5 April 2026
Beranda blog Halaman 38663

Pemkot Bogor Targetkan Tiap RW Punya Bank Sampah

Jakarta, Aktual.co —Pemerintah Kota Bogor, Provinsi Jawa Barat, melalui Dinas Kebersihan dan Pertamanan, menargetkan setiap rukun warga memiliki Bank Sampah.
Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan Irwan Riyanto mengatakan itu dilakukan untuk atasi persoalan sampah di kota hujan tersebut.
“Targetnya masih di tingkat kelurahan. Ke depan kita ingin setiap RW memilikinya,” ujar dia, usai meresmikan Bank Sampah Kelurahan Rangga Mekar, Bogor, Minggu (22/2).
Saat ini di Kota Bogor baru memiliki 11 bank sampah di delapan kelurahan dan empat RW. Yakni di Rusunawa Kelurahan Menteng, Taman Kencana, Griya Katulampa, Kertamaya, Tanah Baru ada di empat RW, Cibogo, Pasir Kuda dan Rangga Mekar.
Dari 11 bank sampah tersebut, Pemerintah Kota Bogor juga sudah memiliki 12 tempat pengolahan sampah 3R (reduce, reuse, recycle) berbasis masyarakat.
“Kita harapkan program bank sampah terus berkembang karena dampaknya dapat mengurangi timbunan sampah yang dibuang ke TPA Galuga,” kata Irwan.
Masalah sampah menjadi program prioritas Pemerintah Kota Bogor yang tertuang dalam RPJMD 2015-2019. Selain untuk menciptakan Bogor yang bersih, juga untuk meraih Adipura.
Selama ini TPA Galuga menjadi pembuangan akhir sampah-sampah dari masyarakat Kota Bogor.
“Selain Galuga, nanti juga akan ada TPA Nambo, tetapi nanti kita akan bayar kalau mau membuang sampah di sana,” katanya.
Program Bank Sampah lanjut Dia, menjadi salah satu solusi mengurangi jumlah timbunan sampah di TPA dan juga meminimalisir anggaran yang dikeluarkan untuk membuang sampah di TPA.
Menurut dia, bank sampah dan pengolahan sampah 3R berbasis masyarakat mampu mengurangi beban pembangunan sampah ke TPA.
“Partisipasi bank sampah dan pengolahan 3R dapat mengurangi sampah yang dibuang ke TPA sebesar 13 persen,” katanya.
Dia mengatakan, data terakhir jumlah sampah yang dihasilkan masyarakat Kota Bogor per hari sebesar 2.400 meter kubik, 1.700 meter kubik diangkut oleh truk ke TPA, sisanya 700 meter kubik yang belum terangkut.
“Dari 700 meter kubik itu, 13 persen atau sekitar 80 meter kubik diolah di bank sampah dan 3R berbasis masyarakat,” katanya.
Bank Sampah RW 10 Kelurahan Rangga Mekar menambah daftar jumlah bank sampah yang ada di Kota Bogor. Keberadaannya diapresiasi Wali Kota Bima Arya Sugiarto yang secara langsung meresmikan pengoperasiannya.
“Kita akan mendorong terus berdirinya Bank Sampah di tengah masyarakat, dan masyarakat aktif dalam pengolahannya. Kita minta DKP untuk terus mendampingi,” kata Bima.

Artikel ini ditulis oleh:

Mayat Ditemukan di Kebun Raya Bogor, Bukan yang Pertama

Jakarta, Aktual.co —Sesosok mayat perempuan tanpa identitas ditemukan mengapung di Sungai Ciliwung di Kawasan Kebun Raya Bogor (KRB), Jawa Barat, Minggu (22/2) siang. Mayat itu ditemukan mengapung dekat Jembatan Gantung.
Mayat tanpa identitas itu diduga seorang gelandangan. Hal ini dilihat dari pakaian yang dikenakan berlapis tiga dan bagian bawah mengenakan rok warna cream yang sudah tidak terurus.
Setelah dievakuasi, mayat perempuan tanpa identitas tersebut lalu dimakamkan oleh Dinas Sosial Kota Bogor di Tempat Pemakaman Umum Kayu Manis.
Komandan Pleton Pengamanan Kebun Raya Bogor, Aiptu Agus Setya Budi mengatakan penemuan mayat kali ini bukan yang pertama. 
Kata dia, tercatat sejak 2004, sudah enam ada kali penemuan mayat yang ditemukan di sejumlah titik aliran Sungai Ciliwung dalam kawasan KRB.
“Dari mayat yang sudah busuk pernah ditemukan dekat Taman Meksiko mayat laki-laki, ada juga pedagang lebak pasar, pernah juga ada mayat pencuri yang kabur ditemukan tewas di aliran sungai tak jauh dari lokasi penemuan mayat perempuan,” kata Agus, Minggu (22/2).
Agus mengatakan peristiwa temuan mayat diduga karena sekitar KRB memiliki banyak infrastruktur dan juga bebatuan sungai yang rapat, Menurutnya hal ini yang membuat mayat-mayat tersangkut atau mengapung di area tersebut.
“Yang pasti mayat-mayat itu tidak jatuh di dalam kebun raya, mereka rata-rata terseret arus dari wilayah atas dan menyangkut di kawasan kebun raya yang memang banyak infrastrukturnya,” kata dia.
Hal senada juga disampaikan Kepala Polisi Sektor Bogor Tengah, Kompol Victor Gatot mengatakan temuan mayat perempuan tanpa identitas di aliran Sungai Ciliwung dekat Jembatan Gantung KRB bukanlah yang pertama.
“Sudah sering terjadi jadi kita sudah tidak kaget lagi, tapi rata-rata bukan pengunjung kebun raya. Umumnya orang yang jatuh di wilayah atas, dan hanyut tersangkut di kebun raya,” katanya.

Artikel ini ditulis oleh:

Pemkab Karawang Ingin Wilayahnya Tertib Ukur

Jakarta, Aktual.co —Dinas Perindustrian Perdagangan Pertambangan dan Energi Kabupaten Karawang berkeinginan untuk menciptakan daerah tertib ukur jika sudah menerima peralihan wewenang kegiatan tera dari Pemprov Jabar.
Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Pertambangan dan Energi Kabupaten Karawang Hanafi, mengatakan daerah tertib ukur hanya bisa terwujud jika Pemkab Karawang berwenang melakukan kegiatan tera ulang terhadap alat ukur, takar, timbang dan perlengkapannya (UTTP).
“Untuk tahap awal, sekarang ini kami akan terus berusaha agar Pemprov Jabar segera mengalihkan wewenang kegiatan tera alat UTTP dari Pemprov Jabar,” kata dia, Minggu (22/2).
Setelah menerima peralihan wewenang kegiatan tera tersebubaru akan dijadwalkan secara optimal kegiatan tera UTTP di seluruh pasar tradisional sekitar Karawang.
Seiring dengan itu, kata dia, seluruh pasar tradisional yang tersebar di sekitar Karawang ditargetkan menjadi pasar tertib ukur. Kemudian baru akan diupayakan untuk mewujudkan daerah tertib ukur.
Ia mengaku optimistis daerah Karawang tertib ukur itu bisa tercapai, jika pihaknya sudah menerima peralihan wewenang kegiatan tera.
“Selama kegiatan tera yang digarap Pemprov Jabar melalui Balai Kemetrologian Karawang (Unit Pelaksana Teknis Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jabar) masih belum maksimal,” kata dia.
Balai Kemetrologian Karawang hanya mampu melakukan kegiatan tera di sejumlah titik sekitar Karawang selama 75 hari. Hal itu dinilai tidak maksimal dalam upaya melindungi konsumen dari bentuk kecurangan UTTP.
Kondisi tersebut terjadi karena Balai Kemetrologian itu tidak hanya bertanggungjawab melakukan kegiatan tera di Karawang.
Selain itu, juga bertanggung jawab melakukan kegiatan tera alat UTTP di Kabupaten/Kota Bekasi, Subang, dan Purwakarta.
“Jika nanti kita sudah berwenang melakukan kegiatan tera, tentu akan maksimal. Sebab, hanya bertanggung jawab melakukan kegiatan tera di sekitar Karawang,” katanya.
Ia menyatakan pihaknya 100 persen sudah siap menerima peralihan kewenangan kegiatan tera ulang dari Pemprov Jabar. Sebab, persiapan peralihan kewenangan itu sudah dilakukan sejak tahun 2001.
Tidak hanya menyiapkan sarana dan prasarana yang mendukung kegiatan tera. Disperindagtamben Karawang juga kini telah memiliki berbagai jenis peralatan tera ulang serta sumber daya manusia yang mumpuni, yakni terdapat tiga orang ahli metrologi. Bahkan, pihaknya sudah mengalokasikan anggaran untuk melakukan kegiatan tera pada tahun ini.
“Sesuai Undang Nomor 23 tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, kewenangan kegiatan tera alat UTTP menjadi kewenangan kabupaten, bukan lagi provinsi,” katanya. 

Artikel ini ditulis oleh:

Lancar, Pilkades Serentak di Karawang

Jakarta, Aktual.co —Pelaksana tugas Bupati Karawang, Jawa Barat, Cellica Nurrachadiana menyatakan pemilihan kepala desa yang digelar serentak di 177 desa, Minggu, berlangsung aman dan lancar.
“Secara umum, penyelenggaraan pilkades serentak berlangsung kondusif. Itu diketahui setelah kami menghimpun laporan-laporan dari desa dan dari pemantauan ke sejumlah titik,” kata Cellica, di Karawang, Minggu (22/2).
Sejumlah titik lokasi Pilkades serentak yang ditinjau itu di antaranya Pilkades di Desa Sukaluyu dan Pilkades Sirnabaya Kecamatan Telukjambe Timur.
Titik lainnya yang ditinjau Pelaksana Tugas Bupati itu ialah Pilkades di Desa Mulyasari dan Kecamatan Kecamatan Ciampel serta Pilkades di Desa Kiarapayung Kecamatan Klari.
Menurut dia, selama Pilkades serentak di 177 desa, terdapat 359 pejabat di lingkungan Pemkab Karawang yang tersebar di seluruh TPS tempat Pilkades.
“Dari laporan ratusan pejabat yang disebar itu, secara umum Pilkades serentak kali ini berlangsung lancar dan kondusif,” kata dia.
Ia mengaku memberi apresiasi kepada seluruh masyarakat desa yang ada di Karawang, karena cukup antusias untuk terlibat aktif dalam pelaksanaan Pilkades.
Cellica berharap kelancaran dan situasi yang kondusif bisa terus terjadi hingga saat pelantikan Kepala Desa terpilih.

Artikel ini ditulis oleh:

Musda KNPI Sumut Munculkan Dualisme Kepengurusan

Medan, Aktual.co —Musyawarah Daerah (Musda) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Sumatera Utara yang dihelat 20 hingga 21 Februari di Kabupaten Mandailing Natal (Madina) menyisakan dualisme kepengurusan.
Informasi dihimpun Aktual.co dari sumber yang tak ingin disebutkan namanya menyebut, awalnya pelaksanaan Musda KNPI Sumut yang dilaksanakan di aula Mapolres Madina itu, berjalan sebagaimana prosedur tata tertib.
“Musyawarah berjalan sebagaimana mestinya, terpilih Pimpinan sidang dari Gakari, HMI, DPD KNPI Kabupaten Simalungun,” ujar si sumber melalui pesan singkat, Minggu (22/2).
Persoalan kemudian muncul, saat sidang Pleno ke IV Penjaringan calon Kandidat Ketua. Di mana dalam kepesertaan terdapat OKP yang mengalami dualisme kepengurusan.
“Kemudian terjadi perselisihan pendapat mengenai Dualisme pengurusan OKP peserta sebanyak 5 OKP, di antaranya IPPI, AMD, GPPI, IPTI,” sebutnya.
Setelah adanya perselisihan itu, lanjutnya, perwakilan dari DPP KNPI Jhonsar Lumban Toruan mengemukakan pendapatnya tentang perselisihan. 
Namun, situasi tiba-tiba memanas, saat di akhir pernyataannya, Jhonsar dianggap mengangkangi tugas dan wewenang pimpinan sidang. Yakni, melakukan ketok Palu memposisikan diri sebagai Pimpinan sidang.
“Pada saat itulah peserta sidang melakukan protes terhadap Perwakilan DPP KNPI karena di anggap telah mengangkangi tugas dan wewenang Pimpinan sidang yang telah dipilih oleh Peserta sidang. Sehingga terjadi sedikit kericuhan,” tutur sumber
Meski akhirnya dapat dikendalikan, kericuhan itu diduga menjadi buntut dilakukannya Musda lainnya di lokasi yang berbeda, yakni di Hotel Rindang Kabupaten Madina.
“Musda di Aula Mapolres terpilih Sugiat Santoso dan Musda berbeda di Hotel Rindang terpilih Jusral Lubis,” tutur si sumber. 

Artikel ini ditulis oleh:

Dicurigai Bom, Sebuah Bungkusan Diamankan di Bekasi

Jakarta, Aktual.co —Sebuah benda yang diduga bom diledakkan Tim Gegana Mabes Polri di pospol Mustikajaya, Bekasi, Jawa Barat.
Kapolresta Bekasi Kota Kombes Pol Rudi Setiawan mengatakan benda mencurigakan itu diperoleh dari sebuah bengkel Barokah di Kecamatan Mustikajaya, Kota Bekasi, Jawa Barat, Sabtu (21/2) malam.
“Isinya kardus sepatu dan ada kabelnya. Bendanya mencurigakan tetapi sudah diamankan,” kata dia di Bekasi, Minggu (22/2).
Bingkisan yang terbungkus kertas tanpa identitas pemberinya itu diberikan seorang wanita kepada tukang ojek ke lokasi itu. Hingga kini kasusnya masih dalam tahap penyelidikan polisi.
“Penyelidikan kita fokuskan pada mencari orang yang menyuruh tukang ojek dengan imbalan uang Rp50 ribu untuk mengantar bingkisan tersebut ke bengkel itu,” kata dia.
Sementara itu, salah satu saksi, Deni (21), yang merupakan anak dari pemilik bengkel Las Barokah mengatakan, bingkisan yang diterima oleh dirinya dan dua karyawan bengkelnya itu sekitar pukul 19.30,WIB.
“Tukang ojek yang antar. Dia cuma bilang dikasih ibu-ibu naik mobil sedan silver untuk dimintai tolong bingkisan itu diantar ke bengkel kami. Tukang ojek itu mengaku mengantar barang ini dari daerah Kampung Babakan yang jaraknya lumayan jauh,” ujar dia.
Usai mendapatkan bingkisan itu, Deni dan dua karyawannya Dadang (35) dan Anton (18) langsung mengecek isinya.
“Saya terkejut karena isi bingkisan itu ada lilitan kabelnya,” kata dia.
Karena khawatir berisi bom, temuan itu langsung dilaporkan kepada Polsek setempat. Tidak berselang lama, Tim Gegana datang dan mengambil bingkisan itu untuk diledakan di pospol Mustikajaya yang tak jauh dari lokasi. “Waktu habis lapor bingkisannya langsung dibawa petugas.” 

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain