2 Januari 2026
Beranda blog Halaman 38527

Pertamina Tambah Stasiun BBG, Sopir Bajaj Jingkrak Senang

Jakarta, Aktual.co — Para sopir angkutan umum jenis bajaj di seputar ibu kota Jakarta mengaku senang PT Pertamina (Persero) telah menambah tujuh stasiun pengisian bahan bakar gas bergerak.
Seorang sopir bajaj, Sapri ditemui di Jakarta, Minggu mengatakan, penambahan SPBG bergerak atau “mobile refuelling unit” (MRU) tersebut membuat dirinya dan para sopir bajaj lainnya tidak perlu lagi mengantre untuk mengisi BBG.
“Tambahan SPBG ini sudah kami nantikan sejak lama. Kami tidak perlu antre berjam-jam lagi untuk mengisi BBG,” kata warga Puri Kembangan, Jakarta Barat tersebut.
Menurut dia, dirinya sangat beruntung memakai BBG karena jauh lebih murah dibandingkan bensin. Harga BBG, lanjutnya, hanya Rp3.100 per liter setara premium (LSP), sementara premium sekarang ini Rp6.700/liter. “Selisihnya dua kali lipat,” katanya.
Apalagi, saat harga premium mencapai Rp8.500/liter, Sapri merasa sangat terbantu dengan memakai BBG. Sopir bajaj lainnya, Kusno mengatakan, kalau memakai BBG, dalam satu hari hanya mengeluarkan biaya Rp20 ribu – Rp25 ribu.
“Tapi, kalau pakai bensin bisa di atas Rp50 ribu atau bisa hemat Rp30.000 per hari atau Rp600 ribu per bulan,” katanya saat ditemui sedang mengantre BBG di MRU kawasan Monas, Jakarta Pusat.
Demikian pula, Kusworo mengaku senang dengan semakin banyaknya SPBG. Menurut dia, saat ini kendaraan angkutan roda tiga bajaj yang memakai BBG semakin banyak. “Kalau SPBG tidak ditambah, maka kami akan antre semakin lama dan habis waktu,” ujar sopir bajaj yang tinggal di Matraman, Jakarta Timur itu.
Pemakaian BBG, lanjutnya, juga membuat mesin lebih awet dan udara juga lebih bersih. Pertamina telah menuntaskan pembangunan tujuh unit MRU jenis gas terkompresi (compressed natural gas/CNG) yang merupakan penugasan pemerintah untuk pelaksanaan program konversi BBM ke BBG bagi transportasi darat.
Ketujuh MRU tersebut adalah kelanjutan dari program yang dibiayai APBN 2014 dan dapat diselesaikan Pertamina kurang dari tiga bulan. Pertamina, sebagai BUMN energi nasional, ditunjuk pemerintah mengelola dana APBN untuk penyediaan infrastruktur BBG jenis CNG yang terdiri dari SPBG, MRU, dan jaringan pipa gas.
Selanjutnya, MRU tersebut akan dikelola Pertamina melalui PT Pertamina Gas Niaga. MRU akan ditempatkan di tujuh titik lokasi strategis yang terintegrasi dengan jalur-jalur angkutan umum dan tidak terjangkau infrastruktur gas. Masing-masing unit MRU memiliki ukuran 20 kaki dengan kapasitas storage sekitar 1800 LSP.

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

Banjir Pergi, Munculah Jalan Rusak

Jakarta, Aktual.co — Meski banjir di sebagian besar wilayah ibu kota Jakarta telah surut, namun dampaknya masih dirasakan oleh masyarakat yang menjadi korban bencana tahunan itu.
Salah satu dampak yang masih dirasakan adalah kerusakan jalan akibat genangan maupun tergerus aliran air hujan. Publik Jakarta kini merasakan semakin banyaknya jalan rusak sehingga aktivitas dan berbagai kegiatan menggunakan kendaraan bermotor harus dilakukan lebih hati-hati.
Data Dinas Pekerjaan Umum (PU) DKI Jakarta per 1 Desember 2014, 2.243 titik jalan rusak, terdiri dari 1.588 titik lama dan 655 merupakan titik baru. Perbaikan terus dilakukan, namun kerusakan tetap terjadi akibat intensitas hujan yang tinggi.
Hingga 4 Desember, masih ada 289 titik jalan rusak yang tersebar di lima wilayah kota administratif. Dari angka itu, sebanyak 655 titik jalan rusak baru di ibu kota. Jalan rusak paling banyak terjadi di wilayah Jakarta Pusat, dengan 173 titik. Kemudian Jakarta Barat (171), Jakarta Timur (124), Jakarta Utara (100) dan di Jakarta Selatan sebanyak 87 titik.
Menurut data dari Dinas PU Pemprov DKI Jakarta per 26 Januari 2015 (sebelum banjir) masih tersisa 127 titik jalan yang mengalami kerusakan. Data ini menunjukkan bahwa antara kerusakan dan perbaikan saling berpacu sehingga jumlah yang rusak maupun yang telah diperbaiki fluktuatif.
Data Dinas PU Bina Marga DKI Jakarta per 13 Februari 2015 atau setelah hujan lebat dan banjir pada 8-10 Februari, menyebutkan terdapat 700 titik kerusakan jalan di wilayah DKI. Kini pemerintah provinsi dihadapkan pada tugas besar untuk segera memperbaiki kerusakan itu.
Meski masih musim hujan, perbaikan jalan berlubang tetap dilakukan oleh Dinas PU Bina Marga DKI. Hal itu mengingat kerusakan jalan dapat membahayakan pengendara khususnya pengguna sepeda motor. Lubang-lubang di jalanan yang ada semakin lebar karena tergenang dan harus segera ditutup, karena rawan kecelakaan. Kalau tidak, akan dikomplain masyarakat.
Masyarakat komplain karena kerusakan jalan berpotensi mengganggu perjalanan. Perjalanan bisa semakin lamban karena harus menghindari lubang. Akibat atau dampak lanjutannya sudah pasti, yaitu kemacetan semakin panjang. Pengemudi harus perlahan-ahan melintasi jalan rusak dan memilih sisi atau bagian yang tidak rusak.
Bagi pemotor harus lebih waspada dan hati-hati karena selain perlahan ketika melintasi jalan berlubang juga rawan jatuh atau kecelakaan. Inilah tantangan pengemudi dan pemotor di ibu kota hari-hari ini.
Kandungan Berbagai sorotan publik selalu muncul terhadap kerusakan jalan akibat air hujan dan banjir. Setelah hujan dan banjir selalu mengakibatkan pertambahan jumlah lubang dan kerusakan jalan.
Jika dicermati dari sifat dan filosofinya, air selalu mengalir ke tempat yang lebih rendah, meresap dan mengintrusi dimanapun keberadaanya melalui pori-pori. Karena itu, selain mengalir ke lokasi lebih rendah, air juga mengintrusi ke lapisan bumi.
Semakin banyak air hujan menggenang, maka semakin kuat daya intrusinya, sehingga lapisan bumi akan semakin mudah rapuh atau mengelupas. Jangankan air yang menggenang, air hujan yang jatuh pun bisa merusak lapisan aspal curah (hotmix). Batu yang tertetesi air secara tetap pun dalam beberapa waktu akan berlubang, apalagi aspal curah maupun beton.
Berbagai literatur dan ulasan mengenai air hujan di dunia maya menyebutkan bahwa kandungan air hujan berasal dari reaksi zat-zat yang ada di atmosfer dengan butiran air yang melewatinya. Selain itu air juga bereaksi dengan gas yang terdapat di atmosfer.
Zat-zat yang ikut bercampur dengan air hujan berupa zat padat yang mudah larut dan gas. Kandungan air hujan berbeda-beda dan tergantung pada tempatnya. Akibatnya, kandungan air hujan akan berbeda-beda di setiap tempat.
Di daerah laut terbuka sampai daerah yang dekat dengan pantai, air hujan akan mengandung garam, CO2 dan bersifat asam.
Air hujan di darat pun punya kandungan yang berbeda. Kandungan garamnya jauh lebih sedikit. Apalagi jika di kota-kota yang padat penduduknya, seperti Jakarta, banyak berasal dari sisa-sisa polusi udara.
Meski kandungan air hujan utamanya adalah H2O mencapai 99.9 persen massa, namun sisanya bisa bermacam-macam, dari asam sulfat, asam nitrat dan senyawa asam lainnya yang bisa berasal dari industri atau gunung berapi. Bisa juga karbon dalam bentuk abu ringan (fly ash) yang berasal dari industri atau gunung berapi.
Begitu juga adanya potensi silika yang merupakan debu dari gurun. Jadi, banyak faktor yang memengaruhi kandungan air hujan, terutama lokasi kejadian hujan dan arah angin.
Mengapa bisa ada silika dan fly ash? Umumnya keduanya adalah debu yang mengikat molekul-molekul air sehingga terjadi hujan. Ingat, hujan berasal dari proses presipitasi, bukan pengembunan. Presipitasi adalah proses pengikatan banyak molekul-molekul di permukaan molekul lain sehingga terbentuk molekul yang dipusatnya terdapat molekul asing.
Beragam Hujan didefinisikan sebagai proses kondensasi uap air di atmosfer menjadi butir air yang cukup berat untuk jatuh dan biasanya sampai di daratan. Butir hujan memiliki ukuran yang beragam, mulai dari pepat, mirip penekuk (butir besar) hingga bola kecil (butir kecil).
Zat-zat yang ikut tercampur dengan air hujan berupa zat padat yang mudah larut dan gas. Kandungan air hujan tergantung pada kondisi geologi, jumlah penduduk dan aktivitas yang dilakukan oleh manusia di daerah tersebut sehingga hujan akan berbeda-beda di setiap tempat.
Air hujan adalah zat yang menguap karena panas dan dengan proses kondensasi (perubahan uap air menjadi tetes air yang sangat kecil) membentuk tetes air yang lebih besar kemudian jatuh kembali ke permukan bumi. Pada waktu berbentuk uap air terjadi proses transportasi (pengangkutan uap air oleh angin menuju daerah tertentu yang akan terjadi hujan).
Ketika proses transportasi tersebut uap air tercampur dan melarutkan gas-gas oksigen, nitrogen, karbondioksida, debu dan senyawa lain. Karena itulah, air hujan bisa juga mengandung debu serta berbagai senyawa yang terdapat dalam udara.
Kualitas air hujan banyak dipengaruhi oleh keadaan lingkungan. Air hujan diduga akan mengandung lebih banyak gas-gas daripada air tanah, terutama kandungan CO2 dan O2. Air hujan biasanya tidak mengandung garam-garam mineral, zat-zat racun atau zat yang dapat mengganggu kesehatan. Karena itu air hujan yang bersih dapat digunakan sebagai air minum apalagi untuk keperluan mandi. Air hujan jenis ini termasuk air lunak.
Partikel air di atmosfer dalam keadaan murni sangat bersih, tetapi sering terjadi pengotoran karena industri, debu dan sebagainya. Air hujan jenis ini memiliki sifat agresif terutama terhadap pipa-pipa penyalur maupun bak-bak reservoir sehingga mempercepat terjadinya karatan (korosi).
Sifat agresif air itulah yang patut diwaspadai dan diantisipasi mengingat bisa berdampak sangat berbahaya. Jika pipia-pipa bisa karatan, maka aspal (apalagi aspal curah dan beton) bisa juga rusak akibat intrusi dan peresapan yang mengakibatkan lapisan mudah terkekupas atau berlubang.
Karena itu, untuk mengurangi kerusakan jalan akibat hujan dan banjir, tak ada jalan lain kecuali mempercepat air mengalir ke selokan atau drainase. Mengingat sifat dasar dan filosofi air yang mengalir ke bawah, memastikan drainase memadai untuk menampung dan mengalirkan air secara cepat adalah solusi yang tak bisa terelakan. 

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

Stok Berkurang, Harga Cabai Gorontalo Naik

Jakarta, Aktual.co — Akibat stok kurang harga komoditas cabai di pasaran Gorontalo dan sekitarnya beberapa hari belakangan kembali mengalami kenaikan. Sejumlah pedagang di Gorontalo, ditemui Minggu (15/2), mengakui, bahwa sebelumnya harga cabai mengalami penurunan, namun karena stok hasil panen petani menurun, maka sejak beberapa hari terakhir kembali naik.

Yusup Antu salah seorang pedagang cabai di Pasar Sentral Gorontalo mengatakan, beberapa pekan lalu harga komoditas tersebut dijual Rp9.000 hingga Rp11.000 per kilogram, namun saat ini kembali naik menjadi Rp22.000 hingga Rp24.000/kg.

Dia menjelaskan, kenaikan harga tersebut banyak disebabkan akibat stok petani mulai berkurang. Hal itu karena hujan yang mengguyur Gorontalo mengakibatkan calon ataupun buah dari tanaman cabai banyak yang berguguran. “Hujan yang disertai angin kencang menyebabkan calon buah ataupun cabai yang masih hijau, banyak yang tidak berkembang dengan baik serta berjatuhan dan busuk,” kata Yusup.

Dia mengungkapkan, bahwa sejak beberapa pekan terakhir ini pedagang cabai di Gorontalo banyak mengandalkan hasil produksi petani lokal, karena sebagian besar lahan perkebunan petani ditanami cabai yang sekarang mulai panen, namun banyak yang buahnya rusak akibat musim hujan yang disertai angin kencang.

Amigo Umar, pedagang cabai lainnya mengatakan, dengan kondisi yang ada sekarang ini maka terpaksa pedagang kembali akan mengandalkan cabai dari luar daerah Gorontalo, seperti asal Sulawesi Tengah. “Kami terpaksa akan membeli cabai dari petani yang ada di beberapa wilayah di Sulawesi Tengah,” kata Amigo seraya menambahkan kualitas cabai dari Sulteng itu hampir sama dengan Gorontalo.

Nasir Noho salah seorang petani cabai mengatakan, saat ini banyak lahan yang ditanami cabai sudah beberapa berhasil panen, namun karena mulai hujan yang disertai angin kencang, hasil produksi panen mengalami penurunan. “Kami yakin kenaikan harga cabai ini tidak akan berlangsung lama, sebab puluhan hektare tanaman cabai dalam waktu dekat siap panen,” kata Nasir.

Sementara itu, Lahmudin Ali salah seorang ketua kelompok petani jagung di Kabupaten Gorontalo, mengatakan sejak Desember 2014 hingga awal Februari 2015, harga jagung di pasaran Gorontalo dan sekitarnya mengalami penurunan. Namun sejak memasuki pertengahan Februari 2015, harga komoditas tersebut mulai membaik dan menjanjikan bagi petani, sebab bisa mendapat keuntungan setelah dikurangi dengan biaya tanam dan panen.

“Harga yang dipatok oleh pedagang yang berasal dari luar daerah Gorontalo mulai mengalami kenaikan, jika dibandingkan dengan beberapa bulan lalu,” kata Lahmudin.

Dia menjelaskan, jika sebelumnnya harga jagung di pasaran berkisar Rp3.200 hingga Rp3.300 per kg dengan kadar air 16 persen, sekarang sudah naik menjadi Rp3.700 hingga Rp3.800/kg dengan kadar air yang sama.

Karim Ishak salah seorang karyawan dari perusahaan pengumpul jagung di Gorontalo mengatakan, saat ini harga komoditas tersebut dari pengusaha di Kota Manado, Sulawesi Utara, mengalami kenaikan, jika dibandingkan dengan beberapa bulan sebelumnya.

Dia menjelaskan, biasanya pengusaha pengumpul jagung asal Gorontalo melakukan pengiriman ke Pulau Jawa bahkan ke laur negeri, namun karena harga di Manado sangat menjanjikan maka melayani permintaan untuk wilayah tetangga tersebut. “Ada beberapa pengusaha pengumpul jagung asal Gorontalo, saat ini masih melayani permintaan dari Manado,” Kata karim, namun tidak memerinci secara jelas berapa harga pengambilan di Manado.

Menurut dia, saat ini sejumlah wilayah di Gorontalo baru selesai melaksanakan panen dan kemungkinan masih mengolah areal perkebunan untuk ditanami kembali, jadi dapat dipastikan harga jagung akan terus mengalami kenaikan. “Karena petani baru selesai panen dan saat ini sedang mengolah lahan untuk ditanami kembali, maka stok untuk Gorontalo mulai berkurang,” kata Karim.

Artikel ini ditulis oleh:

PM Abbot Meradang, Warganya di Hukum Mati

Jakarta, Aktual.co — Dua terpidana asal Australia yang ditetapkan hukuman mati oleh kejaksaan menuai kontra dari Perdana Menteri Australia, Tony Abbott.
Alhasil Perdana Menteri Australia itu pun melakukan upaya dengan mengirimkan surat permohonan ke pemerintah Indonesia. Dalam surat tersebut, PM Abbot meminta agar pemerintah Indonesia mengindahkan seruan pemerintah Australia untuk menghentikan eksekusi hukuman mati.
“Jutaan warga Australia merasa sangat, sangat marah tentang apa yang akan segera terjadi pada dua warga Australia di Indonesia,” kata Abbot yang ditulis AFP, Sabtu (14/2). 
Selain itu Abbott juga mendesak ke pemerintah Indonesia untuk  menghentikan hukuman mati yang rencananya akan berlangsung bulan Februari ini.
Seperti diketahui dua terpidana mati yakni Andrew Chan dan Myuran Sukumaran mendapat perhatian serius dari warga Australia. Sejumlah warga Australia juga telah melakukan aksi damai dan berdoa bersama.

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

BPBD: Kerugian Banjir Bojonegoro Capai Rp829,2 juta

Jakarta, Aktual.co — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, menyebutkan kerugian dalam 14 kali banjir bandang di daerah itu sejak 1 Januari sampai Februari 2015 mencapai Rp829,2 juta.

“Kerugian banjir bandang terbesar yang melanda Desa Kedungsumber, Kecamatan Temayang, 11 Februari lalu,” kata Kepala BPBD Bojonegoro Andik Sudjarwo di Bojonegoro, Minggu (15/2).

Ia merinci banjir bandang di desa itu mengakibatkan kerugian sebesar Rp565 juta, karena tanggul Kali Pacal jebol sepanjang 200 meter.

Selain itu, lanjut dia, banjir bandang juga mengakibatkan 20 rumah warga rusak berat, dan ratusan rumah lainnya rusak sedang dan ringan. “Ada tanaman padi dengan usia sekitar satu bulan seluas 20 hektare juga rusak diterjang banjir bandang, yang airnya bercampur lumpur,” kata dia.

Sesuai data, lokasi 14 kali banjir bandang, selain di Kecamatan Temayang, juga di Kecamatan Gondang, Ngraho, Baureno, Kepohbaru, Kanor dan kecamatan lainnya. “Sejak Januari sampai Februari ada tujuh orang yang tewas tenggelam, tapi bukan korban banjir secara langsung,” tuturnya.

Lebih lanjut ia menjelaskan luapan Bengawan Solo di daerahnya yang sempat mencapai Siaga I dengan ketinggian air di Bojonegoro 13,84 meter, dua hari lalu, tidak menimbulkan kerugian. “Luapan Bengawan Solo yang terjadi beberapa hari ini tidak menimbulkan kerugian, sebab genangan air tidak meluas,” katanya.

Yang jelas, lanjutnya, ketinggian air Bengawan Solo di daerahnya saat ini, aman di bawah siaga banjir. “Meskipun ketinggian air Bengawan Solo di bawah siaga banjir, kami tetap waspada,” katanya.

Pertimbangannya, lanjutnya, sesuai prakiraan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Krangploso, Malang, curah hujan yang terjadi selama Februari di Jawa Timur, berpotensi menimbulkan banjir.

Ia menambahkan pihaknya tetap menyediakan berbagai kebutuhan dalam menghadapi ancaman banjir luapan sungai terpanjang di Jawa di daerahnya. “BPBD sudah menyiapkan sejumlah titik pengungsian, juga lokasi untuk dapur umum masyarakat,” ujarnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Sabu Senilai Rp15 Milyar Asal Malaysia Diamankan

Banda Aceh, Aktual.co — Aparat gabungan dari Kepolisian Resort Aceh Utara dan Unit Intel Kodim Aceh Utara menangkap tiga pria dan seorang wanita yang diduga kuat merupakan anggota jaringan narkoba internasional, di Desa Cempeudak, Kecamatan Tanah Jambo Aye, Aceh Utara, Sabtu (14/2) pagi.

Bersama mereka, disita 19 paket sabu-sabu asal Malaysia dengan berat total 14,4 kilogram atau seharga Rp15 Milyar, lima paspor dan satu mobil Xenia BL 968 F. Tersangka dan barang bukti kini diamankan di Mapolres Aceh Utara, di Lhoksukon.

Tersangka masing-masing berinisial, Mzk Bin Abd (20) dan Rml Bin Arb (49), keduanya warga Desa Calok Geulima, Kecamatan Idi Rayeuk, Aceh Timur, Hrm Bin Hsn (48) asal Desa Sungai Paoh Kecamatan Langsa Barat, Kota Langsa dan Nn Binti Zn (39), warga Gampong Jawa Tengoh, Kecamatan Langsa Kota.

Informasi dihimpun Aktual.co menyebutkan penangkapan empat tersangka ini berawal dari informasi yang masuk ke anggota Polres Aceh Utara, Brigadir Iswadi, menyebut ada sebuah mobil Xenia BL 968 F sedang mengambil Sabu-Sabu di kawasan Kuala Jambo Aye, Sabtu (14/2) sekitar pukul 07:00 WIB.

Brigadir Iswadi lalu mengajak anggota Unit Intel Kodim 0103 Aceh Utara, Praka Taslim, untuk sama-sama melacak mobil tersebut. Mereka menuju lokasi target dengan sepeda motor, Vario BL 3506 QU milik Praka Taslim.

Setiba di depan Meunasah Desa Meunasah Pantonlabu, Kecamatan Tanah Jambo Aye, mereka berpapasan dengan mobil target yang sedang keluar menuju jalan raya. Mobil itu langsung dihadang. Namun, mobil itu malah menyerempet sepeda motor petugas, lalu kabur ke arah Lhokseumawe.

Brigadir Iswadi yang duduk di belakang sepeda motor kemudian melepaskan dua kali tembakan peringatan ke udara. Namun, mobil tetap melaju hingga memaksa keduanya terus melakukan pengejaran dengan sepedamotor.

Dalam pelarian, mobil Xenia yang dikendarai Rml ini sempat menabrak dua siswa SMA di Simpang Rawang Iteik, Kecamatan Tanah Jambo Aye hingga luka-luka, lalu berhenti di sebuah “doorsmeer” di pinggir jalan Medan-Banda Aceh Desa Cempeudak, Kecamatan Tanah Jambo Aye.

Para tersangka memarkirkan mobil di tempat cucian untuk menghilangkan jejak, lalu kabur membawa tas berisi sabu ke rawa-rawa belakang “doorsmeer”. Tapi, karena sudah dibuntuti, arah pelarian mereka terbaca dan petugas dibantu warga sekitar kemudian langsung mengepung para tersangka.

Tiga tersangka diantaranya berhasil ditangkap dalam posisi terjebak dalam lumpur rawa-rawa. Sementara seorang lagi, yang perempuan, ditangkap bersembunyi di semak-semak dekat rawa-rawa tersebut.

“Kemungkinan besar, ini jaringan narkoba internasional. Sabunya diduga dari Malaysia. Kita akan terus kembangkan kasus ini karena bisa jadi ada tersangka lain. Mohon dukungan dan doa semoga cepat terungkap tuntas,” pungkas Kapolres Aceh Utara AKBP Achmadi usai gelar barang-bukti di Mapolres Aceh Utara, Sabtu (14/2) siang.

Dia berharap, seluruh masyarakat melaporkan indikasi penyalahgunaan narkoba ke polisi, sehingga bisa ditindaklanjuti dan pelakunya di bawa ke ranah hukum.

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain