16 Januari 2026
Beranda blog Halaman 38500

Mabes Polri Akan Umumkan Seluruh Kasus Korupsi Pejabat Negara

Jakarta, Aktual.co — Kepala Badan Reserse Kriminal Mabes Polri, Komjen Pol Budi Waseso, akan mengumumkan seluruh kasus korupsi yang dilakukan oleh sejumlah pejabat negara.

“Sebentar lagi saya akan ekspos kasus korupsi, termasuk narkoba, dan penggunaan senjata api ilegal,” tegas Budi di Mabes Polri, Jakarta, Selasa (17/2).

Dijelaskan Budi, tim penyidik Bareskrim, akan menyidik seluruh pejabat pemerintahan, terutama intansi Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

“Sprindik sudah ada. Artinya sebelum semua terbuka secara utuh, jangan dulu nanti kita bisa dibilang fitnah, nggak boleh. Seperti orang menjatuhkan tersangka itu perampasan hak seseorang,” ungkapnya.

Jenderal bintang tiga itu menuturkan, dalam kasus korupsi yang ia tangani kali ini, diduga telah merugikan negara yang jumlahnya hingga milyaran rupiah. “Yang jelas pasti jumlahnya ratusan milyar lebih,” paparnya.

Namun, mantan Kapolda Gorontalo itu belum memastikan tanggal pengumunan kasus korupsi yang menjerat pejabat BUMN tersebut. “Nanti kita lihat saja, kalau sudah waktunya kita umumkan,” demikian Budi.

Artikel ini ditulis oleh:

TransJakarta Bakal Tambah 51 Armada

Jakarta, Aktual.co —Armada bus TransJakarta bakal bertambah. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tak lama lagi bakal mendatangkan 51 armada baru bus TransJakarta.
Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mengatakan kemungkinan armada baru itu akan masuk di bulan Juni nanti.
Penambahan armada TransJakarta, ujar dia, merupakan strategi pembenahan sarana transportasi umum di Ibu Kota DKI. Sembari menunggu proyek Mass Rapid Transit (MRT), Electronic Road Pricing (ERP), LRT (Light Rail Transit) dibangun.
Ahok yakin pengadaan bus kali ini bakal lebih ‘meriah’. Sebab tiap produsen bus sudah berebut mengajukan tawaran ke Pemprov DKI.
“Dulu kan bus-bus bagus ngga mau ikut karena takut ngga dapat tender. Sekarang berbeda, ngga ada tender, jadi langsung di LKPP (Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah) lewat e-catalogue,” ujar Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) di Balai Kota, Selasa (17/2).
Diwawancara terpisah, Direktur Utama PT TransJakarta Antonius Kosasih optimis dengan penambahan armada akan membuat waktu tunggu bus bakal berkurang.
“Jadi nanti kita prioritaskan di koridor-koridor yang sudah baik layanannya. Kita akan atur waktu tunggu bus lima menit sekali,” ujar dia, di Balai Kota.
Alasan dia tidak menambah armada di semua koridor lantaran masih banyak jalan-jalan yang rusak. “Ngga mau mobil baru dipakai di jalan rusak,” ujar dia.

Artikel ini ditulis oleh:

Mukernas I PPP Akan Dihadiri Jusuf Kalla

Jakarta, Aktual.co — Wakil Sekjen PPP versi Muktamar Surabaya, Arsul Sani, mengatakan acara Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) I PPP yang berlangsung hari ini akan dihadiri oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla.
“Pak JK kita undang untuk hadir dalam acara Mukernas I PPP ini,” kata Arsul, disela-sela acara Mukernas I, yang diselenggarakan di Komplek Bidakara, Jakarta Selatan, Selasa (17/2).
Selain itu, para pimpinan elit dari partai pendukung pemerintah turut diundang dalam acara yang mengusung tema ‘konsolidasi organisasi dan pemenangan pilkada’.
“Rencananya, semua pimpinan partai pendukung (pemerintah), kecuali pak SP (Surya Paloh) sedang berada di luar kota. Sedangkan PDIP mungkin kalau acara malam seperti ini Ibu Mega akan mengutus perwakilannya,” ujarnya.
Berdasarkan pantauan aktual.co di lapangan, hadir dalam acara Mukernas I PPP antara lain Menko Polhukam Tedjo Edhy Purdijatno, Menteri Agama Lukman Edy Saefuddin, Ketua Umum Partai Hanura Wiranto, dan Ketua Umum PKPI Sutiyoso.
Sementara itu, di luar gedung tempat acara digelar terpampang spandung berukuran 3×1 meter dengan bertuliskan ‘selamat datang Bapak Jusuf Kalla’. Namun, belum terlihat metal detector yang menjadi protap pengamanan presiden.

Artikel ini ditulis oleh:

Novrizal Sikumbang

Pengacara Samad: Nama Feriyani Lim Tak Ada di KK Kliennya

Jakarta, Aktual.co — Tim kuasa hukum Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Abraham Samad, Noersjahbani Katjasungkana membantah, di kartu keluarga (KK) kliennya tercantum nama Feriyani Lim.
“Kalau dari surat KK yang dimiliki sekarang tidak ada nama Feriyani Lim, kemudian kalau dilihat berita-berita itu alamatnya justru di ruko, padahal itu kan ruko bukan tempat tinggal, dan ruko itu sudah lama dijual,” kata Noersjahbani di gedung KPK Jakarta, Selasa (17/2).
Dia pun mengaku, kliennya sudah melakukan pemeriksaan terhadap nama Feriayani yang tercantum di KK miliknya di Makassar. “Tadi (Abraham Samad) hanya mengatakan bahwa ‘Saya sudah mendapatkan surat KK saya di Makassar dan tidak ada nama Feriyani’,” ungkap Noersjahbani.
Abraham, menurut Noersjahbani juga mengaku tak kenal dengan Feriyani. “Dia (Abraham) tidak kenal dengan Feriyani Lim. Pokoknya Pak Abraham tadi jelaskan tidak kenal dengan Feriyani.” 
Polda Sulawesi Selatan pada 9 Februari 2015 menetapkan Abraham Samad sebagai tersangka dalam perkara tindak pidana Pemalsuan Surat atau tindak pidana Administrasi Kependudukan.
Penetapan tersangka itu berdasarkan laporan Feriyani Lim, warga Pontianak, Kalimantan Barat yang juga menjadi tersangka pemalsuan dokumen paspor.
Saat mengajukan permohonan pembuatan paspor pada 2007, Feriyani Lim memalsukan dokumen dan masuk dalam kartu keluarga Abraham Samad yang beralamat di Boulevar, Kelurahan Masale, Kecamatan Panakkukang, Makassar.

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu

Razman Bantah Keras BG Bukan Pilihan Jokowi

Jakarta, Aktual.co — Pengadilan Negeri Jakarta Selatan sudah mengabulkan gugatan praperadilan Komisaris Jenderal Polisi (Komjen Pol) Budi Gunawan (BG) atas penetapan tersangka dugaan gratifikasi oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Bahkan, Dewan Perwakilan Rakyat (DPR RI) sudah menyetujui penunjukan Komjen Budi Gunawan (BG) sebagai Kapolri oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi).
Namun, sampai siang ini, Presiden Jokowi belum juga melantik Kepala Lembaga Pendidikan Kepolisian itu sebagai Kapolri.
Lantas, apakah benar BG bukan pilihan Jokowi, sehingga dengan terpaksa mengusulkannya sebagai Kapolri?
Menanggapi hal tersebut, sontak kuasa hukum BG Razman Arif Nasution membantahnya. Menurut dia, sudah jelas BG merupakan Kapolri yang diusulkan Presiden.
“Mana mungkin, BG bukan pilihan Jokowi. Yang teken (pengusulan ke DPR) Presiden,” tegas Razman menjawab wartawan di Bareskrim Mabes Polri, Selasa (17/2).
Saat ditanya apakah Presiden mengusulkan BG karena terpaksa, Razman lagi-lagi menepisnya. “Tidak terpaksalah tandatangan itu,” tegasnya.
Dia menegaskan, BG merupakan pilihan Presiden. Kemudian, diusulkan ke partai yang ada di DPR kemudian disahkan. Selain itu ada proses dari Kompolnas ke presiden. “Lalu ada yang bilang bukan kemauan presiden? apalagi ini?” kata Razman.

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu

Dua Petinju Sulsel Tolak Masuk Pelatnas

Jakarta, Aktual.co — Dua petinju Sulawesi Selatan, menolak memenuhi panggilan mengikuti Pelatnas Piala Presiden di Palembeng, Sumatera Selatan, 19-25 April 2015, karena ada larangan dari Pengprov Pertina Sulsel.

Ketua Bidang Teknik dan Kepelatihan PP Pertina, John Amanupunyo, mengatakan kedua petinju tersebut yakni Abd Sada (kelas 64 kg) dan Charlses Kantiango, spesialis kelas 69 kg.

“Saya dengar keduanya memang dilarang ketua Pertina Sulsel untuk mengikuti pelatnas sebagai protes setelah kami tidak mengakomodir Alex Tatontos yang juga dari Sulsel bergabung di pelatnas,” jelasnya saat dihubungi, Selasa (17/2).

Mengenai penolakan keduanya bergabung, pada dasarnya cukup disayangkan. Apalagi ini merupakan kesempatan yang mungkin saja hanya bisa didapatkan sekali seumur hidup.

PP Pertina sendiri mengaku menghargai keputusan itu. PP Pertina juga menilai tidak ada masalah jika ditolak, karena hanya akan mengakomodir atlet yang memiliki komitmen dan kemampuan untuk memberikan prestasi bagi timnas.

Mantan Direktur Teknik Pertina Sulsel itu juga mengaku tidak terganggu karena memiliki atlet yang cukup banyak untuk dapat diberikan kesempatan tampil memperkuat timnas.

Soal kemungkinan rencana pemangilan atlet lain untuk mengisi posisi yang ditinggalkan dua atlet Sulsel tersebut, dirinya mengaku baru akan membahasnya dengan tim pelatih dan pengurus PP Pertina.

“Kita juga tidak bisa memenuhi keinginan Pertina Sulsel untuk memanggil Alex Tatontos karena persoalan peluang. Untuk pengganti atlet, kami belum bisa pastikan sambil melihat perkembangan kedepan,” ujarnya.

Selain dua atlet Sulsel, 24 atlet yang juga dipanggil justru sudah bergabung seluruhnya. Seluruh atlet bahkan sudah memulai latihan pagi hari ini.

Petinju tersebut yakni Ingatan Ilahi (Riau/kelas49 kg putra), Yulio Bria (Bali/52 kg), Balin Lumoli (Maluku/kelas 56 kg), Mathias (DKI/60 kg), Kusdiono (Jabar/64 kg) serta Toar Sompotan asal Sulut di kelas 75 kg putra.

Sedangkan untuk putri tim dua yakni Aprilia Tombong (DKI/kelas 48kg), Warni (Riau/51 kg), Ester (Maluku/kelas 54 kg), Imaculata Loda (NTT/kelas 57 kg) serta Yunita Sinadia asal Papua Barat di kelas 60 kg putri.

Tim 3 putra masing-masing diperkuat Mario Kali(NTT/49kg), Steven Kastanya (Maluku/kelas 52 kg), Ari Agustin (Kalbar/kelas 56 kg), Resky Alfoms (Jabar/kelas 60 kg), Rizal Pardede (Riau/kelas 64 kg), dan Marfin Batwael dari Jabar di kelas 75 kg.

Adapun tim 3 putri yakni Endang (NTT/kelas 48 kg), Elviana (Sumut/kelas 48 kg), Suzen (Sumut/51 kg), Diandra (DKI/kelas 54 kg), Erni (Kaltim/kelas 57 kg), Yunita Kombo (Sumsel/kelas 57 kg) serta Maduma Simbolon dari Maluku Utara di kelas 60 kg.

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain