15 Januari 2026
Beranda blog Halaman 38817

Luapan Kali Lamong Gresik, Rendam 2 Kecamatan di Surabaya

Surabaya, Aktual.co — Akibat meluapnya Kali Lamong, Gresik, Jawa Timur, menyebabkan banjir merembet hingga ke wilayah Surabaya barat. Setidaknya ada enam kelurahan di dua Kecamatan, Benowo dan kecamatan Pakal terendam air, dengan ketinggian bervariatif.
Di lokasi tempat mengalirnya air luapan, seperti Desa Sumberejo dan Pakal, hampir setinggi 100cm sampai ke  kawasan Gelora Bung Tomo (GBT) dan Jalan Singgapur.
Dari pantuan Aktual.co,  luapan Kali Lamong mengalir menutup  tambak-tambak hingga jalan desa dengan arus yang cukup kuat. Akibatnya, sebuah tali dibentangkan untuk pegangan warga yang berjalan.
Sementara itu, warga sendiri juga enggan mengungsi, karena sudah biasa dengan banjir tahunan tersebut.
“Ya, susahnya kalau mau buang air kecil. Kalau anak juga nggak mau sekolah, karena sekolahnya juga banjir,” kata Indra warga Pakal, (7/2).
Sebagian anak-anak bahkan tidak masuk sekolah, justru memanfaatkan banjir sebagai area bermain. Pemkot sendiri sudah menyiapkan truk-truk besar dan perahu karet untuk membawa warga yang akan keluar masuk desa.

Artikel ini ditulis oleh:

Inilah 5 Kelompok yang Selalu Intervensi Presiden Jokowi

Jakarta, Aktual.co —  Presiden RI,  Joko Widodo sedang dihadapkan dengan pilihan-pilihan yang sangat sulit. Hal ini juga tidak terlepas dari intervensi dan lobi-lobi politik baik dari internal partai pengusung Jokowi atau pun eksternal partainya.
Meski begitu, tekanan dalam sistem politik merupakan hal yang wajar dan pasti selalu ada. Hal itu disampaikan oleh Pengamat Politik, Hanta Yudha.
“Kebetulan saya melakukan riset atau suatu kajian terhadap lima tahun pertama mulai dari periode kedua pak SBY, jadi ada penekanan sistem meskipun ada perbedaan leadership skill dan style kepemimpinan antara presiden ke presiden. Dari hasil riset, sulit mengungkiri kalau dalam sistem kita ini mau tidak mau ada intervensi akomodatif, dalam bahasa akademiknya, ada pola intervensi dari berbagai macam kepentingan politik dan itu wajar-wajar saja,” paparnya, di Jakarta, Sabtu (7/2).
Menurutnya, hal itu bukanlah hal yang negatif dan bukan juga aib dalam dunia politik. Maka dari itu wajar jika kemudian setiap parpol memiliki aspirasi.
“Di saat yang sama Presiden terpaksa atau dipaksa harus mengakomodir, jadi sulit kalau kita memimpikan kampanye Jokowi yang menyebut koalisi tanpa syarat, Kabinet ramping tanpa lelang-lelang jabatan. Saya pikir itu hal hal yang sangat sulit dilakukan. Meskipun itu niatnya baik namun realitasnya sangat sulit dilakukan,” ujarnya.
Berikut, lima kelompok yang berperan dalam intervensi tersebut. 
Lebih jauh, Yudha menjelaskan, bahwa dirinya mencoba membuat diagram untuk mengelompokan intervensi yang hadir.
“Pertama dari segi partai-partai. Kalau KIH tentu ada beberapa partai selain PDIP, ada Nasdem, Hanura, PPP dan PKPI, itu cukup kuat tekanannya. Itu satu kelompok. Kedua, kelompok bisnis, itu juga memiliki kepentingan,” ujarnya.
Kemudian, lanjutnya, yang ketiga adalah organisasi masyarakat (Ormas), kelompok kepentingan termasuk Projo, itu termasuk jika dipetakan. Lalu yang keempat, adalah Koalisi Merah Putih (KMP) tapi dengan pola yang berbeda.
“Karena dia oposisi tentu tidak seperti dia minta Menteri misalnya, tetapi menghiasi dinamika. Yang kelima ini yang membedakan Jokowi dengan pak SBY, yaitu tekanan dari partainya sendiri. Kalau SBY saat itu dipartainya memiliki hak veto player, karena dia pemimpin partainya sendiri. Jadi setiap intervensi dari dalam partainya sendiri bisa diredam sendiri oleh SBY,” ungkapnya.
“Nah lima hal ini terus berputar dan berayun dan tidak bisa dipungkiri dan tidak bisa juga dihindari. Ini akan selalu ada. kalau bicara keputusan politik itu tidak ada yang tanpa resiko. Sehingga dibutuhkan keberanian dan harus keterampilan membangun komunikasi dengan lima kelompok tadi disaat yang sama juga harus mendengarkan aspirasi publik,” tandasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

PDIP Ungkap Alasan Mega Jarang Bertemu Jokowi

Jakarta, Aktual.co — Pasca menjadi Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo dengan Megawati tampak jarang bertemu. Disharmonisasi hubungan keduanya pun muncul, padahal saat kampanye, Mega sering terlihat bersama dengan Jokowi.
Namun demikian, Politisi PDI Perjuangan Masinton Pasaribu membantah hal tersebut. Menurutnya, Jokowi yang saat ini menjadi Kepala Negara harus diberi keleluasaan untuk menjalankan roda pemerintahan.
“Bu Mega orang yang sangat paham betul kalau deket-dekat kesanya mengatur atur,” kata Masinton di Warung Daun Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (7/2).
“Sekarang Bu Mega ingin memberikan kesempatan kepada Jokowi untuk memimpin negara. Karena Bu Mega juga pernah memimpin negara,” sambungnya.
Untuk itu, sangat tidak relevan tuduhan yang mengatakan, Mega masih ‘menyetir’ Jokowi karena Jokowi petuga partai. Hal itu menurutnya, sama saja dengan merendahkan Jokowi sebagai Presiden.
“Jangan dikesankan selalu meng-under estimate Pak Jokowi, saya nggak setuju itu, dianggap nggak hebat, anak tiri, jangan begitulah,” keluhnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Kunjungan Keluarga Bali Nine

Keluarga dari terpidana mati Andrew Chan berkunjung di Lembaga Pemasyarakatan Kerobokan, Denpasar, Sabtu (7/2). Dua warga Australia terpidana mati dalam kasus penyelundupan heroin atau disebut anggota Bali 9 yaitu Myuran Sukumaran dan Andrew Chan memohon kepada pemerintah Indonesia untuk memberikan kesempatan kedua bagi mereka untuk tidak dieksekusi. ANTARA FOTO/Nyoman Budhiana

Khasiat Buah Kurma bagi Kesehatan Manusia

Jakarta, Aktual.co — Siapa yang tidak mengenal buah kurma? Buah yang berasal dari kawasan Timur Tengah tersebut menjadi buah khas kaum Muslim seluruh dunia terutama di bulan Ramadhan. Dan, berikut manfaat buah kurma bagi kesehatan:
1. Membantu PencernaanKurma kaya serat yang berarti kurma baik untuk sistem pencernaan dan buang air besar. Kurma juga mencegah penumpukan kolesterol LDL yang dapat membahayakan resiko kesehatan jantung Anda, serta menjauhi hipertensi, stroke, penyakit jantung, dan lain-lain. 
2. Mencegah AnemiaZat besi adalah nutrisi penting yang dibutuhkan oleh tubuh kita untuk mencegah anemia. Buah kurma berguna membantu sel darah merah dengan membawa oksigen yang lebih baik ke berbagai organ tubuh serta membantu fungsi organ menusia menjadi lebih baik. Kekurangan zat besi bisa membuat Anda merasa lelah bahkan setelah melakukan aktivitas ringan. Makan kurma dapat mencegah anemia. 
3. Menurunkan resiko penyakit jantungKurma mengandung sekitar 656 mg kalium per 100g. Berdasarkan Badan Kesehatan Dunia (WHO), orang dewasa harus mengonsumsi 3510 mg potasium setiap harinya. Bila tingkat asupan lebih rendah, bisa mengakibatkan rentan terserang tekanan darah tinggi, stroke, dan lain-lain.
4. Meningkatkan kesehatanSelain dari semua manfaat di atas, kurma juga kaya akan nutrisi penting lainnya seperti kalsium, magnesium dan vitamin B6. Magnesium dan kalsium merupakan zat tepat yang dibutuhkan oleh tubuh untuk pertumbuhan tulang. Sedangkan, vitamin B6 yang dibutuhkan untuk mengurai protein, menstabilkan tingkat batas normal fungsi saraf, demikian dilansir dari Thehealthsite, Sabtu (7/2). 

Artikel ini ditulis oleh:

Perubahan UUPA, DPN Repdem: Jokowi Harus Hentikan Ide Sesat Menterinya

Malang, Aktual.co —  Presiden Jokowi harus segera menghentikan ide sesat Menteri Agraria dan Tata Ruang, Ferry Mursidan Baldan, yang  mengusulkan Rancangan Undang-undang (RUU) tentang Perubahan atas Undang-Undang No.5/1960 tentang Pokok-pokok Agraria (atau yang dikenal dengan UUPA). 
Hal tersebut sebagaimana disebutkan Ketua Dewan Pimpinan Nasional Relawan Perjuangan Demokrasi (DPN-REPDEM) Bidang Penggalangan Tani, Sidik Suhada.
Bila usulan perubahan UUPA tersebut oleh Menteri Agraria dan Tata Ruang  disetujui oleh DPR, tentu akan menjadi bencana besar bagi kedaulatan nasional.
“Merubah UUPA sejatinya sama dengan memberikan karpet merah untuk liberalisasi sumber pokok agraria atau sumber daya alam yang ada di Indonesia,” kata Sidik dalam pernyataan resminya Sabtu (7/2) di Malang, Jawa Timur
Ia menduga, beberapa pihak yang mengusulkan perubahan terhadap UUPA, sebenarnya sedang membangun sekenario untuk menjual segala kakayaan alam yang ada di Indonesia untuk kepentingan asing.
Alasannya, UUPA tahun 1960 memiliki semangat nasionalisme yang sangat tinggi, anti kolonialime, anti monopoli dan anti terhadap eksploitasi manusia atas manusia.
“Keberadaan UUPA dianggap sebagai penghalang utama bagi terciptanya pasar tanah (land market),” katanya lagi. 
Untuk diketahui, bila UUPA diganti, maka para mafia tersebut berharap ada kebijakan pertanahan terkait persoalan tanah yang bersahabat dengan pasar. Atas dasar itulah Bank Dunia dan ADB  berusaha memromosikan serta bersedia membiayai satu proyek bernama Land Administration Project (LAP) dan Land Management and Planning Development Project (LMPDP).
Tujuan proyek itu ternyata untuk mengembangkan dasar-dasar kebijakan bagi mekanisme dan operasi pasar tanah yang bebas (free land market). Proyek ini memiliki tiga bagian yakni registrasi tanah baik secara sistematik maupun sporadik  yang disebut dengan Project Part-A, studi mengenai pendaftaran tanah-tanah komunal yang disebut Project Part-B dan review kebijakan pertanahan yang disebut dengan Project Part-C.
“Nah, target utama dalam LAP Part C itu adalah mengembangkan suatu sistem hukum Agraria yang terintegrasi dalam jalur orientasi pasar bebas dan investasi serta mengubah UUPA No.5/1960 yang anti liberalisme dan tidak pro pasar liberal,” pungkasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain