10 Januari 2026
Beranda blog Halaman 38505

Presiden Perempuan Pertama Kroasia Dilantik

Jakarta, Aktual.co —Presiden perempuan pertama Kroasia, Kolinda Grabar-Kitarovic, diambil sumpah, Ahad (15/2/). Grabar-Kitarovic pun bertekad akan membantu mengangkat perekonomian negaranya yang bermasalah. “Saya akan menjadi diplomat tertinggi ekonomi negara kita,” katanya dalam pidato peresmiannya sebagai presiden di Ibu Kota Zagreb, seperti dilansir AFP, Senin (16/2/2015). Grabar-Kitarovic menyatakan tekad untuk melakukan langkah terbaik untuk membuat Kroasia menjadi bangsa yang sejahtera. Mantan Menteri Luar Negeri berhaluan konservatif ini mengalahkan pendahulunya yang beraliran sayap kiri, Ivo Josipovic, dalam pemilihan ulang pada Januari.

Grabar-Kitarovic pun menghidupkan harapan keanggotaan Kroasia di Uni Eropa. Sebab, harapan ekonomi negara kecil di Adriatik berpenduduk 4,2 juta orang itu selama ini telah memudar. “Hampir dua tahun dalam keanggotaan (Uni Eropa), saya ingin kita semua memulai kehidupan sebagai anggota Uni Eropa,” imbuh dia. Perekonomian Kroasia, yang diterpa resesi selama enam tahun, masih menjadi yang paling lemah di antara 28 negara anggota Uni Eropa. Pengangguran berada di angka 20 persen dan pemerintah memperkirakan pertumbuhan tahun ini hanya akan mencapai 0,5 persen.

Grabar-Kitarovic pernah menjadi menteri luar negeri dan hubungan Eropa dari 2003 hingga 2008. Ia pernah menjabat sebagai duta besar Kroasia untuk Amerika Serikat hingga 2011 sampai ia ditunjuk sebagai asisten sekretaris jenderal NATO.

SKK Migas: Penyerapan LNG Domestik Terkendala Infrastruktur

Jakarta, Aktual.co — Penyerapan gas dalam bentuk LNG untuk domestik belum optimal karena terhambat ketersediaan infrastruktur dan belum maksimalnya penyerapan oleh fasilitas yang sudah dibangun.

“Pasar domestik seharusnya dapat mengoptimalkan penyerapan kelebihan kargo LNG,” kata Kepala Humas Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas), Rudianto Rimbono di Jakarta, Senin (16/2).

Ia mengatakan, dari alokasi LNG sebanyak 38 kargo tahun lalu hanya terserap sekitar 94,74 persen. Dia mengakui ada beberapa sebab sehingga alokasi tersebut tidak dapat diserap, seperti kurangnya infrastruktur dan tidak optimalnya penyerapan fasilitas penerima LNG di dalam negeri.

Target penyerapan LNG oleh pasar domestik tahun lalu masih belum terpenuhi. “Kalau melihat komitmen awal pembelian, FSRU Lampung yang seharusnya dapat menyerap lima kargo, masih belum optimal karena baru terealisasi tiga kargo,” katanya.

Untuk fasilitas lain, seperti Arun masih dalam proses persiapan sedangkan Nusantara Regas sudah sesuai komitmen 100 persen, kata Rudianto.

Untuk tahun ini, pemerintah dan SKK Migas mematok kenaikan jumlah kargo LNG yang dapat disalurkan ke domestik.

Peningkatan tersebut setelah melihat adanya potensi peningkatan permintaan setelah Regasifikasi Arun selesai dan beroperasi dan potensi pengalihan pasokan untuk PGN yang tahun lalu belum terserap ditambahkan pada tahun ini.

“Sehingga kami berharap infrastruktur yang sudah beroperasi di tahun ini dapat mengoptimalkan alokasi yang sudah kami siapkan. Hal ini penting karena tidak optimalnya penyerapan LNG oleh pasar domestik akan berdampak pada penerimaan negara,” tegasnya.

Pengamat migas, Marwan Batubara mengatakan, penyerapan gas domestik yang tidak sesuai dengan komitmen tentu saja menyebabkan selain kehilangan potensi penerimaan Negara juga potensi ekonomi yang dapat diciptakan apabila LNG itu dapat diserap.

Dia juga menyayangkan FSRU Lampung mengalami kerusakan hingga dua kali sehingga mengganggu penyerapan LNG.

“Ini tentu saja menyebabkan Negara rugi dua kali. Penerimaan tidak dapat, dan di sisi lain dampak positif multiplier effect dari pasokan LNG apabila terserap dengan baik pun tidak terjadi,” katanya.

Marwan juga mengusulkan agar pemerintah tetap memberikan prioritas kepada pasar domestik untuk LNG yang tidak terserap oleh konsumen yang sudah terkontrak.

“Kalau ternyata pasar domestik memang belum mampu menyerap, baru ekspor dapat dilakukan yang tentu saja dengan syarat-syarat yang ketat,” katanya.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Warga Yahudi di Denmark Makin Khawatir

Jakarta, Aktual.co —Anat Taboul duduk di lantai di sebuah ruangan pengamanan di sebuah sinagoga di Kopenhagen, Denmark, pada Sabtu (14/2) malam. Di sebelahnya, duduk pula anaknya yang berusia 13 tahun, Noah. Mereka adalah korban selamat dari serangan oleh seorang pria yang menewaskan satu warga di sinagoga tersebut. Taboul mengerahkan segala daya untuk mencegah anak-anak di sekitarnya agar tidak merasa ketakutan di tengah kegentingan.

“Semua orang dewasa melihat mata orang lain dan kami berpikir bahwa sesuatu yang buruk telah terjadi. Kami takut ada teroris di dalam bangunan, tapi kami tidak bisa mendiskusikannya karena kami mau melindungi anak-anak,” tutur Taboul seperti dikutip The Independent pada Ahad (15/2).

Taboul kemudian mengisahkan awal mula malam mencekam tersebut. Kala itu, pesta disko dalam rangka merayakan Bar Mitzvah dari seorang anak baru saja dimulai ketika Tobias, salah satu dari dua penjaga sukarelawan, tiba-tiba mematikan musik dan menyuruh semua orang lari ke ruang bawah tanah. “Ia mengatakan bahwa polisi telah memberikan informasi kepadanya bahwa kami harus berada di sini (ruang bawah tanah) dan itu hanya sebuah prosedur keselamatan,” ujar Taboul. Namun, para orang dewasa menganggap ini hanyalah cerita yang diciptakan untuk menghindari kepanikan anak-anak.

Dentum musik disko ternyata meredam suara tembakan yang akhirnya menewaskan rekan Tobias, Dan Uzan, dan melukai lima petugas kepolisian lainnya. “Kami tidak mendengar apapun, tapi kami bisa melihat dari sorot matanya bahwa sesuatu yang buruk telah terjadi,” ucap suami Taboul, Yoav. Saking tebalnya dinding ruang bawah tanah, hingga hanya satu orang yang dapat menerima sinyal telepon. Namun, para orang dewasa cukup mengerti bahwa seluruh Kopenhagen sedang dijaga ketat oleh polisi.

“Kami berdiam di dalam ruang kecil selama dua jam. Kami sangat kepanasan tanpa apapun di dalam. Kami hanya duduk di sana dan anak-anak menangis, kami menjaga kami,” kata Yoav. Setiap anak yang datang tanpa teman didampingi oleh seorang dewasa. Setelah dua jam, Tobias akhirnya mengevakuasi mereka dengan aman. Di luar, pasukan khusus Denmark telah bersiaga untuk mengantar mereka ke kantor polisi di luar Kopenhagen.

Di kantor polisi, mereka ditempatkan bersama warga lain yang dievakuasi dari serangan di salah satu kafe di Kopenhagen yang terjadi sepuluh jam sebelum baku tembak di sinagoga. Serangan itu terjadi ketika kartunis penggambar Nabi Muhammad, Lars Vilks, tengah menjadi pembicara dalam diskusi kebebasan berpendapat di kafe tersebut. “Di sana ada psikolog untuk membantu para anak. Saat itu situasi sangat krisis. Orang yang sama melakukan (penembakan) dua penembakan ini dalam satu hari. Ia berkata bahwa ini adalah hari terburuk dalam hidupnya,” papar Yoav.

Menghadapi perkembangan anti-Semit yang pesat, umat Yahudi di Kopenhagen memang telah meningkatkan kewaspadaan. Taboul mengaku tidak lagi memakai kalung bintang Daud setelah ada ancaman berupa coretan  graffiti di tembok sekolah anaknya. “Kami biasanya merasa aman datang ke sinagoga. Namun, kami selalu berpikir, ‘Mungkin sesuatu akan terjadi suatu saat,’ karena tidak pernah ada polisi di sini.

Sementara itu, Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, mengajak umat Yahudi Eropa untuk mengungsi ke Israel. “Yahudi layak mendapatkan pengamanan di semua negara, tapi kami berkata kepada umat Yahudi, kepada saudara-saudari kami, Israel adalah rumah kalian. Kami menyiapkan dan menyerukan penyerapan imigrasi besar dari Eropa,” kata Netanyahu. Kendati keamanan mereka terancam, namun masyarakat Yahudi di Denmark menolak ajakan Netanyahu tersebut. “Kami menghargai undangan tersebut, tapi kami warga Denmark, ini adalah negara kami,” kata Dan Rosenberg Asmussen, kepala Perhimpunan Yahudi di Denmark, usai menyampaikan belasungkawa di sinagoga tempat penembakan.

Seorang fotografer dan mantan sukarelawan penjaga Sinagoga Kopenhagen kemudian menjabarkan alasan pribadinya. Menurutnya, perlakuan umat Yahudi di manapun akan tetap sama. “Kami akan mendapatkan serangan lain di sinagoga atau sekolah Yahudi. Anak saya berada di sana (Israel), tapi Anda tidak bisa melarang anak saya pergi ke sekolah Yahudi karena itu berarti Anda memotong kehidupan Yahudi.

Anak saya tahu bahwa jika ia mendengar suara tembakan, mereka harus segera tiarap. Itu hanya bagian hidup seorang Yahudi. Warga Denmark lain hidup di dunia yang sangat berbeda. Saya bersimpati (dengan apa yang ditawarkan Netanyahu), tapi tentu saja kami memilih untuk tidak hidup di sana,” paparnya.

PM Australia: Saya Bersumpah akan Selamatkan Duo ‘Bali Nine’

Jakarta, Aktual.co —Australia akan menempuh semua cara legal untuk menyelamatkan dua warganya dari eksekusi mati di Indonesia. Demikian ditegaskan Perdana Menteri Tony Abbott pada sejumlah awak media, seperti dikutip AFP, Senin (16/2). “Saya tidak ingin memberikan harapan palsu, tapi saya ingin semua orang mengerti, bahwa kami sedang melakukan segala cara untuk menolong kedua orang itu,” tutur Abbott, merujuk pada dua terpidana mati Myuran Sukumaran dan Andrew Chan.

Sukumaran dan Chan ditangkap pada 2005 lalu di Bali karena menyelundupkan 8,3 kilogram heroin dari Australia. Belum ada tanggal pasti kapan keduanya akan dieksekusi mati. Brasil dan Belanda telah memanggil duta besarnya atas eksekusi mati warga negara masing-masing. Abbott belum menjelaskan respon apa yang akan diambil jika eksekusi Sukumaran dan Chan pada akhirnya dilakukan.

Menteri Luar Negeri Julie Bishop pekan lalu mengancam memboikot pariwisata Indonesia, termasuk ke wilayah Pulau Dewata Bali. Abbott telah melontarkan berbagai pernyataan sejak dua hari lalu agar dua warganya tidak dieksekusi. “Yang kami minta pada Indonesia adalah yang diminta Indonesia pada negara lain saat warganya menjadi terpidana mati,”  ujar Abbott. “Jika Indonesia meminta dan mengharapkan semacam pengampunan, maka kita juga berhak meminta dan mengharapkan pengampunan,” sambung dia.

Djohar Dorong Pengembangan Sepakbola di Papua Barat

Jakarta, Aktual.co — Ketua Umum Pesatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI), Djohar Arifin Husin, mendorong klub-klub di Papua Barat lebih berperan mengembangkan prestasi sepak bola di daerah tersebut.

“Terutama klub sepak bola yang ada di Provinsi Papua Barat seperti Persiram Raja Ampat, Peseman Manokwari, Persewon Teluk Wondama perlu terus meningkatkan prestasinya dalam sepak bola nasional,” kata Djohar di Manokwari, Papua Barat, Senin (16/2).

Dia mengatakan, pengurus PSSI Papua Barat akan segera dilantik untuk menjalankan roda organisasi serta memajukan sepak bola di Papua Barat.

“Saya berharap pengurus PSSI Papua Barat yang baru dengan semangat baru pula dapat membangkitkan semangat olahraga khususnya sepak bola di provinsi itu,” katanya.

Ia juga berharap pengurus PSSI yang baru dapat membangkitkan kembali klub sepak bola di Papua Barat yang telah redup seperti Perseman Manokwari dan beberapa klub lainya.

Djohar Arifin menyampaikan, PSSI Pusat ke depan akan memberikan perhatian serius terhadap infrastruktur dan perkembangan sepak bola di Provinsi Papua Barat.

Oleh sebab itu, PSSI Pusat juga mengharapkan dukungan pemerintah daerah untuk memajukan sepak bola di Papua Barat sebab tanpa dukungan pemerintah, maka sepak bola di provinsi ini tidak akan maju.

Artikel ini ditulis oleh:

Al Azhar: Penembakan di AS Tindakan Teroris dan Rasis

Jakarta, Aktual.co — Kampus Al-Azhar, pusat pembelajaran Islam di Mesir mengutuk pembunuhan tiga pemuda Muslim yang dilakukan oleh seorang atheis Amerika Serikat. Al Azhar menyebut tindakan tersebut sebagai tindakan teroris dan rasis. Aktivis Muslim di Amerika Serikat dan di seluruh dunia menuntut pemerintah AS menyelidiki kemungkinan motif kebencian agama. Sebelumnya, polisi mengatakan  kasus tersebut berawal dari sengketa parkir. Namun polisi membuka kemungkinan terjadinya kejahatan rasial.

“Al-Azhar mengungkapkan  rasa terguncang yang mendalam dan menyatakan, aksi teroris ini adalah pengecut, yang menunjukkan bahwa terorisme tidak memiliki kewarganegaraan atau agama,” kata pernyataan yang dikeluarkan oleh kampus agama paling tua diseluruh dunia dan dihormati oleh umat Islam di seluruh dunia. Al-Azhar mendesak pemerintah AS untuk membawa para pelaku ke pengadilan untuk mencegah kejadian berulang yang dapat menyebabkan terjadinya pelebaran kesenjangan antara timur dan barat.

Beberapa Muslim di negara-negara Arab telah menuduh media Barat dan pemerintah tak memberi perhatian lebiha pada pembunuhan ini. Situasi ini sangat berbeda dengan pemberitaan saat terjadi serangan di kantor majalah satir Perancis Charlie Hebdo, dan toko halal untuk warga Yahudi.

Berita Lain