7 April 2026
Beranda blog Halaman 38673

Dekranasda: Putri Kepulauan NTT Diharapkan Tarik Wisatawan

Jakarta, Aktual.co — Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Nusa Tenggara Timur berharap Maria Carolina Theresa Noge, Puteri Indonesia asal NTT terpilih menjadi Putri Kepulauan Nusa Tenggara atau Sunda Kecil (Bali, NTB dan NTT) hingga dapat menarik wisatawan.

“Kita berharap prestasi yang diraih buah hati pasangan Carolus Dae dan Yosepha Rehina Masi itu, dikembangkan untuk kepentingan pariwisata di Sunda Kecil terutama di Nusa Tenggara Timur yang kaya akan potensi pariwisata, namun masih tertinggal soal promosi,” kata Ketua Dekranasda NTT Lucia Adinda Dua Lebu Raya di Kupang, Minggu (22/2).

Isteri dari Gubernur Frans Lebu Raya itu mengaku selama ini keunggulan-keunggulan yang ada di NTT dari aspek Pariwisata sistem promosinya lebih pada teks atau brosur dan masih kurang menangkap peluang lain untuk sosialisasi seperti duta wisata dan putri Indonesia dengan berbagai gelar yang disandangkan dan cocok dengan tematik wisata.

Maria Carolina Theresa Noge, misalnya Puteri Indonesia asal NTT yang terpilih menjadi Putri Kepulauan Nusa Tenggara atau Sunda Kecil diharapkan “ditangkap” untuk kepentinggan promosi dan sosialisasi potensi wisata yang ada untuk kemajuan daaerah ini.

Apalagi katanya gelar yang disandang itu diraih setelah terpilih dalam 10 besar pada ajang kontes pemilihan Puteri Indonesia 2015 pada Grand Final, Jumat 20 Februari 2015 yang disiarkan Indosiar, merupakan peluang besar,” katanya.

“Ini pertama kali buat perwakilan NTT masuk 10 besar di ajang bergengsi ini dan terpilih menjadi Putri Kepulauan Nusa Tenggara atau Sunda Kecil (Bali, NTB dan NTT),” katanya.

Sehingga menurut Ketua DPD Perempuan Sarina NTT itu pihak pemerintah dan pengusaha sektor Pariwisata perlu memanfaatkan peluang ini untuk mencapai target pencapaian kunjungan wisatawan atau lainnya.

NTT katanya oleh Dinas Parekraf Provinsi Nusa Tenggara Timur menargetkan sebanyak 600 ribu dari 20 juta wisatawan akan mengunjungi Nusa Tenggara Timur pada 2015 untuk mewujudkan visi NTT menjadi destinasi unggulan wisata di Indonesia.

“Ini target yang ditetapkan dengan merujuk pada realisasi kunjungan wisatawan pada 2014 yang hingga Oktober baru mencapai 530.945 dari target 550 ribu orang pelancong dari dalam maupun luar negeri,” katanya.

Ia mengatakan untuk mencapai target itu, maka pengembangan pariwisata di daerah berbasiskan kepulauan ini harus menggandeng pihak swasta dan stakeholder lainnya guna mengoptimalkan program dan obyek wisata yang ada sebagai pemuci dan daya tarik wisatawan.

“Melibatakan pihak swasta dalam mengelola dan mengembangkan program itu merupakan realisasi kesepakatan antara Kemenparekraf bersama Dinas Parekraf Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) dan stakeholder terkait berkomitmen mengimplementasikan beberapa program untuk pengembangan sektor pariwisata NTT,” katanya.

Ia menyebut sebanyak delapan poin program pengembangan tersebut disusun dan disepakati untuk mewujudkan visi NTT menjadi destinasi unggulan wisata di Indonesia.

Program ini perlu disusun bersama dengan stakeholder terkait karena beberapa permasalahan. Misalnya swasta sering tidak diikutsertakan dalam perencanaan mulai dari masterplan hingga implementasi program.

Sebelumnya secara nasional Kementerian Pariwisata (Kemenpar) dinilai akan sulit mencapai target kunjungan wisata hingga 20 juta wisatawan mancanegara (wisman) sampai 2019 jika tidak didukung oleh inisiatif seluruh pemangku kepentingan termasuk masyarakat, kata pengamat Pariwisata Universitas Indonesia (UI) Jajang Gunawijaya.

“Target presiden yang memberikan tugas kepada Kemenpar untuk mewujudkan kunjungan 20 juta wisman itu berat dan akan sulit dicapai jika tidak dibantu oleh instansi terkait lain. Sebab indikator keberhasilan Pariwisata juga lebih sering ada di kementerian lain seperti infrastruktur, transportasi, dan lain-lain,” kata Jajang di Jakarta, Sabtu.

Artikel ini ditulis oleh:

Keluarga “Bali Nine” Sampaikan Apresiasi Terkait Rehabilitasi

Jakarta, Aktual.co — Perwakilan keluarga narapidana mati berkewarganegaraan Australia yang merupakan anggota kelompok “Bali Nine” menyampaikan terima kasih dan apresiasi atas rehabilitasi narkoba terhadap Myuran Sukumaran dan Andrew Chan.

“Kami berterima kasih kepada pemerintah Indonesia, pejabat kepresidenan, dan sukarelawan atas program rehabilitasi secara holistis,” kata Michael Chan, saudara Andrew Chan, saat menggelar jumpa pers di Lembaga Pemasyarakatan Kelas II A Denpasar di Kerobokan, Kabupaten Badung, Bali, Minggu (22/2).

Ia lebih lanjut menyatakan bahwa rehabilitasi tersebut telah mampu membawa perubahan tidak hanya bagi kakaknya, tetapi narapidana lain. “Kami telah banyak melihat narapidana di sini menjalani pelatihan untuk mendapatkan mata pencaharian bagi hidup mereka selanjutnya,” ujar pria yang gemar menato tubuhnya itu.

Kepada semua pihak, Michael juga menyampaikan terima kasih atas dukungan kepada saudaranya sehingga mereka tetap tabah di tengah suasana menjelang eksekusi mati. Didampingi Brinthu Sukumaran, adik kandung Myuran Sukumaran, juga menyampaikan rasa terima kasih atas dukungan semua pihak kepada kakaknya. Keduanya, lanjut dia, selama ini sanggup membantu menyiapkan program bantuan kepada masyarakat Indonesia, khususnya bagi rekan sesama narapidana di lapas setempat.

“Mereka (Myuran dan Andrew) menghormati orang Indonesia dan budaya Indonesia. Melalui dukungan sistem keadilan di Indonesia, mereka sanggup membantu menyiapkan program bantuan untuk membantu masyarakat, termasuk kepada mereka sendiri ke arah lebih baik,” katanya.

Dalam jumpa pers untuk pertama kalinya yang disampaikan langsung anggota keluarga narapidana itu, keduanya hanya menyampaikan pernyataan. Mereka tidak menerima tanya jawab kepada awak media. Hingga saat ini, belum diketahui pemindahan kedua narapidana itu ke Pulau Nusakambangan, Jawa Tengah. Kejaksaan Tinggi Bali sendiri saat ini tengah berkoordinasi dengan Lapas Nusakambangan terkait dengan kesiapan mereka menerima narapidana yang ditangkap pada tahun 2005 karena menyelundupkan heroin seberat 8,2 kilogram itu.

Artikel ini ditulis oleh:

Dua Tahanan Polres Merauke Kabur

Jakarta, Aktual.co — Dua tahanan di Markas Kepolisian Resor Merauke, Papua, masing-masing Bambang Bapaimu dan Apolo Narius Pakaimu, Minggu (22/2) dini hari kabur.

Wakapolres Merauke Komisaris Polisi Muhsin Ningkeula, SH saat dikonfirmasi Antara melalui telepon Minggu (22/2), membenarkan kejadian tersebut.

Dia mengatakan, Bambang Bapaimu dan Apolo Narius Pakaimu melakukan tindak pidana pencurian sehingga ditahan di ruang tahanan Polres Merauke.

“Kami sudah menyebarkan personel ke seluruh wilayah Kabupaten Merauke dan sekitarnya untuk mencari dan menangkap mereka,” katanya.

Sebagian personel memantau Bandar Udara Mopah dan Pelabuhan Laut Kabupaten Merauke guna menjaga jangan sampai kedua pelaku melarikan diri keluar dari Kabupaten itu.

Selain itu, Polres melakukan pendekatan dengan keluarga kedua pelaku tersebut supaya membantu pihak kepolisian mencari keberadaan kedua orang tersebut.

“Kami juga sudah menyebarkan identitas kedua pelaku kepada seluruh Polsek jajaran Polres Merauke dan Polres daerah tetangga untuk membantu mencari dan menangkap kedua pelaku,” ujarnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Penyaluran Beras Bulog, Mendag Kerja Sama dengan Kelurahan

Jakarta, Aktual.co —  Menteri Perdagangan, Rachmat Gobel, mengatakan, pihaknya akan bekerja sama dengan setiap kelurahan untuk menyalurkan beras pemerintah/Bulog ke permukiman-permukiman padat penduduk. “Ini dilakukan agar penyalurannya bisa langsung dan menjangkau kepada masyarakat dengan harga yang ditentukan pemerintah,” kata Rachmat di Jakarta, Minggu (22/2).

Hal tersebut, ia sampaikan saat meninjau Operasi Pasar Beras Bulog di Rumah Susun Penjaringan, Jakarta Utara, bersama dengan Menteri Koperasi dan UKM, Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga. Menurut Mendag, operasi pasar yang terus dilakukan pemerintah juga bertujuan menghindari mafia-mafia beras yang selama ini sering mengoplos dan menimbun beras milik pemerintah.

“Kami sudah memberikan sinyal, pemerintah tidak main-main karena kami sudah mengetahui hal tersebut. Kalau tidak ditanggapi, kami akan langsung pidanakan mereka,” katanya.

Menurutnya, Kemendag juga sudah meminta kepada Kepala Bulog untuk melakukan audit secara total mulai dari pengeluaran Delivery Order (DO) sampai penentuan pedagang mana yang nantinya menyalurkan, sehingga diketahui sistem distribusi yang dilakukan Bulog.

“Kami juga meminta kepada Menkop dan UKM untuk memberdayakan koperasi-koperasi pasar yang ada untuk membantu penyaluran beras di pasar-pasar,” tuturnya.

Dalam Operasi Beras Pasar Bulog di Rusun Penjaringan, pemerintah menetapkan harga beras premium sebesar Rp9.000 perkilogram sedangkan beras medium sebesar Rp7.400 perkilogram.

Artikel ini ditulis oleh:

Distan: Pasokan Beras Sumut Aman Meski Impor Ditutup

Jakarta, Aktual.co — Jakarta, Aktual.co —  Dinas Pertanian Sumatera Utara meyakini pasokan beras di daerahnya tetap aman dan memenuhi kebutuhan walaupun pemerintah menutup kran impor bahan pangan utama itu.

“Asumsi itu mengacu pada hasil panen yang bagus dan produksi padi tahun ini yang di atas kebutuhan atau bisa sebesar 4.155.590 ton,” kata Kepala Dinas Pertanian Sumut, M Roem di Medan, Minggu (22/2).

Menurut dia, keyakinan bahwa pasokan cukup aman karena panen padi di Sumut terjadi merata hampir di setiap bulan. “Keyakinan itu semakin menguat karena dewasa ini, Pemprov Sumut juga sedang mengikuti program nasional swasembada pangan 2017,” katanya.

Dengan program swasembada, Sumut menargetkan kenaikan terus produksi padinya. Pada 2015 produksi 4.155.590 ton, maka pada 2016 dan 2017 produksi dapat ditargetkan menjadi 4.711.056 ton dan 5.161.603 ton. Dengan angka-angka pencapaian itu, hingga tahun ke tiga, kenaikan produksi padi Sumut sudah mencapai 1.334.270 ton sehingga bisa memberikan kontribusi kepada nasional. Tahun lalu saja. kata dia, dengan produksi padi yang mencapai 3.604.602 ton, Sumut sudah swasembada bahkan surplus beras.

Humas Bulog Sumut, Rudy Adlyn menyebutkan stok beras cukup aman atau mencapai 45ribuan ton. Beras itu bisa untuk hampir empat bulan alokasi kebutuhan rutin daerah tersebut. Adapun soal operasi pasar (OP) beras, kata dia, belum dilakukan karena tidak ada permintaan dari pemerintah kabupaten/kota dan harga beras di Sumut juga masih berkategori aman.

Artikel ini ditulis oleh:

Marak Praktik Mafia, Koperasi Pasar Diupayakan Jadi Penyalur Beras

Jakarta, Aktual.co —  Koperasi Pasar (Koppas) sedang diupayakan untuk menjadi penyalur beras sebagai salah satu langkah untuk memotong mata rantai praktik mafia beras di Indonesia.

Menteri Koperasi dan UKM Anak Agung Gede Ngurah (AAGN) Puspayoga di Jakarta, Minggu (22/2), mengatakan peran Koppas perlu dioptimalkan dalam rangka penyaluran beras secara wajar sekaligus menekan maraknya praktik mafia beras yang memainkan harga. “Urusan beras tidak berbeda seperti pupuk, koperasi harus diberi kesempatan untuk menjadi penyalur beras,” katanya.

Puspayoga yang pada Minggu (22/2) bersama Menteri Perdagangan Rachmat Gobel melakukan kunjungan ke pasar-pasar tradisional mengatakan pihaknya sudah saling sepakat untuk mengupayakan koperasi menjadi penyalur beras. “Kalau koperasi pasar diberikan peran, mereka kan beranggotakan para pedagang pasar itu sendiri dan tidak akan terjadi itu yang namanya mafia beras,” katanya.

Koppas, menurut dia, bisa mendistribusikan beras secara langsung dari Bulog atau petani ke pembeli atau tengkulak di pasar sehingga para spekulan beras tidak mendapatkan celah untuk mempermainkan harga. “Saat ini kami akan bicarakan teknis pelaksanaannya, mudah-mudahan dalam waktu dekat ini sudah ada pasar yang siap menyalurkan beras subsidi ini dari Bulog,” katanya.

Puspayoga menargetkan akan ada sebanyak mungkin koppas di Indonesia yang menjadi penyalur beras. Untuk tahap awal, ia ingin menjadikan koppas-koppas yang ada di wilayah DKI Jakarta sebagai proyek percontohan. Pada kesempatan itu, Menteri meninjau Koppas Mampang dan menanyakan kesiapan koperasi itu untuk mendistribusikan beras.

Ketua Koppas Mampang Ngadiran mengatakan pihaknya siap untuk menyalurkan beras subsidi tersebut. “Kami siap menjadi penyalur beras bersubsidi,” katanya.

Pihaknya mencatat di Jakarta ada 122 Koppas dan hanya ada 73 di antaranya yang dinyatakan sehat. Menteri Puspayoga berharap para anggota Koppas dan pedagang di pasar tersebut bisa mengawasi penyaluran distribusi beras yang akan disalurkan oleh Koppas.

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain