13 Januari 2026
Beranda blog Halaman 38529

PMN 14 BUMN Tabrak Amanat UUD 1945

Jakarta, Aktual.co — Alokasi anggaran untuk Penyertaan Modal Negara (PMN) telah mendapat persetujuan akhir dari DPR RI di dalam APBNP 2015. Meski begitu, persetujuan atas PMN tersebut menunjukkan bahwa DPR juga menyetujui kebijakan yang menyertainya. Hal itu dikatakan oleh analis ekonomi politik AEPI (Asosiasi Ekonomi Politik Indonesia) Kusfiardi.

“Setidaknya DPR ikut menyetujui kebijakan Pemerintah menurunkan target setoran deviden dari BUMN. Kemudian DPR juga setuju kebijakan pemerintah untuk menambah utang melalui penerbitan Surat Berharga Negara (SBN),” kata Kusfiardi kepada Aktual.co, Jakarta, Senin (16/2).

Lanjutnya, artinya DPR setuju pendapatan negara yang berasal dari penerimaan deviden diturunkan. Kemudian DPR juga setuju dan membiarkan beban pembayaran bunga dan cicilan utang Pemerintah justru semakin bertambah memberatkan keuangan negara.

“Persetujuan DPR juga ikut melegalkan aliran PMN kepada 14 BUMN yang menurut audit BPK memiliki catatan buruk. Nampaknya hal tersebut mungkin saja terlewat oleh DPR dalam mewaspadai ancaman serius dibalik jebakan pembahasan persetujuan PMN yang diajukan pemerintah,” terangnya.

Dengan demikian, sambung dia, PMN yang disetujui oleh DPR dalam APBNP 2015 dan disahkan oleh Rapat Paripurna, sama sekali tidak mengakomodir amanat UUD 1945. Terutama kaitannya dengan amanat yang mengharuskan kebijakan pemerintah agar berorientasi untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat.

“Apalagi penyaluran itu juga termasuk kepada 14 BUMN yang memiliki catatan buruk menurut audit BPK. Ini bukan saja tidak berorientasi untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat, tapi justru berpotensi menimbulkan kerugian atas keuangan negara,” tandasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Hutama Segera Bangun Tol Palembang-Indralaya Sepanjang 22 Km

Jakarta, Aktual.co —   PT Hutama Karya menyatakan akan membangun jalan tol ruas Palembang menuju Indralaya sepanjang 22 km mulai pertengahan 2015. Pihaknya sedang memproses pembebasan lahan yang diperkirakan rampung awal Maret 2015.

“Jadi setelah pembebasan lahan maka, jalan tol tersebut akan dimulai pembangunannya,” ujar General Manager Jalan Tol Hutama Karya Rizal Sucipto, di Palembang, Senin (16/2).

Menurut Rizal, pada tahap awal, pihaknya menyiapkan dana sendiri sekitar Rp1 triliun dan selanjutnya disesuaikan kebutuhan. Pembangunan jalan bebas hambatan berbayar tersebut direncanakan secara bertahap. Jalan tol Palembang-Indralaya akan menggunakan sistem cakar ayam dikarenakan banyak daerah rawa. Oleh karena itu, memerlukan tiang pancang yang kuat supaya daya tahannya semakin lama.

Sementara itu, Alex Noerdin mengatakan, pihaknya sekarang ini sedang menyelesaikan pembebasan lahan yang akan selesai akhir Februari 2015. Ia menjamin pembangunan tol Palembang-Indralaya tidak akan menemui kendala lagi.

“Jalan ini mendesak karena sekarang ini di jalur itu sering macet,” ujarnya.

Dengan demikian, tambahnya, arus lalu lintas menuju dan dari Kampus Unsri Indralaya akan semakin lancar.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Barongsai Simbolkan Pengusir Pengaruh Buruk Oknum Pimpinan KPK

Jakarta, Aktual.co — Ratusan simpatisan dan pendukung Komjen Budi Gunawan yang tergabung dalam Koalisi Masyarakat Sipil Tolak Kriminalisasi Polri menduduki Istana Negara, Jakarta Pusat, Senin (16/2).
Koalisi Masyarakat Sipil Tolak Kriminalisasi Polri terdiri dari KMP-KIH (Komunitas Masyarakat Pecinta-Kedamaian Indonesia Hakiki), KOPRAL (Komando Perlawanan Rakyat Teritorial anti Korupsi, SAMAD (Solidaritas Mahasiswa untuk Demokrasi), LBH (Lembaga Bantuan Humor), ICW (Independent Comunity Watch).
Dalam dukungan kali ini, mereka juga menyajikan aksi khusus Barongsai untuk mengusir pengaruh buruk oknum KPK yang haus kekuasaan. Barongsai itu menunjukkan atraksinya dan membentangkan spanduk bertuliskan “Selamat Datang Kapolri Baru Komjen Pol Budi Gunawan”.
“KPK saat ini sedang mengalami kondisi darurat, maka haruslah diselamatkan. Salah satunya kami sengaja bawa Barongsai ini untuk mengusir pengaruh buruk oknum Komisioner KPK yang haus kekuasaan,” tegas Koordinator aksi Fadly Zein dalam rilisnya.
Selain itu, Kordinator KMP-KIH ini juga melakukan aksi teatrikal dengan sapu lidih guna bersih-bersih oknum KPK dari lembaga independen itu. Mereka diusir oleh Jokowi-JK, dan lanjut melantik BG.
Lebih lanjut, Fadly mengingatkan agar stop pembodohan dan opini sesat oknum KPK dan kroni-kroninya. Penting untuk seluruh elemen masyarakat turun memberikan dukungan menyelamatkan KPK dari para kepentingan.
“Aksi gabungan ini serentak digelar di semua Kota Besar Indonesia pada Senin, 16 Februari 2015. Untuk Jakarta kita gelar di depan Istana Negara dan KPK. Stop pembodohan masyarakat dan opini sesat belas kasihan akal bulus pimpinan KPK sekarang,” terang dia.
Dikatakan Fadly, kondisi Indonesia saat ini mulai semrawut. Hal ini ditandai dengan adanya pola yang tidak beres dari lembaga Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang sudah disulap menjadi lembaga politik.
“Era KPK jilid III pimpinan Abraham Samad ini sudah tidak sesuai dengan cita-cita pendirian KPK. Segala sesuatunya terkesan memaksakan karena sudah distir oleh kepentingan politik. Mereka disulap menjadi lembaga pesanan,” ungkapnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Nebby

Djarot Tak Mau Ikut Campur di Ketegangan Ahok-DPRD

Jakarta, Aktual.co —Meski hubungan antara Gubenur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dengan DPRD DKI Jakarta sedang memanas hingga memunculkan pemakzulan, Wakil Gubernur DKI Djarot Saiful Hidayat tak terpengaruh.
Saat diminta tanggapan kemungkinan digunakannya hak interpelasi oleh dewan ke atasannya itu, Djarot hanya menanggapi santai. 
“Interpelasi itu kan haknya dewan untuk bertanya. Ya sudah nanti dijawab (Ahok),” ujar dia, di Balai Kota DKI, Senin (16/2).
Djarot sendiri mengaku belum membicarakan masalah ini dengan Ahok sebagai pihak yang patut menjawab masalah tersebut. “Tanya pak Ahok saja,” jawabnya sembari terus berlalu.
Ditanya kemungkinan adanya pemakzulan Ahok, Djarot juga memilih tak menanggapi.”Ya tanya sama DPRD,” cetusnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Idealnya BW Harusnya Juga Ajukan Praperadilan

Jakarta, Aktual.co — Indonesia Police Watch (IPW) menilai semestinya Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Bambang Widjojanto juga melakukan Praperadilan terkait statusnya sebagai tersangka di Bareskrim Mabes Polri.
“Idealnya BW juga memprapradilankan Bareskrim tapi rencana prapradilannya BW sudah dicabut beberapa waktu lalu,” ujar Ketua Presidium IPW, Neta S Pane, kepada Aktual.co, Senin (16/4).
Namun lantaran tidak jadi mengajukan praperadilan, menurut Neta, sejatinya Presiden Joko Widodo harus mengeluarkan Keppres pemberhentian BW sebagai Wakil Ketua KPK.
Sementara itu, terkait status BG yang sudah dibatalkan pengadilan, Neta memperkirakan satu atau dua hari ke depan BG akan dilantik. 
Ia menambahkan, setelah dilantik, BG harus melakukan konsolidasi di Polri. Sebab konflik pasca pencalonan kapolri tlh membuat Polri, terutama di jajaran atas sudah tercabik- cabik.
“Sebagai Kapolri baru BG harus segera menerapkan revolusi mental di Polri,” kata dia.

Artikel ini ditulis oleh:

Nebby

Jusuf Kalla Buka Mukernas PMI 2015

Wakil Presiden dan juga Ketua Umum PMI, Jusuf Kalla saat memberikan pidato pada acara Musyawarah Kerja Nasional Palang Merah Indonesia (PMI) 2015, di Wisma PMI, Jakarta, Senin (16/2/2015). Dalam pidatonya PMI akan merealisasikan yang sudah direncanakan disemua tingkatan, dari tingkat kabupaten – kota, baik dari menjamin ketersediaan stok darah yang aman dan murah serta mudah dijangkau masyarakat secara nasional, upaya pengurangan resiko bencana serta kesehatan yang harus dibarengi kapasitas SDM yang memadai serta dukungan kerjasama dengan pemerintah kota sampai kabupaten dan kota. AKTUAL/JUNAIDI MAHBUB

Berita Lain