21 April 2026
Beranda blog Halaman 38724

BPBD Sumsel Imbau Masyarakat Terus Waspadai Banjir

Jakarta, Aktual.co — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumatera Selatan, mengimbau masyarakat provinsi setempat yang tersebar di 17 kabupaten dan kota, terus mewaspadai kemungkinan terjadinya bencana banjir dan tanah longsor.

“Masyarakat yang berada di daerah rawan banjir dan tanah longsor diimbau terus meningkatkan kewaspadaan kemungkinan terjadinya bencana tersebut karena pada Februari ini hingga dua bulan ke depan masih terdapat banyak hujan dengan intensitas tinggi,” kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumatera Selatan, Yulizar Dinoto di Palembang, Minggu (22/2).

Dia menjelaskan, beberapa daerah Sumsel yang tergolong rawan dilanda bencana banjir antara lain Kota Palembang, Kabupaten Musirawas, Musi Banyuasin, Banyuasin, dan Kabupaten Muaraenim.

Sedangkan daerah yang tergolong rawan longsor seperti Kota Pagaralam, Kabupaten Lahat, Empat Lawang, Muara Enim, Ogan Komering Ulu, Ogan Komering Ulu (OKU) Selatan.

Masyarakat yang berada di daerah rawan banjir dan tanah longsor tersebut perlu meningkatkan kewaspadaan dan melakukan berbagai langkah untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya bencana tersebut.

Selain mengimbau masyarakat untuk meningaktkan kewaspadaan, pihaknya juga menyiapkan tim yang sewaktu-waktu siap diturunkan ke daerah bencana mengevakuasi korban dan memberikan bantuan bahan makanan, katanya.

Imbauan serupa juga diungkapkan Koordinator Relawan Taruna Siaga Bencana (Tagana) Sumsel M.S Sumarwan kepada masyarakat di provinsi berpenduduk sekitar 8,6 juta jiwa itu.

Masyarakat Sumsel terutama yang tinggal di kawasan rawan terjadinya bencana banjir dan tanah longsor tersebut diimbau untuk mewaspadai terjadinya bencana dampak negatif musim hujan itu sehingga bisa dihindari atau paling tidak diminimalisir timbulnya korban jiwa dan harta benda, kata Sumarwan.

Artikel ini ditulis oleh:

SDN 105291 Saentis Juara “Milo”Football Championship” Kota Medan

Jakarta, Aktual.co — SDN 105291 Saentis, Medan, keluar sebagai juara Milo Football Championship kota tersebut, setelah mengalahkan lawannya, SDN 101752 Klambir 5, dengan skor 1-0, Minggu (22/2). Gol kemenangan SDN 105291 Saentis, diciptakan oleh Agung Ananda.

Dengan kemenangan tersebut, SDN 105291 Saentis, berhak membawa pulang piala dan uang tunai sebesar Rp10 juta.

Pelatih SDN 105291 Saentis, Muhammad Sadam Fauzi mengucap rasa syukur atas kemenangan anak-anak didiknya.

“Dukungan para guru dan orang tua di lapangan memacu semangat para siswa, sehingga mengantarkan kami meraih juara. Latihan yang sudah kita siapkan untuk kompetisi ini akhirnya membuahkan hasil yang baik. Saya selalu berpesan kepada anak-anak agar tidak merasa cepat puas dan tetaplah berlatih untuk mengejar prestasi,” ujar Muhammad Sadam usai pertandingan di Lapangan Universitas Negeri Medan (UNIMED).

Kegembiraan dan keharuan juga dirasakan oleh Agung Ananda sebagai pencetak gol semata wayang dalam pertandingan final tersebut. “Kami tidak menyangka bisa mengalahkan SDN 101752 Klambir 5, lawan yang cukup berat. Akhirnya piala Milo Football Championship ini bisa kami bawa pulang ke sekolah. Keberhasilan ini adalah hasil kerja sama dan kekompakan tim. Terima kasih kepada orang tua dan guru yang sudah memberikan semangat dan dukungan selama kami bertanding,” ujar Agung yang memperkuat gelandang kiri.

Sebagai runner up Milo Football Championship kota Medan, SDN 101752 Klambir 5 mendapatkan hadiah uang tunai Rp5 juta. Sementara untuk posisi ketiga diraih oleh SDN 064011 Mabar yang berhasil mengalahkan SDN 028226 Binjai dengan skor 1-0 dan berhak atas uang tunai Rp3 juta.

Setelah kota Medan, Milo Football Championship selanjutnya akan dilaksanakan di kota Makassar pada 28-29 Maret. Pengumuman 11 pemain terbaik dari Jakarta, Medan dan Makassar yang merupakan hasil talent scouting akan diumumkan setelah kompetisi Makassar. Pemain terbaik akan mendapatkan pelatihan eksklusif selama 14 hari di Milo Camp di Jakarta.

Artikel ini ditulis oleh:

Kehidupan Ekonomi di Kurdistan Bergairah

Jakarta, Aktual.co — Kehidupan ekonomi di kota Erbil dan bagian lain wilayah Kurdistan, Irak, tampak hidup dan bergairah. Pembangunan infrastruktur fisik, seperti gedung-gedung dan jalan raya, terlihat di mana-mana.
 
Demikian dilaporkan oleh Redaktur Senior Aktual.co, Satrio Arismunandar langsung dari Irak, Minggu (22/2). Satrio melakukan kunjungan jurnalistik ke berbagai wilayah di negeri kaya minyak itu sejak Kamis (19/2).
 
Sejumlah tokoh Kurdi menyatakan, pembangunan itu dimungkinkan karena korupsi di kalangan Kurdi sangat kecil, dibandingkan dengan di bagian lain di Irak. Jadi walaupun anggaran dari pemerintah pusat terbatas, bahkan dipotong, Kurdistan tetap bisa membangun.
 
Ancaman dari milisi ekstrem ISIS (Negara Islam di Irak dan Suriah), yang saat ini masih bercokol di wilayah baratlaut Irak, memang ada. Namun ancaman itu tidak terlihat di kota Erbil.
 
Salah satu ukuran kehidupan ekonomi adalah aktivitas pasar. Terbukti ada sejumlah mal di Erbil yang penuh dengan pengunjung. Barang-barang yang dijual juga bagus dan produk baru. Artinya, warga memiliki cukup uang untuk berbelanja.

Artikel ini ditulis oleh:

Pemerintah Harus Audit Pajak dan Utang Lion Air

Jakarta, Aktual.co — Kecerobohan maskapai penerbangan Lion Air yang terlalu banyak melakukan delay hingga memaksa direksi PT Angkasa Pura II menalangi pengembalian uang tiket memuat beberapa pertanyaan besar terkait keuangan perusahaan.

“Dengan banyaknya perusahaan penerbangan domestic dan JV dengan Malaysia di bawah bendera Lion Group seperti Malindo Air, Batik air, Wings Air perlu dicurigai sebagai upaya Lion Air untuk mengakali pembayaran pajak dengan transaksi barang dan jasa antara beberapa divisi pada suatu kelompok usaha dengan harga yang tidak wajar,” ujar Ketua Umum Federasi Serikat Pekerja (FSP) BUMN Bersatu, FX Arief Poyuono, dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Senin (23/2).

Menurutnya, perusahaan mengakali pajak dengan menaikan harga (mark up) atau menurunkan harga (Mark down) pembelian pesawat oleh Batik air dan Wing Air, Malindo Air dari Lion air pemegang hak 231 pesawat jenis Boeing seri 737-900 ER dan tarif tiket yang diberlakukan saat ini.

“Tujuannya untuk mengakali jumlah profit sehingga pembayaran pajak dan pembagian dividen menjadi rendah. Kedua, menggelembungkan profit untuk memoles (window-dressing) laporan keuangan. Bisa juga Negara dijadikan praktek transfer pricing,” tambahnya.

Menurutnya, Pajak Lion Air dan anak perusahaannya harus diaudit karena dikhawatirkan akan merugikan Negara. Dalam sejarah dunia penerbangan komersil di Indonesia, beberapa maskapai penerbangan nasional terpaksa berhenti terbang dan tidak beroperasi karena terbelit masalah utang seperti Bouraq Airlines, Sempati air, Batavia Air, Jatayu air, Bali Air, Adam Air, AW Air, Mandala Airlines, Star Air dan juga airlines kawakan milik Negara seperti Merpati Nusantara Air.

“Ini bisnis enggak gampang. Satu kesalahan akan membuat banyak biaya,” jelasnya.

Perusahaan yang masih bertahan, sebagian merugi. Bahkan sepanjang kuartal I 2014, PT Garuda Indonesia Tbk melaporkan rugi bersih sebesar USD164 juta. Indonesia AirAsia merugi Rp390,4 miliar. Nah apakah Lion Air tidak bernasib sama dengan pesaingnya, tentu ini sudah terlihat tanda tandanya dengan seringkalinya delay yang terjadi dalam penerbangan Lion Air.

“Pada Maret 2013, Bank Exim Amerika Serikat menyetujui komitmen akhir dari USD1,1 miliar jaminan pinjaman untuk membiayai ekspor dari armada pesawat Boeing ke Lion Air. Untuk Apple Bank Saving (New York) menyediakan pembiayaan, dengan kemungkinan tambahan dana yang disediakan oleh investor pasar modal melalui Bank-guaranteed bond dari Bank Exim Amerika,” ujarnya.

Ia memaparkan, tentu tahun 2015 Lion Air menurut sistim pinjaman kredit eksport pesawat dari bank yang berlaku di dunia, berlaku di Bank EXIM Amerika atau pun ECA (Europe Credit Agency ) masa grace periode pinjaman kredit pemebelian pesawat Lion air sudah habis dan saatnya untuk membayar angsuran kredit dan tahun 2013 hingga 2014. Padahal dunia penerbangan Indonesia memasuki masa paceklik dengan keadaan ekonomi dunia yang bergejolak dan tingginya harga minyak dunia hingga mencapai 100 US dollar lebih.

“Karena itu, Pemerintah Jokowi dan Bank Indonesia tidak boleh tinggal diam dengan pinjaman luar negeri yang dilakukan oleh Lion air sebab sesuai Peraturan Bank Indonesia Nomor: 2/22/Pbi/2000 tentang Kewajiban Pelaporan Utang Luar Negeri, wajib menyampaikan laporan setiap Badan Usaha Bukan Bank dan perorangan yang mempunyai Utang Luar Negeri kepada Bank Indonesia secara lengkap, benar, dan tepat waktu secara berkala sesuai jangka waktu yang ditetapkan oleh Bank Indonesia,” jelasnya.

Hal ini penting agar untuk pengendalian moneter yang bisa berimbas pada nilai tukar rupiah terhadap dollar dan rating Negara pengutang bagi Indonesia serta stabilitas moneter untuk mengelola cadangan devisa dan kebijakan moneter yang akan diambil oleh BI dan pemerintah.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Polres Medan Berlakukan Tembak di Tempat Bagi Pelaku Kejahatan Resahkan Masyarakat

Jakarta, Aktual.co — Kapolresta Medan Kombes Pol Nico Afinta Karo-karo memastikan, para pelaku kejahatan yang selama ini telah meresahkan masyarakat, akan ditindak tegas berupa tembak di tempat.

“Kita akan melakukan tembak di tempat bagi pelaku kejahatan tersebut,” kata Kapolresta melalui Waka Polresta AKBP Hondowantri usai pemaparan tangkapan curas, curat dan curanmor (3 C) di Mapolresta Medan, Minggu (22/2).

Instruksi tembak di tempat, menurut AKBP Hondowantri, tentunya melihat situasi yang terjadi di lapangan, yakni jika sudah sampai mengancam jiwa petugas dan masyarakat.

Dia menyebutkan, akhir-akhir ini para pelaku kejahatan jalanan di Kota Medan mulai kelihatan aktif atau marak kembali.

“Sehubungan itu, seluruh satuan, khususnya Reskrim Polresta Medan harus mengaktifkan personel. Bahkan, Sabhara dan Lantas turut dilibatkan untuk melakukan pencegahan,” ujarnya.

Dia menjelaskan, petugas kepolisian harus berhasil mengungkap berbagai tindak kejahatan yang terjadi.

Namun, katanya, tentu diperlukan waktu karena para pelaku senantiasa terus bergerak dari satu tempat ke tempat lain guna menghindari penangkapan.

“Kami juga tidak menganggap enteng para pelaku kriminal, dan semakin banyak yang ditangkap, mereka terus beraksi. Namun kita terus berupaya melakukan penindakan,” ucap Wakapolresta.

Ketika ditanyakan mengenai penjahat sering menggunakan senjata jenis softgun, Hondawantri mengatakan, pihaknya sudah mendata siapa saja orang atau lembaga yang memperjual-belikan senjata tanpa izin.

Polresta Medan juga sudah berkoordinasi dengan Direktorat Intelkam Polda Sumut, mendata pemegang softgun.

“Sebab berbahaya jika senjata ini dipegang orang-orang yang tidak bertanggung jawab,” katanya.

Dia menambahkan, telah meringkus sebanyak 261 tersangka dari 54 kasus. Jumlah itu hasil pengungkapan Polsekta se-jajaran Polresta Medan mulai Januari hingga Minggu kedua Februari 2015.

“Kemudian, disita 5 unit sepeda motor, linggis, pisau, 1 jenis softgun, 1 mancis berbentuk pistol, sejumlah uang tunai, komputer dan lainnya,” kata Waka Polresta.

Para tersangka ini, terlibat kasus 3C, tetapi didominasi pelaku pencurian kendaraan bermotor (curanmor). “Hasil pemeriksaan sementara, mereka selalu berganti-ganti pasangan setiap akan beraksi,” ujarnya.

Dia menambahkan, untuk Operasi Kancil yang dilaksanakan Polda Sumut, dan jajaran Polresta Medan telah meringkus 15 tersangka dan mengungkap 13 kasus.

Artikel ini ditulis oleh:

Waspada Gagal Bayar Utang Luar Negeri, Beranikah Pemerintah Audit Lion Air?

Jakarta, Aktual.co — Perusahaan maskapai penerbangan nasional yang masih bertahan di Indonesia sebagian besar merugi. Bahkan sepanjang kuartal I 2014, PT Garuda Indonesia Tbk melaporkan rugi bersih sebesar USD164 juta dan Indonesia AirAsia merugi Rp390,4 miliar.

Pada tahun 2015 Lion Air menurut sistim pinjaman kredit eksport pesawat dari bank yang berlaku di dunia, berlaku di Bank EXIM Amerika atau pun ECA (Europe Credit Agency ), masa grace periode pinjaman kredit pembelian pesawat Lion air sudah habis. Sekarang saatnya untuk membayar angsuran kredit, sedangkan tahun 2013 hingga 2014 dunia penerbangan Indonesia memasuki masa paceklik dengan keadaan ekonomi dunia yang bergejolak dan tingginya harga minyak dunia hingga mencapai 100 US dollar lebih.

“Karena itu, Lion air harus diaudit laporan keuangannya jangan sampai akibat utang luar negeri Lion air default tidak bisa membayar membuat pemerintah harus menanggung atau membail out utang Lion Air,” ujar Ketua Umum Federasi Serikat Pekerja (FSP) BUMN Bersatu, FX Arief Poyuono, dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Senin (23/2).

Menurutnya, ada keanehan dengan pembelian 100 unit pesawat Lion Air yang sudah datang dari 231 unit Boeing yang sudah memberikan 100 ribu lapangan kerja bagi orang Amerika. Bukan hanya fasilitas kredit ekspor yang didapat oleh Lion air, akan tetapi untuk mengoperasikan pesawat tersebut, Lion Air juga membutuhkan working capital yang sangat besar jumlahnya dan menjual tiket dengan harga murah dibandingakn seluruh airlines yang beroperasi di Indonesia.

“Pemerintah Indonesia harus mengaudit jangan sampai Lion air bangkrut dan membuat masalah bagi pemerintah. Sebab utang luar negeri swasta juga bisa menjadi tanggung jawab pemerintah,” jelasnya.

Lebih lanjut dikatakan bahwa keanehan lain adalah saat pemerintah SBY memberikan izin pembelian 231 Boeing 737-900 ER dan 234 Airbus A320 tanpa memeperhitungkan kemampuan Lion Air dari sisi ketersedian sumberdaya manusia Lion Air seperti Pilotnya dan Flight attendantnya yang mempunyai jam kerja terbatas oleh peraturan keselamatan penerbangan pasti ini ulah mafia di departemen perhubungan.

“Sebab, dari informasi yang ada saat ini 10 pesawat Lion air yang tidak bisa diutilisasi karena kekurangan Pilot dan Rute penerbangannya, jadi alasan delay pesawat Lion saat hari raya imlek karena pesawat rusak tidak bisa dibenarkan,” pungkasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Berita Lain