6 April 2026
Beranda blog Halaman 38672

Angkasa Pura II Talangan Dana Klaim Penumpang Lion Air

Direktur Keuangan AP II Andra Y Agusalam, Kepala Otoritas Bandara Wilayah I Basuki Mardianto,Direktur Utama AP II Budi Karya Sumadi (dua dari kanan),Direktur Operasional dan Engineering Djoko Murjatmodjo,saat memberikan keterangan soal pemberian dana talangan kepada Lion Air di Restoran Pulau Dua, Senayan, Jakarta, Minggu (22/2/2015). PT Angkasa Pura II (Persero) memberikan penjelasan soal pemberian dana talangan kepada Lion Air untuk mengganti dana refund dan kompensasi calon penumpang yang terkena delay parah sejak Rabu (18/2/2015) hingga Jumat (20/2/2015) lalu. Menurut pihak Angkasa Pura II, dana talangan itu diberikan karena pihak Lion Air tidak dapat menyiapkan dana tersebut dengan segera. AKTUAL/MUNZIR

Pulau Serangan, Destinasi “Water Sport” Baru Favorit Wisatawan Tiongkok

Jakarta, Aktual.co — Wisatawan Tiongkok (China) paling antusias meramaikan objek wisata olahraga air (Water Sport) di perairan Pulau Serangan yang berlokasi sekitar 10 kilometer dari pusat Kota Denpasar, Bali.

“Wisatawan Tiongkok menyukai olahraga air di perairan Serangan, karena keindahan alam bawah bawah lautnya yang banyak dihuni spesies terumbu karang, ikan nemo, maupun biota laut lainnya yang mempesona,” kata Marketing Manajer Serangan “Dive and Water Sport”, Wayan Darna, di Denpasar, Minggu (22/2).

Ia menjelaskan, wisatawan Tiongkok yang mengunjungi Pulau Serangan usai perayaan Tahun Baru Imlek 2566 mencapai 500 orang per hari jauh di atas angka kunjungan wisatawan negara lainnya. Sedangkan pada hari hari biasa kunjungan wisatawan asing dan domestik di Pantai Melasti Pulau Serangan mencapai 200 orang, sebanyak 30 persen diantaranya wisatawan dari Jepang, Australia dan Eropa.

Menurut dia, upaya promosi akan terus digiatkan sehingga pada musim liburan Maret hingga April diharapkan angka kunjungan wisatawan asing bisa terus ditingkatkan hingga 800 orang per hari. Wayan Darna menambahkan, untuk dapat melihat keindahan bawah laut tersebut, para wisatawan harus menyelam dengan kedalaman tujuh meter agar dapat mengakses keindahan dan kekayaan laut yang ada di Pulau Serangan itu.

“Wisatawan Tiongkok sangat menyukai keindahan alam bawah laut Pantai Melasti Pulau Serangan dan mereka cenderung menyukai kegiatan menyelam tanpa harus berenang atau ‘Underwater Seawalker’ itu, selain olahraga lainnya seperti menyelam atau “diving”, dan “turtel island”.

Selain itu, kegiatan olahraga air yang dapat dilakukan di Pulau Serangan itu yakni “jet ski, donut boat, banana boat, snorkeling, fly fishing, parasailing, wakeboard dan waterski”. Ia mengungkapkan wisatawan Tiongkok merasa sangat menikmati olahraga menyelam tanpa harus berenang dengan 30 menit hingga 60 menit (satu jam), karena biasanya banyak wisatawandari negara berjulukan “Negeri Dibalik Tirai Bambu” itu banyak yang kurang bisa berenang.

“Kalau wisatawan Jepang, apalagi Australia dan Eropa lebih senang melakukan kegiatan menyelam,” ujarnya.

Ia megakui wisatawan Tiongkok senang ke Pulau Serangan karena dapat berinteraksi langsung dengan biota laut yang unik seperti terdapat ikan nemo, honey-honey dan terumbu karang atau koral original yang berwarna – warni serta sejumlah karang buatan berupa gapura yang sudah menyerupai karang aslinya.

Pulau Serangan merupakan tempat penangkaran penyu hijau dan saat tertentu ada momen menarik yang bisa disaksikan langsung di Pulau tersebut yakni proses melepaskan anak penyu hijau atau tukik ke laut. Selain dapat menyaksikan penyu-penyu di pulau tersebut, wisatawan juga dapat mengabadikan keindahan Desa Serangan yang terkenal dengan pantainya yang indah dan deburan ombaknya.

Selain itu, Pulau Seragan juga memiliki hutan bakau yang sangat dilestarikan ekosistemnya dan masyarakat lokal dan para penggiat kelestarian alam ikut bahu-membahu menanam bibit bakau. “Hutan bakau sangat signifikan peranannya karena memiliki perananan dalam menjaga kelestarian alam perairan Pulau Serangan,” demikian ungkap Darna.

Artikel ini ditulis oleh:

Gubernur Kepri: 2018, Batam Jadi “Kota Gas”

Jakarta, Aktual.co — Batam, Provinsi Kepulauan Riau, akan menjadi “Kota Gas” pada 2018, saat seluruh kebutuhan energi di wilayah itu menggunakan bahan bakar gas, mulai dari listrik, industri, rumah tangga hingga transportasi. Hal itu dikatakan Gubernur Kepulauan Riau Muhammad Sani usai menghadiri sarapan pagi bersama masyarakat Kecamatan Batam Kota di Batam, Kepri, Minggu (22/2).

Penetapan Batam sebagai Kota Gas disepakati bersama oleh Pemprov Kepri dengan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral dalam kunjungan Menteri Sudirman Said, akhir pekan lalu. “Kota Gas, semua menggunakan gas. Mobil, industri, rumah tangga pakai gas, sehingga tidak ada lagi yang menggunakan bensin, solar,” kata Gubernur.

Pelaksanaan Kota Gas harus menunggu pengaliran gas dari sumur Gajah Baru di Natuna ke Batam, yang rencananya selesai pada 2017. Gubernur menyatakan dalam rapat tertutup bersama Kementerian ESDM, hak-pihak terkait sepakat untuk segera membangun jaringan pipa sepanjang 4,5 km dari Pulau Pemping ke Batam. Dan pembangunan pipa itu membutuhkan waktu satu hingga dua tahun. Jika pipa itu sudah tersambung, maka gas dari sumur Gajah Baru akan mengalir ke Batam sebanyak 40 mmbtu.

Sebagai tahap awal, gas itu digunakan untuk pembangkit listrik tenaga gas milik PT Bright Pelayanan Listrik Nasional Batam di Tanjunguncang. Untuk gas Domestik Market Obligation ke Kepri, Gubernur mengatakan pemerintah masih harus menyiapkan pengelolanya. Sedangkan untuk distribusi seluruhnya diserahkan kepada PT Perusahaan Gas Negara yang sudah memiliki infrastruktur jaringan pipa gas.

Sebelumnya di Batam, Menteri ESDM Sudirman Said menggadang Batam menjadi Kota Gas, setelah mayoritas energi yang digunakan di kota itu menggunakan bahan bakar gas. “Kami punya satu kesepakatan dengan Pak Gubernur, kami jadikan Batam sebagai kota gas dengan energi bersih,” kata Menteri.

Saat ini, sebagian industri besar dan kecil di Batam sudah menggunakan bahan bakar gas. Sedangkan untuk kebutuhan rumah tangga, jumlah pelanggan yang dialiri relatif sedikit. Assistant VP Corporate Communication PT Perusahaan Gas Negara Irwan Andri Armanto mengatakan pihaknya siap mendukung penetapan Batam sebagai Kota Gas. Namun, untuk menjadi Kota Gas, Batam membutuhkan dukungan infrastruktur jaringan gas yang baik dan pasokan gas. “Karena kalau ngomong gas itu, harus ada tiga yang mendukung yaitu, pasokan, infrastruktur dan market,” kata dia.

Dan energi gas tidak hanya digunakan untuk bahan bakar listrik, industri dan rumah tangga, melainkan juga penggunaan energi untuk transportasi. PGN akan membangun infrastruktur Stasiun Pengisian Bahan Bakar Gas di Kecamatan Batam Kota sebagai langkah awal mendukung gas sebagai bahan bakar transportasi.

Artikel ini ditulis oleh:

Pilkada Kepri, PKS Merapat ke PDIP

Jakarta, Aktual.co — Partai Keadilan Sejahtera melakukan komunikasi politik dengan merapat ke Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan untuk mengusung Soerya Respationo sebagai calon Gubernur Kepri 2015-2020 pada Pemilihan Kepala Daerah mendatang.

“Kami dengan PKS ada komunikasi politik, bagus,” kata Ketua Dewan Pimpinan Daerah PDI Perjuangan Kepulauan Riau Soerya Respationo di Batam Kepri, Minggu (22/2).

Komunikasi politik itu sudah terbangun cukup lama. Namun, dukungan dari PKS belum dapat dipastikan, karena harus menunggu restu dari Dewan Pengurus Pusat PKS. Soerya juga enggan memastikan apakah PKS mengajukan nama calon wakil gubernur untuk mendampinginya dalam Pilkada.

Selain PKS, Soerya memastikan sudah menjalin komunikasi yang intens dengan Partai Hanura dan Partai Golkar. Semuanya tinggal menanti persetujuan dari pimpinan pusat masing-masing partai. “Dengan PKB dan Nasdem juga ada pembicaraan,” kata dia yakin.

Dikonfirmasi terpisah, Ketua DPW PKS Kepulauan Riau Abdul Rahman membenarkan sudah melakukan komunikasi politik dengan PDI Perjuangan untuk mengusung Soerya Respationo dalam Pilkada Kepri. “Kalau komunikasi memang sudah. Kami sudah bertemu beliau, tapi semua prosesnya ada di DPP, dan masih menunggu prosesnya,” kata dia.

Selain dengan Soeryo, PKS juga melakukan komunikasi politik dengan calon gubernur petahana Muhammad Sani dan Bupati Karimun Nurdin Basirun. Namun menurut Abdul Rahman, komunikasi paling intens dilakukan dengan Soerya Respationo dan Muhammad Sani.

Ia mengakui, di jajaran pengurus pusat, hubungan antara PKS dengan PDI Perjuangan tidak terlalu harmonis. Namun itu tidak menutup kemungkinan dukungan PKS ke Ketua Umum PDI Perjuangan Kepri. “Kami sudah melakukan konsultasi ke pusat, dan disebutkan kalau ingin bersama PDIP, jalan saja. Politik itu tidak bisa diduga,” kata dia.

Artikel ini ditulis oleh:

Yogyakarta Tambah 21 Kampung Ramah Anak

Jakarta, Aktual.co — Kantor Pemberdayaan Masyarakat dan Perempuan Kota Yogyakarta berencana menambah 21 kampung ramah anak pada tahun ini sehingga jumlahnya menjadi 136 kampung hingga akhir tahun.

“Saat ini, sudah ada 115 kampung ramah anak dan kami targetkan ada penambahan 21 kampung tahun ini,” kata Kepala Kantor Pemberdayaan Masyarakat dan Perempuan (KPMP) Kota Yogyakarta Lucy Irawati di Yogyakarta, Minggu (22/2).

Selain pembentukan kampung ramah anak baru, pada tahun 2015 KMPM Kota Yogyakarta juga menerima 11 kampung ramah anak yang mengajukan pengembangan dan satu kecamatan akan ditetapkan sebagai kecamatan layak anak. “Kami masih terus melakukan evaluasi di 14 kecamatan sebelum menetapkan satu kecamatan sebagai kecamatan layak anak,” katanya.

Lucy menambahkan bahwa pihaknya tidak hanya mendorong pertumbuhan kampung ramah anak sehingga jumlahnya makin bertambah dari tahun ke tahun, tetapi juga melakukan evaluasi secara rutin.

Pada tahun lalu, evaluasi dilakukan dengan meminta setiap kampung ramah anak memaparkan program yang telah dilakukan, termasuk kelengkapan sarana dan prasarana yang dimiliki. Namun, pada tahun ini evaluasi akan dilakukan secara diam-diam. “Akan ada petugas yang datang langsung ke wilayah untuk menilai kondisi dan perkembangan kampung tersebut,” katanya.

Kampung ramah anak dapat dibagi dalam berbagai tingkatan, mulai dari tingkatan pratama, madya, nindya, hingga kampung yang benar-benar layak disebut sebagai kampung ramah anak.

Pemerintah Kota Yogyakarta mengawali inisiasi pembentukan kampung ramah anak pada tahun 2011, yaitu di Kampung Badran Kecamatan Jetis serta di Kampung Sudagaran Kecamatan Umbulharjo. Pembentukan kampung ramah anak berlanjut pada tahun 2012 di 12 kampung dan pada tahun 2013 di 32 kampung.

Pemerintah Kota Yogyakarta telah memiliki 61 indikator kampung ramah anak yang terbagi dalam berbagai aspek, yaitu komitmen wilayah, hak sipil dan kebebasan untuk anak, lingkungan, keluarga dan pengasuhan alternatif, hak kesehatan dasar dan kesejahteraan, pendidikan, hak perlindungan khusus, budaya, serta sarana dan prasarana.

Di setiap kampung ramah anak, lanjut Lucy, akan dibentuk forum anak kampung yang kemudian menjadi anggota Forum Anak Kota Yogyakarta (Fakta). Pada tahun ini, juga akan dibentuk empat forum anak kecamatan dan tiga forum anak kelurahan.

Artikel ini ditulis oleh:

Ribuan Pengungsi Erupsi Sinabung Segera Dipulangkan

Jakarta, Aktual.co — Jakarta, Aktual.co —Sebanyak 2.443 jiwa atau 795 kepala keluarga (KK) pengungsi korban erupsi Gunung Sinabung, Kabupaten Karo, Provinsi Sumatera Utara, segera dipulangkan ke kampung asal mereka masing-masing.

“Warga pengungsi yang dikembalikan itu, berasal dari Desa Sigarang-garang dan Desa Sukanalu, Kecamatan Namanteran,” kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Karo, Subur Tambun dihubungi, Minggu (22/2).

Para pengungsi tersebut, menurut dia, sudah hampir satu tahun lamanya tinggal di tujuh titik penampungan di daerah Berastagi dan Kabanjahe. “Tujuh lokasi penampungan tersebut, yakni Berastagi, gedung Klasis GBKP Berastagi, gedung KWK Berastagi, GBKP JaLan Kutacane Kabanjahe, Kampus 2 dan Kampus 3 Universitas Karo Kabajahe dan Gedung Serbaguna Kabanjahe,” ujarnya.

Subur menyebutkan, pengungsi yang dikembalikan itu, memang lokasi mereka di luar areal zona merah atau 5 km dari lokasi gunung Sinabung. Selain itu, aktivitas Gunung Sinabung juga sudah turun menjadi Siaga III dan tidak lagi membahayakan bagi pengungsi.

“Keputusan pemulangan pengungsi itu merupakan hasil rapat Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karo, dan Komandan Satuan Tugas (Dansatgas) tanggap darurat Gunung Sinabung,” katanya.

Dia menyebutkan, setelah pengungsi dipulangkan ke kampung asal dan rumah mereka masing-masing, maka bisa kembali lagi mengelola tanah perkebunan yang sudah cukup lama ditinggalkan. Lahan perkebunan yang selama ini terbengkalai bisa ditata lagi secara baik, sehingga dapat membangun perekonomian mereka. “Para pengungsi tersebut dapat kembali menggerakkan perekonomian di bidang perkebunan dan pertanian,” kata Subur.

Dia menjelaskan, pemulangan pengungsi tersebut sudah beberapa kali mengalami penundaan, dan diharapkan akan secepatnya dilaksanakan. “Pemkab Karo juga sudah mempersiapkan angkutan berupa bus maupun truk untuk membawa ribuan orang pengungsi erupsi gunung Sinabung dari lokasi penampungan,” kata Kepala BPBD Karo.

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain