14 Januari 2026
Beranda blog Halaman 38780

Sentimen Positif, IHSG Diperkirakan Menguat

Jakarta, Aktual.co — Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada akhir pekan lalu mampu berbalik ke zona hijau. Hal tersebut disebabkan oleh hijaunya laju bursa saham AS, menguatnya Rupiah yang diiringi masih adanya aksi beli investor asing, hingga rilis kenaikan cadangan devisa Indonesia bulan Januari.

“Laju IHSG pekan lalu dapat memenuhi harapan kami untuk dapat mengalami kenaikan,” ujar Kepala Riset dari Woori Korindo Securities Indonesia (WKSI), Reza Priyambada.

Pada perdagangan Senin (9/2) IHSG diperkirakanReza berada pada rentang support 5.290-5.320 dan resisten 5.352-5.358.

Menurutnya, laju IHSG kembali berhasil menyentuh level tertinggi terbarunya dan lonjakan tersebut tidak meninggalkan utang gap, sehingga masih ada potensi bagi IHSG untuk kembali menguat. Selain itu, dikatakan Reza, meski IHSG masih memiliki peluang, namun seperti biasanya pasca menyentuh level tertinggi IHSG terkadang berbalik arah.

“Jika kondisi ini terjadi maka akan menutup peluang IHSG untuk menguat, oleh karena itu tetap cermati potensi pembalikan arah,” pungkasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Seskab dan Tim Independen Usik Hak Konstitusional Presiden

Jakarta, Aktual.co — Ketua Umum Persatuan Mahasiswa Pasca Sarjana Ilmu Politik dan Pemeriitahan Indonesia Marrie Andi Muhamadiyah mengatakan bahwa para pengganggu pelantikan Komjen Pol Budi Gunawan sebagai Kapolri telah mengusik hak konstitusional presiden.
Kata dia, dalam masalah pengangkatan  Kapolri saat ini Presiden Jokowi dan Budi Gunawan sama sama mempunyai hak konstitusi didalam pemerintahan serta kewajiban menjunjung hukum dan pemerintahan yang dijamin oleh UUD 1945 
“Jika tekanan segelintir group didalam masyarakat seperti para group masyarakat pengiat penegaskan hukum dan antikorupsi serta  tim 9  independen yang bekerja tanpa landasan hukum atau bisa disebut tim ilegal yang telah menghalang halangi pelantikam Budi Gunawan sebagai Kapolri artinya mereka sudah melakukan pelanggaran hak konstitusional Jokowi sebagai presiden dan Budi Gunawan yang sudah di setujui oleh DPR untuk menjabat Kapolri yang sudah melalui tahapan sesuai hukum dan UU yang berlaku,” paparnya panjang dalam siaran pers, Senin (9/2).
Patut disayangkan juga pernyataan salah satu Tim 9 yaitu Syafii Maarif yang sudah kenyang makan garam tentang  hak konstitusi bagi warga negara justru memberi masukan Presiden  untuk tidak melantik Budi Gunawan sebagai Kapolri  yang akan menghilangkan ke kewajiban Jokowi dan Budi Gunawan yang diamanatkan oleh konstitusi negara 
Terkait usulan Seskab Andi Widjajanto kepada Jokowi terkait Budi Gunawan dengan meminta Budi Gunawan mundur juga tidak ada bedanya dengan Syafii Maarif yang telah melanggar hak dan kewajiban secsra konstitusional yang dimiliki Jokowi dan Budi Gunawan 
“Karena itu pernyataan Seskab sebagai pembantu presiden justru terkesan ada agenda ingin mengkudeta Jokowi sebagai presiden karena tidak menjalankan kewajiban konstitusinya sesuai UUD 1945,” tutupnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Cadev Meningkat, Rupiah Diprediksi Menguat

Jakarta, Aktual.co —  Laju Rupiah pekan lalu dapat kembali terapresiasi pasca rilis kenaikan cadangan devisa Indonesia. Pada Desember 2014, cadangan devisa Indonesia sebesar USD111,86 miliar dan pada Januari 2015 mencapai USD114,25 miliar.

“Setidaknya sentimen tersebut dapat mengimbangi sentimen negatif dari rilis GDP sebelumnya yang mengalami penurunan,” ujar Kepala Riset dari Woori Korindo Securities Indonesia (WKSI), Reza Priyambada.

Lebih lanjut dikatakan Reza, laju Dolar Amerika Serikat (AS) yang juga sedang melambat akibat defisitnya beraca perdagangan AS turut menambah sentimen positif pada Rupiah.

Pada Senin (9/2), Rupiah diperkirakan Reza berada di atas target level resisten 12.650, yaitu Rp12.620-12.609 (kurs tengah BI). Menurutnya, laju Rupiah dapat kembali melanjutkan penguatannya dengan memanfaatkan pelemahan Dolar AS.

“Namun demikian, tetap cermati sentimen yang ada,” pungkasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Deal dengan Proton, Bukti Jokowi Manfaatkan Esemka untuk Pencitraan

Jakarta, Aktual.co — Kunjungan Presiden Jokowi ke Malaysia mendapatkan reaksi keras dari rakyat Indonesia, karena dalam kunjungan ini Jokowi menandatangani kesepakatan dengan pihak proton yang akan menjadi mobil nasional Indonesia.
Direktur Gaspol Indonesia Virgandhi Prayudantoro, mengatakan bahwa langkah yang diambil Jokowi merupakan langkah yang keliru, karena dulu Jokowi menggembar-gemborkan mobil esemka tapi ternyata malah ingin menjadi proton buatan malaysia sebagai mobil nasional kita. 
“Banyak rakyat Indonesia kecewa dengan langkah yang diambil Jokowi, karena kalau mau sekalian bagus kenapa kita tidak kerjasama dengan pabrikan Jepang, Korea atau Eropa yang lebih bagus daripada Malaysia” ujar Gandhi dalam rilisnya, Senin (9/2).
Sambung Gandhi, dengan kesepakatan ini membuktikan bahwa sebenarnya mobil emseka yang booming dulu hanya dipakai oleh Presiden Jokowi sebagai pencitraannya agar mendapatkan dukungan rakyat yang luas. Harusnya Indonesia mengembangkan mobil esemka bukan malah bekerja sama dengan malaysia.
“Harusnya Jokowi memikirkan ini sebagai salah satu pertimbangannya yang tepat, apalagi kita tahu ada AM Hendropriyono di balik kesepakatan perjanjian ini, dengan adanya ini kita sudah sangat jelas bahwa Jokowi mengakomodasi para pendukung sejatinya selama ini ” tutupnya

Artikel ini ditulis oleh:

Buku ‘Saatnya Aku Belajar Pacaran’ Tidak Pantas Dibaca Anak

Jakarta, Aktual.co —Beredarnya buku “Saatnya Aku Belajar Pacaran” karya Toge Aprilianto yang menghebohkan dunia pendidikan Indonesia, menuai komentar dari mantan Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Linda Gumelar.
Dia menilai isi buku yang berisikan tentang kesehatan reproduksi belum pantas dibaca anak. “Saya kira tidak pas ya buku ini, kesehatan reproduksi memang harus diberikan pada anak-anak sejak awal tapi tentu disesuaikan dengan usia mereka,” ujar Linda, di Jakarta, Minggu (8/2).
Isteri Agum Gumelar itu berpendapat buku yang baik harus disesuaikan dengan umur pembaca. Sehingga bisa memberi informasi yang sudah pantas diterima jenjang usianya.
Menurut wanita yang sekarang menjabat sebagai Ketua Yayasan Kesehatan Payudara Jakarta (YKPJ) itu, buku “Saatnya Aku Belajar Pacaran” tersebut berisi pembahasan yang belum patut diterima anak. Karena berisi gambaran yang pantas kalau dibaca orang dewasa. “Saya kira perlu ada kebijakan untuk mempertimbangkan peredaran buku ini,” ucap dia. 
Keberadaan buku “Saatnya Aku Belajar Pacaran” sebelumnya sudah menuai kontroversi. Sebagian pihak menilai buku itu mengajarkan seks bebas pada generasi muda. Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) bahkan telah melaporkan si penulis ke Badan Reserse Kriminal Kepolisian Republik Indonesia (Bareskrim), 5 Februari lalu. KPAI juga meminta buku yang diterbitkan Pimpinan Brilian Internasional itu ditarik dari peredaran.
Sementara itu, si penulis buku, yakni Toge Aprilianto sudah meminta maaf melalui laman Facebook-nya. Dia menyatakan iktikad untuk menghentikan distribusi bukunya. Dia bahkan mengaku sudah menyiapkan uang ganti rugi bagi pembeli yang terlanjur membeli buku kontroversialnya itu jika mereka memintanya.  

Artikel ini ditulis oleh:

Sejumlah Nama Tengah Digodok untuk Stadion Bekasi

Jakarta, Aktual.co —Dewan Kesenian Kota Bekasi, Jawa Barat, tengah mencari nama yang pas untuk stadion bertaraf internasional yang sedang dalam proses pembangunan.
Wakil Ketua Dewan Kesenian Bekasi (DKB), Andi Sopandi mengatakan proses pencarian nama sudah sampai tahap pembentukan tim tesis. “Yang akan melakukan kajian terhadap kelayakan nama untuk stadion Kota Bekasi,” kata dia, di Bekasi, Minggu (8/2).
Tim tesis sedang melakukan perumusan petunjuk teknis, dan merancang nama-nama yang akan diajukan. Pertimbangan dari masyarakat juga akan diterima. Beberapa nama sudah didapat untuk stadion di Jalan Ahmad Yani, Bekasi Selatan itu.
Kata dia, sesuai Peraturan Daerah Nomor 2002 Tentang Pedoman Penamaan Jalan dan Fasilitas Umum, salah satu syarat nama adalah nama tokoh atau orang yang telah berjasa untuk Bekasi dan sudah wafat. “Untuk penamaaan melalui perumusan ini, persetujuan dari ahli waris juga perlu disertakan,” kata dia.
Selain menggunakan nama seorang tokoh berjasa, pemberian nama fasilitas pemerintahan juga bisa diambil dari flora maupun fauna. Atau nama lain, asal tidak menyinggung suku, adat, ras, dan agama.
Ujar Andi, ada dua nama yang kemungkinan tidak bisa digunakan lagi. Yakni nama mantan Wali Kota Bekasi Ahmad Zurfaih dan nama KH Noer Ali.
“Nama Ahmad Zurfaih rencananya akan digunakan sebagai nama sebuah jalan di Bojongmenteng, Kecamatan Rawalumbu, sementara nama KH Noer Alie sudah banyak digunakan sebagai nama infrastruktur fasilitas pemerintah,” katanya.
Namun sejumlah nama yang dianggap pantas di antaranya, Stadion Chandrabaga, Stadion Tarumanegara, Stadion Patriot Kota Bekasi, dan Stadion Purnawarman.
Saat ini nama-nama yang telah muncul dalam musyawarah pembahasan belum ada yang dipatenkan karena menunggu adanya kesepakatan dari berbagai pihak dan masyarakat Kota Bekasi.

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain