Perum Bulog (Badan Urusan Logistik)yang langsung efektif setelah menerima Surat Keputusan.

President Director & CEO Indosat Alexander Rusli dalam keterangan tertulis mengatakan Penyerahan SK (Surat Keputusan) dilakukan oleh Deputi Bidang Usaha Industri Agro dan Industri Strategis Kementerian BUMN Muhammad Zamkhani kepada Fadzri Sentosa, di Kantor Kementerian BUMN, Senin 16 Februari 2015.

“Kami turut bangga atas pelantikan Fadzri Sentosa, salah satu Direktur kami di Indosat, menjadi Direksi di Perum Bulog, salah satu BUMN yang penting dan memiliki peran sangat strategis,” ujar President Director & CEO Indosat Alexander Rusli di Bogor, Selasa (17/2).

Fadzri Sentosa mengawali karir dari awal di Indosat, menduduki berbagai posisi strategis baik di Indosat maupun anak perusahaan.

Terakhir posisi Fadzri adalah sebagai Director & Chief Wholesale & Enterprises Officer Indosat, yang posisi direksi ini telah diemban sejak 2007 hingga 2015.

Sebelumnya ia sempat menduduki posisi direktur di anak perusahaan Indosat yaitu Satelindo dan IM3 sebelum kedua anak perusahaan merger ke dalam Indosat.

Penunjukan petinggi Indosat oleh pemerintah untuk duduk di berbagai lembaga dan perusahaan negara bukan hanya sekali ini.

Beberapa waktu lalu tiga komisaris Indosat juga telah ditunjuk menjadi menteri dan perwakilan di Bank Dunia oleh Pemerintahan Joko Widodo.

Komisaris Indosat Rachmad Gobel diangkat menjadi Menteri Perdagangan dan Komisaris Independen Indosat Bapak Rudiantara diangkat menjadi Menteri Komunikasi dan Informatika.

Sementara itu Rionald Silaban diangkat sebagai Executive Director di World Bank Group.

Beberapa Petinggi Indosat lainnya, juga menyebar menjadi Pimpinan di berbagai BUMN lain seperti di PT Pelni, PT Kereta Api Indonesia, PT Angkasa Pura, Perum Peruri, dan lain-lain.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Pramono: Presiden Harus Segera Tanggapi Hasil Putusan Praperadilan BG

Jakarta, Aktual.co — Politisi Senior PDI Perjuangan Pramono Anung mengatakan bahwa Presiden Jokowi harus segera bersikap untuk menyelesaikan persoalan Komjen pol Budi Gunawan.
Hal itu menyusul putusan praperadilan yang memenangkan permohonan Budi Gunawan terkait penetapannya sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi.
“Secara hukum proses praperadilan itu ditunggu bersama-sama, maka sekarang bola itu ada ditangan presiden. Sepenuhnya presiden harus segera mengambil sikap, sebab kalau terlalu lama dibiarkan, maka yang rugi kita (masyarakat Indonesia),” kata Pramono, di Komplek Parlemen, Senayan, Selasa (17/2).
“Maka harus ada sikap resmi presiden untuk menentukan hal tersebut. Kalau DPR keputusannya sudah jelas,” tambahnya.
Lebih lanjut, Pramono menyebut, jika soal rasa keraguan soal jadi tidaknya Budi Gunawan dilantik menjadi Kapolri, hanya presiden yang mengetahui.
“Saya tidak tahu, hanya presiden yang tau, saya tidak ingin berandai-andai pada hal tersebut,” tandasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Novrizal Sikumbang

Soal Peradilan Khusus Sengketa Pilkada, Ini Kata Mendagri..

Jakarta, Aktual.co — Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo mengatakan jika pelaksanaan pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak 2015 tetap akan dilakukan oleh komisi pemilihan umum daerah (KPUD), dengan KPU Pusat sebagai kordinator.
“Saya kira pelaksana adalah KPUD, KPU hanya mengkoordinir. Ini kan hanya masalah teknis saja,” kata Tjahjo kepada wartawan usai menghadiri rapat sidang paripurna di Gedung DPR RI, Senayan, Selasa (17/2).
Diakui, dalam revisi UU Pilkada serentak ini banyak perubahan mengenai persoalan wakil kepala daerah, ambang batas, lalu soal keluarga tidak boleh mencalonkan untuk membuka ruang yang lebih demokratis.
Tjahjo menambahkan, untuk sementara proses peradilan sengeketa Pilkada saat ini dipegang Mahkamah Konstitusi (MK). Sementara soal peradilan khusus untuk pilkada serentak nasional pada 2027 nanti, dirinya akan berkonsultasi dengan MK maupun Mahkamah Agung (MA).
“Sekarang kan masa transisi, nanti tergantung kesepakatan anggota DPR. Karena sekarang kan MA menolak.”

Artikel ini ditulis oleh:

Novrizal Sikumbang

Menkeu: Harga Minyak Dunia Masih Fluktuatif

Jakarta, Aktual.co — Harga minyak dunia saat ini mengalami perbaikan (rebound), setelah sebelumnya berada pada level terendahnya. Hal tersebut tentu mempengaruhi harga Bahan Bakar Minyak (BBM) di Indonesia, pasalnya harga BBM di Indonesia menyesuaikan dengan harga minyak dunia.

Meski demikian, belum ada tanda-tanda dari pemerintah untuk kembali menaikkan harga BBM. Menteri Keuangan, Bambang Brodjonegoro mengatakan reboundnya harga minyak tidak akan bertahan lama.

“Ya bagus lah, ya kan rebound sebentar, masih naik turun, fluktuatif,” ujat Bambang di kantor Kemenkeu Jakarta, Selasa (17/2).

Lebih lanjut dikatakan dia, mengenai harga BBM saat ini belum ada pembahasan untuk menaikkan harga. “Jangan spekulasi dulu, kita sudah tentukan harga BBM hari ini masih tetap,” pungkasnya.

Untuk diketahui, melansir Reuters pada Jumat lalu, harga minyak mentah AS ditutup di atas USD51 per barel untuk pengiriman Maret. Harga tersebut naik sebesar USD2,37 atau 4,85 persen dan menetap di USD51,21 per barel.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Panja: Masih Banyak Bandara Belum Tersertifikasi

Jakarta, Aktual.co — Panitia Kerja Keselamatan, Keamanan dan kualitas penerbangan Komisi V DPR mempertanyakan sertifikasi dan otoritas bandara ke pihak Angkasa Pura II. 
Anggota Panja Abdul hakim menghimbau Angkasa pura II lakukan pembenahan dan meminta data bandara yang tersertifikasi.
“Dalam UU No 1 tahun 2009 tentang penerbangan, harap melakukan pembanahan dan perbaikan, karena penerbangan menjadi perhatian dunia, bandara bukan sekedar tempat naik turunnya pesawat, disitu ada otoritas menyangkut kamanan,” ujar Abdul hakim saat kunker di Angkasa Pura II, Tangerang, Selasa (17/2).
Hakim meminta Angkasa Pura II memberi data bandara mana saja yang tersertifikasi. “kita ingin mengubah pendapat bandara kita buruk, mana yang kurang harus di benahi, tentu kita tembuskan  ke revisi uu penerbangan, sistem harus terlisensi, sehingga ada sertifikasi dan memberikan kenyamanan pada kita karena SDM dan sistem telah memberikan jaminan kepada playanan serta keselamatan,” katanya
Sementara itu, pihak Angkasa Pura II mengatakan dari 13 bandara sudah ada 12 yang telah tersertifikasi, satu masih dalam proses yaitu bandara Silangit. 

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain