15 Januari 2026
Beranda blog Halaman 38812

Penghematan Angkutan LPG Pertamina

Petugas memeriksa galangan kapal jenis Very Large Gas Carrier (VLGC) Pertamina Gas II saat persiapan keberangkatan menuju Ruwais, Uni Emirat Arab di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Sabtu (7/2). PT. Pertamina (Persero) melalui Pertamina Gas menargetkan penghematan biaya angkut pembelian LPG sebesar Rp. 277 miliar atau USD23 juta dalam setahun, dengan menggunakan kapal VLGC dengan daya angkut 22.000 MT Propane dan 22.000 MT Butane. ANTARA FOTO/Yudhi Mahatma

Banjir Rendam Ratusan Rumah di Bangka Tengah

Jakarta, Aktual.co — Ratusan rumah di Kecamatan Koba dan Lubuk Besar, Kabupaten Bangka Tengah, Bangka Belitung, terendam banjir dengan ketinggian air mencapai leher orang dewasa, Sabtu (7/2) siang.

Banjir yang melanda beberapa titik di Koba dan Lubuk Besar itu, membuat aktivitas warga lumpuh total karena air juga menggenangi ruas jalan hingga mencapai satu meter.

“Pagi tadi daerah jembatan Lubuk Lingkuk sangat parah, ketinggian air mencapai satu meter. Ada beberapa kendaraan yang sempat hanyut akibat derasnya air banjir,” ujar Aris, seorang warga yang melintas di ruas jalan terkena banjir.

Ia mengatakan, banjir cukup parah terjadi di Desa Lubuk Lingkuk akibat hujan terus mengguyur dalam dua hari ini.

“Selain itu, banjir juga dipicu meluapnya air dari kolong bekas penambangan bijih timah di desa ini, kendati hujan sudah berhenti namun ketinggian air malah bertambah karena luapan dari kolong,” ujarnya.

Sementara sejumlah warga di desa tersebut terus berupaya mengamankan barang berharga dan perabotan rumah tangga dari ancaman banjir.

Sebagian warga sudah dievakuasi ke rumah penduduk terdekat yang tidak terkena hantaman banjir bandang tersebut.

Terpantau, titik yang terendam banjir khusus di Koba yakni Jalan By Pass Koba, Kantor Kelurahan Padang Mulya, Jalan Tanjung Langka, Jalan raya Desa Nibung.

Sedangkan di Lubuk Besar, banjir melanda jalan raya Desa Kulur tepatnya daerah jembatan, ujung Desa Perlang, daerah jembatan Rangau Dusun Nadi, depan SMA 1 Lubuk Besar. Selain itu, di daerah jembatan Lubuk Lingkuk yang sampai saat ini airnya masih meluap.

Artikel ini ditulis oleh:

Menkopolhukam: Pengamanan Perairan Malut jadi Prioritas

Jakarta, Aktual.co — Menkopolhukam Tedjo Edhy Purdijatno mengatakan, pengamanan perairan di Maluku Utara (Malut) jadi prioritas pemerintah, karena perairan daerah ini berbatasan langsung dengan negara tetangga.

“Semua daerah yang berbatasan langsung dengan negara tetangga, seperti Malut ini diprioritaskan pengamanannya untuk mencegah terjadinya pencurian ikan yang dilakukan nelayan asing,” katanya di Ternate, Sabtu (7/2).

Ia mengatakan, pemerintah akan menambah armada pengamanan untuk mengawasi perairan Malut dan daerah lainnya yang berbatasan dengan negara tetangga, termasuk memaksimalkan peran TNI-AL dan Polairud.

Menurut dia, sebagian besar wilayah Malut merupakan laut, sehingga pemerintah memprioritaskan armada yang akan ditempatkan di sejumlah titik rawan masuknya kapal nelayan asing yang akan mencuri ikan di perairan Malut.

Oleh karena itu, dirinya optimistis dengan dukungan armada dan personel yang kuat, maka wilayah perairan Malut bisa terjaga dari masuknya nelayan asing yang berusaha masuk di wilayah teritorial Indonesia untuk mencuri ikan.

Artikel ini ditulis oleh:

Basarnas Makassar Perluas Titik Pencarian Korban AirAsia

Jakarta, Aktual.co — Badan Search and Rescue Nasional (Basarnas) Kota Makassar fokus memperluas titik pencarian korban pesawat AirAsia QZ-8501 ke sejumlah titik yang dianggap berpotensi ditemukan jenazah korban.

“Ada tujuh titik yang kita fokus untuk mencari jenazah korban ataupun serpihan pesawat, dan kita perluas sampai ke Palu dan Sulawesi Barat,” sebut Kepala Badan dan Operasional Basarnas Kota Makassar, Deden Ridwansyah, Sabtu (7/2).

Ia menyebutkan titik-titik fokus yang berpotensi ditemukan korban seperti di perbatasan Palu Sulawesi Barat di Kabupaten Topoyo, Mamuju, Majene, Polewali Madar. Sementara di Sulawesi Selatan di Kabupaten Pinrang dan Barru.

“Kami juga dibantu nelayan, BPBD setempat dan Kepolisian dengan menelusuri wilayah pesisir pantai serta tujuh titik wilayah perairan di Sulawesi,” sebutnya.

Saat ditanyai kapan berakhirnya masa pencarian korban yang sudah memakan waktu sebulan lebih secara nasional, kata dia, pencarian korban tersebut terus dilakukan sampai batas tidak ditentukan.

“Belum ada perintah dari Basarnas Pusat untuk menghentikan pencarian, sampai kapan di lakukan pencarian, kami belum tahu pasti,” katanya.

Sebelumnya, jumlah jenazah korban pesawat AirAsia QZ8501 sebanyak delapan orang di wilayah terpisah. Enam jenazah di Kabupaten Majene Sulawesi Barat (Sulbar) dan dua jenazah Kabupaten Pinrang Sulsel.

Berdasarkan penemuan delapan jenazah tersebut, pihak Basarnas bersama tim gabungan mulai mendapat titik terang, dan memperluas pencarian di wilayah Majene Sulbar dan di Wilayah Sulawesi Selatan, Barat dan Sulawesi Tengah dan sekitarnya.

Di Jakarta, Kepala Basarnas Marsdya F.H.B. Soelistyo mengatakan jumlah korban saat ini sebanyak 98 jenazah korban itu, termasuk jenazah yang ditemukan nelayan di Perairan Pinrang, Sulawesi Selatan, pada Jumat, 6 Februari 2015.

“Siang tadi, nelayan lokal kembali mengevakuasi satu jenazah yang diduga sebagai penumpang QZ8501 yang ditemukan di bibir pantai Pinrang, Sulawesi Selatan,” kata manajemen maskapai Airasia dalam pernyataan tertulisnya.

Jenazah tersebut kemudian dibawa menuju Makassar selanjutnya diterbangkan ke Surabaya untuk proses identifikasi oleh tim Disaster Victim Identification (DVI) Kepolisian Republik Indonesia di Jawa Timur.

Tim DVI Polri di Surabaya mengumumkan berhasil mengidentifikasi satu jenazah bernama Ingrid Jessica Winata dan selanjutnya diserahkan pihak AirAsia Indonesia untuk dibawa pulang keluarganya.

Artikel ini ditulis oleh:

Wali Kota Banda Aceh Bertekad Tangkal Penyebaran Aliran Sesat

Banda Aceh, Aktual.co — Wali Kota Banda Aceh, Hj Illiza Saaduddin Djamal menyatakan, pihaknya komit untuk menangkal penyebar aliran sesat di kota itu. Selain itu, dia berusaha membawa persoalan aliran sesat itu menjadi isu nasional.

Wali Kota menilai, penyebaran aliran sesat cenderung berpindah-pindah tempat. Sehingga, patut diwaspadai semua pihak.

“Saya juga baru bertemu pengurus MUI Pusat dan membawa berkas soal Gerakan Fajar Harapan (Gafatar) untuk dikaji dan nantinya disampaikan ke Menteri Agama agar isu ini menjadi isu nasional,” sebut Hj Illiza di Banda Aceh, Sabtu (7/2).

Disebutkan pihaknya meminta semua pihak terus membentengi diri dengan pengetahuan agama, sehingga tidak terpengaruh aliran sesat yang dikembangkan oleh kelompok-kelompok tertentu.

Sebelumnya, sambung Illiza, Majelis Permusyawartan Ulama (MPU) Aceh telah menyatakan kelompok Gafatar menyebarkan aliran sesat. Untuk itu, wali kota perempuan satu-satunya di Aceh itu meminta agar seluruh lapisan membantu pemerintah untuk menangkal penyebaran aliran sesat tersebut.

Artikel ini ditulis oleh:

Tim DVI Identifikasi Jenazah AirAsia Melalui DNA

Jakarta, Aktual.co — Tim “Disaster Victim Identification” (DVI) Kepolisian Daerah Jawa Timur, telah mengidentifikasi empat jenazah korban kecelakaan pesawat AirAsia QZ8501 melalui pemeriksaan DNA.

“Mayoritas berdasarkan pemeriksaan DNA, keempat korban bisa dikenali identitasnya,” ujar Kepala DVI Polda Jatim, Kombes Pol Budiyono kepada wartawan di Mapolda Jatim, Surabaya, Sabtu (7/2).

Pertama, jenazah berlabel B073 diketahui bernama Hendra Theodoros (44), laki-laki asal Surabaya yang teridentifikasi dari pemeriksaan DNA dengan pembanding ibu kandungnya.

“Kemudian didukung pemeriksaan medis antropologi yang sesuai antara jenis kelamin dan usianya,” kata perwira menengah tersebut.

Jenazah kedua adalah Jo Indri (80), wanita juga asal Surabaya yang teridentifikasi berdasarkan pemeriksaan DNA dengan data pembanding anak kandung serta diperkuat data medis antropologi sesuai dengan jenis kelamin, usia, dan tinggi badan.

Berikutnya, jenazah berlabel B079 bernama Mulya Hadi Kusuma Ranuwidjojo (35), laki-laki asal Mojokerto yang berdasarkan analisa gigi sesuai pemeriksaan cocok dengan semasa hidup korban. “Didukung properti yang melekat pada tubuh korban, berupa SIM dan KTP yang sesuai dengan data ante mortemnya,” tukasnya.

Jenazah keempat yakni Djoko Satryo Tanoe Widjaja (40) laki-laki asal Surabaya yang teridentifikasi berdasarkan analisis gigi korban cocok dengan data ante mortemnya “Pada jenazah berlabel B090 tersebut juga masih terdapat properti melekat di tubuh, berupa SIM dan KTP,” kata dia.

Dengan teridentifikasinya empat jenazah maka jumlah korban pesawat jurusan Surabaya-Singapura tersebut total sudah 73 jenazah, sedangkan sisa 23 jenazah lainnya masih diperiksa oleh Tim DVI di Rumah Sakit Bhayangkara.

Sementara itu, tim dokter hari ini menerima kembali satu potongan tubuh, berupa kaki, dari Makassar, yang diterbangkan menggunakan penerbangan Lion Air nomor JT801.

Dengan demikian, jenazah korban AirAsia yang sudah dikirim ke RS Bhayangkara Surabaya berjumlah 94 korban.

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain