12 April 2026
Beranda blog Halaman 38612

Hikmahanto Juwana: Jangan Kirim Dubes, Sampai Brasil Minta Maaf

Jakarta, Aktual.co —Hubungan Indonesia dan Brasil memasuki babak terpanas setelah drama penolakan duta besar terjadi, menyusul eksekusi mati warga asal Negeri Samba itu. Menurut Guru Besar Hubungan Internasional Universitas Indonesia Hikmahanto Juwana penolakan credential duta besar Indonesia Toto Riyanto adalah sebuah pelecehan diplomatik.

Penyelesaian masalah ini, kata Hikmahanto, kini ada di tangan Presiden Brasil Dilma Roussef yang menolak credential tersebut. “Sekarang yang terpenting adalah kita tidak akan mengembalikan duta besar ke Brasil sebelum ada permintaan maaf. Bola kini ada di Presiden Dilma, jangan kita kembalikan begitu saja,” kata Hikmahanto kepada CNN Indonesia, Selasa (23/2).

Warga Brasil bernama Marco Archer Cardoso Moreira dieksekusi mati bulan lalu karena kasus narkotika. Saat ini masih ada warga Brasil lainnya, Rodrigo Gularte, yang akan segera dieksekusi karena menyelundupkan kokain ke Indonesia. Selain Brasil, Australia juga kini tengah gencar mencegah eksekusi mati terhadap dua warganya Andrew Chan dan Myuran Sukumaran. Eksekusi kedua ditunda karena alasan teknis. Menurut Hikmahanto, sebaiknya eksekusi harus segera dilakukan dan jangan ditunda lagi. Karena jika eksekusi terus molor, akan ada drama lainnya dari Brasil dan Australia.

“Agar tidak membebani Indonesia dan pemerintahan Jokowi, ada baiknya Kejaksaan Agung mempercepat pelaksanaan hukuman mati, daripada menundanya. Semakin lama Kejaksaan menunda semakin banyak tekanan dari luar negeri yang akan dihadapi Indonesia,” ujar Hikmahanto. “Bila pelaksanaan hukuman mati dipercepat harapannya adalah tidak ada lagi manuver-manuver yang akan dilakukan oleh negara asing,” lanjut dia lagi.

Padang Naikkan Tarif PBB Hingga 80 Persen

Jakarta, Aktual.co — Pemerintah Kota Padang, Sumatera Barat mulai tahun 2015 menaikan tarif Pajak Bumi dan Bangunan yang dipastikan tidak akan memberatkan warga daerah itu.

Kepala Bidang Pendapatan Dinas Pendapatan dan Pengelolaan Keuangan dan Aset (DPPKA) Kota Padang, Alfiadi di Padang, Selasa (24/2) mengatakan kenaikan tarif PBB sekitar 40-80 persen tersebut bahkan akan menguntungkan warga.

Dia menjelaskan tarif PBB yang berlaku menjelang tahun 2015 sebelum disahkan UU No 28 tahun 2009.

“Adapun penilaian untuk menetapkan tarif PBB tersebut melihat lokasi, bangunan meliputi lantai, dinding, dan atap,” katanya.

Dia mencontohkan, kenaikan tarif PBB itu secara lansung akan menaikkan harga tanah dan bangunan yang dimiliki masyarakat. Sebelumnnya Pemkot Padang menaikkan tarif PBB, dimana hal tersebut merujuk kepada UU No. 28 tahun 2009. Dalam pasal 79 UU tersebut mengharuskan pemerintah daerah harus mengevaluasi tarif PPB satu kali dalam tiga tahun, katanya.

Pemkot Padang hanya menaikkan PBB berkisar 40-80 persen, sementaranya idealnya tarif pajak tanah naik 238 persen sementara untuk bangunan naik 197 persen, katanya.

“Jika dinaikkan sebagaimana mestinya akan memberatkan masyarakat,” katanya.

Pemkot Padang menargetkan pendapatan dari PBB tahun 2015 sebesar Rp55 miliar, jumlah ini jauh meningkat dari tahun sebelumnya. “Tahun 2014 target pendapatan dari PBB hanya Rp23,5 miliar,” katanya.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Mulai 1 April, KA dari Surabaya Berubah Jadwal

Jakarta, Aktual.co — Jadwal keberangkatan dan kedatangan sejumlah kereta api dari stasiun di Daerah operasional (Daop) 8 Surabaya berubah mulai 1 April 2015, karena adanya evaluasi perjalanan kereta untuk peningkatan pelayanan.

“KAI meminta agar calon penumpang yang telah memiliki tiket KA untuk keberangkatan per 1 April 2015 supaya memperhatikan kembali jadwal keberangkatan yang tercetak di tiket,” ujar Manajer Humas PT KAI Daop 8 Surabaya, Sumarsono, Selasa, (24/2) di Surabaya

Ia menjelaskan, setiap tahun PT Kereta Api Indonesia (PT KAI) melakukan evaluasi terhadap perjalanan KA untuk meningkatkan pelayanan.

Tujuannya, untuk menyesuaikan dengan perkembangan yang terjadi dan meningkatkan pelayanan kepada pengguna jasa.

“Tahun ini, PT KAI selaku operator kereta api telah melakukan beberapa perubahan perjalanan kereta api yang tertuang dalam Grafik Perjalanan Kereta Api (Gapeka) 2015,” katanya.

Dikatakannya, perubahan jadwal dibuat lebih realistis dan fokus pada keselamatan dan ketepatan waktu, sebab dua faktor itu sangat diutamakan.

“Pada Gapeka 2015 ini diharapkan dapat menjawab kebutuhan masyarakat akan moda transportasi massal yang bebas macet, aman, dan nyaman,” katanya.

Selain itu, dari sisi angkutan barang, perubahan jadwal yang tertuang dalam Gapeka 2015 diharapkan dapat menarik minat para pengusaha untuk beralih dari transportasi truk ke KA, sehingga dapat mengurangi beban jalan raya dan polusi udara.

Untuk lebih lengkapnya, masyarakat bisa melihat jadwal perjalanan KA di web tiket.kereta-api.co.id, contact center 121 atau aplikasi smartphone KAI Acces serta di Stasiun.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Papua Siapkan Lahan Smelter Freeport di Paumako

Jakarta, Aktual.co —   Pemerintah Kabupaten Mimika, Papua menyiapkan lahan seluas 2.880 ha di kawasan Paumako, Distrik Mimika Timur sebagai lokasi pabrik pemurnian atau “smelter” PT Freeport Indonesia.

“Kawasan Paumako strategis sebagai lokasi smelter karena berdekatan dengan pelabuhan dan sudah tersedia akses jalan raya,” ujar Bupati Mimika Eltinus Omaleng di Timika, Selasa (24/2).

Ia mengatakan, jika tak ada kendala, maka “smelter” sudah harus dibangun mulai 2015, sehingga rampung pada 2017.

Dalam rangka itu, Bupati Omaleng akan mendampingi Gubernur Papua Lukas Enembe melakukan lawatan ke luar negeri terutama ke Tiongkok guna menjalin kerja sama investasi dengan sejumlah pengusaha di negeri tirai bambu itu.

“Kalau soal lokasi ini sudah rampung, maka kami akan berangkat untuk menemui para investor,” jelasnya.

Pemerintah dan Freeport Indonesia sudah menyepakati rencana pembangunan “smelter” di Papua.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Wujudkan Poros Maritim Dunia, Jokowi Diimbau Perkuat AL dan AU

Jakarta, Aktual.co — Gagasan Presiden Jokowi untuk menjadikan Indonesia sebagai poros maritim dunia dinilai harus diikuti dengan pertahanan kedaulatan maritim yang kuat di dalam negeri.
Pengamat Pertahanan, Connie Rahakundini Bakrie mengaku sepakat bila bicara pertahanan kemaritiman maka pemerintah harus memperkuat baik dari matra Angkatan Laut maupun Angkatan Udara, sehingga dibutuhkan alutsista yang memadai.
“Hari ini kalau pak Jokowi menetapkan kita sebagai poros maritim dunia otomatis angkatan laut dan udara akan lebih besar dari darat,” ucap Connie, di Jakarta Pusat, Selasa (24/2).
Dia tidak menampik bila masyarakat selama ini berfikir jika pemerintah lebih memperkuat angakatan darat dibandingkan dengan dua matra angakatan TNI lainnya. Pun demikian, Connie menjelaskan, kenapa angkatan darat yang diperkuat, musti diingat untuk sejarah negara dengan tentara yang terbatas dari anggarannya dan teknologinya, sehingga kekuatan manusiannya yang harus diperkuat.
“Kalau angkatan darat adalah orang yang dipersenjatai, sedangkan angkatan udara ataupun laut adalah alutsista yang diawaki. Sehingga kita butuh kapal perang, induk, punya pesawat tempurnya, drone-nya, lalu kita mengisi orang untuk masuk ke situ (alutsista),” pungkasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Novrizal Sikumbang

Kuli Bangunan Tewas, Polisi Periksa Beberapa Saksi

Jakarta, Aktual.co — Kapolsek Penjaringan, AKBP Kus Subiantoro, mengatakan bahwa korban Sutarto tewas karena mengalami luka cukup serius dibagian kepala.
“Akibat kejadian ini korban meninggal di tempat,” katanya kepada wartawan, Selasa (24/2).
Dikatakan Subiantoro saat ini pihaknya masih melakukan penyelidikan terkait tewasnya Sutarto.
“Memeriksa para saksi termasuk pemilik toko,” tambahnya.
Seperti diberitakan sebelumnya Sutarto (44) yang bekerja sebagai kuli bangunan di Toko Phonix Jalan Jelambar Aladin, Penjaringan, Jakarta Utara, tewas seketika setelah tertimpa 26 lembar papan ponelis.
“Sutarto meninggal di lokasi akibat luka dibagian kepalanya,” ujar Parmin, rekan korban kepada wartawan, Selasa (24/2).
Dikatakan Parmin korban tertimpa papan tersebut yang berat masing-masing per lembarnya sekitar 50 kilogram.
Parmin menambahkan peristiwa yang merenggut nyawa rekannya bermula saat dirinya hendak menurunkan papan tersebut dari mobil. 
“Tiba-tiba papan itu jatuh dan menimpa,” tambahnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

Berita Lain