17 Januari 2026
Beranda blog Halaman 38843

Kejagung Minta Labora Sitorus Menyerahkan Diri

Jakarta, Aktual.co — Jaksa Agung Republik Indonesia HM Prasetyo mengimbau terpidana kasus pencucian uang, penimbunan bahan bakar minyak, dan pembalakan liar, Labora Sitorus, menyerahkan diri setelah kabur dari Lembaga Pemsayrakatan Sorong, Papua.
“Kita imbau agar Labora menyerahkan diri serta menyadari apa yg menjadi tanggung jawab atas yang dia lakukan,” ujar Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung Tony Tribagus Spontana, di Jakarta, Jumat (6/2).
Kejaksaan Agung sudah mencegah bepergian ke luar negeri terpidana kasus pencucian uang, penimbunan BBM, dan pembalakan liar, Labora Sitorus.
“Sudah dicegah sejak seminggu lalu setelah Kejati Papua mengajukan surat pencegahan,” kata dia.
Ia mengatakan, pihaknya juga terus melakukan penelusuran keberadaan mantan anggota Kepolisian Republik Indonesia (Polri) yang asetnya sempat menghebohkan Tanah Air tersebut.
Pencarian terus dilakukan dengan berbagai cara, katanya.
Labora Sitorus sesuai putusan MA tertanggal 17 September divonis 15 tahun penjara dengan denda Rp5 miliar.
Terpidana Labora Sitorus yang diduga memiliki rekening gendut senilai Rp1,5 triliun itu ternyata sejak 17 Maret 2014 sudah tidak berada di Lapas Sorong sejak meminta izin untuk dirawat di RS AL Sorong.
Namun usai berobat, Labora Sitorus tidak kembali ke Lapas Sorong untuk menjalani masa hukumannya, tetapi melarikan diri dan diduga bersembunyi di rumah keluarganya.

Artikel ini ditulis oleh:

Nebby

Dua Kelompok Pendemo di Depan Gedung KPK Bentrok

Jakarta, Aktual.co — Kelompok buruh dari Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) hampir saja terlibat bentrok dengan kelompok mahasiswa di depan gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jumat (6/2).
Berdasarkan pantauan Aktual.co di lapangan, kedua kelompok massa itu tengah sama-sama berujuk rasa di depan gedung lembaga yang dipimpin Abraham Samad tersebut. Namun, berbedanya isu yang disampaikan membuat keduanya hampir bentrok.
FSPMI dalam orasinya dengan semangat mendukung KPK untuk tetap tegas dalam memberantas kasus korupsi. Di sisi lain, mahasiswa mendesak KPK untuk menindaklanjuti beberapa kasus yang diduga melibatkan jajaran menteri era pemerintahan Presiden Joko Widodo.
Untuk mengantisipasi terjadi kerusuhan, pihak kepolisian sudah mengerahkan anggota. Hampir ratusan polisi tengah berjaga-jaga disekeliling kelompok tersebut. 
Bahkan, terdapat polisi yang menjadi border di tengah-tengah para pengunjuk rasa tersebut. Pihak kepolisian mengerahkan dua mobil ‘water canon’ disiagakan untuk menghalau bentrokan tersebut.
Kabaranya, FSPMI masih akan menambah demonstrannya. Dari orasi yang disampaikan, mereka akan menduduki KPK sampai malam hari.

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu

Soal Pengganti BG, Kompolnas: Kami Tunggu Dulu Intruksi Presiden

Jakarta, Aktual.co — Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) menyatakan bahwa pihaknya akan meunggu dulu intruksi Presiden Joko Widodo apakah akan melantik Komjen Budi Gunawan atau tidak, sebelum memberikan usulan pengganti calon Kapolri.
“Saya kira kami tetap harus menunggu keputusan presiden,” ujar Komisioner Kompolnas, Edi Hasibuan, di Mabes Polri, Jakarta, Jumat (6/2).
Oleh karenanya, Kompolnas tidak mau mengambil keputusan, ataupun berandai-andai untuk memberi rekomendasi calon pengganti BG.
“Saya kira itulah yang menjadi dasar semuanya. Apakah nanti Pak Budi Gunawan akan dilantik atau tidak tentunya keputusan presiden,” kata dia.

Artikel ini ditulis oleh:

Nebby

Bahas Smelter Freeport, Gubernur Papua Sambangi Kantor Menteri ESDM

Menteri ESDM Sudirman Said (kedua kanan) didampingi Gubernur Papua Lukas Enembe (kedua kiri), saat memngumunkan rencana pembangunan smelter usai pertemuan di Kantor Kementrian ESDM, Jalan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Jumat (6/2/2015). Pertemuan tersebut membahas permasalahan pembangunan pabrik pengolahan dan pemurnian (smelter) oleh PT Freeport Indonesia. AKTUAL/MUNZIR

Rupiah Akhir Pekan Ditutup Menguat 17 Poin ke Level Rp12.617

Jakarta, Aktual.co —   Nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta, bergerak menguat sebesar 17 poin menjadi Rp12.617 dibandingkan sebelumnya di posisi Rp12.634 per dolar AS.

“Cadangan devisa periode Januari 2015 yang meningkat menjadi salah satu faktor penopang mata uang rupiah mengalami penguatan terhdap dolar AS,” ujar Analis PT Platon Niaga Berjangka Lukman Leong di Jakarta, Jumat (6/2).

Posisi cadangan devisa Indonesia akhir Januari 2015 meningkat menjadi 114,25 miliar dolar AS dari 111,86 miliar dolar AS pada 31 Desember 2014.

Ia menambahkan bahwa melemahnya minyak dunia, laju inflasi domestik yang stabil serta perbaikan defisit neraca perdagangan Indonesia yang terus berlanjut menambah dukungan bagi nilai tukar rupiah.

“Serangkaian kabar bagus tetang perekonomian sedang menyelimuti Indonesia, kondisi itu yang membuat rupiah cenderung menguat. Inflasi ke depan diperkirakan stabil, defisit neraca perdagangan juga diperkirakan terus membaik seiring dengan harga minyak dunia yang melemah,” katanya.

Dalam jangka panjang, ia mengatakan bahwa melihat kondisi dalam negeri yang positif maka potensi rupiah untuk melanjutkan kenaikan terhadap dolar AS cukup terbuka.

Dari eksternal, lanjut dia, bank sentral AS (the Fed) juga diperkirakan belum akan menaikan suku bunganya menyusul salah satu indikator untuk menaikan suku bunga yakni inflasi Amerika Serikat masih belum sesuai dari target.

“Kebijakan the Fed juga bertolak belakang dengan negara maju lainnya yang cenderung melonggarkan stimulusnya, sehingga kondisi itu menyempitkan ruang bagi the Fed untuk menerapkan keijakan moneter ketat,” katanya.

Ia menambahkan bahwa data Amerika Serikat terkait klaim awal untuk tunjangan pengangguran juga dilaporkan meningkat, Departemen Tenaga Kerja AS kenaikan data klaim pengangguran untuk pekan yang berakhir pada 31 Januari 2015 menjadi 278.000 dari 267.000 pada pekan sebelumnya.

Sementara itu, kurs tengah Bank Indonesia pada Jumat (6/2) ini tercatat mata uang rupiah bergerak menguat menjadi Rp12.613 dibandingkan hari sebelumnya, Kamis (5/2) di posisi Rp12.653 per dolar AS.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Ancam Mundur, Romli: Pegawai KPK Jangan Kekanak-kanakan

Romli Artasasmita. Aktual/TINO OKTAVIANO

Jakarta, Aktual.co — Pengagas pembentukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK),  Romli Atmasasmita, menilai ancaman yang diberikan sejumlah pegawai KPK terkait kasus yang mendera pimpinan lembaga anti rasuah tidak patut.
Hal tersebut, diungkapkan Romli menanggapi pernyataan Deputi Pencegahan KPK, Johan Budi, yang menyebut pegawai KPK mempertimbangkan opsi mengundurkan diri menyusul kasus yang menjerat para pimpinan KPK.
“Itu sikap kekanak-kanakan,” ujar Romli, ketika berbincang dengan Aktual.co, Jumat (6/2).
Menurut pakar hukum tersebut, sikap Johan maupun pegawai KPK menunjukan ketidak pahaman hukum.
“Johan Budi tidak paham negara hukum. Ancam mengancam bukan sikap pejabat lembaga negara,” kata dia.
Sebelumnya, (Baca: Minta Jokowi Turun Tangan, Pegawai KPK Ancam Mundur) Beberapa pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyatakan keinginanya untuk berhenti sementara. Salah satu pegawai yang berhasrat melakukan hal itu ialah Deputi Pencegahan KPK, Johan Budi SP. 

Artikel ini ditulis oleh:

Nebby

Berita Lain