1 Januari 2026
Beranda blog Halaman 38742

Dinkes: Penderita DBD di Medan Belum Tergolong KLB

Jakarta, Aktual.co — Penderita penyakit demam berdarah dengue (DBD) yang terjadi di Medan belum dapat digolongkan ke dalam status kejadian luar biasa (KLB).
“Warga yang mengalami DBD tersebut, juga dapat secepatnya disembuhkan, dan tidak sampai menimbulkan jatuhnya korban jiwa,” kata Kepala Seksi Pemberantasan dan Pencegahan Dinas Kesehatan Sumatera Utara, Sukarni di Medan, Minggu (8/2).
Warga Medan yang terjangkit DBD tersebut, menurut dia, belum terlalu membahayakan, namun petugas Dinas Kesehatan dan Puskesmas di kota itu selalu waspada terhadap penyakit yang datang secara tiba-tiba akibat faktor cuaca hujan, serta terjadinya banjir.
“Masyarakat harus tetap melakukan gerakan 3M, yakni menutup, menguras dan mengubur sampah berupa kaleng dan lainnya yang dikhawatirkan menjadi tempat bersarang dan bertelurnya nyamuk aedes aegypti,” ujar Sukarni.
Dia menyebutkan, untuk menghindari penyakit DBD itu, warga harus tetap menjaga kesehatan di rumah maupun lingkungan tempat tinggal, sehingga nyamuk yang menimbulkan penyakit berbahaya bagi masyarakat dapat dicegah.
“Hal ini harus menjadi perhatian bagi masyarakat yang daerahnya sering mengalami banjir, dan petugas Kesehatan juga harus tetap tanggap melakukan pencegahan terhadap DBD tersebut,” kata dia.
Sebelumnya, Dinas Kesehatan Sumut tahun 2014 telah menetapkan tiga kabupaten berstatus Kejadian Luar Biasa (KLB) penyakit DBD, yakni Labuhan Batu, Labuhan Batu Utara dan Binjai.
Dinaikkannya status KLB pada ketiga kabupaten itu, karena adanya penderita DBD yang tewas. Bahkan, dilihat dari tingkat insiden rate (IR), kasus DBD di Sumut tergolong terus mengalami peningkatan, namun persentasenya masih dibawah angka nasional.
Tercatat, hingga Agustus 2014 dari 3.072 kasus DBD dilaporkan ada 17 orang yang meninggal dari jumlah penderita sebanyak 2.830 orang.
Dinas Kesehatan Sumut mengungkap sebanyak 25 kabupaten atau kota, sisanya 7 kabupaten-kota lainnya berstatus sporadis dan 1 potensial DBD.

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu

Wagub Bali Minta Pihak Bandara Ngurah Rai Tambah CCTV

Jakarta, Aktual.co — Wakil Gubernur Bali I Ketut Sudikerta meminta pengelola Bandar Udara Internasional Ngurah Rai menambah kamera pengawas atau CCTV, khususnya di areal yang menangani barang-barang penumpang.
“Saya minta agar ada bantuan CCTV untuk mengawasi barang-barang penumpang, jangan sampai ada hal-hal yang tidak diinginkan,” kata Sudikerta ditemui di Lapangan Puputan Niti Mandala Renon, Denpasar, Minggu (8/2).
Menurut dia, dari hasil inspeksi mendadak yang dilakukan beberapa waktu lalu khususnya di areal tersebut, pihak pengelola yakni PT Angkasa Pura I Bandar Udara Internasional Ngurah Rai belum melengkapi dengan adanya kamera pengawas itu.
“Waktu ini saya lihat belum ada CCTV. Ini (CCTV) penting untuk memudahkan akses agar bisa diketahui jika ada orang-orang yang berbuat curang,” ucapnya.
Dalam beberapa kesempatan, mantan Wakil Bupati Badung menaruh perhatian terhadap pelayanan di salah satu bandara tersibuk di Tanah Air itu.
Selain penambahan CCTV, sebelumnya dia juga mengimbau pihak pengelola agar memasang sambutan selamat datang khas Pulau Dewata yakni ‘Om Swastyastu, Selamat Datang di Bandara Ngurah Rai” baik di kedatangan domestik maupun internasional.
Sementara itu terkait penghapusan loket tiket pesawat di bandara, Sudikerta mendukung langkah pemerintah pusat itu untuk menertibkan kawasan bandara.
“Saya lihat itu bagus tinggal optimalisasi,” imbuhnya.
Menteri Perhubungan Ignatius Jonan sebelumnya mengeluarkan peraturan Menteri Perhubungan Nomor HK 209/1/1/16/PHP.2014 sejak Desember 2014 terkait peniadaan loket tiket di bandara.

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu

Dinkes Bangka Tengah Dirikan Posko di Lokasi Banjir

Jakarta, Aktual.co — Dinas Kesehatan Kabupaten Bangka Tengah, Provinsi Bangka Belitung, mendirikan posko kesehatan di beberapa lokasi untuk memberikan pertolongan medis kepada korban banjir di daerah itu.
“Untuk sementara kami baru mendirikan empat posko kesehatan di kawasan yang dilanda banjir,” kata Kepala Dinas Kesehatan Bangka Tengah Bahrun S Siregar di Koba, Minggu (8/2).
Dia menjelaskan empat posko darurat itu didirikan di Koba, Lubuk Besar, Sungaiselan, dan Simpangkatis yang merupakan kawasan siaga banjir.
“Posko kesehatan untuk tanggap bencana alam ini kami dirikan berupa mobile, sehingga bisa memberikan pertolongan medis secara cepat terhadap korban banjir,” ujarnya.
Dia menyatakan, sudah dibentuk tim kesehatan yang khusus diterjunkan untuk memberikan pertolongan medis terhadap korban bencana alam banjir.
“Tim ini juga bekerja secara mobile, mereka keliling menelusuri seluruh titik terparah banjir dan langsung memberikan pertolongan medis terhadap warga,” ujarnya.
Dia mengatakan, posko kesehatan melayani pemberian obat-obatan untuk menghindari penyakit, kemudian pengobatan darurat dan sejenisnya.
“Kita bergerak cepat, kalau ada masyarakat yang sakit langsung kita tindaklanjuti,” ujarnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu

TPS Pasar Senen

Sejumlah pedagang membenahi kiosnya di tempat penampungan sementara (TPS) pasar Senen, Jakarta, Minggu (6/2/2015).Setelah kebakaran melandaPasar Senen Blok III tahun lalu. Pedagang di pindahkan ke beberapatempat penampungan darurat sementara yang berjumlah 762 kios. AKTUAL/TINO OKTAVIANO

Bra Hitam Selamatkan Nyawa Wanita di Brasil dari Peluru Nyasar

Jakarta, Aktual.co — Tidak disangka kuasa Tuhan untuk menyelamatkan umatnya melalui media apa saja, termasuk melalui Bra wanita.
Bra hitam berenda telah menyelamatkan seorang perempuan di kota Belem, Brasil, dari terjangan peluru panas yang keluar dari pistol kawanan perampok.
Ivete Medeiros, nama perempuan itu, mengaku merasakan “sensasi terbakar” di dadanya ketika peluru nyasar itu mengenai kawat yang menyangga bra-nya.
Seperti dilaporkan Kantor berita Reuters Kamis lalu, Ivete Medeiros baru saja keluar dari sebuah toko di pusat keramaian kota Belem di wilayah Amazon, Brasil, ketika terjadi peristiwa perampokan.
Saat itu dia mendengar bunyi tembakan dan tiba-tiba dia merasakan “dadanya terasa panas”.
Ternyata “sensasi terbakar” itu berasal dari peluru nyasar yang ditembakan kawanan perampok dari seberang jalan. Dan peluru tersebut rupanya mengenai kawat penyangga bra yang dikenakan Medeiros.
“Bukan kawat bra yang menyelamatkan saya, tetapi Tuhan yang telah menyelamatkan saya,” katanya, seraya menunjukkan selongsong peluru yang nyaris melukai atau membunuhnya.
Kemudian Medeiros diberikan pertolongan medis, dan diperbolehkan pulang karena tidak mengalami cidera sedikitpun.
Sang suami mengatakan, semula dirinya khawatir istrinya terbunuh akibat terjangan peluru itu. “Ini pasti campur tangan Ilahi,” kata suaminya berulang-ulang.

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu

Nelayan Berharap Program Sekaya Maritim Mampu Mensejahterakan Kehidupan

Jakarta, Aktual.co — Sebagian nelayan di Kecamatan Labuhan Maringgai Kabupaten Lampung Timur berharap program Seribu Kampung Nelayan Tangguh Indah Mandiri (Sekaya Maritim) yang diterapkan mulai Februari 2015, mampu mensejahterakan.
“Progran Sekaya Maritim ini kan program peningkatan kehidupan nelayan, dan saya berharap nelayan bisa merasakan manfaat dari program ini,” kata Saiun, salah satu nelayan yang juga merangkap sebagai sekretaris koperasi nelayan di Desa Margasari, Kecamatan Labuhan Maringgai, Kabupaten Lampung Timur, Minggu (8/2).
Menurut dia, penerapan program Sekaya Maritim itu harus dibarengi dengan pengawasan yang ketat sehingga bisa tepat sasaran dan manfaatnya dirasakan para nelayan.
Selain itu, dia juga berharap usaha koperasi juga dilibatkan dalam program Sekaya Maritim tersebut. “Koperasi nelayan diharapkan bisa menjadi wadah penyaluran bantuan pemerintah kepada para nelayan. Selain itu, koperasi juga diharapkan bisa menjadi alat pemerintah untuk melepaskan nelayan dari para tengkulak, serta wadah untuk mengembangkan usaha mikro kemaritiman.”
Nelayan lainnya di Desa Sriminosari, Kabupaten Lampung Timur, yang juga mendapatkan program Sekaya Maritim juga menyambut bisa dipergunakan oleh nelayan.
Program Seribu Kampung Nelayan Tangguh Indah Mandiri (Sekaya Maritim) mencakup sejumlah kegiatan, seperti pembangunan infrastruktur jalan, penyediaan sarana kesehatan, menerbitkan sertifikat tanah atas nama nelayan, memberikan bantuan alat tangkap ikan, dan melakukan perbaikan perumahan.
Kabupaten Lampung Timur merupakan satu-satunya kabupaten atau kota di Provinsi Lampung yang mendapatkan program Sekaya Maritim pada tahun ini.
Empat desa di Kabupaten Lampung Timur mendapatkan program Sekaya Maritim pada tahun 2015, yakni Desa Sri Minosari, Karang Anyar, Sukorahayu dan Desa Margasari, Kecamatan Labuhan Maringgai.
Nelayan bersama pemerintah desa setempat antusias menerima program Sekaya Maritim itu karena bertujuan memperbaiki kesejahteraan para nelayan setempat.

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu

Berita Lain