10 Januari 2026
Beranda blog Halaman 38506

Jepang Siap Bantu Teknologi Pengolahan Air Bersih di Sumut

Medan, Aktual.co — Jepang menyatakan kesiapannya untuk membantu penyiapan teknologi pengolahan air bersih di Sumatera Utara (Sumut).

Teknologi tersebut diharapkan dapat mengatasi kendala dalam mendapatkan air bersih, terutama pemukiman masyarakat di kawasan pesisir pantai.

“Sebagian alat yang digunakan dari bambu. Teknologi pengolahan air ini dapat menyuplai air tanah dari kedalaman hingga 1.400 meter. Teknologi ini tepat bagi masyarakat di daerah pantai yang kesulitan mendapatkan air bersih,” ujar Konjen Jepang Yuji Hamada saat diterima Wagub Sumut, Tengku Erry Nuradi di kantor Gubernur Sumut, Jalan Diponegoro, Medan, Senin (16/2).

Dikatakan Hamada, teknologi pengolahan air bersih tersebut merupakan rangkaian dari Project People to People untuk menunjang taraf hidup masyarakat Sumut. Terutama mereka yang tinggal di daerah pesisir pantai yang selama ini kesulitan mendapatkan air bersih. Teknologi ini menggunakan alat sederhana dan telah diterapkan di Jepang selama berabad-abad.

“Kami berharap Pemerintah Provinsi Sumatera Utara mau dapat membantu dan mendorong project people to people  yang nantinya dilaksanakan di kabupaten/kota di Sumatera Utara,” tutup Hamada.

Sementara itu, Wagub Sumut, menyatakan menyambut baik kesiapan Jepang membantu Sumut dalam pengolahan air bersih tersebut. Dirinya meyakini, program itu menjadi salah satu solusi dalam mengatasi kesulitan air bersih di sejumlah kawasan di Sumut, terutama di daerah pesisir pantai Timur dan Barat Sumatera.

“Tidak sedikit daerah di Sumut yang hingga kini masih kesulitan mendapatkan air bersih untuk kebutuhan minum, cuci dan lain sebagainya. Jika ada teknologi sederhana dan biayanya terjangkau, ini akan menjadi solusi tepat dalam menjaga ketersediaan air bersih bagi masayarakat,” kata dia.
 
Erry mengatakan, Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) yang tersebar di sejumlah kabupaten/kota di Sumut, belum mampu memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat. Sebagian daerah bahkan tidak mendapatkan air bersih olahan yang laik minum.
 
“Untuk kebutuhan memasak dan minum, masyarakat masih memanfaatkan air alam yang ada dilingkungan pemukiman. Ada yang memnggunakan sumur bor. Tidak sedikit yang masih mengandalkan air sumur atau air alam,” papar Erry.

Erry menghimbau, Kabupaten/Kota di Sumut yang daerahnya menjadi pilot project untuk mendukung program tersebut agar berjalan dengan lancar.
 
“Program ini sangat baik. Saya optimis Pemkab maupun Pemko yang mendapatkan program ini juga akan menyambut baik. Untuk itu, Pemkab dan Pemko harus berkoordinasi dengan masyarakat, terutama yang tinggal di kawasan kesulitan air,” saran Erry.

Artikel ini ditulis oleh:

Indonesia-Sudan Teken MoU Perdagangan Bilateral

Jakarta, Aktual.co — Wakil Menteri Luar Negeri RI A.M. Fachir mengatakan bahwa Indonesia dan Sudan sepakat untuk meningkatkan volume perdagangan bilateral.

“Khusus bidang ekonomi, kedua pihak sepakat untuk meningkatkan volume perdagangan dengan melibatkan pelaku usaha untuk turut ambil andil dalam mencari peluang dan mengidentifikasi komoditas ekspor dan impor yang diperlukan oleh kedua negara,” kata Wamenlu Fachir di Jakarta, Senin (15/2).

Pertemuan konsultasi bilateral itu dilakukan di Gedung Pancasila Kementerian Luar Negeri RI.

Fachir menyebutkan bahwa volume perdagangan antara Indonesia dan Sudan mencapai 87 miliar dolar AS pada 2013.

“Kami tadi juga mendiskusikan tentang cara-cara terbaik untuk meningkatkan kerja sama di bidang komersial,” ujar dia.

Menurut dia, kedua pihak juga menyambut baik dan mengapresiasi suksesnya kerja sama panen perdana proyek penanaman padi Indonesia di negara bagian Gedarif, Sudan pada 2 November 2014.

“Selain itu, sebagai bentuk dukungan kepada Sudan, Indonesia telah memberikan bantuan kerja sama teknik kepada Sudan sejak 2006 hingga 2014, yaitu sebanyak 29 program dengan jumlah peserta sebanyak 114 orang,” ungkap dia.

Pada kesempatan tersebut, kedua pihak juga menandatangani Nota Kesepahaman mengenai Konsultasi Bilateral.

Selain itu, turut ditandatangani Nota Kesepahaman Kerja Sama bidang Perikanan dan “Joint Communique” mengenai pemberantasan tindak penangkapan ikan secara ilegal, tidak terdaftar, dan tidak sesuai peraturan (Illegal, Unregulated, Unreported Fishing).

Nota Kesepahaman bidang Perikanan itu ditandatangani oleh Sekjen Kementerian Kelautan dan Perikanan RI Sjarief Widjaja dan Wakil Menteri Luar Negeri Sudan Obiedalla Mohamed Obiedalla Hamdan.

Terkait hal itu, Wamenlu Obiedalla mengatakan pihaknya akan berusaha sebaik mungkin untuk memastikan nota kesepahaman itu dijalankan dengan baik.

“Ini merupakan kesempatan bagus bagi kami untuk berada di Indonesia. Kami berharap agar hubungan antara Indonesia dan Sudan dapat terus berlangsung baik. Kami akan siap untuk menjalankan MoU (nota kesepahaman) ini di masa depan,” ujar Wamenlu Sudan itu.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Timnas U-23 Janji Tampilkan Performa Terbaik Lawan Malaysia

Jakarta, Aktual.co — Tim nasional Indonesia U-23 berjanji akan menampilkan performa terbaiknya saat menghadapi Malaysia, dalam pertandingan persahabatan di Stadion Gelora Delta Sidoarjo, Jawa Timur, Selasa (17/2).

Asisten Pelatih Timnas Indonesia U-23, Mamak A. mengatakan, sesuai dengan instruksi yang diberikan pelatih kepala, Aji Santoso, permainan melawan Malaysia nanti akan lebih baik dibandingkan dengan melawan Syria akhir pekan ini.

“Kekalahan timnas saat menghadapi Syria masih sedikit membekas dihati anak asuh kami. Tetapi, kami akan bermain lebih baik lagi saat melawan Malaysia nanti,” katanya usai rapat persiapan di Surabaya, Jawa Timur, Senin (16/2).

Ia mengemukakan, saat ini timnas juga masih dalam tahap seleksi, sehingga dalam pertandingan persahabatan nanti ada dua kemungkingan yang bisa terjadi, bisa lebih baik atau juga bisa lebih buruk.

“Kami harus melihat kemampuan dari masing-masing personil kami, karena kalau kemampuan mereka tidak dicoba, bagaimana kami bisa mengetahui potensi dari masing-masing pemain,” katanya.

Disinggung adanya salah satu pemain yakni Manahati Lestusen yang mengalami cedera saat bertanding melawan Syria, dirinya mengaku saat ini masih belum mendapatkan laporan tim dokter apakah pemain tersebut bisa tampil atau tidak.

“Manahati memang mengalami cedera engkel pergelangan kaki. Dan kami masih belum pastikan pemain itu akan turun pada pertandingan melawan Malaysia atau tidak,” katanya.

Sementara itu, Pelatih Malaysia Rajib Ismail mengaku akan menurunkan pemain terbaiknya pada saat pertandingan nanti.

“Kami akan menerjunkan tim terbaik mulai dari U19, sampai dengan U23 yang kesemuanya siap untuk bermain terbaik,” katanya.

Dalam pertandingan ini dirinya menurunkan sebanyak 22 pemain dari total 26 pemain yang dimiliki dalam pertandingan ini supaya bisa membawa kemenangan bagi mereka.

“Kami akan bermain secara maksimal untuk memenangkan pertandingan ini,” katanya.

Artikel ini ditulis oleh:

Diduga Malpraktik, Dokter RSIA Andika Dilapor ke Polda Metro

Jakarta, Aktual.co —Diduga lakukan malpraktik sehingga menyebabkan kematian, seorang ibu rumah tangga melaporkan dua dokter Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Andika ke Polda Metro Jaya. 
Ibu bernama Pita Sari itu melapor dokter berinisial TG dan AR, serta perawat MN karena diduga mengakibatkan anaknya meninggal saat persalinan.
“Ada ketidakwajaran yang saya terima dalam proses persalinan sehingga menyebabkan bayi saya meninggal dunia,” kata Pita, di Markas Polda Metro Jaya, Jakarta, Senin (16/2).
Peristiwanya sendiri terjadi November 2014 lalu. Sejak itu, diakui Pita, pihaknya sudah menemui manajemen  (RSIA) Andika. Namun Pita merasa pihak rumah sakit tak menunjukkan itikad baik. 
Akibatnya, dokter RSIA Andika dilaporkan dengan jeratan Pasal 359 KUHP tentang kelalaian yang menyebabkan kematian dan Pasal 44 ayat 2 Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2014 tentang kesehatan.
Pengacara korban, Heribertus mengatakan petugas medis dilapor terkait dugaan kelalaian berupa pembiaran terhadap pasien dalam kondisi kritis, yang seharusnya mendapatkan tindakan perawatan.
“Jangankan dokter, perawat pun pada saat itu tidak ada. Sehingga masa kritis lima jam akhirnya bayi tidak tertolong (meninggal dunia),” ujar Heribertus.
Tutur dia, awalnya seorang perawat RSIA Andika memeriksa kandungan Pita Sari. Dinyatakan sudah ada pembukaan dengan kondisi baik sekitar pukul 21.00 WIB.
Dalam kondisi semakin sakit dan hanya ditemani suaminya Muza Mahendra Wika, Pita tidak didampingi dokter untuk mengontrol pembukaan pasien sekitar pukul 00.30 WIB.
Muza sempat mencari petugas medis untuk memeriksa kondisinya Pita yang semakin sakit. Namun ternyata tidak ada seorang pun perawat.
“Saat pukul 03.00 WIB datanglah mereka (perawat) dan kaget melihat kondisi pasien seperti itu (kesakitan). Jadi selama lima jam mereka ke mana,” ujar dia.
Selain ke Polda Metro Jaya, pihak Pita juga sudah melapor ke Pemprov DKI dan lembaga tenaga medis terkait lainnya.

Artikel ini ditulis oleh:

PBB Bereaksi Soal Eksekusi Mati, Komisi I: Australia Frustasi

Jakarta, Aktual.co — Imbauan Sekretaris Jenderal (Sekjen) PBB Ban Ki-moon mengimbau Indonesia, untuk tidak mengeksekusi mati pelaku narkoba ditanggapi anggota Komisi I DPR.
Wakil Ketua Komisi I DPR RI Tantowi Yahya mengatakan sikap Sekjen PBB merupakan upaya perpanjangan tangan dari negara Australia, agar Indonesia membatalkan hukuman mati dua ‘Bali Nine’, Myuran Sukumaran dan Andrew Chan.
“Itu atas permintaan pemerintah Australia karena frustrasinya mereka meminta presiden (Indonesia) menunda atau membatalkan,” kata Tantowi, di Kompleks Parlemen, Senayan, Senin (16/2).
Menurut dia, Indonesia harus menanggapi ini dengan santai. Pemerintah diminta tetap melakukan agenda sesuai rencana.
“Kalau kita batalkan, konsekuensinya akan lain terhadap negara-negara lain, seperti Brazil, Vietnam, Belanda,” ucap Ketua DPP Golkar versi Munas Bali itu.
Indonesia, tambah Tantowi, harus menjalankan eksekusi mati terhadap bandar narkoba, agar tetap disegani. Upaya Australia melindungi warga negaranya sudah menjadi keharusnya sebuah negara.
“Hasilnya tergantung gimana kekuatan lobi dan keteguhan negara yang dilobi,” pungkasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Novrizal Sikumbang

Munas PB TI Diwarnai Pelarangan Masuk Anggota oleh Panitia

Jakarta, Aktual.co — Sejumlah peserta dari beberapa perwakilan Pengurus Provinsi, melakukan protes menyusul larangan masuk dari panitia untuk acara Munas Taekwondo Indonesia 2015 di Jakarta, Senin (16/2).

“Kami merasa dizalimi, karena tak boleh masuk. Kelihatannya panitia khawatir kalau kami akan membuat ulah. Padahal kami bisa menjadi peserta peninjau selama Munas,” kata Gabriel Wio Isack Petrus yang mewakili Pengprov Nusa Tenggara Timur (NTT).

Nama lain yang tidak diperbolehkan masuk mengikuti Munas Taekwondo Indonesia 2015 adalah Daud Ngabalin mewakili Pengprov TI Papua, Muhdar Adam dan Muhamad Ajab dari Maluku Utara serta perwakilan dari Sulawesi Barat.

Perwakilan Pengprov yang tidak boleh masuk ke Munas itu berencana akan menyampaikan aspirasi pada Munas yang juga mengagendakan pemilihan ketua umum PB TI tersebut.

Akibat dilarang masuk ruangan, mereka sempat bersitegang dengan panitia dan pengurus. Bahkan, terjadi adu mulut dan saling tunjuk muka dengan suara lantang, sebelum petugas kepolisian datang untuk berjaga- jaga.

Sekretaris Umum Pengprov TI NTT Gabriel Wio menyayangkan sikap panitia yang melarangnya mengikuti Munas, padahal, pihaknya ingin melakukan klarifikasi terkait masalah yang terjadi di NTT.

Sementara Ketua Harian Pengprov TI Papua, Daud Ngabalin mengaku berhak datang ke Munas, lantaran masih aktif sebagai pengurus organisasi di TI Papua. Namun, dia tetap ditolak masuk ke arena Munas karena tak memiliki kartu pengenal atau ID card.

“Pada 2014 ada Musorprov di Papua, saya ditunjuk jadi ketua harian. Tapi nama saya dicoret, alasannya merangkap jabatan di organisasi lain. Saya mau klarifikasi melalui Munas dan menurut saya ini waktu yang tepat,” tegasnya.

Dia mengatakan, panitia dan pengurus TI tak memiliki alasan yang konkret, hanya karena tak memiliki ID card ke ruang Munas.

“Kalau tetap seperti ini, kami akan menempuh jalur hukum sesuai Undang-undang yang ada. Kami akan gugat ke BAORI (Badan Arbitrase Olahraga Republik Indonesia) dan bisa juga lewat Pengadilan,” katanya.

Secara terpisah Wakil Ketua Umum KONI Pusat Suwarno yang juga ketua Satlak Prima mengatakan, konflik di Organisasi Taekwondo hendaknya dapat diselesaikan secara Internal.

“Kita tahu sekarang ini ada PB TI dan UTI Pro saya harapkan ini bisa diselesaikan di internal mereka, apalagi mereka yang di UTI Pro juga duduk di kepengurusan PB TI,” kata Suwarno yang hadir di Munas Taekwondo Indonesia tersebut.

Menurut Suwarno, pihaknya sudah melakukan komunikasi dengan Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI).

“berdasarkan Komunikasi saya dengan BOPI ada tiga cabang yang memang sudah memiliki Federasi Internasional di tingkat amatir dan Profesional, yakni Tinju, Golf dan Dansa. Sehingga atlet yang sudah beralih ke Profesional tidak bisa berkiprah lagi di amatir,” kata Suwarmo.

Sementara itu dari PB TI Airlangga menuturkan, empat perwakilan Pengprov TI yang memaksa minta masuk arena kongres sudah bukan pengurus yang sah.

Menurut dia, Daud Ngabalin cs sudah tak diakui oleh PB TI. Untuk pengprov Papua, Daud telah dicoret dari kepengurusan karena merangkap jabatan di UTI Pro. Sedangkan Gabriel Wio yang menjabat Sekum Pengprov NTT, saat ini sudah tak bisa diterima lantaran telah terbentuk kepengurusan baru melalui Musorprovlub.

“Mereka adalah pengurus lama dan kalah bersaing di Musorprov. Jadi mereka memang tak memiliki hak untuk hadir di Munas,” kata Airlangga.

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain