5 April 2026
Beranda blog Halaman 38662

DKP Targetkan Setiap RW di Bogor Miliki Bank Sampah

Jakarta, Aktual.co — Pemerintah Kota Bogor, Provinsi Jawa Barat, melalui Dinas Kebersihan dan Pertamanan, menargetkan setiap rukun warga (RW), memiliki Bank Sampah sebagai salah satu upaya dalam mengatasi persoalan persampahan di kota tersebut.

“Kita akan terus kembangkan program Bank Sampah, saat ini targetnya masih ditingkat kelurahan, kedepan kita ingin setiap RW memilikinya,” kata Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan Irwan Riyanto, usai meresmikan Bank Sampah Kelurahan Rangga Mekar, Bogor, Minggu (22/2).

Dia mengatakan, saat ini di Kota Bogor baru memiliki 11 bank sampah yang tersebar di delapan kelurahan dan empat RW, yakni di Rusunawa Kelurahan Menteng, Taman Kencana, Griya Katulampa, Kertamaya, Tanah Baru ada di empat RW, Cibogo, Pasir Kuda dan Rangga Mekar.

Dari 11 bank sampah tersebut, Pemerintah Kota Bogor juga sudah memiliki 12 tempat pengolahan sampah 3R (reduce, reuse, recycle) berbasis masyarakat.

“Kita harapkan program bank sampah terus berkembang karena dampaknya dapat mengurangi timbunan sampah yang dibuang ke TPA Galuga,” kata Irwan.

Ia mengatakan, masalah sampah menjadi program prioritas Pemerintah Kota Bogor yang tertuang dalam RPJMD 2015-2019, selain untuk menciptakan Bogor yang bersih juga untuk meraih Adipura.

Dia mengatakan, selama ini TPA Galuga menjadi pembuangan akhir sampah-sampah dari masyarakat Kota Bogor.

“Selain Galuga, nanti juga akan ada TPA Nambo, tetapi nanti kita akan bayar kalau mau membuang sampah di sana,” katanya.

Program Bank Sampah lanjut Dia, menjadi salah satu solusi mengurangi jumlah timbunan sampah di TPA dan juga meminimalisir anggaran yang dikeluarkan untuk membuang sampah di TPA.

Menurut dia, bank sampah dan pengolahan sampah 3R berbasis masyarakat mampu mengurangi beban pembangunan sampah ke TPA.

“Partisipasi bank sampah dan pengolahan 3R dapat mengurangi sampah yang dibuang ke TPA sebesar 13 persen,” katanya.

Dia mengatakan, data terakhir jumlah sampah yang dihasilkan masyarakat Kota Bogor per hari sebesar 2.400 meter kubik, 1.700 meter kubik diangkut oleh truk ke TPA, sisanya 700 meter kubik yang belum terangkut.

“Dari 700 meter kubik itu, 13 persen atau sekitar 80 meter kubik diolah di bank sampah dan 3R berbasis masyarakat,” katanya.

Bank Sampah RW 10 Kelurahan Rangga Mekar menambah daftar jumlah bank sampah yang ada di Kota Bogor. Keberadaannya diapresiasi Wali Kota Bima Arya Sugiarto yang secara langsung meresmikan pengoperasiannya.

“Kita akan mendorong terus berdirinya Bank Sampah di tengah masyarakat, dan masyarakat aktif dalam pengolahannya. Kita minta DKP untuk terus mendampingi,” kata Bima.

Artikel ini ditulis oleh:

The Jakmania Belum Miliki Sikap Terkait Penundaan ISL

Jakarta, Aktual.co — Ketua Umum The Jakmania, Gatot Ahmad Supriyanto (Richard), mengaku kelompok suporter klub Persija Jakarta itu, belum memiliki sikap terkait dengan penundaan penyelenggaraan kompetisi Indonesia Super League (ISL) 2015.

“Hingga kini, The Jakmania belum bisa menyimpulkan atau mengeluarkan pendapat,” kata Richarad dalam siaran persnya yang diterima Aktual.co di Jakarta, Minggu (22/2).

Kepengurusan The Jakmania yang baru, jelas Richard, saat ini sedang fokus melakukan pembenahan struktur, kesekretariatan dan keanggotaan. “Karena menurut kami, saat ini hal tersebut lebih penting untuk diselesaikan, dan merupakan prioritas pengurus The Jakmania sekarang,” jelasnya.

Seperti diketahui, Menteri Pemuda dan Olahraga, Imam Nahrawi, memutuskan untuk menunda penyelenggaraan kompetisi kasta tertinggi di Tanah Air. Hal ini, menurut versi Menpora dan Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI), sejumlah klub ISL, belum memenuhi syarat atau standar klub yang berdasarkan FIFA juag Sistem Keolahragaan Nasional (SKN).

Menpora, menunda penyelenggaraan kompetisi ISL musim ini, dua minggu sejak diputuskan pada pekan kemarin. Hal ini untuk memberikan kesempatan kepada klub-klub peserta ISL, untuk menyempurnakan kekurangan yang menurut Menpora dan BOPI masih belum lengkap.

Artikel ini ditulis oleh:

IS Rilis Video Arak Pejuang Kurdi Dalam Kurungan

Jakarta, Aktual.co — Kelompok garis keras Negara Islam (IS), merilis video baru, Minggu (22/2), memperlihatkan pejuang-pejuang Kurdi “peshmerga” yang berada dalam kurungan diarak di jalanan Irak.

Video tersebut menunjukkan 21 orang tawanan, yang terdiri dari 16 pejuang peshmerga, dua tentara Irak dan tiga anggota polisi daerah Kirkuk, sebuah kota berjarak 240 kilometer di utara Baghdad.

Para tawanan yang mengenakan pakaian berwarna jingga itu dimasukkan ke dalam kurungan di sebuah alun-alun yang dikelilingi oleh dinding dan pasukan IS berpenutup muka dan bersenjata.

Kurungan tersebut kemudian dinaikkan ke kendaraan pikap dan diarak di jalanan. Belasan penduduk dan laki-laki bersenjata menyaksikan peristiwa tersebut.

Video tersebut tidak memperlihatkan kekerasan kepada para tahanan. Namun di akhir tampilannya, ditunjukkan bagaimana para tawanan berlutut di hadapan pria bersenjata.

Video itu juga menampilkan potongan-potongan gambar dari rekaman IS sebelumnya, termasuk pembunuhan pilot Yordania Maaz al-Kassasbeh, yang dibakar hidup-hidup di dalam kurungan serta pemenggalan 21 pemeluk Kristen Koptik mayoritas warga Mesir, di Libya.

Sumber dari pihak Kurdi mengatakan kepada AFP bahwa kejadian tersebut direkam satu minggu lalu di pasar utama Hawija, kota yang dikuasai IS dan terletak 50 kilometer dari Kirkuk.

Komandan peshmerga di Kirkuk Jenderal Hiyowa Rash mengatakan kepada AFP bahwa sandera pejuang Kurdi ditangkap pada 31 Januari ketika pasukan tersebut memukul mundur IS yang ingin menyerang Kirkuk.

Artikel ini ditulis oleh:

Pernyataan Sikap The Jakmania

Jakarta, Aktual.co — Pemberitaan dari sebuah media massa on line, terkait pernyataan mantan Ketua Umum The Jakmania, Muhammad Lariko Ranggamone, mendapat kritikan dari Ketum baru saat ini, Gatot Ahmad Supriyanto (Richard).

Dikatakan Richard, media massa on line tersebut, tidak mengedepankan prinsip dasar jurnalistik. Pasalnya, media massa tersebut, bukan meminta komentar dari pengurus The Jakmania yang baru.

“Kami khawatir, bila media melabrak prinsip itu, berita yang dibuat terkesan tak mengindahkan prinsip jurnalistik dan sangat tidak patut untuk dijadikan menjadi sebuah berita,” kata Richard dalam siaran persnya yang diterima Aktual.co di Jakarta, Minggu (22/2).

Dalam pemberitaan di media massa itu, Lariko menghimbau, khususnya kepada anggota The Jakmania dan kepada seluruh suporter sepakbola di Indonesia, untuk melakukan aksi demonstrasi di kantor Kemenpora, Jakarta, Senin (23/2), terkait dengan keputusan Menteri Pemuda dan Olahraga, Imam Nahrawi, yang menunda pelaksanaan kompetisi Indonesia Super League (ISL) 2015.

“Saya pun menghimbau agar The Jakmania dan seluruh suporter Indonesia, untuk hadir. Kita harus turun langsung untuk berjuang,” ujar Lariko.

The Jakmania sendiri, kata Richard, menyadari sepakbola Indonesia perlu dibenahi dari “setan-setan” yang selama ini disebut dibanyak media, dengan sebutan mafia sepakbola. “Dan kami juga berharap, media massa tak masuk dalam lingkungan yang biasa disebut dengan mafia sepakbola,” harapnya.

“The Jakmania yang selama ini tak pernah kenal lelah mendampingi Persija berlaga, juga takkan pernah menyerah membangun sepakbola Indonesia menjadi sehat,” tambahnya.

Richard meminta kepada semua pemangku kebijakan (steakholder) olahraga, untuk bersatu dan duduk bersama demi cita-cita membangun sepakbola Indonesia yang lebih baik, dengan terus menciptakan iklim sepakbola dalam negeri yang sehat dan kondusif. “Bukan demi kepentingan segelintir orang atau kelompok-kelompok tertentu,” sindirnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Kementerian PDTT Susun Aturan Prioritas Penggunaan Dana Desa

Jakarta, Aktual.co —Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (PDTT) sedang menyusun Peraturan Menteri tentang Prioritas Penggunaan Dana Desa.
“Agar pemakaian uang untuk desa tersebut lebih jelas,” ujar Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (PDTT) Suprayoga Hadi di Jakarta, Minggu (22/2).
Peraturan Menteri ini, menurut dia, akan disosialisasikan kepada para Kepala Desa maupun Aparat Desa agar dana yang mereka dapatkan digunakan demi kemajuan daerah tersebut. 
Peraturan Menteri tersebut akan mengarahkan Aparat Desa untuk mengembangkan sektor-sektor produksi guna meningkatkan produktivitas masyarakat di sana. 
Selain itu, Peraturan Menteri tersebut juga menjadi pelengkap dari Peraturan Menteri Keuangan (Permenkeu) yang juga sedang dalam tahap penyusunan pemerintah hingga saat ini.
Menurut dia, Permenkeu tersebut merupakan turunan dari Peraturan Presiden Nomor 60 Tahun 2014 tentang Dana Desa, yang direncanakan mengatur pengalokasian, penyaluran, penggunaan, pemantauan, dan evaluasi dana desa.
Oleh karena itu, para Kepala Desa akan diberi pelatihan terkait langkah-langkah pengelolaan yang benar serta memudahkan mereka dalam menyusun laporan penggunaan dana itu, katanya.
“Pemerintah sudah bekerja sama dengan Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) agar nanti ada pembekalan pada kepala desa dengan ilmu-ilmu akuntansi, termasuk pendampingnya agar mengerti bagaimana pengelolaan dana desa dengan baik dan bagaimana pemanfaatannya hingga pelaporannya,” ucap Suprayoga.

Artikel ini ditulis oleh:

Pemkot Bogor Targetkan Tiap RW Punya Bank Sampah

Jakarta, Aktual.co —Pemerintah Kota Bogor, Provinsi Jawa Barat, melalui Dinas Kebersihan dan Pertamanan, menargetkan setiap rukun warga memiliki Bank Sampah.
Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan Irwan Riyanto mengatakan itu dilakukan untuk atasi persoalan sampah di kota hujan tersebut.
“Targetnya masih di tingkat kelurahan. Ke depan kita ingin setiap RW memilikinya,” ujar dia, usai meresmikan Bank Sampah Kelurahan Rangga Mekar, Bogor, Minggu (22/2).
Saat ini di Kota Bogor baru memiliki 11 bank sampah di delapan kelurahan dan empat RW. Yakni di Rusunawa Kelurahan Menteng, Taman Kencana, Griya Katulampa, Kertamaya, Tanah Baru ada di empat RW, Cibogo, Pasir Kuda dan Rangga Mekar.
Dari 11 bank sampah tersebut, Pemerintah Kota Bogor juga sudah memiliki 12 tempat pengolahan sampah 3R (reduce, reuse, recycle) berbasis masyarakat.
“Kita harapkan program bank sampah terus berkembang karena dampaknya dapat mengurangi timbunan sampah yang dibuang ke TPA Galuga,” kata Irwan.
Masalah sampah menjadi program prioritas Pemerintah Kota Bogor yang tertuang dalam RPJMD 2015-2019. Selain untuk menciptakan Bogor yang bersih, juga untuk meraih Adipura.
Selama ini TPA Galuga menjadi pembuangan akhir sampah-sampah dari masyarakat Kota Bogor.
“Selain Galuga, nanti juga akan ada TPA Nambo, tetapi nanti kita akan bayar kalau mau membuang sampah di sana,” katanya.
Program Bank Sampah lanjut Dia, menjadi salah satu solusi mengurangi jumlah timbunan sampah di TPA dan juga meminimalisir anggaran yang dikeluarkan untuk membuang sampah di TPA.
Menurut dia, bank sampah dan pengolahan sampah 3R berbasis masyarakat mampu mengurangi beban pembangunan sampah ke TPA.
“Partisipasi bank sampah dan pengolahan 3R dapat mengurangi sampah yang dibuang ke TPA sebesar 13 persen,” katanya.
Dia mengatakan, data terakhir jumlah sampah yang dihasilkan masyarakat Kota Bogor per hari sebesar 2.400 meter kubik, 1.700 meter kubik diangkut oleh truk ke TPA, sisanya 700 meter kubik yang belum terangkut.
“Dari 700 meter kubik itu, 13 persen atau sekitar 80 meter kubik diolah di bank sampah dan 3R berbasis masyarakat,” katanya.
Bank Sampah RW 10 Kelurahan Rangga Mekar menambah daftar jumlah bank sampah yang ada di Kota Bogor. Keberadaannya diapresiasi Wali Kota Bima Arya Sugiarto yang secara langsung meresmikan pengoperasiannya.
“Kita akan mendorong terus berdirinya Bank Sampah di tengah masyarakat, dan masyarakat aktif dalam pengolahannya. Kita minta DKP untuk terus mendampingi,” kata Bima.

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain