17 Januari 2026
Beranda blog Halaman 38844

Ancam Mundur, Romli: Pegawai KPK Jangan Kekanak-kanakan

Romli Artasasmita. Aktual/TINO OKTAVIANO

Jakarta, Aktual.co — Pengagas pembentukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK),  Romli Atmasasmita, menilai ancaman yang diberikan sejumlah pegawai KPK terkait kasus yang mendera pimpinan lembaga anti rasuah tidak patut.
Hal tersebut, diungkapkan Romli menanggapi pernyataan Deputi Pencegahan KPK, Johan Budi, yang menyebut pegawai KPK mempertimbangkan opsi mengundurkan diri menyusul kasus yang menjerat para pimpinan KPK.
“Itu sikap kekanak-kanakan,” ujar Romli, ketika berbincang dengan Aktual.co, Jumat (6/2).
Menurut pakar hukum tersebut, sikap Johan maupun pegawai KPK menunjukan ketidak pahaman hukum.
“Johan Budi tidak paham negara hukum. Ancam mengancam bukan sikap pejabat lembaga negara,” kata dia.
Sebelumnya, (Baca: Minta Jokowi Turun Tangan, Pegawai KPK Ancam Mundur) Beberapa pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyatakan keinginanya untuk berhenti sementara. Salah satu pegawai yang berhasrat melakukan hal itu ialah Deputi Pencegahan KPK, Johan Budi SP. 

Artikel ini ditulis oleh:

Nebby

Ditanya Hukuman Mati bagi Pengedar Narkoba? Aktor Senior: Setuju Sekali

Jakarta, Aktual.co — Aktor senior, Adi Kurdi yang terkenal dengan sosok ‘Abah’ dalam drama keluarga “Keluarga Cemara”, mengaku mendukung kebijakan pemerintah Jokowi-JK yang memberikan hukuman mati bagi pengedar narkoba.

“Saya setuju sekali. Karena pengedar sudah merusak generasi bangsa,” tegasnya kepada Aktual.co, di Epicentrum, Jakarta.

Meskipun, kematian hanya Tuhan yang lebih berhak menentukan, tetapi jika para pengedar tersebut masih belum bisa memperbaiki dirinya, maka hukuman mati mungkin bisa diterapkan. Alasannya, ‘barang haram’ tersebut mampu menghancurkan bangsa.

Sekedar informasi, Adi Kurdi kembali terjun ke dunia layar lebar terbaru ‘Kapan Kawin’ sebagai ayah dari Dinda. Setelah lama tidak tampil di kancah film nasional, kali ini ia kembali berperan sangat bagus.

Artikel ini ditulis oleh:

Ahok Ancam Pemecatan, Petugas Parkir Sabang Ketar-ketir

Jakarta, Aktual.co —Petugas parkir di Jalan Sabang, Jakarta Pusat, rupanya cukup dibuat ketar-ketir dengan ancaman pemecatan yang dilontarkan Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) beberapa lalu. Yakni bagi mereka yang kedapatan masih menerima uang ‘tip’ dari pengguna e-parking.
Saat ditemui Aktual.co, salah seorang petugas parkir di Sabang berinisial Cl mengaku sudah mendengar ancaman yang dilontarkan Ahok. “Tahu dengar-dengar dari berita sih,” ujar dia, saat ditemui di Jalan Sabang, Jakarta Pusat, Jumat (6/2).
Sejak kabar ancaman itu beredar, Cl dan kawan-kawannya sesama petugas parkir mengaku sudah jarang menerima uang tambahan dari pengguna jalan. 
Namun mereka menyayangkan, ancaman Ahok tak sebanding dengan tambahan kesejateraan mereka. Di mana Ahok menyebut gaji petugas e-parking dua kali lipat dari besar Upah Minimum Provinsi (UMP) atau berarti 4 juta lebih. 
Kenyataannya, gaji mereka malah kurang dari UMP, yakni hanya Rp2,5 juta. Cl mengaku belum pernah sekalipun mendapat gaji dua kali UMP seperti yang dilontarkan Ahok. “Masih 2,5 juta, dengan jam kerja sembilan jam,” ucapnya. 
Sebelumnya, Ahok mengklaim penerapan sistem e-parking di Jalan Sabang, Jakarta Pusat sejak 29 Januari lalu berjalan efektif. Lantaran dibarengi pemberian kompensasi dengan jumlah besar bagi petugas parkir.
“Efektif, kan (petugas parkir) takut kalau dipecat. Sedangkan mereka sudah dapat gaji dua kali UMP (Upah Minimum Provinsi),” kata Ahok, di Balai Kota, Jakarta, Kamis (5/2).
Untuk mengawasi petugas parkir, Ahok mengaku sudah melakukan pengecekan bagaimana mereka menjalankan sistem e-parking. Caranya, dengan mengirim petugas yang menyamar jadi pengendara. “Saya mah ngga main-main, begitu dia (petugas parkir) terima tip ya langsung pecat,” ancamnya.
Menurutnya, sangat keterlaluan jika ada petugas parkir yang masih menerima uang dari pengguna parkir, sedangkan mereka sudah mendapat gaji besar. Lagi pula, tugas petugas parkir di e-parking saat terbilang lebih mudah. Dari semula menarik uang parkir kepada pengendara, sekarang hanya menyosialisasikan penggunaan sistem e-parking saja sambil mengawasi.

Artikel ini ditulis oleh:

Sebuah Pulau di NTT Dijual Seharga Ratusan Miliar

Jakarta, Aktual.co — Pulau Punggu, Flores, Nusa Tenggara Timur, dikabarkan dijual dengan harga ratusan miliar.
Melalui iklan yang diketahui dari situs Skyproperty, Pulau Punggu dijual seharga Rp134,2 miliar.
Pulau Punggu berstatus sertifikat hak milik (SHM), dan keterangan mengenai pulau itu dimuat dalam versi bahasa Indonesia dan Inggris. Tak dijelaskan siapa pemilik pulau tersebut.
Pulau Punggu memiliki luas 117 hektar. Di pulau ini terdapat pantai dan terumbu karang yang menakjubkan. Tempat ini sempurna untuk dijadikan sebagai tempat peristirahatan.
“Bandara Labuhan Bajo, Flores, 20 menit menggunakan speedboat, Taman nasional Komodo 20 menit menggunakan speedboat,” seperti keterangan dari iklan tersebut, Jumat (6/2).

Artikel ini ditulis oleh:

Mantan Ketua MK Sebut Presiden Lamban Selesaikan Kisruh KPK-Polri

Jakarta, Aktual.co — Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK), Mahfud MD menegaskan bahwa Presiden Joko Widodo (Jokowi) harus segera mengambil tindakan tegas untuk menyelesaikan kisruh yang melibatkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dengan Polri.
“Sekarang sudah harus mengambil tindakan dan kewenangannya sebagai kepala negara dan saran itu sudah disampaikan orang lain dan saya,” tegas Mahfud di gedung KPK, Jumat (6/2).
Selama konflik ini mencuat, dia menilai presiden yang diusung oleh Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) tidak cekatan dalam menetapkan sebuah keputusan terkait kasus tersebut.
Menurutnya jika, Presiden tidak segera mengambil tindakan tegas, dirinya takut permasalahan tersebut akan semakin mengakar dan sulit untuk diselesaikan.
“Makin lama, masalahnya makin berakumulasi dan makin sulit diselesaikan” sesal Mahfud di gedung KPK, Jumat (6/2).
Diketahui, untuk menyelesaikan kisruh KPK-Polri, Presiden membentuk sebuah tim independen yang dinamakan Tim Sembilan. Ti tersebut dibentuk untuk memberikan rekomendasi penyelesaian kasus kepada Presiden.

Artikel ini ditulis oleh:

Nebby

Serangan Udara Tewaskan 76 Orang di Damaskus

Jakarta, Aktual.co — Serangan udara telah menewaskan 76 orang yang dikuasai oleh pemberontak di wilayah Damaskus. Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia (HAM) mengatakan, sekitar enam anak juga tewas seketika kerena sebuah bom menghancurkan di wilayah tersebut.

Setidaknya 140 orang terluka dalam hampir 60 serangan udara di Ghouta Timur, Kabupaten Douma, benteng kelompok bersenjata Jaish al-Islam – serta Kaferbatna, Irbin, Saqba dan Ain Tarma.

Serangan mematikan itu juga membuat kekacauan warga di wilayah tersebut. Laman Al-Jazeera melaporkan warga sipil banyak dibawa ke sebuah klinik darurat. Paramedis, kewalahan dengan jumlah yang banyak itu.

Ghouta Timur adalah benteng pemberontak utama di pinggiran Damaskus, dan telah dikepung selama hampir dua tahun.
The SOHR mengatakan, bahwa pasukan keamanan juga menembakkan rudal di daerah tersebut. Serangan udara itu dilakukan setelah puluhan mortir, artileri, dan rudal menargetkan Damaskus ditembakkan oleh Jaish al-Islam mulai awal pada Kamis pagi.

Aktivis mengatakan bahwa lima orang tewas dan puluhan terluka oleh tembakan kelompok bersenjata itu. Kantor berita pemerintah Suriah SANA melaporkan bahwa tiga orang telah tewas. (Laporan: Wisnu Yusep).

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain