14 Mei 2026
Beranda blog Halaman 38844

Didugaa, Tiga Gadis Inggris ke Turki akan ke ISIS

Jakarta, Aktual.co —Kepolisian Inggris meminta bantuan berbagai pihak untuk menemukan tiga remaja perempuan yang menghilang dari rumahnya di London sejak Selasa (17/2). Menurut keterangan resmi polisi, mereka terbang ke Istanbul dan diduga akan melanjutkan perjalanan ke Suriah untuk bergabung dengan ISIS. “Kami sangat khawatir dengan keamanan tiga gadis muda ini dan meminta siapapun yang memiliki informasi untuk datang dan melapor,” ujar Komandan Kontra-Terorisme Richard Walton seperti dikutip CNN, Sabtu (21/2).

Pihak kepolisian akhirnya merilis identitas para remaja tersebut. Salah satunya bernama Shamima Begum (15), yang disinyalir pergi dengan nama alias Aklima Begum dengan menyamarkan usia menjadi 17 tahun. Yang kedua adalah Kadiza Sultana (16). Namun atas permintaan keluarga, anak ketiga tidak diungkapkan identitasnya. Dalam sebuah gambar yang tertangkap kamera pengamanan, ketiga gadis tersebut berjalan bersama di Bandara Gatwick, London sambil menjinjing tas masing-masing. Mereka adalah teman karib yang menuntut pendidikan di sekolah di Timur London. Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian Inggris tak dapat berbuat banyak.

“Kami mencoba menjangkau mereka menggunakan media Turki dan jejaring sosial dengan harapan Shamima, Kadiza, dan temannya mendengar pesan kami. Kami khawatir atas keselamatan mereka dan memberanikan mereka untuk pulang sekarang, kembali ke keluarga masing-masing,” tutur Walton. Dalam kesempatan tersebut, Walton menjabarkan bahwa belakangan kepolisian Inggris menaruh perhatian khusus terhadap isu ini. Sebelumnya, beberapa gadis dan perempuan telah berusaha mencapai wilayah Suriah yang dikuasai ISIS.

“Ini adalah tempat yang sangat berbahaya dan kami telah melihat laporan bagaimana kehidupan bagi mereka dan betapa ketatnya kehidupan mereka di sana,” katanya. Meskipun sudah diwanti-wanti, menurut Walton, mereka tetap menolak pulang dan meninggalkan keluarganya yang tak berdaya di Inggris. Kendati demikian, jika ketiga gadis ini ditemukan masih berada di Turki, Walton optimis bisa memboyong mereka pulang. Kekhawatiran kepolisian Inggris ini dianggap wajar. Pasalnya, ISIS dikenal sering bergerilya menghasut gadis-gadis asing untuk dipersunting dan direkrut menjadi anggota.

Pada Oktober lalu, tiga gadis dari Colorado, Amerika Serikat ditahan di Bandara Frankfurt, Jerman lantaran mereka mencoba terbang ke Suriah untuk bergabung dengan ISIS. FBI mengaku mendapatkan informasi ini langsung dari keluarga ketiga gadis. Tak hanya itu, warga Colorado lainnya Shannon Maureen Conley dibekuk di Bandara Internasional Denver sebelum lepas landas menuju perbatasan Turki dan Suriah. Conley merencanakan sebuah pernikahan dengan seorang anggota ISIS yang ditemuinya di jejaring sosial.

Setelah mengakui niatnya untuk menikahi pejuang ISIS dan melakukan jihad di Timur Tengah, Conley diganjar hukuman empat tahun penjara. Untuk mencegah terulangnya kejadian ini, Walton mengimbau warga Inggris untuk terus menjalin komunikasi jika ada anggota keluarganya yang berencana terbang ke Suriah. “Ini bukan mengkriminalkan orang, ini adalah upaya mencegah terjadinya tragedi lain dengan melindungi kaum muda yang masih rentan,” ucap Walton.

Sebelumnya, Amerika Serikat telah melansir peringatan bahwa para pejuang asing ISIS yang datang ke Suriah meningkat. Direktur Pusat Anti Teror Nasional Amerika Serikat, Nicholas Rasmussen, mengatakan bahwa lebih dari 20 ribu orang yang berasal dari 90 negara hijrah ke medan perang ISIS.

OJK Upayakan Peningkatan Kepatuhan Pajak

Jakarta, Aktual.co —Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mendukung upaya pemerintah dalam meningkatkan intensifikasi penerimaan pajak dari sektor perbankan. Syaratnya, upaya tersebut  harus dilakukan sesuai ketentuan perundang-undangan. “Ada berbagai tafsiran mengenai rahasia bank, namun di satu sisi ada keperluan pemerintah untuk intensifikasi penerimaan pajak. Kami memahami, semua kepentingan memang harus diatur oleh peraturan yang ada. Oleh karena itu kami mendukung apa yang kira-kira meningkatkan kepatuhan terhadap pajak,” kata Ketua Dewan Komisioner OJK Muliaman Hadad di Jakarta, Jumat malam (21/2).

Pernyataan Muliaman itu menanggapi penundaan pemberlakuan Peraturan Dirjen Pajak No. PER-01/PJ/2015 tentang Perubahan atas Peraturan Dirjen Pajak Nomor PER-53/PJ/2009 tentang Bentuk Formulir Surat Pemberitahuan Masa Pajak Penghasilan Final Pasal 4 ayat (2), Surat Pemberitahuan Masa Pajak Penghasilan Pasal 15, Pasal 22, Pasal 23 dan/atau Pasal 26 serta Bukti Pemotongan/ Pemungutannya Peraturan tersebut mewajibkan bank melaporkan daftar dan bukti pemotongan pajak penghasilan giro atau deposito secara rinci.

Muliaman menegaskan, industri perbankan tidak memiliki kekhawatiran yang berlebihan jika memang peraturan tersebut diberlakukan pada jadwal sebelumnya di 2015. Namun, kata Muliaman, kekhawatiran yang timbul itu hanya karena peraturan tersebut berpotensi bersinggungan dengan Undang-undang Perbankan, khususnya yang mengatur soal kerahasiaan bank. “Salah satunya itu. Tetapi, pada dasarnya, kita akan membantu,” ujar dia.

Muliaman menuturkan, upaya mengintensifikasi penerimaan pajak dari industri jasa keuangan dapat dilakukan dengan mewajibkan kepemilikan Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) bagi setiap nasabah di industri jasa keuangan. “Kita tahu nasabah perbankan dan asuransi jumlahnya besar, sehingga menjadi potensi pajak. Namun, dengan syarat pengurusannya mudah dan tidak berbelit. Ini yang kami wacanakan ke depan,” kata dia.

Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan memang sedang menggiatkan upaya meningkatkan tax compliance atau kepatuhan wajib pajak. Kurangnya tingkat kepatuhan wajib pajak menjadi salah satu penyebab pemerintah sering gagal merealisasikan target penerimaan pajak, yang akhirnya berpengaruh pula pada ruang fiskal pemerintah. Pada 2015, Ditjen Pajak dihadapkan pada tantangan untuk memenuhi target penerimaan pajak sebesar Rp1.294,3 triliun.

Jokowi Pasarkan Produk dengan “Twitter”

Jakarta, Aktual.co — Pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) akan memanfaatkan media sosial untuk membantu desa-desa di Indonesia dalam memasarkan produk andalannya. Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Marwan Jafar mengatakan bahwa pemanfaatan teknologi untuk mempromosikan berbagai produk dari desa harus segera dilakukan. Apalagi, saat ini sedang marak dilakukan proses jual-beli melalui berbagai akun media sosial yang tersedia. “Sosial media bukan lagi jadi ajang pertemanan, sekarang sudah menjadi ajang transaksi. Tinggal pengemasan produk saja yang bagus agar diminati. Apalagi 2015 ini Indonesia memasuki pasar bebas Asia Tenggara seiring Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA),” ujar Marwan, Sabtu (21/2).

Rencananya, mulai tahun ini setiap desa di Indonesia akan dibuatkan akun sosial media untuk memasarkan produk-produk unggulannya. Untuk tahap awal, pembuatan akun sosial media akan dilakukan di 2 ribu desa yang telah memiliki Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). “Desa yang sudah memiliki BUMDes akan kita mulai buatkan akun sosial media tahun ini. Pendamping program yang akan mengarahkan. Nanti model pemasarannya mengadopsi model-model yang digunakan para pedagang online di kota-kota besar,” ujar Marwan.

Sampai saat ini tercatat ada sekitar 2 ribu desa di Indonesia yang telah memiliki BUMDes. Rencananya, Kementerian Desa akan menambah 5 ribu BUMDes setiap tahun hingga 2019 mendatang. Namun, niat tersebut tampaknya akan menemui halangan karena adanya perbedaan antara target dari Kementerian Desa dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) yang disusun oleh Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas). “Sejauh ini yang baru disetujui Bappenas adalah pembuatan 2 ribu BUMDes hingga lima tahun mendatang. Padahal, target kita membangun 5 ribu BUMDes tahun ini. Tapi sementara ini kita pakai pakem dari RPJMN yang disusun Bappenas dulu saja,” ujar Marwan.

Putin Digambarkan Pemalas, Takut Tua dan Takut Diracuni

Jakarta, Aktual.co —Sebuah film dokumenter yang dibuat oleh perusahaan TV Jerman ZDF memberikan gambaran yang berbeda tentang Presiden Rusia Vladimir Putin. Film tersebut ditayangkan pada Selasa (17/2). Dokumentasi tentang Putin diklaim stasiun ZDF sebagai file rahasia yang mereka dapatkan dari Polisi Rusia. Melalui film tersebut Putin digambarkan sebagai seorang anak dari St.Petersburgh hingga menjadi pemimpin dunia yang kontroversial.

Tahun 1989 Putin digambarkan siap untuk menembak demonstran yang tak bersenjata di wilayah bekas Jerman Timur. Saat menjabat sebagai mata-mata di kantor KGB Dresden, Putin disebut sebagai pemalas dan pemabuk. Ia selalu bekerja mengandalkan komputer dan selalu memilih posisi aman. Putin juga diberitakan sebagai penggila wanita. Pernah disuatu pesta, saat mabuk, ia mencium anak perempuan pemilik rumah yang mengundangnya.

Pemimpin kontroversial ini juga dikabarkan sebagai orang yang takut tua. Ia melakukan bedah kosmetik pada tahun 2012 agar terlihat tetap muda dan dinamis. Selain itu, koki pribadi yang ia miliki dan selalu diajaknya kemanapun ia pergi, bukan karena ia serius menjalankan diet. Namun karena Presiden Rusia ini takut diracun. Menurut film dokumenter ini, Putin mengalami delusi setelah mengalami lima kali upaya pembunuhan.

PBB: Empat Nama sebagai Penjahat Perang di Suriah telah Dikantongi

Jakarta, Aktual.co —Perang sipil yang berkecamuk di Suriah kian masif. Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) akhirnya membuka kemungkinan mereka akan melansir nama-nama yang diduga menjadi dalang di balik perang ini. Seperti dilansir CNN pada Sabtu (21/2), sudah ada empat nama yang dikantongi PBB, namun masih dirahasiakan. “Kami akan mempertimbangkan pada hari ini, bulan ini, dan bulan depan, mengenai pro dan kontra terkait apakah daftar ini akan dirilis atau tidak,” ujar anggota Komisi Penyelidik Independen Internasional untuk Suriah dari PBB, Vitit Muntarbhorn, seperti dikutip CNN.

Jika disetujui, daftar nama pelaku kriminal di Suriah tersebut akan diumumkan dalam rapat Komisi Hak Asasi Manusia PBB di Jenewa, Swiss, pada 17 Maret mendatang. Daftar nama tersebut akan mencakup anggota dari militer Suriah, kelompok pemberontak, dan ISIS. Sebelumnya, PBB telah melansir laporan kesembilan mengenai situasi di Suriah. Dalam laporan tersebut, terlihat bahwa perang sipil semakin intens dan berdarah sejak awal 2011.

Lebih dari 200 ribu warga tewas dan jutaan orang hijrah ke negara tetangga akibat perang ini. Sementara itu, banyak perempuan diperkosa dan disiksa. Perhatian PBB kini juga terbagi pada indikator adanya perekrutan anak-anak menjadi eksekutor. Dalam laporan tersebut, seluruh anggota komisi ini berkata, “Peluang kemanusiaan semakin tenggelam di tengah kejahatan perang yang eksponen, kejahatan terhadap kemanusiaan, dan pelanggaran hak asasi manusia.”

Sebagai upaya penanggulangan, komisaris PBB merekomendasikan peradilan terhadap para pelaku kejahatan dilakukan di Pengadilan Kriminal Internasional atau pengadilan ad hoc internasional. Menurut Duta Besar Inggris untuk PBB, Mark Lyall Grant, untuk mengadakan pengadilan tersebut, mereka harus mendapatkan izin dari Dewan Keamanan PBB.

Tantowi: Pelecehan Diplomatik akan Pengaruhi Hubungan Brasil-Indonesia

Jakarta, Aktual.co — Kementerian Luar Negeri Indonesia memanggil pulang Duta Besar RI untuk Brasil Toto Riyanto setelah Brasil menunda penerimaan surat kepercayaan dengan cara yang dianggap tidak terhormat. Mendukung sikap Kementerian Luar Negeri, Wakil Ketua Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Tantowi Yahya menegaskan bahwa sikap Brasil tersebut merupakan pelecehan diplomatik dan akan berpengaruh pada hubungan bilateral dengan Indonesia.

Seperti diberitakan sebelumnya, penundaan tersebut memang dilakukan saat Toto sudah hadir di Istana Kepresidenan Brasil untuk mengikuti upacara pada Jumat (20/2) pukul 09.00 waktu setempat. “Pemberian credential adalah hak negara akreditasi, tapi pembatalan penyerahan kepada dubes kita di saat yang bersangkutan sudah berada di istana keperesidenan bersama dengan dubes-dubes lain adalah pelecehan diplomatik, oleh karenanya patut kita protes keras,” kata Tantowi dalam siaran pers yang diterima CNN pada Sabtu (21/2).

Lebih jauh, Tantowi mengatakan bahwa tindakan emosional Pemerintah Brasil ini akan berpengaruh buruk pada hubungan bilateral dengan Indonesia dalam berbagai bidang. Tantowi menilai, dalam hubungan ini sebenarnya Brasil yang lebih membutuhkan Indonesia. “Tahun anggaran 2009-2014, kita memesan pesawat Super Tucano untuk mengawasi garis pantai kita. Kita juga memesan Multi Launcher Rocket System (MLRS). Kami akan duduk dengan Kementerian Pertahanan untuk mengevaluasi kerja sama ini ke depan jika Brasil tidak mengubah sikap,” papar Tantowi.

Tak hanya itu, Tantowi melihat bahwa Brasil juga membutuhkan Indonesia sebagai pasar ekspor daging yang potensial. “Sebagai salah satu penghasil daging terbesar di dunia, Brasil saat ini sedang berusaha memasukkan dagingnya ke Indonesia. Mereka tahu besarnya kebutuhan kita akan daging,” katanya. Melihat posisi Indonesia, Tantowi mendukung penuh sikap pemerintah, apalagi melihat bahwa dalam keterangannya, Brasil menyinggung bahwa penundaan ini berkaitan dengan eksekusi mati salah satu warga mereka yang terkait kasus narkoba.

“Tidak ada negara yang bisa mendikte hukum negara lain dan Brasil sebagai negara berdaulat seharusnya memahami dan memaklumi itu. Kita sedang dalam posisi darurat narkoba. Oleh karenanya, pemerintah tidak boleh takut apalagi tunduk oleh tekanan-tekanan seperti yang sedang ditunjukkan Brasil dan Australia saat ini,” tutur Tantowi. Salah satu warga Brasil bernama Rodrigo Gularte masuk dalam daftar nama yang akan dieksekusi mati terkait kasus narkoba di Indonesia. Keluarga Rodrigo telah melayangkan surat keterangan kepada Kejaksaan Agung yang menerangkan bahwa saudaranya tersebut mengidap penyakit skizofrenia. Menurut Ricco Akbar, kuasa hukum Rodrigo, seseorang yang mengalami sakit jiwa tidak bisa menjalani proses hukum merujuk pada Pasal 44 KUHP.

Kejaksaan Agung mengaku telah menerima laporan awal dari psikiater yang menangani Rodrigo, Kusumawardhani pada Selasa (17/2). Kejaksaan juga menerima surat dari Kepala Lapas Nusakambangan terkait laporan ini. Menurut Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung Tony Spontana, Kepala Lapas meminta izin kepada Jaksa Agung M. Prasetyo untuk melakukan pemeriksaan medis atas Rodrigo di luar Nusakambangan. Ini perlu dilakukan karena keterbatasan fasilitas di sana. Kendati demikian, Tony mengatakan tidak akan ada perubahan terkait jumlah terpidana yang akan dieksekusi. Kejaksaan Agung menunggu informasi tentang berapa lama Rodrigo akan menjalani pemeriksaan medis, untuk menentukan langkah selanjutnya.

Berita Lain