2 Januari 2026
Beranda blog Halaman 38753

Inilah Penyebab Jatuhnya Pesawat TransAsia

Jakarta, Aktual.co —Para penyidik kecelakaan dari kasus TransAsia Airways yang jatuh ke sebuah sungai di Taipei, Taiwan, dan menewaskan 35 penumpang mengatakan, kegagalan mesin merupakan penyebab utama tragedi tersebut., seperti yang dikutip Kompas.com. Berdasarkan temuan awal dari kotak hitam, satu mesin pesawat ATR 72-600 itu gagal bekerja tak lama setelah lepas landas, dan kemungkinan besar pilot tanpa sengaja mematikan mesin lainnya.

Badan Penerbangan Sipil (CAA) juga mengungkapkan bahwa TransAsia Airways gagal memenuhi sepertiga persyaratan yang dibebankan CAA setelah kecelakaan tujuh bulan lalu di kepulauan Penghu, wilayah barat Taiwan. Rabu lalu, pesawat ATR 72-600 buatan Perancis yang dilengkapi mesin turboprop Pratt & Whitney jatuh ke sebuah sungai setelah sebelumnya menabrak sebuah jalan layang.

Dewan Keselamatan Penerbangan Taiwan mengatakan, mesin kanan pesawat itu gagal bekerja sekitar dua menit setelah lepas landas dari sebuah bandara di wilayah utara Taiwan. Lampu tanda bahaya menyala di dalam kokpit, dan mesin sebelah kiri kemudian dimatikan secara manual oleh kru pesawat karena sebab yang belum diketahui. Demikian disampaikan Direktur Dewan Keselamatan Penerbangan Taiwan Thomas Wang.

“Pilot mencoba untuk menyalakan ulang mesin, tetapi gagal. Artinya, di saat-saat terakhir penerbangan, tak satu pun mesin bekerja. Kami mendengar panggilan ‘mayday’ pada pukul 10.54.35,” ujar Thomas. Thomas melanjutkan, sejauh ini belum diketahui mengapa pilot secara manual mematikan mesin sebelah kiri. “Kami belum mengambil kesimpulan apa pun,” kata dia.

Namun, sejumlah analis penerbangan menduga, pilot telah melakukan sebuah kesalahan, yang bisa jadi dilakukan tanpa sengaja. “Tampanya mereka mematikan mesin yang salah. Mesin sebelah kanan mati, tetapi hal itu belum cukup untuk membuat pesawat itu jatuh karena ATR dirancang untuk tetap terbang sekalipun dengan satu mesin,” kata Greg Waldron, redaktur pelaksana majalah penerbangan Flightglobal yang berbasis di Singapura.

Hipotesis semacam ini mengingatkan pada kecelakaan sebuah Boeing 737-400 milik maskapai British Midland pada 1989. Pesawat itu jatuh di sebuah jalur tol di wilayah tengah Inggris ketika pilot mematikan mesin yang masih berfungsi, dan bukan mematikan mesin yang rusak.

Akibatnya, 47 orang tewas. Seorang analis penerbangan yang berbasis di Jakarta, Gerry Soejatman, mengatakan bahwa tragedi di Taiwan bisa jadi merupakan akibat sebuah kesalahan yang tak disengaja. “Kemungkinan, layout instrumen mesin (yang berbeda dibanding dengan versi ATR 72 yang lebih tua) bisa menjadi salah satu faktor penyebab kecelakaan,” ujar Gerry.

Bantai ISIS, AS Pasok Senjata ke Yordania

Jakarta, Aktual.co —Pemerintah Amerika Serikat (AS) siap menyediakan senjata lagi buat Pemerintah Yordania guna memerangi habis kelompok fanatik Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS). “Kami benar-benar sedang meneliti setiap permintaan yang mereka sampaikan bagi bantuan militer dan kami akan terus bekerjasama dengan mereka mengenai perang bersama. Ini adalah komitmen kami,” kata Wakil Juru Bicara Departemen Luar Negeri AS Marie Harf, dalam wawancara dengan CNN, seperti dilansir Antara, Sabtu (7/2).

Dalam wawancara CNN itu, Ketua Komite Urusan Angkatan Senjata Senator John McCain, mengeritik Departemen Luar Negeri AS karena menciptakan pengekangan besar birokrasi bagi Pemerintah Yordania untuk memperoleh senjata. Namun, Harfa tak bersedia menanggapi apakah Yordania akan memperoleh setiap jenis senjata yang mereka perlukan.

Pada Oktober lalu, Pemerintah Presiden Barack Obama dilaporkan menolak permintaan dari seorang kontraktor utama pertahanan AS bagi pemberian izin untuk menjual pesawat tanpa awak Predatornya ke Yordania dengan alasan keamanan nasional. Permintaan Yordania bagi tambahan senjata canggih buatan AS dipandang sebagai mendesak, setelah seorang pilot Yordania yang sebelumnya ditawan ISIS tewas dibakar hidup-hidup. Jordania berikrar akan membalas setelah peristiwa itu dan telah meningkatkan serangan udaranya terhadap sasaran ISIS di Suriah.

Pengemis Merupakan Kriminal di Norwegia

Jakarta, Aktual.co —Parlemen Norwegia mengusulkan undang-undang yang terbilang kontroversial, yaitu dengan menetapkan bahwa mengemis di jalanan merupakan tindakan kriminal. Para pengemis, yang meminta makanan maupun perlindungan, dapat dikenakan tuntutan enam bulan hingga satu tahun penjara. Hukuman akan lebih berat jika ditemukan bahwa aktivitas mengemis tersebut terorganisir. Bukan hanya pengemis, tuntutan hukum yang sama juga dapat dikenakan bagi mereka yang membantu pengemis, yaitu dengan memberi makan, uang, atau tempat berteduh.

Dilaporkan media Inggris, The Independent, peraturan baru yang akan diberlakukan sebelum musim panas tahun 2015 ini kabarnya membuat gempar pemerintah kota Oslo, yang menyatakan bahwa parlemen terlalu terburu-buru menetapkan keputusan yang berlaku secara nasional tersebut. Pasalnya, parlemen hanya memberikan waktu sosialisasi untuk peraturan tersebut selama tiga pekan, yaitu pada Februari 2015.

Namun, peraturan ini didukung Menteri Kehakiman Anders Anundsen, yang menyatakan bahwa kerangka hukum diperlukan untuk membasmi para pelaku yang menjadikan aktivitas mengemis sebagai “bisnis yang terorganisir”. “Kita harus memberikan polisi wewenang hukum untuk menindak orang-orang yang mengorganisir pengemis di jalan-jalan, bahkan sering kali dalam kelompok besar,” kata Anundsen, dikutip The Independent, Jumat (6/2). Peraturan pelarangan mengemis ini sebenarnya bukanlah hal baru. Parlemen Norwegia telah memperdebatkan pelarangan mengemis di Oslo sejak tahun lalu, karena jumlah pengemis jalanan di ibu kota Norwegia itu kian lama kian meningkat secara signifikan.

“Beberapa tahun belakangan, kita telah melihat bahwa aktivitas mengemis di jalanan menjadi kian subur. Polisi menghadapi tantangan yang besar terhadap sejumlah organisasi kriminal yang terkait dengan kelompok pengemis,” kata juru bicara Partai Progresif (FrP), Ulf Leirstein, dilansir dari The Norway Post. Menurut Leirstein, larangan mengemis di jalanan telah diberlakukan di beberapa daerah di negara itu sejak tahun 2014 lalu. Namun, kali ini, parlemen Norwegia akan membuat peraturan tersebut berlaku secara nasional.

Peraturan ini juga menuai kritik dari warga Norwegia. Inger Husby, warga yang berasal dari daerah Boler di pinggiran kota Oslo, mengaku sering mengajak tunawisma ke rumahnya. Husby menyatakan bahwa niat baik memberi tunawisma tempat berteduh adalah niat yang mulia, dan bukan tindakan kriminal. “Mereka tinggal di sini beberapa kali. Saya mengemis makan siang mereka, mengisi cangkir dengan cokelat panas, mencuci pakaian mereka ketika mereka membutuhkannya, dan tak jarang mengundang mereka makan malam,” kata Husby, dikutip dari The Independent.

Kritik juga datang dari aktivis Kesetaraan Gender dan Anti-Diskriminasi, Sunniva Orstavik. “Sudah jelas bahwa larangan ini ditujukan kepada orang-orang Roma yang datang ke Norwegia. Ini adalah bentuk diskriminasi terhadap etnis,” kata Orstavik. Pendapat serupa juga dilontarkan Karin Andersen, anggota parlemen dari Partai Sosialis yang merupakan partai oposisi. Dalam cuitannya di Twitter, Andersen menyatakan bahwa pemerintah Norwegia tengah berusaha mengkriminalisasi kemiskinan. “Negara terkaya di Eropa tengah mengkriminilisasi warga termiskin di Eropa,” cuit Andersen di akun Twitter resmi miliknya.

Wartawan Malaysia Dilarang Meliput Kunjungan Presiden RI

Jakarta, Aktual.co —Wartawan Malaysia dari media Malaysiakini dilarang untuk meliput kunjungan Presiden Joko Widodo ke negeri jiran tersebut yang berlangsung di kantor Perdana Menteri Najib Razak di Putrajaya. Dalam siaran pers yang dirilis oleh Himpunan Gerakan Media Marah, atau Geramm, larangan peliputan tersebut ditujukan kepada wartawan Malaysiakini, Anne Muhammad.

Padahal, media tersebut telah mendapatkan surat ijin peliputan dari kementerian informasi negara tersebut, atau yang dikenal juga dengan Jabatan Penerangan Malaysia. Dalam surat izin peliputan nomor MD024 yang ditandatangani oleh kepala keamanan kantor perdana menteri, disebutkan bahwa surat ini dapat digunakan untuk meliput acara resmi selama tiga hari.

Geramm, mengecam pelarangan tersebut. Menurut laporan Malaysiakini, petugas keamanan kantor perdana menteri menyatakan bahwa wartawan dari Malaysiakini dilarang memasuki lingkungan kantor. Petugas menyebutkan, perintah tersebut merupakan “arahan dari atasan”.

Geramm menyatakan kekecewaan atas peraturan yang tak membolehkan seluruh wartawan mengajukan pertanyaan kepada Najib maupun Jokowi. “Di Indonesia, Jokowi terkenal sebagai pemimpin yang tak pernah mengabaikan pertanyaan dari media, yang sejalan dengan komitmen RI untuk menerapkan kebebasan media,” bunyi pernyataan Geramm, yang diterima CNN Indonesia, Sabtu (7/2).

Geramm, perhimpunan wartawan yang berjuang untuk kebebasan pers, menyatakan bahwa pelarangan peliputan bagi media tertentu hanya akan merusak citra Malaysia yang sudah dikenal tidak ramah terhadap awak media.

“Meskipun Malaysia mungkin mengabaikan kebebasan media, seharusnya pemerintah menghormati sikap Presiden Indonesia yang menghargai media,” lanjut bunyi pernyataan tersebut. Dalam kunjungannya ke Malaysia, Jokowi dan Perdana Menteri Malaysia, Najib Razak sepakat menciptakan satu jalur penyaluran dan perekruitan tenaga kerja Indonesia, TKI, untuk sektor rumah tangga.

Menurut Najib, cara ini perlu dilakukan untuk menjaga keamanan warga Indonesia yang bekerja di Malaysia, sekaligus memastikan TKI mendapatkan pelatihan yang cukup serta perlindungan yang memadai di negara tersebut. Saat ini hanya sekitar 4.000 pekerja domestik dari Indonesia yang masuk ke Malaysia melalui jalur resmi. Sementara sekitar 105 ribu lainnya bekerja melalui jalur tidak resmi.

Serangan Yordania buat Tawanan ISIS Asal AS Tewas

Jakarta, Aktual.co —Kelompok teroris yang menamakan diri Negara Islam dan Suriah (ISIS) mengklaim bahwa tahanan perempuan asal Amerika Serikat tewas akibat serangan udara yang dilakukan koalisi pimpinan Amerika Serikat, Jumat (6/2). Pernyataan ISIS ini ditulis di situs milik kelompok militan tersebut.

Dilansir dari AFP, Sabtu (7/2), ISIS mengatakan bahwa tahanan perempuan AS itu terkubur dalam reruntuhan bangunan akibat serangan yang dilancarkan oleh pesawat militer Jordania di Raqa. Kota Raqa diklaim sebagai ibu kota dari wilayah yang dikuasai ISIS. “Pasukan dari pasukan koalisi penjajah membom sebuah lokasi di luar kota Raqa usai salat Jumat,” demikian pernyataan itu.

“Tidak ada anggota kami yang terluka tapi kami bisa konfirmasi kalau tahanan Amerika tewas dalam serangan itu,” lanjut pernyataan tersebut. Namun, keterangan itu tidak disertai bukti foto atau gambar jenazah. ISIS hanya memperlihatkan foto reruntuhan gedung. Selain itu, belum ada konfirmasi dari pihak independen mengenai kebenaran kabar itu.

Tawanan asal AS itu diprediksi sebagai Kayla Mueller. Dikutip dari Washington Post, Muelerr merupakan petugas kemanusiaan AS yang bekerja untuk lembaga Support to Life dan masuk ke Suriah pada akhir 2012. Mueller diperkirakan diculik ISIS pada Agustus 2013 di kota Aleppo, saat bekerja di sebuah rumah sakit yang dikelola lembaga Doctors Without Borders asal Spanyol.

Pemerintah AS masih enggan memberikan komentar. “Saya masih belum bisa memberikan konfirmasi apa pun. Saya tidak akan memberikan informasi spesifik mengenai tawanan AS di luar negeri,” ujar juru bicara Kementerian Luar Negeri AS, Marie Harf. Serangan yang dilakukan ISIS kali ini merupakan balasan yang dilakukan militer Jordania atas eksekusi yang dilakukan ISIS terhadap pilot Jordania, Letnan Satu Maaz al-Kassasbeh. Jet-jet tempur Jordania, sejak Kamis (5/2/2015) telah membombardir ISIS, yang bahkan dipimpin langsung oleh Raja Jordania Abdullah II.

ISIS mengklaim telah mengeksekusi Maaz dengan membakarnya dalam keadaan hidup. Sebuah video pun diperlihatkan ISIS, yang menggambarkan pria dalam kurungan besi yang diduga sebagai Maaz, dieksekusi dengan cara dibakar. Kebiadaban ISIS ini dilakukan tidak lama setelah mereka mengeksekusi dua warga negara Jepang, Kenji Goto dan Haruna Yukawa.

Perindo Belum Tentukan Sikap Dukung KIH atau KMP

Jakarta, Aktual.co — Partai Persatuan Indonesia (Perindo) yang baru saja mendeklarasikan diri, belum punya niat untuk bergabung ke Koalisi Indonesia Hebat maupun Koalisi Merah Putih.

“Kami sementara tidak berpihak ke KIH maupun KMP, fokus Perindo pada program pengembangan partai,” kata Ketua Umum Perindo Hary Tanoesoedibjo ketika menggelar jumpa media usai peresmian Perindo di Jakarta, Sabtu malam (7/2).

Ia menjelaskan program atau kebijakan dari KIH apabila baik maka Perindo akan mendukungnya.

Begitu pula dengan kebijakan dari KMP, apabila tidak berlawanan dengan visi dan misi Perindo, maka akan didukung.

Hary menjelaskan untuk meraih simpati masyarakat Indonesia, Perindo akan memperjuangkan kesejahteraan rakyat kecil.

“Kami akan buktikan dengan membantu usaha kecil menengah (UKM), petani, buruh serta rakyat yang memiliki ekonomi menengah ke bawah lainnya,” ujarnya.

Ia menjelaskan kader-kader dan pengurus Perindo sudah tersebar di beberapa wilayah Indonesia.

Dalam acara deklarasi tersebut, sebanyak 3.500 kader dan simpatisan menghadiri acara untuk meramaikan peresmian Partai Perindo.

Target ke depan, jumlah anggota paling tidak mencapai 10 juta orang di penjuru Indonesia.

“Perindo mengembangkan jaringan komunikasi antar wilayah cabang dengan memanfaatkan teknologi komunikasi, sehingga aksesnya akan cepat terlaksana,” tuturnya.

Hary juga mengatakan terlalu cepat apabila mengatakan bahwa ia akan mencalonkan presiden pada pemilu mendatang melalui Perindo.

“Terlalu cepat apabila menilai saya ingin mencalonkan presiden melalui Perindo, karena program-program kami belum sepenuhnya berjalan,” ujarnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain