2 Januari 2026
Beranda blog Halaman 38526

Komisi X: Negarawan Itu Harus Lepas Warna Parpol

Jakarta, Aktual.co — Anggota Komisi X DPR RI periode 2014-2019, Popong Otje Djundjunan menegaskan bahwa seharusnya seorang negarawan itu merupakan seseorang yang benar-benar sudah terlepas dari pengaruh “warna” partainya ketika menjabat di parlemen sehingga benar-benar mampu mengedepankan kepentingan rakyat.
“Itulah yang disebut sebagai negarawan sejati. Mereka tidak memikirkan golongan, tetapi memikirkan rakyat serta mampu berpikir visioner,” katanya saat diskusi bertajuk “Indonesia Krisis Negarawan?” di Kampus Universitas Padjadjaran, Minggu (15/2).
Popong mengimbau generasi muda calon negarawan tidak alergi terhadap partai politik karena sesungguhnya bukan partai politiknya yang “kotor”, melainkan orang-orang di dalamnya.
“Bila alergi dengan partai politik, bagaimana bisa menjadi negarawan?” tambahnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

Aksi Kampanye Bahaya Merokok

Beberapa anak muda membawa replika bola dunia yang ada banyak puntung rokok, di acara Car Free Day (CFD) di Bunderan HI, Jakarta, Minggu (15/2/2015). Massa yang tergabung dalam Smoke Free Agents (SFA) mendeklarasikan pentingnya bahaya merokok dan meminta agar Presiden Jokowi untuk meratifikasi FCTC( Framework Convention on Tobacco Control) agar Indonesia terbebas dari ancaman bahaya rokok. AKTUAL/MUNZIR

Pengamat: Negawaran di Indonesia Kian Langka

Jakarta, Aktual.co — Tokoh nasional yang memiliki kriteria negarawan kian langka, namun kondisi itu tidak hanya dialami Indonesia. 
Demikian disampaikan Pengamat Politik Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Padjadjaran Mudiyati Rahmatunnisa saat diskusi bertajuk “Indonesia Krisis Negarawan?” di Kampus Universitas Padjadjaran, Minggu (15/2).
“Tokoh dengan kriteria negarawan kian langka, namun tidak hanya Indonesia yang sedang mengalami krisis negarawan, negara sekaliber Amerika Serikat juga mengalami krisis yang sama,” katanya.
Ia menyebutkan dalam ilmu politik, konsep negarawan mencakup beberapa kriteria khusus antara lain memiliki pengalaman panjang di dunia politik, punya kemampuan di dunia pemerintahan dan punya ‘respect’, visioner dan seseorang yang tidak hanya memikirkan kepentingan diri sendiri atau kelompoknya.
“Negara manapun mendambakan sosok-sosok negarawan, ia menjadi sosok panutan bukan untuk lingkungan terdekat tapi untuk orang banyak,” katanya.

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

Menperin Buka Festival Jenang Bahari

Jakarta, Aktual.co — Menteri Perindustrian Saleh Husin didampingi Wali Kota Surakarta FX Hadi Rudyatmo membuka Festival Jenang Bahari di Koridor Ngarso Puro , Solo, Jawa Tengah, Minggu (15/2).

Menperin Saleh Husin mengatakan industri kecil dan kreatif perlu terus dibina dan ditingkatkan sehingga mempunyai dampak yang positif untuk pengembangan perekonomian di Solo dan daerah sekitarnya. “Saya akan berikan bantuan peralatan untuk pengembangan sektor ini, kebetulan dalam Kementerian Perindustrian juga ada program-program tersebut,” kata Saleh Husin.

Menperin menjanjikan akan memberikan bantuan peralatan untuk pengembangan ekonomi kreatif, agar kreasi generasi muda yang ada di kota ini bisa maju dan menambah nilai ekonomi, seperti yang ada di Bandung dan Bali.

Wali Kota Surakarta FX Hadi Rudyatmo mengatakan penyelenggaraan Festival Jenang ke 4 ini untuk mendukung Solo menuju kota kreatif, dan sekaligus dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Ia mengatakan jenang bagi masyarakat Jawa khususnya orang Solo mempunyai banyak makna, baik dari manusia itu lahir sampai meninggal dunia. “Melalui ini pula perlu terus digalakkan kuliner jenang”.

Ketua Yayasan Jenang Indonesia Slamet Raharjo yang menggagas digelarnya Festival Jenang Bahari tersebut mengatakan, ada beberapa tahapan yang harus dilakukan untuk acara ini yaitu pertama Minggu (15/2) demo memasak jenang dan ‘cara marut kelapa’, yang benar dilakukan oleh para pelajar di Solo, Senin (16/2) memasak jenang yang dilakukan oleh para Siswa/Siswi SMK Se Surakarta dan masyarakat umum, Selasa (17/2) puncak Pestival Jenang Bahari, yang sekaligus dalam rangka memeriahkan Hari Jadi Kota Solo ke 270.

Slamet Raharjo mengatakan untuk festival jenang kali ini dari pihak panitia akan membagikan sebanyak 32.000 takir jenang secara gratis kepada para pengunjung. Jenang yang akan dibagikan itu di antaranya Jenang Bahari, Jenang Hitam, Jenang Sumsum dan Jenang Mutiara.

Artikel ini ditulis oleh:

Komisi III: Polisi Diminta Tak “Main-main” di Kasus Eks kadishub Surabaya

Jakarta, Aktual.co — Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Desmond J Mahesa menegaskan agar Kepolisian tidak bermain-main dalam penanganan kasus tindak pidana korupsi.
Hal itu menyusul dugaan adanya desakan agar Polrestabes Surabaya mengeluarkan surat perintah pengentian penyidikan (SP3) dalam kasus Gratifikasi ponten UPTD terminal Purabaya Bungurasih tahun 2009 oleh Polrestabes Surabaya, yang menetapkan Kepala Dinas Perhubungan Kota Surabaya, Eddi sebagai tersangka.
“Ini lah soal hari ini, seakan persoalan masalah hukum seolah aparat penegak hukum bermain-main. Nah, main-main inilah yang sebenarnya harus kita bereskan,” kata Desmond saat berbincang memalui telefon, beberapa waktu lalu, Minggu (15/2).
Untuk itu, sambung Desmond pihaknya akan mengawasi setiap penanganan penegakan hukum, terutama dalam pemberantasan korupsi yang mendapat perhatian publik.
Ia pun mengatakan, bila benar adanya penegak hukum yang bermain di ranah hukum itu sendiri, maka harus mendapatkan tindakan yang tegas.
“Jadi ini ada hantu besar di republik ini namanya aparat penegak hukum yang bermain di ranah hukum dan ini merugikan negara. Dan kalau keterlibatan bermain-main ini kan sehrusnya ditindak tegas, kalau betul ini semua.”
“Menurut saya penegak hukum ke depan, korupsi ini hraus di tingkatkan pada hukuman mati,” tandasnya.
Sebelumnya diberitakan Aktual.co, Kepala Dinas Perhubungan Kota Surabaya, Eddi yang akan dilantik Menteri Perhubungan Ignasius Jonan menjadi Direktur Angkutan Lalu Lintas Jalan ternyata tersangka kasus gratifikasi ponten UPTD Terminal Bungurasih pada tahun 2009.
Kasus tersebut ditangani oleh Kepolisian Resort Kota Besar (Polrestabes Surabaya). Eddi ditetapkan tersangka kasus gratifikasi ini pada tahun 2012 saat itu Kasat Reskrim dijabat oleh AKBP Farman.
Edi sendiri diduga menerima gratifikasi dari penyewaan ponten ini sebesar Rp 500 juta rupiah. Sedianya Edi akan ditahan oleh penyidik, namun hingga saat ini Edi masih bisa menjalankan aktifitasnya lagi dan malah menjabat sebagai Direktur Lalu Lintas Angkutan Jalan.
Saat dihubungi Aktual.co, Kasat Reskrim AKBP Sumaryono belum bisa dihubungi untuk dimintai penjelasan kasus ini.

Artikel ini ditulis oleh:

Novrizal Sikumbang
Andy Abdul Hamid

Aksi Massa Meminta Presiden Jokowi Pecat Para Pembisik Busuk

Puluhan massa yang tergabung dalam Relawan Jokowi Indonesia melakukan aksi teaterikal memakai topeng dan poster para dengan tema “Pembisik Pembusuk” di Bunderan HI, Jakarta, Minggu (15/2/2015). Dalam aksinya masa menggunakan topeng-topeng berwajah seperti Sekretaris Kabinet Andi Widjajanto, Kepala Staf Kepresidenan Luhut Binsar Panjatitan, Mantan Kepala Badan Intelijen Negara Hendropriyono, Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh, Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo, dan Menteri BUMN Rini Soemarno. Meminta presiden memecat oknum-oknum yang menghitamkan presiden kita, Pembisik pembusuk itu, sebenarnya yang mendesain konflik-konflik KPK dan Polri. AKTUAL/MUNZIR

Berita Lain