9 Januari 2026
Beranda blog Halaman 38549

17 Rumah Warga Rusak Diterjang Tanah Longsor

Kediri, Aktual.co —  Setidaknya 17 rumah warga di Desa Blimbing, Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, rusak akibat diterjang tanah longsor.

“Hujan mulai terjadi sejak sore, cukup deras,” kata Kepala Desa Blimbing Juwahiri ditemui di lokasi musibah itu, Minggu (15/2).

Ia mengatakan dari belasan rumah warga yang rusak itu, terdapat sejumlah rumah yang mengalami kerusakan cukup berat, misalnya rumah milik Lahuri, Misni, Suwarni. Bangunan rumah mereka rusak diterjang tanah longsor. Bahkan, terdapat satu rumah yang ambruk total, yaitu rumah yang dihuni Suyati.

Selain merusak sejumlah bangunan, musibah tanah longsor itu juga membuat akses jalan tertutup. Bahkan, kendaraan pun tidak bisa lewat, yang disebabkan tanah memenuhi badan jalan dengan ketinggian sampai lebih dari empat meter.

Akibat kejadian itu, aktivitas warga menjadi terganggu, baik ekonomi, sosial, termasuk pendidikan. Di lokasi itu, terdapat sekolah dasar yang menjadi tempat sekolah anak-anak. Putusnya jalur, membuat mereka terancam tidak bisa bersekolah.

Air juga menggerus badan sungai yang juga mengalir di depan rumah warga. Sejumlah rumah dan kandang ternak pun sudah tergerus. Sejumlah warga bahkan harus memindah ternak mereka, agar tidak jatuh dan terhanyut di sungai.

Sementara itu, Suyati mengatakan hujan memang sejak sore terjadi. Ia berada di dalam rumah dengan anaknya yang bungsu, berusia 10 tahun. Ia awalnya tidak ingin mengungsi, tapi akhirnya mengungsi.

“Saat itu, saya memutuskan mengungsi, dan baru beberapa menit keluar dari rumah, rumah sudah ambruk terkena tanah longsor,” katanya.

Ia mengaku tidak sempat menyelamatkan barang berharga miliknya. Ia berpikiran saat itu nyawa yang utama, sehingga langsung keuar rumah.

“Seluruh benda berharga, surat, akte, bahkan baju-baju, seluruhnya tertimpa bangunan. Baju saja, saya diberi ini,” ujarnya.

Ia mengatakan, saat di rumah ia memang hanya berdua dengan anaknya, sementara suaminya sedang di Jakarta, bekerja. Ia juga sudah memberi kabar kepada suaminya, tentang musibah yang terjadi itu.

Sementara itu, sampai saat ini, ia juga belum berani untuk membersihkan puing-puing rumahnya dan mencari benda yang masih bisa diselamatkan, sebab aliran listrik masih menyala. Ia khawatir, jika nekat bisa tersetrum, terlebih lagi, puing bangunan masih basah.

Ia berharap, pemerintah secepatnya memberikan jalan keluar, setidaknya dengan membantu memutuskan aliran listrik terlebih dahulu, sehingga bisa membenahi rumahnya.

Selain rumah Suyati, sejumlah rumah yang berad di sekitarnya juga sudah mengalami keretakan, seperti rumah Hartatik, yang juga jebol diterjang tanah longsor. Musibah itu terjadi dari tebing setinggi lebih dari lima meter di belakang rumahnya.

Pada akhir Desember 2014, sejumlah rumah di Desa Blimbing, Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri, ini juga terkena tanah longsor. Bahkan, warga yang mengalami musibah itu belum sempat diberikan bantuan oleh pemerintah untuk memperbaiki rumah mereka yang rusak itu.

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

Michael Wattimena: Kemenhub Jangan Terfokus di Sektor Udara Saja

Jakarta, Aktual.co — Wakil Ketua Komisi V Michael Wattimena mengatakan fokus kementrian perhubungan jangan hanya di sektor udara. Pasalnya beberapa hari lalu Kapal bermuatan sembako mengalami tenggelam di perairan sekitar Pulau Mendanau Belitung.

“Kan bukan saja udara tetapi darat dan laut serta kereta api, semua menjadi fokus perhatian kementrian, tidak ada satupun yang diluar perhatian sesuai dengan tupoksi yang ada mengingat kementrian perhubungan,” kata Michael di Jakarta, Minggu (15/2)

Michael mengatakan Direktorat di Kementrian Perhubungan harus serius menangani keselamatan di sektor lain selain udara. Menurutnya, keamanan perhubungan darat dan laut juga harus diperhatikan mengingat pemerintah tengah menangani masalah perhubungan udara pasca jatuhnya pesawat AirAsia.

“ Itu ada 4 direktorat  yang membidangi laut, udara, darat dan kereta api sehingga apapun yang menjadi penyelenggaran  keempat moda transportasi tersebut menjadi perhatian serius karna semuanya kan berhubungan dengan keselamatan manusia,” katanya

KLM Jaya Baru tenggelam di perairan sekitar Pulau Mendanau Belitung, Kamis 12 Februari 2015 Pukul 18.30 Wib. KLM Jaya Baru rute Palembang-Belitung, tenggelam di koordinat 02 54 633 S 107 18 491 E.

Artikel ini ditulis oleh:

Lakukan Hukuman Mati, Pengamat : PBB Jangan Intervensi Penegakan Hukum Indonesia

Jakarta, Aktual.co — Himbauan Sekretaris Jenderal (Sekjen) PBB Ban Ki-moon mengimbau Indonesia, untuk tidak melakukan eksekusi terhadap tahanan hukuman mati kasus kejahatan narkoba, terus menuai tanggapan kritis dari sejumlah elemen masyarakat di Indonesia.
Pengamat politik Pangi Syarwi Chaniago menilai Pemerintah Indonesia tidak perlu menanggapi himbauan tersebut, melainkan tetap konsisten dengan penegakan hukum di dalam negeri sendiri.
“Negara Indonesia harus tetap konsisten terhadap pemberantasan narkoba. Artinya pihak luar ataupun PBB sekalipun harus menghargai dan menghormati aturan main konstitusi Indonesia,” kata Pangi ketika dimintai tanggapannya, melalui pesan singkat, di Jakarta, Minggu (15/2).
Ipang begitu sapaannya, mengatakan Indonesia sejak dulu dikenal dalam kebijakan luar negeri Indonesia, dengan kebijakan politik luar negeri bebas aktif. Karena itu, sambung dia, PBB melalui Sekjennya untuk berfikir mengintervensi hukum di Indonesia.
“Kebijakan luar harus saling memahami dan azas saling pengertian antara satu dengan yang lainnya,” ujar dia.
” Sebab, kejahatan narkoba sudah memprihatinkan. Korbannya mulai diterabas anak muda sampai tua. Hukuman mati memang memunculkan polemik dan dilema, namun kalau hukumannya tak berat, banyak generasi anak bangsa yang dirusak dan dibunuh oleh narkoba,” tandasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Novrizal Sikumbang
Andy Abdul Hamid

ICMI Tegaskan Komite Etik KPK Harus Segera Dibentuk

Jakarta, Aktual.co — Presidium Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI), Nanat Fatah Natsir menegaskan bahwa Komite Etik (KE) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) harus segera dibentuk.

Dia menilai hal tesebut perlu segara dilakukan agar publik tidak muncul pandangan bahwa seorang pejabat dari lembaga pemerintah manapun, khususnya KPK, tidak bisa tersentuh hukum. “KPK harus cepat membuat komite etik. Tidak ada orang yang kebal hukum,” tegas Nanat dalam keterangan pers, Minggu (15/2).

Selain itu, menurutnya pembentukan KE juga membuktikan bahwa lembaga anti rasuh itu memang terbebas dari kepentingan politik tertentu. “Jangan sampai antara hukum dan politik dicampur aduk,” jelasnya.

Lebih jauh disampaikan Nanat, sebagai lembaga yang menjunjung tinggi semangat transparansi, KPK harus bisa menjadi teladan bagi masyarakat, khususnya bagi pejabat pemerintahan di tanah air. “Kejujuran dan integritas itu sangat penting. Apalagi KPK selalu mengusung moto ‘Berani Jujur itu Hebat’,” pungkasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Praperadilan BG Disetujui, Pengacara; Koruptor Lain Bakal Antri Gugat KPK

Jakarta, Aktual.co — Apabila putusan praperadilan Komisaris Jenderal Polisi (Komjen Pol) Budi Gunawan (BG) disetujui oleh Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, maka dapat dijadikan senjata oleh tersangka kasus korupsi lainnya untuk menggugat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Hal tersebut disampaikan pengacara BG, Razman Arif Nasution saat dihubungi aktual.co, Minggu (15/2). 
“Itu risiko hukum yang harus dihadapi KPK. Dalam kasus pak BG, praperadilan adalah sebuah proses menguji keabsahan status tersangka oleh KPK,” ujarnya.  
Dia menegaskan bahwa gugatan praperadilan yang dilayangkan kliennya mempunyai dasar hukum yang kuat. Jadi bukan atas dasar mencari kesalahan KPK.
“Praperadilan adalah proses ajudikasi. Itu kan restorasi justice,” jelasnya.
Seperti diketahui, KPK menetapkan BG sebagai tersangka terkait kasus penerimaan gratifikasi atau hadiah. Lembaga ‘super body’ menduga BG melakukan korupsi saat menjabat sebagai Kepala Biro Pembinaan Karyawan (Binkar) Mabes Polri 2004-2006.
Karena menganggap keputusan KPK tidak sah, calon tunggal Kapolri itu malayangkan gugatan praperadilan. Keputusan terkait proses praperadilan akan digelar pada Senin (16/2).

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

Pengamat: Perbaikan Jalan Harus Dilakukan Seusai Musim Hujan

Jakarta, Aktual.co — Pengamat Perkotaan Universitas Trisakti Yayat Supriatna mengatakan perbaikan jalan yang rusak dan berlubang diwilayah Premprov DKI harus dilakukan seusai musim hujan agar mendapatkan hasil yang maksimal.

“Kalau jalan diperbaiki dimusim hujan ya percuma,” kata Yayat kepada Aktual.co, Minggu(15/2).

Menurut Yayat, musuh utama jalan adalah air hujan, sehingga perbaikan jalan harus dilakukan pada saat curah hujan berkurang atau setelah musim hujan agar jalan yang sudah diperbaiki dapat bertahan lama.”Kalau sekarang dipaksakan ya sayang,” ujar Yayat.

Jika dicermati dari sifat dan filosofinya, air selalu mengalir ke tempat yang lebih rendah, meresap dan mengintrusi dimanapun keberadaanya melalui pori-pori. Karena itu, selain mengalir ke lokasi lebih rendah, air juga mengintrusi ke lapisan bumi.

Semakin banyak air hujan menggenang, maka semakin kuat daya intrusinya, sehingga lapisan bumi akan semakin mudah rapuh atau mengelupas. Jangankan air yang menggenang, air hujan yang jatuh pun bisa merusak lapisan aspal curah (hotmix). Batu yang tertetesi air secara tetap pun dalam beberapa waktu akan berlubang, apalagi aspal curah maupun beton.

Berbagai literatur dan ulasan mengenai air hujan di dunia maya menyebutkan bahwa kandungan air hujan berasal dari reaksi zat-zat yang ada di atmosfer dengan butiran air yang melewatinya.  Partikel air di atmosfer dalam keadaan murni sangat bersih, tetapi sering terjadi pengotoran karena industri, debu dan sebagainya. Air hujan jenis ini memiliki sifat agresif terutama terhadap pipa-pipa penyalur maupun bak-bak reservoir sehingga mempercepat terjadinya karatan (korosi).

Sifat agresif air itulah yang patut diwaspadai dan diantisipasi mengingat bisa berdampak sangat berbahaya. Jika pipia-pipa bisa karatan, maka aspal (apalagi aspal curah dan beton) bisa juga rusak akibat intrusi dan peresapan yang mengakibatkan lapisan mudah terkekupas atau berlubang.

Karena itu, untuk mengurangi kerusakan jalan akibat hujan dan banjir, tak ada jalan lain kecuali mempercepat air mengalir ke selokan atau drainase. Mengingat sifat dasar dan filosofi air yang mengalir ke bawah, memastikan drainase memadai untuk menampung dan mengalirkan air secara cepat adalah solusi yang tak bisa terelakan.

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain