17 Januari 2026
Beranda blog Halaman 38840

Tak Lantik BG, Jokowi Tampar ‘Tiga Muka’

Jakarta, Aktual.co — Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI mengingatkan jika Presiden Jokowi tidak melantik Komjen pol Budi Gunawan sebagai kapolri terpilih, maka presiden telah menampar tiga wajah.
Demikian dikatakan Wakil Ketua DPR RI, Fahri Hamzah kepada wartawan usai meresmikan lahan parkir motor DPR RI, di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (6/2).
“Kalau anda (presiden) tidak melantik (Budi Gunawan) setidak-tidaknya ada tiga muka yang anda tampar,” tegas Fahri.
Dijelaskan, Presiden Jokowi secara langsung menampar mukanya sendiri. Artinya, sistem dalam kelembagaan presiden tidak becus dalam bekerja.
“Kemana itu Kompolnas, Intelejen Negara, kemana sesneg yang mengevaluasi, dan kemana kepolisian dalam memilih kapolri baru. Kalau menganggap orang yang dipilih ini bermasalah, dia menampar muka sendiri, presiden menampar sistem yang bekerja untuk dia,” ucap dia.
Yang kedua, sambung Fahri, presiden menampar wajah DPR RI, karena DPR telah merestui proses surat pencalonan kapolri dari presiden, untuk menyegerakan. “Begitu disegerakan DPR, tiba-tiba presiden diam, itu wajah kedua yang ditampar,” ujarnya.
Dan yang ketiga, Presiden Jokowi menampar muka Budi Gunawan itu sendiri.
“Orang itu sudah datang dan mempresentasikan, habis itu mau ditampar juga mukanya. Kan bahaya,”
“Ada jalan baik, lantik dan kemudian non aktifkan. Setelah dinonaktifkan baru lihat prosesnya, kan begitu cara bersikap,” tandasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Novrizal Sikumbang

OJK: Ini Syarat LKM Ajukan Izin Usaha

Jakarta, Aktual.co —   Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengajak lembaga keuangan mikro (LKM) untuk mengajukan izin usaha di kantor cabang OJK setempat. Namun, untuk mengajukan izin tersebut tidak sulit dan gratis, LKM juga dapat mengajukan izin secara daring (dalam jaringan).

“Mulai 8 Januari 2015 lembaga keuangan mikro sudah dapat mengajukan perizinan kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) di daerah setempat, OJK daerah akan melakukan pengawasan terhadap LKM di daerah tersebut,” kata Kepala Eksekutif Pengawas IKNB Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Firdaus Djaelani di Jakarta, Jumat (6/2).

Lebih lanjut dikatakan bahwa syarat untuk mengajukan izin usaha tidak sulit, jika LKM wilayah operasinya hanya desa LKM harus memilki modal Rp50 juta, untuk wilayah kecamatan modalnya Rp100 juta, dan jika wilayahnya kabupaten modalnya harus Rp500 juta.

Ia mengatakan OJK akan melakukan sosialisai Undang-Undang LKM dan peraturan pelaksanaanya kepada pelaku LKM dan instansi terkait serta pelatihan dasar pembinaan dan pengawasan LKM di 30 kota. Selain itu pihaknya akan melakukan penyebaran informasi tentang perizinan tersbut melalui media cetak dan media massa. Rencananya OJK akan melakukan proyek percontohan pemberian ijin usaha LKM pada April ini di Jawa Tengah atau di Jawa Timur.

“Proyek percontohan akan dilakukan di Jawa Tengah atau Jawa Timur tergantung banyaknya LKM yang mendaftar di daerah tersebut,” kata dia.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Rieke Terima Ayah Bayi Penderita Gangguan Fungsi Hati di DPR

Anggota DPR Fraksi PDIP Rieke Diah Pitaloka berdialog dengan Ayah pasien Ryuji Marhaenis Kaizan, Ferry dalam pengumpulan dana Rp 1,2 miliar, di ruang press room DPR Jakarta, Jumat (6/2/2015). Ryuji Marhaenis Kaizan seorang bayi berumur 5 bulan yang menderita gangguan fungsi hati. AKTUAL/JUNAIDI MAHBUB

Jasa Marga Bukukan Laba 2014 Rp1,40 Triliun

Jakarta, Aktual.co — PT Jasa Marga (Persero) Tbk membukukan laba bersih pada 2014 sebesar Rp1,40 triliun atau meningkat 36,6 persen dibanding 2013 sebesar Rp1,04 triliun.

“Pencapaian laba bersih ini didukung dengan perolehan pendapatan usaha, diluar pendapatan konstruksi sebesar Rp7,23 triliun atau naik 14,6 persen dibandingkan tahun lalu Rp 6,31 triliun,” kata Dirut PT Jasa Marga (Persero) Tbk Adityawarman dalam jumpa pers di Jakarta, Jumat (6/2).

Pada 2014, perseroan melayani lalu lintas dengan volume lalu lintas transaksi sebesar 1,32 miliar kendaraan atau meningkat 4,4 persen dari tahun lalu sebesar 1,26 miliar kendaraan.

Dengan pendapatan usaha itu, lanjut Adityawarman, pendapatan tol meningkat sebesar 14,5 persen dari Rp5,80 triliun menjadi Rp6,65 triliun, sedangkan pendapatan usaha lainnya meningkat 14,7 persen menjadi Rp583 miliar dari dari tahun lalu Rp508 miliar.

Kemudian, pendapatan konstruksi turun dari Rp3,96 triliun pada 2013 menjadi Rp1,95 triliun pada 2014 atau sebesar 50,9 persen seiring dengan menurunnya aktivitas konstruksi, setelah tiga ruas tol baru dioperasikan yakni Jalan Tol Semarang-Solo Ruas Ungaran Bawen, Jalan Tol Bogor Ring Road Ruas Kedung Halang-Kedung Badak dan Jalan Tol JORR W2 Utara.

Pada 2014 juga, penyerapan belanja modal (CAPEX) mencapai Rp4,82 triliun atau 89,4 persen dari rencana, yakni Rp3,23 triliun digunakan untuk pembangunan ruas tol baru dan ini menyebabkan aset perseroan bertumbuh 13,5 persen menjadi Rp31,86 triliun pada 2014.

“Karena ekspansi itu, beban bunga perseroan tetah mencapai Rp1,22 triliun. Namun, kami tetap mampu mempertahankan pertumbuhan EBITDA (laba sebelum bunga, pajak, depresiasi dan amortisasi) sebesar 16,7 persen yakni dari Rp3,40 triliun pada 2013 menjadi Rp3,97 triliun pada 2014,” katanya.

Tol Baru Pada bagian lain, Adityawarman menyebutkan pada tahun ini, perseroan berencana mengoperasikan tiga ruas tol baru di Jawa Timur yakni Jalan Tol Gempol-Pandaan sepanjang 12 km, Jalan Tol Gempol-Pasuruan Ruas Gempol-Rembang sepanjang 13,9 km dan Jalan Tol Surabaya-Mojokerto Ruas Krian-Mojokerto sepanjang 18,5 km.

“Kami juga akan mengoperasikan ruas tol Japanan-Gempol sepanjang empat kilometer yang merupakan relokasi Ruas Porong-Gempol,” katanya.

Saat ini, tambahnya, perseroan juga sedang mengikuti tender investasi ruas Jalan Tol Pasir Koja-Soreang di Provinsi Jawa Barat.

Sementara itu, pada 2014, Jasa Marga juga berhasil mengoperasikan tiga ruas baru yaitu Jalan Tol Semarang-Solo yaitu seksi II Ruas Ungaran-Bawen sepanjang 12 km, Jalan Tol Bogor Outer Ring Road Ruas Kedung Halang-Kedung Badak sepanjang 2,1 km dan Jalan Tol JORR W2 Utara Seksi Ciledug-Ulujami sepanjang dua.

“Tahun lalu kami sudah mendapatkan hak pengusahaan Jalan Tol Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi sepanjang 62,4 km yang merupakan bagian dari Jalan Tol Trans Sumatera,” kata Adityawarman.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Asian Games 2018 Terancam Gagal Diselenggarakan di Indonesia

Jakarta, Aktual.co — Indonesia terancam gagal menjadi tuan rumah Asian Games 2018, menyusul datangnya surat dari Induk Organisasi Olahraga Dunia dan Asia (IOC-OCA) yang mempermasalahkan penggunaan lima ring pada logo Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI).

Pihak IOC bahkan mengirimkan surat langsung ke Presiden Joko Widodo per 27 Januari, sedangkan dari pihak OCA mengirimkan surat ke KOI dan langsung diteruskan kepada Menpora Imam Nahrawi per 1 Februari.

“Dalam suratnya (IOC maupun OCA) meminta KONI segera menanggalkan logo lima ring serta atribut lainnya seperti theme song IOC hingga nama olimpic. Jika tidak, suspend bisa saja langsung diturunkan,” kata Ketua KOI Rita Subowo di Kantor Kemenpora, Jakarta, Jumat (6/2).

Jika sanksi tegas diturunkan oleh IOC maupun OCA, maka Indonesia jelas sangat dirugikan. Apalagi Indonesia saat ini bersiap diri untuk menjadi tuan rumah Asian Games 2018. Selain itu, atlet Indonesia juga terancam tidak bisa turun pada kejuaraan internasional.

Selain sanksi tegas dari IOC dan OCA, yang dikhawatirkan oleh KOI adalah sanksi dari induk organisasi olahraga itu juga diikuti oleh induk organisasi cabang olahraga. Kondisi ini jelas akan tambah merugikan.

“FIFA bisa aja ikut-ikutan mensuspend PSSI atau induk organisasi cabang olahraga lainnya. Jangan lupa kita juga terancam tidak bisa turun di SEA Games 2015 nanti,” kata mantan Ketua KONI Pusat itu.

Rita menjelaskan, pihak IOC dan OCA sebenarnya telah menyurati KONI dan Kemenpora sejak 2013. Hanya saja, surat yang dikirim kurang direspon sehingga induk organisasi olahraga dunia dan Asia kembali memberikan surat peringatan.

“Dalam pasal tujuh, OCA meminta Menpora untuk membantu dalam menyelesaikan permasalahan lima ring ini dan meminta KONI untuk mencabut,” katanya menegaskan.

Artikel ini ditulis oleh:

Setya Novanto Resmikan Parkir Sepeda Motor Lingkungan Parlemen

Ketua DPR Setya Novanto meresmikan parkiran sepeda motor di lingkungan Komplek Parlemen, Jakarta, Jum’at (6/2/2015). Parkir sepeda motor merupakan salah satu sarana pendukung di komplek DPR/MPR/DPD yang sangat dibutuhkan dan dapat digunakan bagi karyawan dan wartawan DPR. AKTUAL/JUNAIDI MAHBUB

Berita Lain